Tangan Es Si Menantu 13

Sesuai perkiraan, Ken sampai diperbatasan Kota Eldoria sekitar pukul 22.30. Ia pun langsung menghubungi Narya. Ia membutuhkan bantuan untuk membawa box yang berisi tabung formula penemuannya.

" dr. Rose, bisakah ikut aku sebentar. Ada sesuatu yang penting yang akan membantu kita dalam penyelesaian bencana kali ini," ucap Narya.

Rose tentu tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Narya. Ia sebenarnya juga ingin bertanya ada apa gerangan, tapi Rose memilih diam. Ia merasa yakin saja dengan apa yang Narya katakan. Namun, saat dijalan, Rose sedikit merasa kebingungan karena mereka semakin menjauh dari rumah sakit dan menuju ke jalan yang gelap.

" Jangan berpikiran buruk kepada ku dokter," ujar Narya.

" Bukan, aah panggil saja nama tanpa embel-embel dokter. lagi pula kita sedang tidak bertugas. Aku bukannya berpikiran buruk tentang mu, hanya saja aku bingung, mau kemana kita ini," akhirnya Rose mengatakan apa yang dari tadi ia pikirkan.

Narya hanya tersenyum sebagai respon. Ia tidak mungkin menjelaskan saat ini. Ada hal yang lebih penting harus dilakukan, yakni segera menjemput Ken.

" Aah itu dia orangnya. Pas sekali pergantian penjaga dilakukan lebih awal."

Entah sebuah kebetulan atau keberuntungan, atau bisa jadi adalah berkah dari Tuhan, Ken masuk ke Kota itu tanpa kesulitan sama sekali. Malah terbilang sangat lancar.

Narya langsung berlari ke arah Ken diikuti oleh Rose. Ken langsung meminta Narya mengangkat box berisi tabung formula ciptaannya. Mereka tidak banyak bicara dan langsung kembali berjalan masuk ke kota sebelum ketahuan.

" Haaah akhirnya sampai juga," ucap Ken lirih. saat ini Narya membawa Ken ke sebuah rumah tempat dimana para relawan beristirahat. Ken meminta sebuah tempat khusus untuk menyimpan formula ciptaannya.

" Oh iya Ken, gimana kabarmu, perkenalkan dia dr. Rose Yaslan Brown, dia adalah ketua tim relawan dari negara kita."

" Hallo, senang bertemu dengan Anda dokter. Saya Kenneth Barry Winkler. Semoga kita bisa menjadi sebuah tim yang bagus."

Ken mengulurkan tangannya untuk menjabat Rose. Keduanya saling berjabat tangan. Dan detik selanjutnya Ken mulai menjelaskan apa yang dia bawa. rose tentu takjub, meskipun belum diujikan dia merasa ada harapan besar dengan penemuan dari Ken ini.

" Ini sungguh luar bias Tuan Ken," puji Rose.

" Jangan panggil Tuan, cukup panggil Ken saja. Tapi ini belum diujikan. Apakah di sini ada korban meninggal, paling tidak kita harus mengujikan itu. Jika belum sempurna aku akan kembali ke Kota Salvalon untuk menyempurnakan penemuanku ini."

Rose dan Narya saling pandang, kemarin ada seorang korban yang meninggal. Saat ini masih ada diruang penyimpanan mayat, mungkin bisa digunakan untuk melakukan uji coba.

" Kemarin kami ada satu korban. Mungkin bisa kita laksanakan pengujiannya. Mari kita masuk ke ruang penyimpanan rumah sakit. Oh iya, aku akan memanggil Anda Bang saja jika boleh, ku lihat usia Anda lebih tua ketimbang saya," ucap Rose.

Ken langsung terhenyak saat dikatakan tua. Rasanya semakin menjelaskan bahwa dirinya ini adalah seorang bujang lapuk. Meskipun sudah menikah tapi pernikahan itu tidak bisa masuk dalam perhitungan karena hanya palsu dan samaran.

" Baiklah Dek Rose, Abang akan mengikuti apa yang Adek mau," sahut Ken.

