“Saya sudah berubah. Saya bisa buktikan. Saya memanggil kakak saya ke sini untuk menjelaskan semuanya,” Ivan berdiri menatap Adinda.
“Baik, kita tunggu penjelasan kakak kamu! Kalau kamu terbukti ada di balik semua ini, silahkan berhadapan dengan para abang saya!”
Agung menaikkan alisnya. Hans bersidekap menatap lurus Ivan. Leon juga menatap lurus Ivan dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.
“Kamu!” Adinda menunjuk Firman, mendekati Firman yang tengah meringis karena giginya yang tanggal.
Sorot mata Firman memancarkan ketakutan.
“Semua tuduhan keji kamu. Saya tidak terima dunia akhirat difitnah seperti itu. Mulut kamu memang harus disambelin supaya tidak bicara seenaknya lagi, memfitnah lagi.”
Adinda menyodokkan sambal pouch ke gigi ompong Firman lalu menekan kemasannya. Firman menjerit.
Agung menarik Adinda.
“Dinda... Cukup!”
“Belum Om. Ini yang terakhir.”
“Dinda...”
“Ini kalau Om tidak percaya,” Adinda menyerahkan sambal pouch kepada Agung, “Saya gak akan nyambelin mulut mereka lagi. Kalau yang dua itu, biar mereka disambeli oleh teman-temannya yang sudah saya sambelin...”
Semua terperangah dengan aksi Adinda. Beberapa guru menahan tawa.
“My God... Mereka main srimulat lagi...” gumam Leon yang langsung dihadiahi cubitan oleh istrinya.
Mami dan Bunda terkikik mendengar gumaman Leon.
“Udah dong Din.. Kamu gak capek? Sudah, biar para guru saja yang mengurus mereka...”
“Sebentar, Om. Beneran deh. This is the last time. Daripada hati saya jadi pegel mengingat jahatnya mereka juga rencana jahat mereka terhadap saya. Memangnya Om rela, mereka jahati saya?”
“Ya nggaklah.. tapi..”
“Kak.. Duduk di sini..” Ayah memerintah.
Agung menurut.
Adinda mendekati Manda dan Anya yang masih kepedasan.
“Atas dasar apa kalian hendak menjahati saya dengan mainan laknat kalian?”
“Di depan adik kelas kalian mengatakan saya sok alim, munafik. Di depan adik kelas, kalian memfitnah saya jadi baby sugar orang kaya. Semua tuduhan, semua fitnahan berbalik ke diri kalian sendiri.”
“Yang murahan tuh kalian, yang bisa dipakai atas dasar suka sama suka dengan banyak laki-laki adalah kalian. Kira-kira, bagaimana pendapat orangtua kalian ya dengan perilaku bejat anaknya?”
Anya menggeleng dan mulai menangis. Manda terdiam dengan mata menyorot marah.
“Bapak dan Ibu Guru, silahkan cek handphone yang disita. Pasti ada aktivitas terlarang mereka yang dilakukan di atap gedung sekolah...” ucapan Adinda membuat para guru terperangah, “Tipikal banyak tingkah seperti mereka pasti selalu merekam aktivitas mereka...”
Bahkan Agung dan yang lainnya pun terkejut.
“Pak Hasan, silahkan cek top floor sekolah. Pasti akan ditemukan banyak barang bukti di sana. Cek sekarang saja Pak. Nanti keburu ada yang membersihkan TKP...”
Adinda menatap 2 rekan Firman.
“Andai kalian tidak bermulut besar, ngember sana-sini tentang petualangan kalian dengan Manda atau Anya atau yang lainnya, saya gak bakalan tahu tentang tempat maksiat kalian!”
Manda dan Anya menatap 2 rekannya itu dengan penuh amarah.
Para guru berseru kaget lalu beristighfar melihat rekaman-rekaman video yang ditemukan di ponsel sitaan. Mereka menggelengkan kepala tak percaya.
Belum lagi foto-foto seronok Manda dan Anya di gawainya masing-masing. Melihat banyaknya foto-foto, para guru menduga, mereka memperjualbelikan foto-fotonya di situs dewasa.
Pak Hasan dibantu dengan guru olahraga langsung mengecek top floor yang selama ini hanya dijadikan gudang bangku-bangku rusak.
“Mohon ma’af bila ada salah sikap dan kata dari saya. Saya hanya ingin menjaga nama baik sekolah ini tetap baik. Juga untuk melindungi adik-adik kelas dari bullying seniornya,” Adinda menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada sambil agak membungkuk.
Tidak ada yang menyangka apa yang terjadi. Saat semua tengah terkesima dengan pemaparan Adinda dan bukti-bukti dalam gawai para pelaku, Manda bergerak cepat menjambak Adinda.
Bahkan Man yang selalu siaga mendadak kecolongan. Karena saat itu ia sedang mengetik pesan chat.
Menyadari siapa yang menarik kerudungnya, Adinda menahan tangan Manda tanpa mengubah posisi tubuhnya. Dia membungkukkan tubuhnya sambil memasang kuda-kuda.
Dengan sekali sentakan ke depan, tubuh Manda terpelanting ke depan. Terbanting keras di lantai keramik ruang guru disertai jeritannya.
Semuanya terpana melihat aksi Adinda.
