BAB 15 – KINANTI BLUNDER

Manda menunduk. Tangannya gemetar. Air matanya berlinangan.

“Lalu baru 2 hari Agung tersadar dari koma, Adinda terkena musibah. Dia dijual oleh ibu tirinya kepada orang Jerman seharga 200 juta. Malam itu, Adinda mengalami malam yang mengerikan dalam hidupnya.”

Adinda meremat lengan atas Agung.

“Om...” bisik Adinda.

Layla masih bercerita.

“Sssssh, tidak apa-apa. Jangan takut. Kamu selamat malam itu. Kami bisa membebaskan kamu dari sana tepat waktu... Kamu ingat?”

Adinda menggeleng.

“Saya hanya ingat sedikit. Saya terpojok di sudut kamar. Orang itu mendekati saya. Saya tidak mau melihatnya mendekati apalagi menyentuh saya,” Adinda berbisik, nafasnya mulai terengah, “Saat itu, saya hanya bisa mendengar dan melihat Om Agung saja...”

Agung mengelus punggung Adinda.

“Kamu baik-baik saja. Kamu gadis yang kuat...” hati Agung diliputi kecemasan, khawatir Adinda mengalami serangan panik lagi, “It’s OK. Kamu sudah melalui semua itu. Kak Layla hanya menceritakan apa yang sudah lewat. Kamu sekarang bersama saya, bersama kami...”

Mami menoleh.

“Din..? Are you fine?”

Mami memeluk Adinda.

“Mami di sini. Ada Om Agung juga. Ada Ayah dan Bunda. Ada abang-abang kamu juga di sini. Kamu aman...”

“Saya gak sendiri lagi...” Adinda seperti mensugesti dirinya sendiri.

“Dinda gak sendiri, ada kita semua...” Mami menepuk-nepuk punggung Adinda.

Mata Adinda basah.

“Saya gak sendiri lagi...”

“Calon ma'mum saya kuat loh orangnya...” Agung tersenyum menggoda, kemudian berkata pelan, “Itu yang bikin saya suka dan sayang banget ke dia...”

“Memangnya Om punya calon ma’mum yang lainnya?” mata Adinda memandang sebal pada Kinanti di ujung sana.

“Dih!” Agung menepuk-nepuk punggung tangan Adinda, “Kamu satu-satunya. Saya gak mau yang lainnya.”

“Kamu harus berdamai dengan masa lalu kamu supaya kamu tidak akan terpengaruh lagi apabila ada orang lain yang bercerita tentang kejadian itu,”

“Mengikhlaskan apa yang sudah terjadi karena Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik... “ Agung menatap Adinda, “Kamu mengerti?”

Adinda mengangguk.

Pada saat itu, Layla sudah selesai bercerita tentang Adinda.

“Manda dan Anya, bila kalian diberi kesempatan untuk menjadi Adinda, sanggup kalian untuk melalui semua kesulitan yang Adinda alami? Kuat hati kalian, untuk melihat autopsi mayat ayah kalian yang sudah terkubur selama seminggu?” Layla bertanya dengan mendekat ke arah Manda dan Anya.

Kedua remaja itu gemetaran. Keduanya menggeleng dengan tatapan takut.

“Orang-orang yang tidak tahu tentang Adinda, hanya menilai Adinda dari keadannya sekarang ini... Oooh gadis yang sangat beruntung, menjadi anak angkat dari beberapa keluarga terkenal, keluarga tajir...”

Layla menatap ketiga pria pelaku.

“Setelah kalian mendengar tentang kisah Adinda, apa yang kalian rasakan? Bangga bisa mendholiminya? Senang bisa mempermalukannya?”

Ketiganya menggeleng kuat-kuat dengan kepala tertunduk. Tubuh mereka gemetaran.

“Minta ma’af pada Adinda!” Layla menatap tegas pada mereka.

Dia kembali ke kursinya, di antara Mami dan Bunda.

Manda memeluk ayahnya, begitu pula Anya. Mereka berdua menangis sesunggukan.

“Dinda...” suara Denis bergetar.

Kepalanya mendongak menatap Adinda. Berusaha sekuat tenaga menahan air matanya.

“Ma'af...”

“Din, ma’afin saya...”Ricky terisak keras, “Saya juga punya adik perempuan. Saya gak mau adik perempuan saya mengalami hal seperti yang kamu alami...”

“Baru ingat kamu punya adik perempuan, Rick?” Wiwit menatap Ricky, “Kamu pernah mendorong Dinda di tangga kan? Kamu lari sembunyi saat Dinda jatuh!”

Agung memicingkan matanya. Tanpa sadar dia meremat lengan Adinda.