Narya hanya terkekeh geli dengan interaksi kedua orang itu. Ken membawa sebuah tabung formula dan mengikuti Rose dan Narya masuk ke rumah sakit.

Saat itu Ken terus melihat ke isi rumah sakit sambil menganalisa, ternyata banyak sekali pendingin udara di sana. Tanpa bertanya ia paham, bahwa untuk menekan ruam yang diderita warga yakni dnegan menurunkan suhu ruangan. Semakin dingin maka semakin menghambat meluasnya ruam kulit.

Sreeet

Narya membuka kain penutup yang menutupi tubuh korban. Sebelum menyuntikkan formulanya, ken lebih dulu memeriksa ruam yang ada di kulit orang yang sudah meninggal itu. Ternyata setelah meninggal, ruam itu akan semakin berkembang membuat kulit seperti terbakar.

Sebenarnya Ken perlu membawa mayat itu pulang untuk bisa diteliti secara lebih lanjut. Akan tetapi sepertinya tidak lah mungkin bisa, pasti pihak keluarga tidak akan mengizinkan anggota keluarganya dijadikan bahan percobaan.

" Baiklah mari kita lakukan."

Ken mengambil formula itu menggunakan jarum suntik lalu menyuntikkannya ke tubuh si mayat. mereka menunggu beberapa saat.

" Waah Bang Ken, itu sungguh berhasil. Lihatlah, ruam itu mulai menghilang di bagian yang Abang suntikan," ucap Rose senang.

"Benar ken, ini sungguh menakjubkan. Mungkin jika kita suntikan ke orang hidup reaksinya akan lebih bagus lagi karena aliran darah masih berjalan dengan baik,"imbuh Narya.

Ken tersenyum, ia menghembuskan nafasnya penuh dengan kelegaan, apa yang dia ciptakan berhasil meskipun belum sempurna.

" Baiklah, besok mungkin kalian berdua bisa mulai memberikan obat ini kepada beberapa korban," ujar Ken.

Tapi ia tentu tidak puas sampai di situ saja, kejadian ini tidak sederhana yang terlihat. Tidak mungkin gara-gara guguran awan panas bias membuat seisi kota mengalami hal yang serupa. Lagi pula mereka tidak bersentuhan langsung dnegan guguran awan panas itu. Ken yakin ada penyebab lainnya, dan ia harus mencari tahu soal itu.

" Harus menyelidiki lagi, pasti ada sesuatu yang tersembunyi. Dimana guguran awan panas hanya sebagi pemicunya. Hal ini berarti sumber masalah masih belum bisa diselesaikan dengan cepat," gumam Ken lirih.

TBC

Terpopuler

Comments

dhani satria

dhani satria

TBC ni apa ya bang?/Smile//Smile//Smile//Smile/

2024-12-24

0

komalia komalia

komalia komalia

teta teki yang sangat rumit

2024-09-25

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒅𝒖𝒉 𝒌𝒐𝒌 𝒃𝒂𝒑𝒆𝒓 𝒚𝒂 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒆𝒓 𝒑𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍𝒂𝒏 𝑲𝒆𝒏 𝒅𝒂𝒏 𝑹𝒐𝒔𝒆 🤭🤭🤭

