BAB 19 – KELUARGA

Malam ini Agung tidak dapat tidur. Mereka hanya berdua malam ini. Tidak ada yang menemani.

Indra langsung pulang begitu ditelepon oleh Maminya. Ada tamu di rumah yang akan diperkenalkan kepadanya, kata Indra sambil cemberut.

“Bagaimana caranya gue bisa bicara ke Mami supaya berhenti menjodoh-jodohkan anak semata wayangnya yang ganteng banget?” tanyanya sebelum pulang, menatap bergantian kepada Agung dan Raditya.

“Ya bicara saja ke Mami,” saran Raditya sambil berjalan ke arah pantry.

Indra menggeleng.

“Sudah Pak. Tapi Mami tetap saja berusaha menjodohkan saya dengan anak gadis teman-temannya.”

“Mami sudah tahu tentang mimpi Lu kan Bang?” tanya Agung, dia menerima uluran kue potong dari Raditya.

Indra mengangguk.

“Sepertinya Mami gak terima kalau gue menikahi janda dengan 2 anak.”

“Namanya juga orangtua...,” Raditya kembali ke bed-nya.

“Saya hanya tidak mau membuat Mami tersinggung...,” Indra menekuri lantai.

“Bang, nelangsa amat sih? Kencengin do'a. Temuin dulu anak-anak dalam mimpi Lu supaya Lu bisa ketemu dengan ibunya. Seperti yang dibilang si Adek...”

“Kira-kira, Disti bisa kasih bocoran gak, gue bakal ketemu dimana dengan anak-anaknya?”

“Don’t know. Buruan, nanti Mami marah...”

“Pakai diingetin lagi. Gue kan jadi malas pulang kalau begini...,”Indra mencebik. Lalu berpamitan.

Agung dan Raditya terkekeh kecil. Keduanya membahas Indra sebentar, kemudian Agung mematikan lampu utama saat perawat selesai melakukan pemeriksaan rutin.

Agung menarik tirainya. Lampu tidur yang di tanam di head bed-nya membuat suasana jadi temaram.

Cahaya jingga dari lampu menemani malam sepinya. Dia kesepian. Dia merindukan Adinda.

Kalimat kepala perawat itu terngiang di benaknya. Perasaan bersalahnya makin besar.

Betapa dia sudah menghancurkan perasaan Adinda pada saat itu walau setelah itu Adinda bersikap biasa saja padanya. Menutupi lukanya sendiri.

[Ah, pria macam apa aku ini?] rutuknya dalam hati.

Bahkan sore tadi dia berbohong pada Adinda dengan mengatakan tidak melihat apa-apa padanya.

Padahal dia melihat apa-apa yang ada pada Adinda sore itu yang membuat dirinya tidak bisa berpikir, tidak bisa berbicara dan tidak dapat bergerak.

Pemandangan indah yang belum menjadi haknya. Saat kembali ke rumah sakit, sepanjang jalan yang dilamunkannya hanyalah Adinda dengan balutan handuk.

Adinda dengan rambut basahnya. Wajah polosnya yang terlihat segar. Adinda dengan kulitnya yang berwarna terang dengan titik-titik air pada pundak dan lengan atasnya. Juga pada betisnya.

[Astaghfirullah... Gak bener ini...] Agung menggeleng.

Satu hal yang merusak pemandangan sore tadi adalah bercak memar hijau kelabu bercampur ungu di pahanya. Mengingat itu membuat Agung berdecak kesal.

Agung meraih gawainya di laci nakas. Memeriksa pesan chat yang ia kirimkan untuk Adinda. Centang biru!

Seketika Agung duduk tegak. Mengecek apakah Adinda sedang online atau tidak.

Ternyata terakhir kali online, 10 menit yang lalu. Hal yang membuatnya tidak habis pikir adalah kenapa chat panjangnya tidak dibalas?

[Jadi seperti ini rasanya, status chatnya only read tapi gak dibalas?] Agung mengacak rambutnya.

Agung_Kok only read? Kenapa gak dibalas?_

Centang dua abu-abu.

Agung menghembuskan nafas dengan kuat. Gawainya ia masukkan lagi ke dalam laci.

Memikirkan tentang proyeknya dan B Group sambil mendawamkan Al Mulk yang sudah ia hafal di luar kepala.

“Gung, sudah tidur?” Raditya bertanya dari balik tirainya.

Agung mengubah posisinya. Menyibak tirai pembatas. Khawatir Raditya membutuhkan bantuan.

“Ada apa, Bang?”

“Nggak.. Gak ada apa-apa. Besok, jadi kan kita makan mie ayam?”