“Kamu, jatuh dari tangga sekolah dan tidak cerita ke saya?” Agung berbisik.

“Sudah lama, Om. Sebelum kita kenal...” Adinda menanggapinya dengan santai, “Sudah lewat itu sih. Papa juga tidak saya beritahu...”

Ricky menunduk sambil mengusap pipinya.

“Ma’af. Saya memang jahat ke Dinda. Jahat banget. Tolong ma'afkan saya, Din...”

Firman yang bertubuh paling besar tapi paling gemetaran seperti orang demam.

“Ma’af Din... Andai saya tahu..”

“Andai kamu tahu pun, yakin kamu gak akan melakukan semua itu kepada Dinda?” Zaskia bertanya pada Firman.

Firman menunduk.

“Sssebenarrrnya... Ssaaya suka Dinda sejak kelas 1...” Firman menatap Adinda sebentar kemudian menunduk lagi.

Salah satu alis Agung naik, matanya menatap Firman. Kemudian menatap Adinda yang sedang mengerutkan kening.

Di sebelahnya, wajah Ivan merah padam.

“Kalau suka sama seseorang itu dijaga orang tersebut bukannya diintimidasi, dibully...” Zaskia menatap tajam pada Firman.

“Kalau suka tuh dijaga, bukannya dirusak. Ini berlaku juga buat kamu, Manda dan Anya. Cinta sama cowok tuh dijaga tubuh kalian, bukannya malah diobral, boleh diapa-apain semau cowoknya,” Wiwit memandang Ivan, “Kamu juga, Van. Tampang doang yang cakep tapi kelakuan durjana. Ngobral kata cinta ke cewek supaya bisa kamu cicipi. Cewek tuh dijaga bukannya dirusak. Korban kamu tuh banyak, Van. Untung Dinda cerdas dan berani nolak kamu!”

Ivan menundukkan wajahnya.

“Mulut kamu tuh ya,” Kinanti menatap Wiwit tajam, “Butuh disambelin ??!”

Wiwit menatap Kinanti tanpa takut.

“Mata mbaknya yang harus disambelin. Sudah tahu Kak Agung itu tunangannya Adinda kok malah gak tahu malu berusaha caper ke Kak Agung dan Bundanya. Hellow harga diri, where are you?”

Agung tersenyum simpul. Adinda dan Layla menahan tawanya. Beberapa guru juga menahan tawanya. Hans dan Leon berusaha berwajah datar.

“Kamu ya..! Berani kamu sama saya??”

“Sudah.. Sudah...” Pak Hasan menengahi.

“Kamu tahu siapa saya??!” Kinanti berdiri sambil menunjuk Wiwit.

“Tahu. Mbak dan Ivan itu kan keponakannya Pak Nurdin, ketua yayasan sekolah kita. Terus, kenapa?” Wiwit balas menatap Kinanti.

Tangan Ivan menarik-narik kakaknya supaya duduk tapi ditepis keras.

“Mbaknya Ivan,” Zaskia berdiri, “Mbak gak malu bersikap seperti itu? Ada Kak Agung loh, bosnya Mbak. Juga ada Tuan Hans, bosnya Kak Agung...”

“Juga ada saya,” Mami mengacungkan telunjuknya, “Istri dari direktur keuangan yang membawahi divisinya Om Agungnya Adinda. Kedudukan suami saya, setara dengan kedudukan Tuan Hans.”

Layla tersenyum lebar menatap Kinanti.

“Juga ada saya loh. Anak tertua dari owner Sanjaya Group, Tuan Alwin Sanjaya.”

Kaki Kinanti mulai goyah. Lututnya gemetar.

“Saya.... Sssaayaa tidak bermaksud...”

“Senin kamu menghadap ke ruangan saya, sebelum jam kantor dimulai!” Hans memotong ucapan Kinanti dengan wajah dingin.

Kinanti terduduk. Air matanya meloncat.

“Tuan Hans, tolong jangan pecat saya...” suaranya gemetar saat memohon.

“Saya tidak akan berbicara di sini. Di sini kita sebagai tamu. Bersikaplah selayaknya tamu yang menghormati tuan rumahnya,” Hans menatap Kinanti tanpa senyum.

Leon yang masih duduk di kursi plastik berdiri, hendak duduk di samping istrinya. Dia menggelengkan kepalanya.

“Wah... Ini berkembang jadi drama yang alurnya mengejutkan ya? Mengalahkan sinetron di TV cap Sapu Terbang,” Leon tertawa.

“Ma’af, Pak Leon... TV Cap Ikan Terbang...” seorang guru meralat ucapan Leon sambil terkekeh.

