(Supaya lebih ngeh bacanya, biar gak lupa jalinan cerita sebelumnya, baca 2 bab terakhir dulu CEO RESCUE ME! ya...🙏🏼)
“DINDA!” Agung terbangun sambil menyibak selimutnya. Tubuhnya terasa panas dan basah. Nafasnya tersengal.
Lengannya terasa pegal. Saat melirik ke arah lengannya, jarum infus masih tertancap di sana.
Dia masih berada di atas bed pasien. Menyibak sedikit tirai pembatas di sampingnya. Raditya menoleh ke arahnya.
“Kamu kenapa, Gung?”
“Mimpi buruk, Bang. Abang kenapa bangun?”
“Entahlah. Tiba-tiba terbangun karena perasaan yang tidak enak. Intuisi, mungkin.”
“Tentang?”
“Setelah mendengar pembicaraan kalian semalam tentang Adinda dan bullying yang diterimanya di sekolah, perasaan saya jadi gak enak, Gung.”
“Saya juga, Bang.”
Keduanya terdiam. Ajudan Raditya, Pak Ibnu, dibebastugaskan untuk berjaga di ruang rawat inap karena sudah ada Anton yang menemani mereka.
“Cegah Adinda untuk ke sekolah hari ini, Gung.”
“Dengan alasan intuisi kita?” Agung menggeleng, “Seminggu ini saya sudah berbuat hal yang jahat ada Adinda. Saya sudah banyak melakukan kesalahan pada Adinda. Saya juga sudah dipukul Adisti semalam tadi karena saya bikin Adinda sedih.”
Agung menunjukkan lengan kanannya pada Raditya. Memar ungu bercampur biru tua kehijauan.
Raditya tertawa.
“Adik kamu itu ya... memang istimewa banget. Pantas saja Tuan Bramasta sebucin itu pada istrinya.”
“Terus, ini bagaimana?”
“Nanti saya koordinasi dengan polsek setempat untuk mengawasi sekolah Adinda. Minta petugas wanita untuk menyusup ke dalam sekolah, khusus untuk menjaga Adinda."
Agung mengangguk setuju.
Raditya, seorang perwira tinggi kepolisian yang baru saja dilantik secara luar biasa atas desakan masyarakat dan anggota dewan untuk menduduki jabatan penting yang sangat berpengaruh di tubuh institusi tersebut.
Dirawat di rumah sakit ini sudah seminggu karena ditembak oleh sesama perwira yang berpihak kepada pejabat di institusi tersebut yang menjadi aktor intelektual beberapa kasus besar. Di tembak dari depan podium usai pelantikannya, tepat di dada kiri Raditya.
Untung saja, peluru tertahan oleh rompi kevlar yang disediakan oleh AMANSecure milik Hans, perusahaan keamanan yang masih d bawah bendera Sanjaya Group.
“Apa perlu berkoordinasi dengan pihak sekolah?” Agung menurunkan handrail bednya untuk menurukan kakinya.
“Gak usah. Nanti malah ada kehebohan.”
“Nanti siang, saya ke sekolahan Dinda...” Agung turun dari bed-nya.
Raditya menoleh cepat, wajahnya menyiratkan ketidaksetujuannya.
“Kamu masih sakit, Gung.”
“Ini cuma flue biasa. Karena kehujanan tempo hari.”
“Tuan Hans pasti tidak akan menyetujui ide kamu.”
Agung tidak menjawab. Dia berjalan sambil mendorong tiang infusnya.
“Bahkan buat jalan, kamu masih sempoyongan begitu. Bagaimana kamu bisa melindungi Adinda?”
Raditya turun dari bed-nya juga. Dia berjalan ke arah pantry.
Agung sudah keluar dari kamar mandi saat melihat Raditya tengah mengamati Anton yang sedang tidur dengan sebelah tangan memegang mug, sebelah tangannya berada di pinggangnya. Agung tertawa kecil.
“Kenapa Bang?”
“Ini bocah kenapa tidurnya aneh begitu?”
“Aneh bagaimana?”
“Tuh, tempat tidurnya disambung dengan sofa bed untuk kakinya.”
“Tempat tidurnya gak muat untuk ukuran tubuhnya. Kalau gak salah 197 cm. Panjang bed normal kan hanya 200 cm.”
“Berarti ukuran bed-nya harus custom ya?” Raditya tertawa diikuti Agung.
“Saya dan Abang mungkin sama ya, 185 cm. Sering repot juga kan? Saat bangun tidur, kaki ada di awang-awang atau sudah ada di lantai...” Agung tertawa.
Raditya mengangguk setuju,
“Kecuali kalau tidur miring dengan kaki ditekuk...”
“Saya mau tahajud dulu, Bang.”
*
“Memangnya siapa yang ditugasi kawal Adinda dari AMANSecure?” tanya Anton setelah mereka bertiga selesai sholat shubuh berjama’ah di mushola lantai 6.
“Entahlah...” Agung mengangkat kedua bahunya.
Anton memperhatikan Raditya yang beranjak dari sofa lalu berjalan ke arah bednya. Segera ia ambil remote TV, mengatur suaranya agar tidak terlalu keras.
“Minta Bang Hans tugaskan orang dari Shadow Team,” Anton berbisik keras.
“Kenapa?” Agung menoleh kembali ke arah TV.