Agung turun dari bed-nya.

“Jadi dong. Ide si Adek buat naikin mood Kakaknya yang sempat berantakan,” Agung tertawa sambil berjalan ke arah pantry.

“Bang, mau air putih hangat gak?”

“Boleh, Gung.”

Agung membawa dua mug air hangat. Memberikan satu pada Raditya.

“Bang, ma’af tapi saya kepo...”

“Kenapa?” Raditya menerima mug dari Agung, “Mau menanyakan tentang Ayumi ya?”

“Eh, kok tahu?”

“Sudah bisa ditebak. Pertanyaan dengan kata pembuka kata ma’af, berarti akan menanyakan sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu yang tidak mengenakkan bagi orang yang ditanya,” Raditya tertawa.

“Terus bagaimana?”

“Jawaban jujurnya?” Raditya menatap Agung.

Agung mengangguk.

“Saya belum bisa move on. Ada rasa bersalah di sini...,” Raditya menunjuk dadanya, “Dia meninggal karena pekerjaan saya.”

“Ikhlaskan dia, Bang. Simpan di dalam hati Abang, di benak Abang. Tapi bukan berarti Abang berhenti melanjutkan hidup Abang.”

“Saya sudah ikhlas, Gung. Selama ini saya melanjutkan hidup tanpa dia. Saya ingin mengabdikan sisa hidup saya untuk pekerjaan saya. Mengabdi kepada negara.”

“Sekarang Abang bisa bicara seperti itu karena Abang masih di usia produktif. Tapi bagaimana nanti di usia pensiun?” Agung menatap Raditya yang sedang mengusap wajahnya.

“Mau, Abang hidup seorang diri tanpa ada yang menemani? Tidak ada tempat berbagi suka dan duka saat sendiri, saat di malam hari, saat sedang sakit...”

“Apakah negara dan tugas-tugas yang sudah Abang tunaikan akan bisa menemani Abang di saat-saat seperti itu? Apakah sebanding dengan cinta dan pengobanan Abang kepada itu semua?”

Raditya yang tadinya menatap tirai di depannya mendadak menoleh pada Agung.

“Okelah, mungkin Abang tidak akan merasa kesepian karena ada teman-teman Abang. Tapi teman-teman Abang juga tidak bisa berada 24 jam sehari bersama Abang. Mereka juga ada keperluan lain.”

“Maksud kamu bagaimana, Gung?” Raditya menggeser posisi duduknya.

“Abang mau pahala besar yang terus menerus, gak? Padahal Abang tidak merasa melakukan apa-apa, tidak berbuat apa-apa saat pahala itu mengalir kepada Abang?”

Raditya mengerutkan keningnya.

“Ya mau dong. Bagaimana caranya?”

“Menikah.”

“Saya sudah pernah menikah.”

“Tapi pernikahannya sudah selesai.”

“Bagi saya belum.”

Agung menatap Raditya yang menolak menatap matanya. Dari bed-nya, Agung bisa melihat mata Raditya yang mengembun.

“Bang, ma'af kalau percakapan kita ini terdengar terlalu kejam buat Abang.”

“Kamu gak tahu rasanya kehilangan orang yang kamu cintai, Gung.”

“Saya memang tidak tahu. Tapi saya hampir tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang kita cintai.”

Raditya menoleh.

“Tahu tidak, ibadah yang paling lama, paling panjang dilakukan namun ada pahala yang mengalir bahkan di setiap helaan nafas kita?” Agung duduk di tepi bed-nya, menatap Raditya.

Raditya menggeleng.

“Pernikahan.”

Raditya bergeming.

“Kita tidak perlu melakukan apapun, pahala akan tetap mengalir terus menerus kepada kita. Bahkan bila kita sekedar bernafas sekalipun. Selama menjalani pernikahan itu dengan benar sesuai syari'at. Selama masih terikat dengan pernikahan itu di dunia dan akhirat.”

Raditya menunduk.

“Pernikahan Abang dengan Mbak Ayumi sudah berakhir saat maut memisahkan. Pahala yang terus menerus mengalir di dalamnya juga sudah terhenti. Kecuali pahala mendoakan mendiang Mbak Ayumi dan berbuat baik kepada kedua orangtua mendiang.”

Mata Raditya basah.

“Abang gak ingin punya keturunan yang bisa mendoakan Abang nanti?”

“Saya hanya ingin punya anak dari Ayumi.”

“Mbak Ayumi sudah meninggal, Bang.”

“Dia masih ada di sini..” Raditya menunjuk dadanya, “Juga di sini,” menunjuk kepalanya.