“Eh, sudah ganti cap stasiun TVnya?”

Ucapan Leon menurunkan tensi di ruangan guru. Semuanya tertawa.

Leon menatap para pelaku.

“Apa yang tadi saya sampaikan itu bukan berarti kalian harus jadi nakal dulu atau berantakan dulu untuk menjadi sukses ya. Akan lebih mudah bila hidup kita sudah tertata dari awal,” Leon berdiri, mengembalikan kursi plastik ke tepi.

“Yang bilang hidup lurus itu membosankan, salah besar. Justru dengan hidup lurus itu banyak tantangannya. Bagaimana kita harus istiqomah untuk tetap maju di tengah perilaku hedon ataupun kebuasan dunia bisnis,” Leon tersenyum.

“Ingat, tata ulang hidup kalian mulai dari sekarang. Bertekadlah untuk jadi lebih baik di kemudian hari. Ini berlaku juga untuk Anda, Nona Keponakannya Ketua Yayasan.”

Leon menatap semuanya sambil tersenyum.

Semua orang terkesima dengan ucapan Leon. Bahkan beberapa orang guru tanpa sadar berdiri dan memberikan standing applause.

Wajah Kinanti merah padam. Antara malu dan menyesal dengan tindakannya. Bayang-bayang surat pemecatan memenuhi benaknya.

“Masyaa Allah, kejadian hari ini ada hikmahnya. Sekolah kita kedatangan orang-orang hebat. Pak Leon, bersedia jadi motivator untuk anak-anak nanti saat kelulusan? ”

“Waduh...” Leon menyisir rambut dengan sebelah tangannya.

“Tampil duet dengan istrinya ya Pak. Sama hebatnya untuk memotivasi anak-anak untuk membangkitkan rasa percaya diri dan menggali potensi diri,” kata salah seorang guru yang diangguki oleh guru lainnya.

Leon memandang Layla.

“Not me. Abang saja. I'm too nervous to talk on the stage_Aku terlalu gugup untuk berbicara di atas panggung_,” Layla menggeleng.

“Mon Cher_Sayang_...” Leon berusaha membujuk.

Layla tetap menggeleng.

Leon menatap Ayah.

“Ayah, kumaha atuh_Ayah,bagaimana nih_?”

“Naon na_Apanya_?” Ayah bertanya balik.

“Upami Leon jadi motivator_Kalau Leon jadi motivator_...”

“Eta mah kumaha Jang Leon weh_Itu sih bagaimana Nak Leon saja_...” Bunda menjawab Leon.

Para guru melongo.

“Tiasa nyarios Sunda_Bisa berbahasa Sunda_?” tanya Bapak Kepala Sekolah.

“Sumuhun, Pak. Abdi mah 100% Nyunda. Ngan casingna hungkul nu bule mah_Iya, Pak.Saya 100% Sunda. Hanya casingnya saja yang bule_...” jawaban Leon membuat semua orang tertawa.

“Nu tadi... Pencak silat nya_Yang tadi itu..Pencak silat, ya_?” Guru Olahraga memandang Leon dengan tatapan kagum.

“Sumuhun, Pak. Ti usia balita, parantos dikenalkeun ka Pencak Silat ku Abah. Kaleresan, Abah ge kapungkurna sok ngajar silat_Iya Pak.Sejak balita,sudah dikenalkan ke pencak silat oleh Abah. Kebetulan, dulu Abah suka mengajar pencak silat_...”

.

*bersambung*

🌺

Gado-gado deh bahasanya... 😁🤭

Kinanti mendadak meriang?

🌺

Jangan lupa pencet like dan minta update 👍

Yang belum pencet ❤➕ atau belum beri penilaian ⭐ 5, ayo dong... Please.... 😉

🌺

Utamakan baca Qur'an.

🌷❤🖤🤍💚🌷

Terpopuler

Comments

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

melambung jauh terbang tinggi kejedot lg..

