Seperti perjanjian yang sudah disepakati, mulai semalam, Ken tidak wajib untuk tinggal i rumah keluarga Madison. Tapi, Ken juga tidak boleh sepenuhnya tinggal ke rumah. Semua itu akan dilakukan sampai pemilihan Walikota selesai. Tentu saja hal tersebut tidak jadi masalah besar baginya.
Dan, disinilah Ken berada. Seperti mendapatkan kebebasannya kembali, Ken berguling-guling di atas kasurnya.
" Ughhh, sungguh nyaman. Tapi, seperti ada yang kurang,"gumam Ken.
Dia melihat sekeliling rumah. memindai satu per satu sudut ruangan. Setelah itu pria tersebut menghembuskan nafasnya dnegan kasar.
" Istri! Ha ha ha. Haish, andaikan Fiona berbicara lembut sedikit, maka aku akan menerima dia sepenuhnya menjadi istriku. tapi ternyata dia memilih jalan yang salah. Mungkin memang belum jodoh. Tapi alangkah baiknya kalau aku memiliki istri saat ini. Aaah belum waktunya. Hari ini, kalau tidak paling lambat besok aku harus ke Kota Eldoria."
Drtzzz
Baru saja Ken menyebut nama kota itu, ponselnya berbunyi.Sebuah nama membuat Ken tersenyum. Narya Kusumo, ia yakin teman lamanya itu sudah berada di Eldoria.
" Halo ken, aku akan menjelaskan keadaan di sini," ucap Narya dari sebrang sana.
" Baik, aku akan mendengarnya."
Narya mulai bercerita, menjelaskan setiap apa yang dia lihat. Narya juga kembali menceritakan apa yang dikatakan oleh Walikota Mark Edison. Mulai dari penyebab dan juga akibat yang saat ini dirasakan oleh para warga.
" Tapi menurut Rose?"
" Siapa itu Rose?" potong Ken cepat.
" Aaah sorry aku lupa menjelaskannya, dr. Rose Yaslan Brown adalah pemimpin tim medis dari negara kita. Usianya baru 25 tahun tapi dikenal sebagai seorang dokter yang jenius. Keturunan bapaknya banget deh Ken. Kamu pasti tidak asing dengan nama Brown. Nah kata Rose, ini tuh bukan hanya karena guguran awan panas saja, tapi ada hal lain yang memicunya," papar Narya.
Ken tersenyum. Rupanya ada juga yang sepemikiran dengan dirinya. Saat melihat banyak berita dan juga informasi yang ia kumpulkan, Ken pun berpendapat seperti itu.
" Menarik, dia pasti gadis yang menarik! Baiklah Nar, thanks untuk infonya. Mungkin besok apa lusa aku akan ke sana."
" Hati-hati, aku akan menunggumu di sini. Aku harap kamu bisa menemukan sebab sebenarnya."
Narya menutup panggilannya, sedangkan Ken masih tetap berada di atas ranjang miliknya. Ia mencoba mengingat lagi, dimana dia mendengar nama Brown itu. Karena begitu penasaran, Ken mengambil ponselnya dan membuka laman pencarian. Ia ketik nama Brown tadi, dan akhirnya dia mengingatnya .
" Ternyata dia, si dokter jenius pemilik RS Awal Brown. Tidak sangka putrinya mewarisi kejeniusan sang ayah. Tunggu, sepertinya aku pernah bertemu dia, tapi dimana ya?"
Kenneth mencoba mengingat. Tapi tetap dia tidak bisa ingat soal Brown ini. Dan pada akhirnya ia menyerah. Ia meletakkan ponselnya lalu bangkit dari atas ranjang.
" Sebaiknya mulai melakukan sesuatu untuk bekal sebelum datang ke Kota Eldoria."
Ken masuk ke lab mini miliknya. Selama alat pendingin udara masih ada, maka dinding es tipis yang ia buat juga masih bertahan di sana. Namun, tetesan air tetap ada meskipun tidak sampai membuat lantai menjadi basah san becek.