“Itu artinya Abang belum ikhlas melepasnya. Kasihan Mbak Ayumi, masih terbebani di dunia...”

“Saya ikhlas!” Raditya menatap marah pada Agung.

Agung turun dari bed-nya. Menepuk bahu Raditya. Lalu duduk di tepi bed.

“Abang pasti tahu kan surat al Ikhlas?”

Raditya mengangguk.

“Di dalam surat tersebut, ada nggak kata ikhlas yang disebut?”

Raditya menggeleng.

“Abang tahu kenapa?”

Raditya menggeleng lagi.

“Karena ikhlas tidak butuh diucapkan. Ikhlas itu tentang perbuatan dan tentang hati.”

Raditya memejamkan matanya.

“Saya rasa, Bang Radit bisa mencerna ucapan saya. Saya tidak meminta Bang Radit untuk mencari pengganti Mbak Ayumi. Karena Mbak Ayumi itu tak tergantikan.”

Mata Raditya terbuka lalu menunduk.

“Saya hanya meminta Bang Raditya untuk membuka diri, membuka hati kepada wanita yang memang pantas menjadi istri Bang Radit.”

Agung menghela nafas lagi.

“Saat Bang Radit sudah menemukannya, jangan minta ia untuk menjadi pengganti Mbak Ayumi. Kasihan dia karena akan selalu berada di bawah bayangan Mbak Ayumi yang Mas Radit ciptakan.”

“Ikhlas, berarti Abang harus percaya bahwa kepergian Mbak Ayumi karena takdir Allah. Buka hati lalu menikah. Agar Bang Radit mempunyai keturunan yang kuat dan sholeh/sholeha, yang bisa membangkitkan ghirah beragama dalam menghadapi akhir jaman.”

Agung bangkit dari duduknya. Menepuk-nepuk punggung Raditya yang sedang termenung.

“Tidurlah Bang. Istirahat. Besok, kita bicara lagi. Maafkan ya bila ada kalimat saya yang melukai Abang.”

Raditya menghela nafas. Mengangguk dan tersenyum.

Agung menutup lagi tirai pembatas. Mengusap wajahnya, berpikir lagi apakah tindakannya tadi keterlaluan untuk masuk ke dalam ranah pribadi Raditya.

Agung menggeleng. Dia melakukan semua ini karena baginya, Raditya adalah saudaranya. Terlepas dia pejabat atau tidak, Agung sudah menganggapnya sebagai keluarga.

Keluarga akan selalu saling jaga dan saling mengingatkan kan?

Agung mengecek gawainya lagi. Pesannya dibalas Adinda.

Adinda_Kan besok juga kita ketemu. Jadi kan makan mie ayamnya?_

Adinda_BTW, Om Agung kenapa? Kenapa minta maaf lagi? Kan udah dimaafin saya tempo hari..._

Agung tersenyum. Bahkan dia menggigit-gigit bibirnya karena merasa senang sekali mendapat balasan chat dari Adinda.

Agung_Dinda_

Centang satu abu-abu.

Agung menatap layar gawainya dengan hati yang galau. Benaknya dipenuhi oleh Adinda lagi.

Malam ini, Adinda hadir dalam mimpinya. Menyodorkan sebelah sepatunya yang terbakar di tepinya. Tetapi Adinda dalam balutan handuk mandi dan rambut yang masih basah.

Daebak!

.

*bersambung*

🌺

Bang Radit kira-kira besok pagi saat bangun tidur bagaimana ya?

Bang Agung, sepatu Adinda mau diapain dalam mimpinya Bang?

🌺

Jangan lupa like dan minta update🌷

Yang belum ❤➕ atau belum beri ⭐5, please... 🙏🏼

Maafkan tersendat 🙏🏼🙏🏼

🌺

Utamakan baca Qur'an.

🌷❤🖤🤍💚🌷

Terpopuler

Comments

Tri Yoga Pratiwi

Tri Yoga Pratiwi

buruan di halalkan 🤣

2024-01-05

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 BAB 1 - INTUISI
3 BAB 2 – ANAK-ANAK NAKAL
4 BAB 3 - SEMERIAH KICAU BURUNG LIAR
5 BAB 4 – MAN ON DUTY
6 BAB 5 – BEDA KUALITAS
7 BAB 6 – BUKAN SEKEDAR SEPATU
8 BAB 7 – CAIRAN BAU ITU...
9 BAB 8 – UKS SEKOLAH
10 BAB 9 – SAMBAL KEMASAN POUCH
11 BAB 10 – KUCING OYEN
12 BAB 11 – WALI MURID PELAKU
13 BAB 12 - NASEHAT BUNDA
14 BAB 13 – TAWARAN UNTUK AYAH DAN BUNDA
15 BAB 14 - LEON BERAKSI
16 BAB 15 – KINANTI BLUNDER
17 BAB 16 – RAMBUT SHAGGY SERBA CANGGUNG
18 BAB 17 – SKOR 1-1
19 BAB 18 – MERINDUKANMU
20 BAB 19 – KELUARGA
21 BAB 20 – TIDUR YANG GELISAH
22 BAB 21 – ON THE WAY
23 BAB 22 – PELANGI
24 BAB 23 – ETIKA DAN ATTITUDE ITU PENTING
25 BAB 24 – KEPUTUSAN FINAL UNTUK KINANTI
26 BAB 25 – PANTRY STAFF ACCOUNTING
27 BAB 26 – KINANTI END
28 BAB 27 – CONGRATS, GUNG!
29 BAB 28 – GAUN UNTUK ADINDA
30 BAB 29 – JANGAN DIHAPUS
31 BAB 30 – PERPISAHAN SEKOLAH ADINDA
32 BAB 31 – ADINDA DAN IVAN
33 BAB 32 – SIAPA?
34 BAB 33 – FIRASAT AGUNG DAN MIMPI ADISTI
35 BAB 34 – TUMPAHAN KOPI
36 BAB 35 – LAPTOP AGUNG
37 BAB 36 – IDE ANTON
38 BAB 37 – LAMPION LAYAN DOKUMEN
39 BAB 38 – MENUJU IMPIAN
40 BAB 39 – FROM MLEYOT TO NYUNGSEP
41 BAB 40 – AYAH, BUNDA DAN ADINDA
42 BAB 41 – SAMA-SAMA TIDAK TAHU
43 ACCOUNTANT 42 – SENIOR
44 BAB 43 – LAUNCHING TIME
45 BAB 44 – LANTAI 3 GEDUNG TKP
46 BAB 45 – WHAT ARE YOU DOING, MR. LEON?
47 BAB 46 – PLANG AMRITA OFFICE
48 BAB 47 – KAMU BISA, GUNG!
49 BAB 48 - GEDUNG RUNTUH?
50 BAB 49 – HELIKOPTER ITU
51 BAB 50 – HALANGI AMBULANSNYA!
52 BAB 51 – CERITA ADINDA
53 MR. ACCOUNTANT 52 – KEKHAWATIRAN LEON
54 BAB 53 – KUNJUNGAN RADITYA
55 BAB 54 – PEMBICARAAN HANS DAN RADITYA
56 BAB 55 – KEKAKUAN DI PAGI HARI
57 BAB 56 – TAMU BESUK
58 BAB 57 – JUNIOR-SENIOR
59 BAB 58 – DYGTA DAN ORION
60 BAB 59 – RAS TERKUAT DI MUKA BUMI
61 BAB 60 – FASHION TV
62 BAB 61 – SEPOTONG APEL
63 BAB 62 – PRAMUSAJI GERAI KOPI
64 BAB 63 – UNDANGAN DARI SINGAPURA
65 BAB 64 – MANTAN TERINDAH ANTON
66 BAB 65 – MENJAGA HATI
67 BAB 66 – DI UJUNG TANDUK
68 BAB 67 – PERHATIAN PASANGAN KANEBO KERING