2024-07-31

1

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

tuiing..bintang 7 muter dikepala kiranti

2024-07-31

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 BAB 1 - INTUISI
3 BAB 2 – ANAK-ANAK NAKAL
4 BAB 3 - SEMERIAH KICAU BURUNG LIAR
5 BAB 4 – MAN ON DUTY
6 BAB 5 – BEDA KUALITAS
7 BAB 6 – BUKAN SEKEDAR SEPATU
8 BAB 7 – CAIRAN BAU ITU...
9 BAB 8 – UKS SEKOLAH
10 BAB 9 – SAMBAL KEMASAN POUCH
11 BAB 10 – KUCING OYEN
12 BAB 11 – WALI MURID PELAKU
13 BAB 12 - NASEHAT BUNDA
14 BAB 13 – TAWARAN UNTUK AYAH DAN BUNDA
15 BAB 14 - LEON BERAKSI
16 BAB 15 – KINANTI BLUNDER
17 BAB 16 – RAMBUT SHAGGY SERBA CANGGUNG
18 BAB 17 – SKOR 1-1
19 BAB 18 – MERINDUKANMU
20 BAB 19 – KELUARGA
21 BAB 20 – TIDUR YANG GELISAH
22 BAB 21 – ON THE WAY
23 BAB 22 – PELANGI
24 BAB 23 – ETIKA DAN ATTITUDE ITU PENTING
25 BAB 24 – KEPUTUSAN FINAL UNTUK KINANTI
26 BAB 25 – PANTRY STAFF ACCOUNTING
27 BAB 26 – KINANTI END
28 BAB 27 – CONGRATS, GUNG!
29 BAB 28 – GAUN UNTUK ADINDA
30 BAB 29 – JANGAN DIHAPUS
31 BAB 30 – PERPISAHAN SEKOLAH ADINDA
32 BAB 31 – ADINDA DAN IVAN
33 BAB 32 – SIAPA?
34 BAB 33 – FIRASAT AGUNG DAN MIMPI ADISTI
35 BAB 34 – TUMPAHAN KOPI
36 BAB 35 – LAPTOP AGUNG
37 BAB 36 – IDE ANTON
38 BAB 37 – LAMPION LAYAN DOKUMEN
39 BAB 38 – MENUJU IMPIAN
40 BAB 39 – FROM MLEYOT TO NYUNGSEP
41 BAB 40 – AYAH, BUNDA DAN ADINDA
42 BAB 41 – SAMA-SAMA TIDAK TAHU
43 ACCOUNTANT 42 – SENIOR
44 BAB 43 – LAUNCHING TIME
45 BAB 44 – LANTAI 3 GEDUNG TKP
46 BAB 45 – WHAT ARE YOU DOING, MR. LEON?
47 BAB 46 – PLANG AMRITA OFFICE
48 BAB 47 – KAMU BISA, GUNG!
49 BAB 48 - GEDUNG RUNTUH?
50 BAB 49 – HELIKOPTER ITU
51 BAB 50 – HALANGI AMBULANSNYA!
52 BAB 51 – CERITA ADINDA
53 MR. ACCOUNTANT 52 – KEKHAWATIRAN LEON
54 BAB 53 – KUNJUNGAN RADITYA
55 BAB 54 – PEMBICARAAN HANS DAN RADITYA
56 BAB 55 – KEKAKUAN DI PAGI HARI
57 BAB 56 – TAMU BESUK
58 BAB 57 – JUNIOR-SENIOR
59 BAB 58 – DYGTA DAN ORION
60 BAB 59 – RAS TERKUAT DI MUKA BUMI
61 BAB 60 – FASHION TV
62 BAB 61 – SEPOTONG APEL
63 BAB 62 – PRAMUSAJI GERAI KOPI
64 BAB 63 – UNDANGAN DARI SINGAPURA
65 BAB 64 – MANTAN TERINDAH ANTON
66 BAB 65 – MENJAGA HATI
67 BAB 66 – DI UJUNG TANDUK
68 BAB 67 – PERHATIAN PASANGAN KANEBO KERING