“Intuisi kalian berdua gak bisa diangggap remeh. Apalagi Lu, Bang. Semenjak tersadar dari koma, intuisi Lu sering bikin kita semua merinding.”
“Siapa yang layak mengawal Dinda?”
“Orang kepercayaannya Bang Hans. Tangan kanannya.”
“Man?” Agung menoleh lagi ke arah Anton.
Anton mengangguk.
Dua minggu yang lalu, dirinya dan Man berhasil meringkus orang-orang suruhan perwira tinggi bintang dua yang diberi julukan oleh mereka sebagai Tuan Thakur. Target mereka adalah melenyapkan Raditya.
Ada 3 orang bersenjata api yang masuk ke dalam ruang rawat inap Raditya. Mereka berhasil melumpuhkan kamera CCTV lobby lantai 6 dan para sekuriti di pintu VIP dan VVIP. Mereka juga berhasil melumpuhkan seorang penjaga dari AMANSecure yang ditugaskan Hans.
Man, adalah salah satu petugas jaga yang disandera untuk masuk ke dalam ruang rawat inap tempat Raditya berada.
Agung selalu mendampingi Raditya karena dia dan yang para anggota Kuping Merah tidak percaya lagi dengan orang-orang dari institusi Raditya pasca penembakan.
Berdua bersama Man, mereka menaklukkan para penjahat dan aksi mereka menjadi tontonan di ruang meeting divisi akuntansi Sanjaya Group. Karena pada saat penyerangan, Agung tengah memimpin rapat lewat online
Infiltrasi Tuan Thakur terlalu dalam akarnya hingga menciptakan dirinya sebagai raja yang tak tersentuh dalam institusi tersebut.
Kuping Merah sendiri adalah gank yang terbentuk secara tidak sengaja pasca insiden di malam pengajian menjelang pernikahan Bramasta dan adiknya, Adisti.
Diberi nama Kuping Merah karena kuping para anggotanya merah semua setelah dijewer oleh Tuan Alwin Sanjaya, ayah dari Bramasta, akibat sifat tengil dan pecicilan mereka saat berkumpul.
Ada dirinya, Agung Aksara Gumilar – Akuntan Sanjaya Group, Bramasta Sanjaya - CEO B Group, Indra Kusumawardhani - Sekretaris B Group, Hans Alvaro Fernandez – Sekretaris Sanjaya Group, Anton Nicholas Akbar – Direktur Divisi Arsitektur dan Landscaping B Group dan terakhir adalah kakak iparnya Bramasta, Leon Iskandardinata - CEO Iskandardinata Group, Singapura.
Agung mengambil gawainya lalu menulis chat di WAG Kuping Merah.
Agung_Assalamu’alaikum. Semalam gue terbangun dengan perasaan gak enak tentang Adinda. Dan ternyata bukan hanya gue saja. Bang Radit juga_
Indra_Wa’alaikumussalam. Kok bisa kompakan begitu, Gung?_
Agung_Entahlah. Cuma, intuisi kami berkata akan ada hal yang buruk menimpa Adinda hari ini. Kemungkinan besar dari para pelaku bullying terhadap Adinda. Memakai ajang pengumuman kelulusan sebagai saat yang tepat untuk melancarkan aksi balas dendam mereka_
Bramasta_Bukannya kata orang-orang Shadow Team yang ditugasi mengawasi Ivan, dedengkot gank di sekolahan, Ivan sekarang jauh lebih kalem?_
Hans_Kita gak tahu sekalem apa dia, Bram. Lagipula perubahan pada Ivan terlalu mencolok. Khawatir hanya sebagai kamuflase saja_
Agung_Bang Radit sudah berkoordinasi dengan polsek setempat untuk mengawasi sekolahan Adinda_
Indra_Terlalu umum itu sih..._
Anton_Iya. Tadi gue juga mikirnya begitu sewaktu Bang Radit mengusulkannya_
Agung_Bang Radit meminta ada anggota wanita yang disusupkan ke dalam sekolah Adinda supaya bisa menjaga dan mengawasi Adinda_
Hans_Gue setuju dengan tindakan Pak Raditya_
Agung_Kalau gue minta Man yang mengawal Adinda hari ini bisa gak, Bang?_
Hans_OK. Nanti biar tugas Man hari ini diambil alih oleh yang lainnya_
Agung_Thanks Bang Hans_
Hans_Don’t mention it. Bagaimanapun, keselamatan Adinda sudah menjadi tanggung jawab kita semua. Dia sudah menjadi adik kita_
Indra_Lu tahu artinya, Gung?_
Agung_Apaan Bang?_
Indra_Lu kudu baik-baikin Dinda. Lu bikin Dinda menangis, Lu harus ingat, dia punya banyak abang yang akan membelanya. Abangnya galak-galak semua. Jagoan semua..._
Agung_Iya..iya.. gue tahu. Semalam Adek juga sudah bikin lengan gue memar gegara gue bikin Dinda sedih_
Bramasta_Wah... Kok Disti gak cerita ya, Kakak Ipar?_
Agung_Au ah!_
.
*bersambung*
Kira-kira bakal ada kejadian apa sih pagi ini di sekolah Adinda? Sampai seheboh itu Kuping Merah dan Raditya.
Jangan lupa like dan minta update.
Pencet ❤+ juga dan beri penilaian bintang 5 untuk novel ini ya.
Love you!
Utamakan baca Qur’an
🌷♥️🖤🤍💚🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments