Seperti rencana semalam, Rose bangun lebih pagi dari yang lain. Dari pertama kali datang ke Eldoria dan mengetahui apa yang terjadi kepada warga membuat Rose penasaran mengenai penyebab sebenarnya.
Rose keluar saat pagi masih gelap itu, dia mengelilingi kota dengan menggunakan sepeda yang memang ada dan dipersiapkan untuk mereka sekedar berkeliling.
" Kota ini benar-benar sepi, seperti kota mati. Tidak ada aktifitas warga. Padahal yang aku tahu Kota Eldoria ini sangat cantik. Banyak perkebunan sayuran di sini. Tapi sekarang semuanya idak lagi sama. keindahan itu hilang dalam waktu sekejap mata."
Rose begitu menyayangkan dengan apa yang terjadi di Eldoria. Pikiran Rose masih tidak bisa menerima, hanya karena guguran awan panas, tentu tidak akan membuat wabah seperti ini.
Rose terus mengayuh sepedanya menuju ke area kaki gunung Magnus Fortis. Ia melihat kegagahan gunung itu dengan takjub. Rose mencoba berkeliling di sekita kaki gunung. Tidak ada yang aneh di sana. Hanya ada beberapa kebun yang terbengkalai karena tidak lagi di urus.
" Apa semua ini hanya perasaanku saja, apakah semua murni hanya bencana alam?" gunan Rose lirih. Tapi meskipun begitu ada sesuatu dalam hatinya yang begitu mengganjal dan membuatnya ingin terus mencari.
" Apa itu? Bukankah itu rumah bibit. Apakah masih beroperasi? Bukankah sudah tidak ada yang mengurusi?"
Rose bersepeda ke arah sebuah tempat yang berbentuk seperti tempat persemaian bibit. Tempat seluas sekitar 7×12 meter itu terbuat dari kaca maka dijuluki rumah kaca. Rumah kaca memang berfungsi untuk memanfaatkan sinar matahari yang masuk melalui kaca atau plastik transparan yang digunakan sebagai atap dan dinding.
Klek
Rose membuka pintu itu dan berjalan masuk dengan perlahan. Di sana banyak terdapat tunas yang mati Karena tidak terawat sama sekali. Ia mengelilingi tempat itu dan melihat tidak ada yang mencurigakan hingga dia menemukan sesuatu. Di dalam rumah kaca itu terdapat sebuah lubang yang hampir seperti sumur. Rose mengambil sebuah benda dan menjatuhkan ke dalam lubang itu untuk mengukur kedalamnya.
Klontang
" Sekitar 7-10 meter dalamnya. Sebentar, mengapa itu seperti mengeluarkan asap tipis."
Rose mengeluarkan ponselnya. Ia mengambil beberapa gambar tempat itu dan juga sumur yang ada di sana. Rose ingin sekali melihat ke dalam tapi hari mulai terang, ia harus segera kembali sebelum orang-orang mencarinya.
" Mungkin lain kali aku kembali untuk memeriksanya. Saat ini pulang dulu saja, aah Bang Ken. Aku harus mengirim foto-foto ini padanya. Siapa tahu dua menemukan sesuatu, sebagai ilmuan pasti ini akan berguna."
Rose menyimpan ponselnya kembali ke sakit jaket dan keluar dari rumah kaca itu dengan tergesa. Ia mengambil sepedanya dan mengayuhnya dengan cepat untuk kembali ke rumah singgah. Rose harus segera ke rumah sakit untuk merawat pasien.
Kediaman Perdana Mentri, Osbert memerintahkan Hendrik untuk menyiapkan pesta penyambutan untuk tim relawan medis yang akan ia adakan 2 hari lagi. Kelihatan sekali Osbert begitu bersemangat. Dengan dalih sebagai ucapan terimakasih atas kerja keras yang dilakukan para Tim Medis, ia benar-benar menyiapkan semuanya secara matang.
" Maaf Tuan jika pertanyaan saya sedikit lancang, lalu apakah Tuan akan menyerah terhadap Kota Eldoria? Bukanlah waktu itu Anda menginginkan Eldoria menjadi kota mati?" tanya Hendrik di sela-sela kegiatannya mengatur para pelayan yang sedang merapikan ruangan.
" Tck, apa kau tidak mengerti aku Hen, tentu saja tidak. Kau tahu alasan aku melakukan perjamuan ini bukan? Semua karena Si Cantik dr. Rose Yaslan Brown. Jika aku bisa menahannya di sini maka tidak akan ada lagi yang bisa mengurusi pasien dan mencari cara untuk menyelamatkan mereka," jawab Osbert dengan bibir yang menyeringai.
Hendrik langsung mengangguk cepat, ia tentu paham betul apa keinginan Sang Tuan. Wanita cantik adalah prioritas utama. Bukan hanya itu, tujuan Osbert ingin menjadikan Eldoria menjadi kota mati pun dia tahu.
Eldoria, salah satu kota di Negara Carvolan itu memiliki sumber daya alam yang sangat bagus. Terletak di kaki Gunung Magnus Fortis, menjadikan Eldoria tempat yang past unyuk melakukan ekperimen pribadinya. Meskipun Hendrik tidak tahu persis mengenai eksperimen apa yang diinginkan oleh Osbert, tapi paling tidak dia paham tujuannya.
" Tuan, ada panggilan dari Pak presiden," tukas Hendrik.
" Tck, mau apa lagi pria itu. Sungguh tidak bisa membiarkan aku tenang barang sebentar pun," gerutu Osbert sambil menerima ponsel yang diserahkan oleh Hendrik. Sementara ini dia hanya bisa patuh kepada sang presiden. Sebelum dia menyempurnakan dirinya, maka hanya ini bekerja seperti biasa yang bisa ia lakukan.
" Baik Pak Presiden, saya akan segera berangkat."
Osbert mencengkeram erat ponsel yang baru saja ia gunakan. Bisa Hendrik ketahui, Tuannya saat ini sedang sangat marah.
" Ada apa Tuan Perdana Mentri?"
" Sial, aku harus menahan diri untuk bertemu dengan dr. Rose. Acara perjamuan juga harus kita tunda sampai pekan depan. Si Bodoh Graham itu memintaku menghadiri konferensi antar negar dan itu akan berlangsung selama 3 hari." Segera hubungin Walikota Eldoria bahwa kuta akan menjadwalkan ulang soal perjamuan itu."
" Baik Tuan."
Osbert membuang nafasnya kasar, rencananya gagal total besok. Padahal sedikit lagi dia berharap akan bertemu dengan Rose, wanita cantik yang begitu memikat hatinya.
" Tenang sayang, aku akan menemui setelah urusan dari presiden sialan itu selesai. Setelah itu aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia nantinya." Seringai Osbert sungguh mengerikan saat melihat foto Rose di layar ponselnya.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒚𝒖𝒌𝒖𝒓𝒊𝒏 😡😡😡
2024-08-20
0
Îen
skr kynya fokus sm osber ken sm rose yahhhh
2023-12-08
0
Îen
asap tipis dr sumur itu kali yg bahaya😥😥😥
2023-12-08
0