69 BAB 68 – ADINDA’S TALK
70 Masih Lebaran
71 BAB 69 – PRESS CONFERENCE DI HALAMAN B GROUP
72 BAB 70 – PEREMPUAN BERAMBUT PIRANG
73 BAB 71 – IDENTITAS SI PIRANG
74 BAB 72 – PESULAP ATAU PENCOPET?
75 BAB 73 – CHENNY HAN DAN BRONDONGNYA
76 BAB 74 – LAKSA SINGAPUR
77 BAB 75 – PESONA ANTON
78 BAB 76 – ISKANDARDINATA BUILDING & LA FEMME BUILDING
79 BAB 77 – GALA DINNER
80 BAB 78 – EXIT DOOR
81 ACCOUNTANT 79 – KUE KRIM LEMON
82 BAB 80 – ADINDA VS ANTON
83 BAB 81 – RUANG KACA
84 BAB 82 – MENOLAK CACINGAN
85 BAB 83 – KENA MENTAL
86 BAB 84 – INTUISI
87 BAB 85 – MENDADAK MAKCOMBLANG
88 BAB 86 – SKATER BOY
89 BAB 87 – BANTUAN FREYA
90 BAB 88 – TINDAKAN BERBAHAYA
91 BAB 89 – ALASAN AGUNG
92 BAB 90 – MEMPESONA
93 BAB 91 – SECUIL KISAH LEON & LAYLA
94 BAB 92 – NASIB EKSEKUTOR
95 BAB 93 – ANDY & ALINE HUANG
96 BAB 94 – RASA YANG TERASA
97 BAB 95 – VERSI SINGAPURA
98 BAB 96 – GOLDEN EYE
99 BAB 97 – JODOH
100 BAB 98 – FIRST DAY NGAMPUS
101 BAB 99 – SENIOR JULID DAN NYINYIR
102 BAB 100 – TERLAMBAT
103 BAB 101 – HALIM BUANA RAYA
104 BAB 102 – SEPENUH HATI
105 Bab 103 – TERTAHAN DI SPANYOL, BURUAN PULANG!
106 BAB 104 – KAKI KETIGA
107 BAB 105 – TENTANG SEPUPU HANS
108 BAB 106 – UNDANGAN
109 BAB 107 – NYARIS...
110 BAB 108 – AUTO BENGEK
111 BAB 109 – KISAH YANG HAMPIR MIRIP
112 BAB 110 – KISAH DARI SPANYOL
113 BAB 111 – PAGI DI RUMAH KUSUMAWARDHANI
114 BAB 112 – VIDEO EDITOR BARU
115 BAB 113 – BERENANG HEBOH
116 BAB 114 – Di TAMAN ANGGREK MAMI
117 BAB 115 – LEON KISUT
118 BAB 116 – TENTANG NAMA
119 BAB 117 – SURPRISE HANS DAN HANA
120 BAB 118 – LEGENDA GADIS LOTUS
121 BAB 119 – TIPENYA ANTON
122 BAB 120 – BANG, ISTRI LU NYEBELIN!
123 BAB 121 – NAMA 2 HURUF
124 BAB 122 – KAPABILITAS
125 BAB 123 – WHAT'S WRONG WITH YOU?
126 BAB 124 – MAN'S TALK
127 BAB 125 – GAMBAR KIRIMAN INDRA
128 BAB 126 – EFEK DOMINO
129 BAB 127 – SALIM, BANG!
130 BAB 128 – LUKISAN ADISTI
131 BAB 129 – CONNECTED
132 BAB 130 – TELEPATI KELUARGA NAGA
133 BAB 131 – BANTUAN RE
134 BAB 132 – POOR AGUNG
135 BAB 133 – HANA DATANG
136 BAB 134 – TITIPAN NAINAI
137 BAB 135 – HUKUM NEWTON III
138 BAB 136 – MENDADAK LAMBE LURAH
139 BAB 137 – PERSIAPAN
140 BAB 138 – MENGAMUK
141 BAB 139 – KEPRETAN NYAMUKl
