Sesuai perkiraan, Ken sampai diperbatasan Kota Eldoria sekitar pukul 22.30. Ia pun langsung menghubungi Narya. Ia membutuhkan bantuan untuk membawa box yang berisi tabung formula penemuannya.
" dr. Rose, bisakah ikut aku sebentar. Ada sesuatu yang penting yang akan membantu kita dalam penyelesaian bencana kali ini," ucap Narya.
Rose tentu tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Narya. Ia sebenarnya juga ingin bertanya ada apa gerangan, tapi Rose memilih diam. Ia merasa yakin saja dengan apa yang Narya katakan. Namun, saat dijalan, Rose sedikit merasa kebingungan karena mereka semakin menjauh dari rumah sakit dan menuju ke jalan yang gelap.
" Jangan berpikiran buruk kepada ku dokter," ujar Narya.
" Bukan, aah panggil saja nama tanpa embel-embel dokter. lagi pula kita sedang tidak bertugas. Aku bukannya berpikiran buruk tentang mu, hanya saja aku bingung, mau kemana kita ini," akhirnya Rose mengatakan apa yang dari tadi ia pikirkan.
Narya hanya tersenyum sebagai respon. Ia tidak mungkin menjelaskan saat ini. Ada hal yang lebih penting harus dilakukan, yakni segera menjemput Ken.
" Aah itu dia orangnya. Pas sekali pergantian penjaga dilakukan lebih awal."
Entah sebuah kebetulan atau keberuntungan, atau bisa jadi adalah berkah dari Tuhan, Ken masuk ke Kota itu tanpa kesulitan sama sekali. Malah terbilang sangat lancar.
Narya langsung berlari ke arah Ken diikuti oleh Rose. Ken langsung meminta Narya mengangkat box berisi tabung formula ciptaannya. Mereka tidak banyak bicara dan langsung kembali berjalan masuk ke kota sebelum ketahuan.
" Haaah akhirnya sampai juga," ucap Ken lirih. saat ini Narya membawa Ken ke sebuah rumah tempat dimana para relawan beristirahat. Ken meminta sebuah tempat khusus untuk menyimpan formula ciptaannya.
" Oh iya Ken, gimana kabarmu, perkenalkan dia dr. Rose Yaslan Brown, dia adalah ketua tim relawan dari negara kita."
" Hallo, senang bertemu dengan Anda dokter. Saya Kenneth Barry Winkler. Semoga kita bisa menjadi sebuah tim yang bagus."
Ken mengulurkan tangannya untuk menjabat Rose. Keduanya saling berjabat tangan. Dan detik selanjutnya Ken mulai menjelaskan apa yang dia bawa. rose tentu takjub, meskipun belum diujikan dia merasa ada harapan besar dengan penemuan dari Ken ini.
" Ini sungguh luar bias Tuan Ken," puji Rose.
" Jangan panggil Tuan, cukup panggil Ken saja. Tapi ini belum diujikan. Apakah di sini ada korban meninggal, paling tidak kita harus mengujikan itu. Jika belum sempurna aku akan kembali ke Kota Salvalon untuk menyempurnakan penemuanku ini."
Rose dan Narya saling pandang, kemarin ada seorang korban yang meninggal. Saat ini masih ada diruang penyimpanan mayat, mungkin bisa digunakan untuk melakukan uji coba.
" Kemarin kami ada satu korban. Mungkin bisa kita laksanakan pengujiannya. Mari kita masuk ke ruang penyimpanan rumah sakit. Oh iya, aku akan memanggil Anda Bang saja jika boleh, ku lihat usia Anda lebih tua ketimbang saya," ucap Rose.
Ken langsung terhenyak saat dikatakan tua. Rasanya semakin menjelaskan bahwa dirinya ini adalah seorang bujang lapuk. Meskipun sudah menikah tapi pernikahan itu tidak bisa masuk dalam perhitungan karena hanya palsu dan samaran.
" Baiklah Dek Rose, Abang akan mengikuti apa yang Adek mau," sahut Ken.
Narya hanya terkekeh geli dengan interaksi kedua orang itu. Ken membawa sebuah tabung formula dan mengikuti Rose dan Narya masuk ke rumah sakit.
Saat itu Ken terus melihat ke isi rumah sakit sambil menganalisa, ternyata banyak sekali pendingin udara di sana. Tanpa bertanya ia paham, bahwa untuk menekan ruam yang diderita warga yakni dnegan menurunkan suhu ruangan. Semakin dingin maka semakin menghambat meluasnya ruam kulit.
Sreeet
Narya membuka kain penutup yang menutupi tubuh korban. Sebelum menyuntikkan formulanya, ken lebih dulu memeriksa ruam yang ada di kulit orang yang sudah meninggal itu. Ternyata setelah meninggal, ruam itu akan semakin berkembang membuat kulit seperti terbakar.
Sebenarnya Ken perlu membawa mayat itu pulang untuk bisa diteliti secara lebih lanjut. Akan tetapi sepertinya tidak lah mungkin bisa, pasti pihak keluarga tidak akan mengizinkan anggota keluarganya dijadikan bahan percobaan.
" Baiklah mari kita lakukan."
Ken mengambil formula itu menggunakan jarum suntik lalu menyuntikkannya ke tubuh si mayat. mereka menunggu beberapa saat.
" Waah Bang Ken, itu sungguh berhasil. Lihatlah, ruam itu mulai menghilang di bagian yang Abang suntikan," ucap Rose senang.
"Benar ken, ini sungguh menakjubkan. Mungkin jika kita suntikan ke orang hidup reaksinya akan lebih bagus lagi karena aliran darah masih berjalan dengan baik,"imbuh Narya.
Ken tersenyum, ia menghembuskan nafasnya penuh dengan kelegaan, apa yang dia ciptakan berhasil meskipun belum sempurna.
" Baiklah, besok mungkin kalian berdua bisa mulai memberikan obat ini kepada beberapa korban," ujar Ken.
Tapi ia tentu tidak puas sampai di situ saja, kejadian ini tidak sederhana yang terlihat. Tidak mungkin gara-gara guguran awan panas bias membuat seisi kota mengalami hal yang serupa. Lagi pula mereka tidak bersentuhan langsung dnegan guguran awan panas itu. Ken yakin ada penyebab lainnya, dan ia harus mencari tahu soal itu.
" Harus menyelidiki lagi, pasti ada sesuatu yang tersembunyi. Dimana guguran awan panas hanya sebagi pemicunya. Hal ini berarti sumber masalah masih belum bisa diselesaikan dengan cepat," gumam Ken lirih.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
dhani satria
TBC ni apa ya bang?/Smile//Smile//Smile//Smile/
2024-12-24
0
komalia komalia
teta teki yang sangat rumit
2024-09-25
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒅𝒖𝒉 𝒌𝒐𝒌 𝒃𝒂𝒑𝒆𝒓 𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓 𝒑𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑹𝒐𝒔𝒆 🤭🤭🤭
2024-08-20
1