69 BAB 68 – ADINDA’S TALK
70 Masih Lebaran
71 BAB 69 – PRESS CONFERENCE DI HALAMAN B GROUP
72 BAB 70 – PEREMPUAN BERAMBUT PIRANG
73 BAB 71 – IDENTITAS SI PIRANG
74 BAB 72 – PESULAP ATAU PENCOPET?
75 BAB 73 – CHENNY HAN DAN BRONDONGNYA
76 BAB 74 – LAKSA SINGAPUR
77 BAB 75 – PESONA ANTON
78 BAB 76 – ISKANDARDINATA BUILDING & LA FEMME BUILDING
79 BAB 77 – GALA DINNER
80 BAB 78 – EXIT DOOR
81 ACCOUNTANT 79 – KUE KRIM LEMON
82 BAB 80 – ADINDA VS ANTON
83 BAB 81 – RUANG KACA
84 BAB 82 – MENOLAK CACINGAN
85 BAB 83 – KENA MENTAL
86 BAB 84 – INTUISI
87 BAB 85 – MENDADAK MAKCOMBLANG
88 BAB 86 – SKATER BOY
89 BAB 87 – BANTUAN FREYA
90 BAB 88 – TINDAKAN BERBAHAYA
91 BAB 89 – ALASAN AGUNG
92 BAB 90 – MEMPESONA
93 BAB 91 – SECUIL KISAH LEON & LAYLA
94 BAB 92 – NASIB EKSEKUTOR
95 BAB 93 – ANDY & ALINE HUANG
96 BAB 94 – RASA YANG TERASA
97 BAB 95 – VERSI SINGAPURA
98 BAB 96 – GOLDEN EYE
99 BAB 97 – JODOH
100 BAB 98 – FIRST DAY NGAMPUS
101 BAB 99 – SENIOR JULID DAN NYINYIR
102 BAB 100 – TERLAMBAT
103 BAB 101 – HALIM BUANA RAYA
104 BAB 102 – SEPENUH HATI
105 Bab 103 – TERTAHAN DI SPANYOL, BURUAN PULANG!
106 BAB 104 – KAKI KETIGA
107 BAB 105 – TENTANG SEPUPU HANS
108 BAB 106 – UNDANGAN
109 BAB 107 – NYARIS...
110 BAB 108 – AUTO BENGEK
111 BAB 109 – KISAH YANG HAMPIR MIRIP
112 BAB 110 – KISAH DARI SPANYOL
113 BAB 111 – PAGI DI RUMAH KUSUMAWARDHANI
114 BAB 112 – VIDEO EDITOR BARU
115 BAB 113 – BERENANG HEBOH
116 BAB 114 – Di TAMAN ANGGREK MAMI
117 BAB 115 – LEON KISUT
118 BAB 116 – TENTANG NAMA
119 BAB 117 – SURPRISE HANS DAN HANA
120 BAB 118 – LEGENDA GADIS LOTUS
121 BAB 119 – TIPENYA ANTON
122 BAB 120 – BANG, ISTRI LU NYEBELIN!
123 BAB 121 – NAMA 2 HURUF
124 BAB 122 – KAPABILITAS
125 BAB 123 – WHAT'S WRONG WITH YOU?
126 BAB 124 – MAN'S TALK
127 BAB 125 – GAMBAR KIRIMAN INDRA
128 BAB 126 – EFEK DOMINO
129 BAB 127 – SALIM, BANG!
130 BAB 128 – LUKISAN ADISTI
131 BAB 129 – CONNECTED
132 BAB 130 – TELEPATI KELUARGA NAGA
133 BAB 131 – BANTUAN RE
134 BAB 132 – POOR AGUNG
135 BAB 133 – HANA DATANG
136 BAB 134 – TITIPAN NAINAI
137 BAB 135 – HUKUM NEWTON III
138 BAB 136 – MENDADAK LAMBE LURAH
139 BAB 137 – PERSIAPAN
140 BAB 138 – MENGAMUK
141 BAB 139 – KEPRETAN NYAMUKl