Ken mulai meracik beberapa cairan. Mencampur beberapa formula yang sekiranya bisa ia jadikan obat untuk para warga kota Eldoria. Tapi tentu ini bukan perkara mudah. Sejeniusnya dia tidak mungkin dapat membuat obat tersebut dalam kurun waktu 1 hari, paling tidak dia butuh uji coba juga.
" Ken berpikir akan membawa hasilnya. Tentu untuk diujikan pada korban langsung. Hanya saja ia akan menguji pada korban yang sudah meninggal. Meskipun Ken berusaha meminimalisir efek samping, tetap dia tidak bisa mengujikan obat penemuannya kepada korban yang masih hidup.
Ternyata butuh waktu 3 hari dia berada di lab mininya. Lebih lama dari yang dia perkiraan. Ken mulai tidak peduli dengan pekerjaannya sebagai bartender. Mungkin dia akan keluar saja. Identitasnya sebagai menantu keluarga Madison cukup untuk menyamarkan keberadaannya.
" Ini lah yang dinamakan menyamar sebagai menantu. Status saja ku dapat tapi pada kenyataannya aku bukanlah menantu yang sebenarnya ha ha ha. Cukup menyenangkan, lumayan sebagai identitas palsu."
Drtzzz
Ponsel Ken berbunyi. Ternyata itu adalah pesan dari Roger--rekan kerjanya. Dalam pesan yang dituliskan Roger menyebutkan bahwa Ken akan di pecat jika tidak segera datang ke Pioneer Bar.
" Hallo Rog, sorry aku tidak bisa bekerja lagi di Pioneer Bar. Aku akan mengundurkan diri. Sisa gajiku ambil saja buatmu."
" Kamu serius Ken? Apa karena kamu sudah menikah dengan anak Walikota Salvalon sehingga kamu memilihi berhenti?"
" Mungkin itu salah satunya. Keluarga Madison tidak ingin memiliki menantu pekerja bar. mereka mengatakan itu sangat rendahan dan tidak pantas."
Di seberang sana Roger mendengarkan Ken berbicara dnegan seksama. Sepertinya Roger paham posisi Ken saat ini. Akhirnya Roger pun mendukung keputusan dari rekannya itu.
Panggilan telepon dimatikan. Ken tertawa kerasa setelah mengatakan kebohongan yang nyata kepada Roger. Sungguh dirinya merasa berdosa dengan temannya itu. Tapi alasan itu adalah alasan yang paling tepat.
" Baiklah, waktunya bersiap. Aku akan berangkat nanti sore saja. Jadi sampai sana malam hari dan bisa masuk perbatasan dengan cara menyelinap."
Kata Narya, perbatasan lumayan dijaga ketat. Maka dari itu dia harus bisa mengatur strategi yang pas untuk bisa masuk ke sana. Mungkin cara yang pas adalah menyelinap.
" Mulai bekerja lagi, sementara untuk Corvus Ruber aku akan menundanya dulu. Permasalahan kota Eldoria lebih penting saat ini."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑹𝒐𝒔𝒆 𝒋𝒅 𝒋𝒐𝒅𝒐𝒉𝒏𝒚𝒂 𝑲𝒆𝒏 𝒚𝒂 🤲😉 𝒕𝒑 𝒂𝒘𝒂𝒔 𝑲𝒆𝒏 𝒌𝒍 𝒌𝒎𝒖 𝒎𝒔𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒑𝒆𝒏𝒈𝒆𝒏 𝒕𝒉 𝒖𝒓𝒖𝒔𝒂𝒏 𝑭𝒊𝒐𝒏𝒂
2024-08-20
0
🍇🐊⃝⃟🍒EndahCђαη🍁❣️🕊️⃝ᥴͨᏼ🍂
rose anak erlan kah? 🤔
2023-12-05
0
Sugiharti Rusli
wah jadi 'menantu' si walikota malah jadi blessing in disguise yah Ken😝😝😝
2023-12-05
0