142 BAB 140 – WELCOME HOME, NAINAI
143 BAB 141 – CERITA YANG DISEMBUNYIKAN
144 BAB 142 – MENYALA ADIKKU!
145 BAB 143 – BAGI TUGAS
146 BAB 144 – VIDEO CCTV DARI NAINAI
147 BAB 145 – PENGUNTIT
148 BAB 146 – ENTIN
149 BAB 147 – BONEKA BERUANG DAN SISIR KAYU
150 BAB 148 – BERTEMU
151 BAB 149 – YANG BISA DILAKUKAN SEKARANG
152 BAB 150 – SUARA GUNTUR DI LANGIT
153 BAB 151 – INSIDEN TANGGA VERSI ANTON
154 BAB 152 – PASCA PRINCE ZUKO TAYANG
155 BAB 153 – ENERGI NAGA
156 BAB 154 - HASIL PEMERIKSAAN RE
157 BAB 155 – SENTILAN AGUNG
158 BAB 156 – JAMUAN MAKAN MALAM DI RUMAH UTAMA
159 BAB 157 – RENCANA AGUNG DI HARI H
160 BAB 158 – RISALAH HATI PABLO
161 BAB 159 – MENGAJARI PABLO
162 BAB 160 – INTUISI DI AKHIR ACARA
163 BAB 161 – HARI H
164 BAB 162 – PERSIAPAN IJAB KABUL
165 BAB 163 – IKUT MENYAKSIKAN
166 BAB 164 – PERMEN YANG HAMPIR TERINJAK
167 BAB 165 – SENSASI BARU
168 BAB 166 – INSIDEN DI HARI BAHAGIA
169 BAB 167 – DETAK JANTUNG YANG SAMA
170 BAB 168 – GERAK CEPAT
171 BAB 169 – SIAPA YANG MENYENTUH RE?
172 BAB 170 – OBROLAN SEBLAK
173 BAB 171 – INJURY TIME MOMENT
174 BAB 172 – INSECURE
175 BAB 173 – WHAT'S GOING ON?
176 BAB 174 – CELEBONLINE NEWS
177 BAB 175 – BUKET BUNGA YANG DIBAGI
178 BAB 176 - BERANDALAN BERMOTOR DI KOMPLEK RUMAH
179 BAB 177 – KANCING DERET KEBAYA
180 BAB 178 – AKSI RE
181 BAB 179 – ADA YANG TERKENDALI DAN ADA YANG TIDAK TERKENDALI
182 BAB 180 – BANANA TALK
183 BAB 181 – IGAUAN
184 BAB 182 – PESAN LUGAS AGUNG
185 BAB 183 – THR IR. JUANDA
186 BAB 184 – AROGANSI AGUNG
187 BAB 185 – BAJU COUPLE
188 BAB 186 – KABAR ALINE DARI ALIF
189 BAB 187 – HANTARAN LAMARAN ANTON
190 BAB 188 – KERUMUNAN WARGA
191 BAB 189 – ERIC MENYALA!
192 BAB 190 – UNDER SHOWER
193 BAB 191 – DIN, DIAM!
194 BAB 192 – GEHU DI MARKAS SHADOW TEAM
195 BAB 193 – DANCE POLE
196 BAB 194 – SESUATU PADA GERAKAN ALINE
197 BAB 195 – PENGAMATAN RE
198 BAB 196 – AGUNG, ANTON DAN RE
199 BAB 197 – PENJELASAN RE
200 BAB 198 – MENYUSUN RENCANA
201 BAB 199 – ENERGI YANG MELIMPAH RUAH
202 BAB 200 – JAJAN PAGI HARI
203 BAB 201 – KEMANA PERGINYA AMBULANS 047?
204 BAB 202 – RASA YANG ADA
205 BAB 203 – WAJAH SEMBAB DAN SENDU RE
206 BAB 204 – CINTA ITU HANGAT
Episodes

Updated 206 Episodes

1
PROLOG
2
BAB 1 - INTUISI
3
BAB 2 – ANAK-ANAK NAKAL
4
BAB 3 - SEMERIAH KICAU BURUNG LIAR
5
BAB 4 – MAN ON DUTY
6
BAB 5 – BEDA KUALITAS
7
BAB 6 – BUKAN SEKEDAR SEPATU
8
BAB 7 – CAIRAN BAU ITU...
9
BAB 8 – UKS SEKOLAH
10
BAB 9 – SAMBAL KEMASAN POUCH
11
BAB 10 – KUCING OYEN
12
BAB 11 – WALI MURID PELAKU
13
BAB 12 - NASEHAT BUNDA
14
BAB 13 – TAWARAN UNTUK AYAH DAN BUNDA
15
BAB 14 - LEON BERAKSI
16
BAB 15 – KINANTI BLUNDER
17
BAB 16 – RAMBUT SHAGGY SERBA CANGGUNG
18
BAB 17 – SKOR 1-1
19
BAB 18 – MERINDUKANMU
20
BAB 19 – KELUARGA
21
BAB 20 – TIDUR YANG GELISAH
22
BAB 21 – ON THE WAY
23
BAB 22 – PELANGI
24
BAB 23 – ETIKA DAN ATTITUDE ITU PENTING
25
BAB 24 – KEPUTUSAN FINAL UNTUK KINANTI
26
BAB 25 – PANTRY STAFF ACCOUNTING
27
BAB 26 – KINANTI END
28
BAB 27 – CONGRATS, GUNG!
29
BAB 28 – GAUN UNTUK ADINDA
30
BAB 29 – JANGAN DIHAPUS
31
BAB 30 – PERPISAHAN SEKOLAH ADINDA
32
BAB 31 – ADINDA DAN IVAN
33
BAB 32 – SIAPA?
34
BAB 33 – FIRASAT AGUNG DAN MIMPI ADISTI
35
BAB 34 – TUMPAHAN KOPI
36
BAB 35 – LAPTOP AGUNG
37
BAB 36 – IDE ANTON
38
BAB 37 – LAMPION LAYAN DOKUMEN
39
BAB 38 – MENUJU IMPIAN
40
BAB 39 – FROM MLEYOT TO NYUNGSEP
41
BAB 40 – AYAH, BUNDA DAN ADINDA
42
BAB 41 – SAMA-SAMA TIDAK TAHU
43
ACCOUNTANT 42 – SENIOR
44
BAB 43 – LAUNCHING TIME
45
BAB 44 – LANTAI 3 GEDUNG TKP
46
BAB 45 – WHAT ARE YOU DOING, MR. LEON?
47
BAB 46 – PLANG AMRITA OFFICE
48
BAB 47 – KAMU BISA, GUNG!
49
BAB 48 - GEDUNG RUNTUH?
50
BAB 49 – HELIKOPTER ITU
51
BAB 50 – HALANGI AMBULANSNYA!
52
BAB 51 – CERITA ADINDA
53
MR. ACCOUNTANT 52 – KEKHAWATIRAN LEON
54
BAB 53 – KUNJUNGAN RADITYA
55
BAB 54 – PEMBICARAAN HANS DAN RADITYA
56
BAB 55 – KEKAKUAN DI PAGI HARI
57
BAB 56 – TAMU BESUK
58
BAB 57 – JUNIOR-SENIOR
59
BAB 58 – DYGTA DAN ORION
60
BAB 59 – RAS TERKUAT DI MUKA BUMI
61
BAB 60 – FASHION TV
62
BAB 61 – SEPOTONG APEL
63
BAB 62 – PRAMUSAJI GERAI KOPI
64
BAB 63 – UNDANGAN DARI SINGAPURA
65
BAB 64 – MANTAN TERINDAH ANTON
66
BAB 65 – MENJAGA HATI
67
BAB 66 – DI UJUNG TANDUK
68
BAB 67 – PERHATIAN PASANGAN KANEBO KERING
69
BAB 68 – ADINDA’S TALK
70
Masih Lebaran
71
BAB 69 – PRESS CONFERENCE DI HALAMAN B GROUP
72
BAB 70 – PEREMPUAN BERAMBUT PIRANG
73
BAB 71 – IDENTITAS SI PIRANG
74
BAB 72 – PESULAP ATAU PENCOPET?
75
BAB 73 – CHENNY HAN DAN BRONDONGNYA
76
BAB 74 – LAKSA SINGAPUR
77
BAB 75 – PESONA ANTON
78
BAB 76 – ISKANDARDINATA BUILDING & LA FEMME BUILDING
79
BAB 77 – GALA DINNER
80
BAB 78 – EXIT DOOR
81
ACCOUNTANT 79 – KUE KRIM LEMON
82
BAB 80 – ADINDA VS ANTON
83
BAB 81 – RUANG KACA
84
BAB 82 – MENOLAK CACINGAN
85
BAB 83 – KENA MENTAL
86
BAB 84 – INTUISI
87
BAB 85 – MENDADAK MAKCOMBLANG
88
BAB 86 – SKATER BOY
89
BAB 87 – BANTUAN FREYA
90
BAB 88 – TINDAKAN BERBAHAYA
91
BAB 89 – ALASAN AGUNG
92
BAB 90 – MEMPESONA
93
BAB 91 – SECUIL KISAH LEON & LAYLA
94
BAB 92 – NASIB EKSEKUTOR
95
BAB 93 – ANDY & ALINE HUANG
96
BAB 94 – RASA YANG TERASA
97
BAB 95 – VERSI SINGAPURA
98
BAB 96 – GOLDEN EYE
99
BAB 97 – JODOH
100
BAB 98 – FIRST DAY NGAMPUS
101
BAB 99 – SENIOR JULID DAN NYINYIR
102
BAB 100 – TERLAMBAT
103
BAB 101 – HALIM BUANA RAYA
104
BAB 102 – SEPENUH HATI
105
Bab 103 – TERTAHAN DI SPANYOL, BURUAN PULANG!
106
BAB 104 – KAKI KETIGA
107
BAB 105 – TENTANG SEPUPU HANS
108