142 BAB 140 – WELCOME HOME, NAINAI
143 BAB 141 – CERITA YANG DISEMBUNYIKAN
144 BAB 142 – MENYALA ADIKKU!
145 BAB 143 – BAGI TUGAS
146 BAB 144 – VIDEO CCTV DARI NAINAI
147 BAB 145 – PENGUNTIT
148 BAB 146 – ENTIN
149 BAB 147 – BONEKA BERUANG DAN SISIR KAYU
150 BAB 148 – BERTEMU
151 BAB 149 – YANG BISA DILAKUKAN SEKARANG
152 BAB 150 – SUARA GUNTUR DI LANGIT
153 BAB 151 – INSIDEN TANGGA VERSI ANTON
154 BAB 152 – PASCA PRINCE ZUKO TAYANG
155 BAB 153 – ENERGI NAGA
156 BAB 154 - HASIL PEMERIKSAAN RE
157 BAB 155 – SENTILAN AGUNG
158 BAB 156 – JAMUAN MAKAN MALAM DI RUMAH UTAMA
159 BAB 157 – RENCANA AGUNG DI HARI H
160 BAB 158 – RISALAH HATI PABLO
161 BAB 159 – MENGAJARI PABLO
162 BAB 160 – INTUISI DI AKHIR ACARA
163 BAB 161 – HARI H
164 BAB 162 – PERSIAPAN IJAB KABUL
165 BAB 163 – IKUT MENYAKSIKAN
166 BAB 164 – PERMEN YANG HAMPIR TERINJAK
167 BAB 165 – SENSASI BARU
168 BAB 166 – INSIDEN DI HARI BAHAGIA
169 BAB 167 – DETAK JANTUNG YANG SAMA
170 BAB 168 – GERAK CEPAT
171 BAB 169 – SIAPA YANG MENYENTUH RE?
172 BAB 170 – OBROLAN SEBLAK
173 BAB 171 – INJURY TIME MOMENT
174 BAB 172 – INSECURE
175 BAB 173 – WHAT'S GOING ON?
176 BAB 174 – CELEBONLINE NEWS
177 BAB 175 – BUKET BUNGA YANG DIBAGI
178 BAB 176 - BERANDALAN BERMOTOR DI KOMPLEK RUMAH
179 BAB 177 – KANCING DERET KEBAYA
180 BAB 178 – AKSI RE
181 BAB 179 – ADA YANG TERKENDALI DAN ADA YANG TIDAK TERKENDALI
182 BAB 180 – BANANA TALK
183 BAB 181 – IGAUAN
184 BAB 182 – PESAN LUGAS AGUNG
185 BAB 183 – THR IR. JUANDA
186 BAB 184 – AROGANSI AGUNG
187 BAB 185 – BAJU COUPLE
188 BAB 186 – KABAR ALINE DARI ALIF
189 BAB 187 – HANTARAN LAMARAN ANTON
190 BAB 188 – KERUMUNAN WARGA
191 BAB 189 – ERIC MENYALA!
192 BAB 190 – UNDER SHOWER
193 BAB 191 – DIN, DIAM!
194 BAB 192 – GEHU DI MARKAS SHADOW TEAM
195 BAB 193 – DANCE POLE
196 BAB 194 – SESUATU PADA GERAKAN ALINE
197 BAB 195 – PENGAMATAN RE
198 BAB 196 – AGUNG, ANTON DAN RE
199 BAB 197 – PENJELASAN RE
200 BAB 198 – MENYUSUN RENCANA
201 BAB 199 – ENERGI YANG MELIMPAH RUAH
202 BAB 200 – JAJAN PAGI HARI
203 BAB 201 – KEMANA PERGINYA AMBULANS 047?
204 BAB 202 – RASA YANG ADA
205 BAB 203 – WAJAH SEMBAB DAN SENDU RE
206 BAB 204 – CINTA ITU HANGAT
Episodes

Updated 206 Episodes

1
PROLOG
2
BAB 1 - INTUISI
3
BAB 2 – ANAK-ANAK NAKAL
4
BAB 3 - SEMERIAH KICAU BURUNG LIAR
5
BAB 4 – MAN ON DUTY
6
BAB 5 – BEDA KUALITAS
7
BAB 6 – BUKAN SEKEDAR SEPATU
8
BAB 7 – CAIRAN BAU ITU...
9
BAB 8 – UKS SEKOLAH
10
BAB 9 – SAMBAL KEMASAN POUCH
11
BAB 10 – KUCING OYEN
12
BAB 11 – WALI MURID PELAKU
13
BAB 12 - NASEHAT BUNDA
14
BAB 13 – TAWARAN UNTUK AYAH DAN BUNDA
15
BAB 14 - LEON BERAKSI
16
BAB 15 – KINANTI BLUNDER
17
BAB 16 – RAMBUT SHAGGY SERBA CANGGUNG
18
BAB 17 – SKOR 1-1
19
BAB 18 – MERINDUKANMU
20
BAB 19 – KELUARGA
21
BAB 20 – TIDUR YANG GELISAH
22
BAB 21 – ON THE WAY
23
BAB 22 – PELANGI
24
BAB 23 – ETIKA DAN ATTITUDE ITU PENTING
25
BAB 24 – KEPUTUSAN FINAL UNTUK KINANTI
26
BAB 25 – PANTRY STAFF ACCOUNTING
27
BAB 26 – KINANTI END
28
BAB 27 – CONGRATS, GUNG!
29
BAB 28 – GAUN UNTUK ADINDA
30
BAB 29 – JANGAN DIHAPUS
31
BAB 30 – PERPISAHAN SEKOLAH ADINDA
32
BAB 31 – ADINDA DAN IVAN
33
BAB 32 – SIAPA?
34
BAB 33 – FIRASAT AGUNG DAN MIMPI ADISTI
35
BAB 34 – TUMPAHAN KOPI
36
BAB 35 – LAPTOP AGUNG
37
BAB 36 – IDE ANTON
38
BAB 37 – LAMPION LAYAN DOKUMEN
39
BAB 38 – MENUJU IMPIAN
40
BAB 39 – FROM MLEYOT TO NYUNGSEP
41
BAB 40 – AYAH, BUNDA DAN ADINDA
42
BAB 41 – SAMA-SAMA TIDAK TAHU
43
ACCOUNTANT 42 – SENIOR
44
BAB 43 – LAUNCHING TIME
45
BAB 44 – LANTAI 3 GEDUNG TKP
46
BAB 45 – WHAT ARE YOU DOING, MR. LEON?
47
BAB 46 – PLANG AMRITA OFFICE
48
BAB 47 – KAMU BISA, GUNG!
49
BAB 48 - GEDUNG RUNTUH?
50
BAB 49 – HELIKOPTER ITU
51
BAB 50 – HALANGI AMBULANSNYA!
52
BAB 51 – CERITA ADINDA
53
MR. ACCOUNTANT 52 – KEKHAWATIRAN LEON
54
BAB 53 – KUNJUNGAN RADITYA
55
BAB 54 – PEMBICARAAN HANS DAN RADITYA
56
BAB 55 – KEKAKUAN DI PAGI HARI
57
BAB 56 – TAMU BESUK
58
BAB 57 – JUNIOR-SENIOR
59
BAB 58 – DYGTA DAN ORION
60
BAB 59 – RAS TERKUAT DI MUKA BUMI
61
BAB 60 – FASHION TV
62
BAB 61 – SEPOTONG APEL
63
BAB 62 – PRAMUSAJI GERAI KOPI
64
BAB 63 – UNDANGAN DARI SINGAPURA
65
BAB 64 – MANTAN TERINDAH ANTON
66
BAB 65 – MENJAGA HATI
67
BAB 66 – DI UJUNG TANDUK
68
BAB 67 – PERHATIAN PASANGAN KANEBO KERING
69
BAB 68 – ADINDA’S TALK
70
Masih Lebaran
71
BAB 69 – PRESS CONFERENCE DI HALAMAN B GROUP
72
BAB 70 – PEREMPUAN BERAMBUT PIRANG
73
BAB 71 – IDENTITAS SI PIRANG
74
BAB 72 – PESULAP ATAU PENCOPET?
75
BAB 73 – CHENNY HAN DAN BRONDONGNYA
76
BAB 74 – LAKSA SINGAPUR
77
BAB 75 – PESONA ANTON
78
BAB 76 – ISKANDARDINATA BUILDING & LA FEMME BUILDING
79
BAB 77 – GALA DINNER
80
BAB 78 – EXIT DOOR
81
ACCOUNTANT 79 – KUE KRIM LEMON
82
BAB 80 – ADINDA VS ANTON
83
BAB 81 – RUANG KACA
84
BAB 82 – MENOLAK CACINGAN
85
BAB 83 – KENA MENTAL
86
BAB 84 – INTUISI
87
BAB 85 – MENDADAK MAKCOMBLANG
88
BAB 86 – SKATER BOY
89
BAB 87 – BANTUAN FREYA
90
BAB 88 – TINDAKAN BERBAHAYA
91
BAB 89 – ALASAN AGUNG
92
BAB 90 – MEMPESONA
93
BAB 91 – SECUIL KISAH LEON & LAYLA
94
BAB 92 – NASIB EKSEKUTOR
95
BAB 93 – ANDY & ALINE HUANG
96
BAB 94 – RASA YANG TERASA
97
BAB 95 – VERSI SINGAPURA
98
BAB 96 – GOLDEN EYE
99
BAB 97 – JODOH
100
BAB 98 – FIRST DAY NGAMPUS
101
BAB 99 – SENIOR JULID DAN NYINYIR
102
BAB 100 – TERLAMBAT
103
BAB 101 – HALIM BUANA RAYA
104
BAB 102 – SEPENUH HATI
105
Bab 103 – TERTAHAN DI SPANYOL, BURUAN PULANG!
106
BAB 104 – KAKI KETIGA
107
BAB 105 – TENTANG SEPUPU HANS
108