Adinda berjongkok di depan Manda yang masih terkapar sambil meringis. Rok seragam pendeknya terangkat. Adinda menarik ujung-ujung roknya.
Kemudian tangannya menunjuk pada wajah Manda.
“Jangan sekali-kali membangkitkan amarah kucing oyen kalau tidak mau terluka.”
Agung tersenyum lebar. Bangga pada Adinda. Menyerap ajaran bela diri yang diajarkan Adisti dengan baik.
Seorang guru membantu Manda untuk bangun. Dia memberikan minuman air mineral dalam gelas kepada Manda, Anya dan Firman yang masih kepedasan.
“Kok kucing oyen sih? Bukannya seharusnya macan?” protes Leon pelan.
“Suka-suka Dinda lah...” Hans tersenyum tipis. Dia memberi dua jempolnya.
Pak Hasan dan Guru Olahraga kembali. Wajah keduanya merah padam. Di tangan guru olahraga ada kantong plastik kecil. Barang bukti dari top floor.
Pak Hasan tampak terpukul. Dia berdehem untuk meredakan rasa gugupnya.
“Seperti tadi yang telah disampaikan oleh Adinda, kami mengecek top floor. Kami menjumpai anak-anak yang tengah bermain game online, judi online, juga menonton film...” Pak Hasan terhenti sejenak.
“Kami sudah meminta para murid untuk turun dari top floor,” Guru Olahraga membantu memberi keterangan.
“Saat kami menyisir lokasi, di area tumpukan bangku kursi yang telah disusun mencurigakan seperti membentuk ruangan kecil dengan kain spanduk sebagai tirai, kami menemukan alat kontra sepsi bekas pakai berjumlah 8 buah,” Guru Olahraga mengacungkan barang bukti.
Semua orang beristighfar. Ibu Guru Agama yang tadi membantu Adinda langsung menghampiri para pelaku.
“Bejat kalian! Di dalam gedung sekolah kami mengajar dan teman-teman kalian menuntut ilmu, di atap gedung kalian kotori dengan kelakuan tidak bermoral kalian!”
Kepala Sekolah menggelengkan kepalanya. Lalu mengusap wajahnya. “Kita bisa meminta kelulusan mereka dibatalkan diknas atas skandal ini.”
“Dengan resiko nama baik dan reputasi sekolah hancur?” seorang guru lain berbicara.
“Kenakalan mereka sudah bukan kenakalan pelajar lagi. Ini sudah di luar batas...”
Hans mengangkat tangannya. Wajahnya yang dingin seperti pembawaannya membuat semua memperhatikannya.
“Adinda sudah berusaha menjaga nama baik sekolah. Termasuk kami, para keluarganya. Kasus gerai donat, mereka pelakunya. Dan Adinda adalah korbannya.”
Para guru heboh.
“Untung saja video yang diedarkan Prince Zuko waktu itu mem-blur-kan wajah pelaku dan korban. Agung berhasil menyelamatkan Adinda, bagi kami itu sudah cukup. Dan para pelaku sudah dihukum oleh ketua gank mereka karena bertindak di luar perintahnya,” Hans melirik Ivan.
Ivan menatap Hans lekat-lekat. Berusaha mengingat dimana ia pernah melihatnya.
“Saran saya sebagai pemimpin perusahaan besar, jangan sampai kasus ini menjadi besar dan mencoreng nama sekolah. Karena perusahaan-perusahan bonafide tidak mau merekrut pegawai dari sekolah yang ada skandalnya.”
“Betul,” Leon mengangguk.
“Membatalkan kelulusan mereka hanya akan menimbulkan kehebohan di tingkat diknas. Akan berpengaruh pada akreditasi sekolah,” Ayah yang seorang dosen, mengerti seluk beluk dunia pendidikan ikut bicara.
“Tapi... Anak-anak sudah terlanjur menge-share video tentang kejadian Adinda..” seorang guru wanita angkat bicara.
“Ma'af,” Man berdiri tegap, “Sejak tadi saya berdiri di ruangan ini menghadap ke arah jendela dan pintu. Saya pastikan tidak ada kamera handphone yang diarahkan ke dalam ruangan ini.”
“Artinya...?” guru yang lain bertanya.
“Tidak ada yang merekam apa yang terjadi di ruangan ini. Anak-anak hanya merekam yang terjadi di belakang sekolah dan di UKS.”
“Assalamu’alaikum..” suara salam dengan sosok wanita muda yang anggun terdengar.
Semua orang menatap ke arah pintu.
Raut terkejut di wajah Hans bisa disembunyikan dengan baik. Ekspresi yang terlihat hanyalah alis sebelah yang terangkat.
Berbeda dengan Agung. Dia langsung berdiri dari duduknya. Menatap heran pada wanita muda di depan pintu.
.
*bersambung*
🌺
Siapa sih yang datang? Sampai Hans dan Agung terkejut begitu?
🌺
Jangan lupa like dan minta update 😉
Yang belum pencet ❤➕ ataupun belum beri ⭐5, ditunggu ya.
Mohon apresiasinya 🙏🏼
🌺
Utamakan baca Qur'an
🌷❤🖤🤍💚🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 206 Episodes
Comments
himawatidewi satyawira
ada hacker jg ndak ikutan di situ thor?
2024-07-31
1
himawatidewi satyawira
enak pir..?
2024-07-31
1