BAB 106 – UNDANGAN
109
BAB 107 – NYARIS...
110
BAB 108 – AUTO BENGEK
111
BAB 109 – KISAH YANG HAMPIR MIRIP
112
BAB 110 – KISAH DARI SPANYOL
113
BAB 111 – PAGI DI RUMAH KUSUMAWARDHANI
114
BAB 112 – VIDEO EDITOR BARU
115
BAB 113 – BERENANG HEBOH
116
BAB 114 – Di TAMAN ANGGREK MAMI
117
BAB 115 – LEON KISUT
118
BAB 116 – TENTANG NAMA
119
BAB 117 – SURPRISE HANS DAN HANA
120
BAB 118 – LEGENDA GADIS LOTUS
121
BAB 119 – TIPENYA ANTON
122
BAB 120 – BANG, ISTRI LU NYEBELIN!
123
BAB 121 – NAMA 2 HURUF
124
BAB 122 – KAPABILITAS
125
BAB 123 – WHAT'S WRONG WITH YOU?
126
BAB 124 – MAN'S TALK
127
BAB 125 – GAMBAR KIRIMAN INDRA
128
BAB 126 – EFEK DOMINO
129
BAB 127 – SALIM, BANG!
130
BAB 128 – LUKISAN ADISTI
131
BAB 129 – CONNECTED
132
BAB 130 – TELEPATI KELUARGA NAGA
133
BAB 131 – BANTUAN RE
134
BAB 132 – POOR AGUNG
135
BAB 133 – HANA DATANG
136
BAB 134 – TITIPAN NAINAI
137
BAB 135 – HUKUM NEWTON III
138
BAB 136 – MENDADAK LAMBE LURAH
139
BAB 137 – PERSIAPAN
140
BAB 138 – MENGAMUK
141
BAB 139 – KEPRETAN NYAMUKl
142
BAB 140 – WELCOME HOME, NAINAI
143
BAB 141 – CERITA YANG DISEMBUNYIKAN
144
BAB 142 – MENYALA ADIKKU!
145
BAB 143 – BAGI TUGAS
146
BAB 144 – VIDEO CCTV DARI NAINAI
147
BAB 145 – PENGUNTIT
148
BAB 146 – ENTIN
149
BAB 147 – BONEKA BERUANG DAN SISIR KAYU
150
BAB 148 – BERTEMU
151
BAB 149 – YANG BISA DILAKUKAN SEKARANG
152
BAB 150 – SUARA GUNTUR DI LANGIT
153
BAB 151 – INSIDEN TANGGA VERSI ANTON
154
BAB 152 – PASCA PRINCE ZUKO TAYANG
155
BAB 153 – ENERGI NAGA
156
BAB 154 - HASIL PEMERIKSAAN RE
157
BAB 155 – SENTILAN AGUNG
158
BAB 156 – JAMUAN MAKAN MALAM DI RUMAH UTAMA
159
BAB 157 – RENCANA AGUNG DI HARI H
160
BAB 158 – RISALAH HATI PABLO
161
BAB 159 – MENGAJARI PABLO
162
BAB 160 – INTUISI DI AKHIR ACARA
163
BAB 161 – HARI H
164
BAB 162 – PERSIAPAN IJAB KABUL
165
BAB 163 – IKUT MENYAKSIKAN
166
BAB 164 – PERMEN YANG HAMPIR TERINJAK
167
BAB 165 – SENSASI BARU
168
BAB 166 – INSIDEN DI HARI BAHAGIA
169
BAB 167 – DETAK JANTUNG YANG SAMA
170
BAB 168 – GERAK CEPAT
171
BAB 169 – SIAPA YANG MENYENTUH RE?
172
BAB 170 – OBROLAN SEBLAK
173
BAB 171 – INJURY TIME MOMENT
174
BAB 172 – INSECURE
175
BAB 173 – WHAT'S GOING ON?
176
BAB 174 – CELEBONLINE NEWS
177
BAB 175 – BUKET BUNGA YANG DIBAGI
178
BAB 176 - BERANDALAN BERMOTOR DI KOMPLEK RUMAH
179
BAB 177 – KANCING DERET KEBAYA
180
BAB 178 – AKSI RE
181
BAB 179 – ADA YANG TERKENDALI DAN ADA YANG TIDAK TERKENDALI
182
BAB 180 – BANANA TALK
183
BAB 181 – IGAUAN
184
BAB 182 – PESAN LUGAS AGUNG
185
BAB 183 – THR IR. JUANDA
186
BAB 184 – AROGANSI AGUNG
187
BAB 185 – BAJU COUPLE
188
BAB 186 – KABAR ALINE DARI ALIF
189
BAB 187 – HANTARAN LAMARAN ANTON
190
BAB 188 – KERUMUNAN WARGA
191
BAB 189 – ERIC MENYALA!
192
BAB 190 – UNDER SHOWER
193
BAB 191 – DIN, DIAM!
194
BAB 192 – GEHU DI MARKAS SHADOW TEAM
195
BAB 193 – DANCE POLE
196
BAB 194 – SESUATU PADA GERAKAN ALINE
197
BAB 195 – PENGAMATAN RE
198
BAB 196 – AGUNG, ANTON DAN RE
199
BAB 197 – PENJELASAN RE
200
BAB 198 – MENYUSUN RENCANA
201
BAB 199 – ENERGI YANG MELIMPAH RUAH
202
BAB 200 – JAJAN PAGI HARI
203
BAB 201 – KEMANA PERGINYA AMBULANS 047?
204
BAB 202 – RASA YANG ADA
205
BAB 203 – WAJAH SEMBAB DAN SENDU RE
206
BAB 204 – CINTA ITU HANGAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!