BAB 106 – UNDANGAN
109
BAB 107 – NYARIS...
110
BAB 108 – AUTO BENGEK
111
BAB 109 – KISAH YANG HAMPIR MIRIP
112
BAB 110 – KISAH DARI SPANYOL
113
BAB 111 – PAGI DI RUMAH KUSUMAWARDHANI
114
BAB 112 – VIDEO EDITOR BARU
115
BAB 113 – BERENANG HEBOH
116
BAB 114 – Di TAMAN ANGGREK MAMI
117
BAB 115 – LEON KISUT
118
BAB 116 – TENTANG NAMA
119
BAB 117 – SURPRISE HANS DAN HANA
120
BAB 118 – LEGENDA GADIS LOTUS
121
BAB 119 – TIPENYA ANTON
122
BAB 120 – BANG, ISTRI LU NYEBELIN!
123
BAB 121 – NAMA 2 HURUF
124
BAB 122 – KAPABILITAS
125
BAB 123 – WHAT'S WRONG WITH YOU?
126
BAB 124 – MAN'S TALK
127
BAB 125 – GAMBAR KIRIMAN INDRA
128
BAB 126 – EFEK DOMINO
129
BAB 127 – SALIM, BANG!
130
BAB 128 – LUKISAN ADISTI
131
BAB 129 – CONNECTED
132
BAB 130 – TELEPATI KELUARGA NAGA
133
BAB 131 – BANTUAN RE
134
BAB 132 – POOR AGUNG
135
BAB 133 – HANA DATANG
136
BAB 134 – TITIPAN NAINAI
137
BAB 135 – HUKUM NEWTON III
138
BAB 136 – MENDADAK LAMBE LURAH
139
BAB 137 – PERSIAPAN
140
BAB 138 – MENGAMUK
141
BAB 139 – KEPRETAN NYAMUKl
142
BAB 140 – WELCOME HOME, NAINAI
143
BAB 141 – CERITA YANG DISEMBUNYIKAN
144
BAB 142 – MENYALA ADIKKU!
145
BAB 143 – BAGI TUGAS
146
BAB 144 – VIDEO CCTV DARI NAINAI
147
BAB 145 – PENGUNTIT
148
BAB 146 – ENTIN
149
BAB 147 – BONEKA BERUANG DAN SISIR KAYU
150
BAB 148 – BERTEMU
151
BAB 149 – YANG BISA DILAKUKAN SEKARANG
152
BAB 150 – SUARA GUNTUR DI LANGIT
153
BAB 151 – INSIDEN TANGGA VERSI ANTON
154
BAB 152 – PASCA PRINCE ZUKO TAYANG
155
BAB 153 – ENERGI NAGA
156
BAB 154 - HASIL PEMERIKSAAN RE
157
BAB 155 – SENTILAN AGUNG
158
BAB 156 – JAMUAN MAKAN MALAM DI RUMAH UTAMA
159
BAB 157 – RENCANA AGUNG DI HARI H
160
BAB 158 – RISALAH HATI PABLO
161
BAB 159 – MENGAJARI PABLO
162
BAB 160 – INTUISI DI AKHIR ACARA
163
BAB 161 – HARI H
164
BAB 162 – PERSIAPAN IJAB KABUL
165
BAB 163 – IKUT MENYAKSIKAN
166
BAB 164 – PERMEN YANG HAMPIR TERINJAK
167
BAB 165 – SENSASI BARU
168
BAB 166 – INSIDEN DI HARI BAHAGIA
169
BAB 167 – DETAK JANTUNG YANG SAMA
170
BAB 168 – GERAK CEPAT
171
BAB 169 – SIAPA YANG MENYENTUH RE?
172
BAB 170 – OBROLAN SEBLAK
173
BAB 171 – INJURY TIME MOMENT
174
BAB 172 – INSECURE
175
BAB 173 – WHAT'S GOING ON?
176
BAB 174 – CELEBONLINE NEWS
177
BAB 175 – BUKET BUNGA YANG DIBAGI
178
BAB 176 - BERANDALAN BERMOTOR DI KOMPLEK RUMAH
179
BAB 177 – KANCING DERET KEBAYA
180
BAB 178 – AKSI RE
181
BAB 179 – ADA YANG TERKENDALI DAN ADA YANG TIDAK TERKENDALI
182
BAB 180 – BANANA TALK
183
BAB 181 – IGAUAN
184
BAB 182 – PESAN LUGAS AGUNG
185
BAB 183 – THR IR. JUANDA
186
BAB 184 – AROGANSI AGUNG
187
BAB 185 – BAJU COUPLE
188
BAB 186 – KABAR ALINE DARI ALIF
189
BAB 187 – HANTARAN LAMARAN ANTON
190
BAB 188 – KERUMUNAN WARGA
191
BAB 189 – ERIC MENYALA!
192
BAB 190 – UNDER SHOWER
193
BAB 191 – DIN, DIAM!
194
BAB 192 – GEHU DI MARKAS SHADOW TEAM
195
BAB 193 – DANCE POLE
196
BAB 194 – SESUATU PADA GERAKAN ALINE
197
BAB 195 – PENGAMATAN RE
198
BAB 196 – AGUNG, ANTON DAN RE
199
BAB 197 – PENJELASAN RE
200
BAB 198 – MENYUSUN RENCANA
201
BAB 199 – ENERGI YANG MELIMPAH RUAH
202
BAB 200 – JAJAN PAGI HARI
203
BAB 201 – KEMANA PERGINYA AMBULANS 047?
204
BAB 202 – RASA YANG ADA
205
BAB 203 – WAJAH SEMBAB DAN SENDU RE
206
BAB 204 – CINTA ITU HANGAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!