2024-08-20

1

lihat semua
Episodes
1 Tangan Es Menantu 01
2 Tangan Es Menantu 02
3 Tangan Es Menantu 03
4 Tangan Es Menantu 04
5 Tangan Es Menantu 05
6 Tangan Es Menantu 06
7 Tangan Es Menantu 07
8 Tangan Es Menantu 08
9 Tangan Es Menantu 09
10 Tangan Es Menantu 10
11 Tangan Es Menantu 11
12 Tangan Es Si Menantu 12
13 Tangan Es Si Menantu 13
14 Tangan Es Menantu 14
15 Tangan Es Menantu 15
16 Tangan Es Menantu 16
17 Tangan Es Menantu 17
18 Tangan Es menantu 18
19 Tangan Es Menantu 19
20 Tangan Es Menantu 20
21 Tangan Es Menantu 21
22 Tangan Es Menantu 22
23 Tangan Es Menantu 23
24 Tangan Es Menantu 24
25 Tangan Es Menantu 25
26 Tangan Es Menantu 26
27 Tangan Es Menantu 27
28 Tangan Es Menantu 28
29 Tangan Es Menantu 29
30 Tangan Es Menantu 30
31 Tangan Es Menantu 31
32 Tangan Es Menantu 32
33 Tangan Es Menantu 33
34 Tangan Es Menantu 34
35 Tangan Es Menantu 35
36 Tangan Es Menantu 36
37 Tangan Es Menantu 37
38 Tangan Es Menantu 38
39 Tangan Es Menantu 39
40 Tangan Es Menantu 40
41 Tangan Es Menantu 41
42 Tangan Es Menantu 42
43 Tangan Es Menantu 43
44 Tangan Es Menantu 44
45 Tangan Es Menantu 45
46 Tangan Es Menantu 46
47 Tangan Es Menantu 47
48 Tangan Es Menantu 48
49 Tangan Es Menantu 49
50 Tangan Es Menantu 50
51 Tangan Es Menantu 51
52 Tangan Es Menantu 52
53 Tangan Es Menantu 53
54 Tangan Es Menantu 54
55 Tangan Es Menantu 55
56 Tangan Es Menantu 56
57 Tangan Es Menantu 57
58 Tangan Es Menantu 58
59 Tangan Es Menantu 59
60 Tangan Es Menantu 60
61 Tangan Es Menantu 61
62 Tangan Es Menantu 62
63 Tangan Es Menantu 63
64 Tangan Es Menantu 64
65 Tangan Es Menantu 65
66 Tangan Es Menantu 66
67 Tangan Es Menantu 67
68 Tangan Es Menantu 68
69 Tangan Es Menantu 69
70 Tangan Es Menantu 70
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Tangan Es Menantu 01
2
Tangan Es Menantu 02
3
Tangan Es Menantu 03
4
Tangan Es Menantu 04
5
Tangan Es Menantu 05
6
Tangan Es Menantu 06
7
Tangan Es Menantu 07
8
Tangan Es Menantu 08
9
Tangan Es Menantu 09
10
Tangan Es Menantu 10
11
Tangan Es Menantu 11
12
Tangan Es Si Menantu 12
13
Tangan Es Si Menantu 13
14
Tangan Es Menantu 14
15
Tangan Es Menantu 15
16
Tangan Es Menantu 16
17
Tangan Es Menantu 17
18
Tangan Es menantu 18
19
Tangan Es Menantu 19
20
Tangan Es Menantu 20
21
Tangan Es Menantu 21
22
Tangan Es Menantu 22
23
Tangan Es Menantu 23
24
Tangan Es Menantu 24
25
Tangan Es Menantu 25
26
Tangan Es Menantu 26
27
Tangan Es Menantu 27
28
Tangan Es Menantu 28
29
Tangan Es Menantu 29
30
Tangan Es Menantu 30
31
Tangan Es Menantu 31
32
Tangan Es Menantu 32
33
Tangan Es Menantu 33
34
Tangan Es Menantu 34
35
Tangan Es Menantu 35
36
Tangan Es Menantu 36
37
Tangan Es Menantu 37
38
Tangan Es Menantu 38
39
Tangan Es Menantu 39
40
Tangan Es Menantu 40
41
Tangan Es Menantu 41
42
Tangan Es Menantu 42
43
Tangan Es Menantu 43
44
Tangan Es Menantu 44
45
Tangan Es Menantu 45
46
Tangan Es Menantu 46
47
Tangan Es Menantu 47
48
Tangan Es Menantu 48
49
Tangan Es Menantu 49
50
Tangan Es Menantu 50
51
Tangan Es Menantu 51
52
Tangan Es Menantu 52
53
Tangan Es Menantu 53
54
Tangan Es Menantu 54
55
Tangan Es Menantu 55
56
Tangan Es Menantu 56
57
Tangan Es Menantu 57
58
Tangan Es Menantu 58
59
Tangan Es Menantu 59
60
Tangan Es Menantu 60
61
Tangan Es Menantu 61
62
Tangan Es Menantu 62
63
Tangan Es Menantu 63
64
Tangan Es Menantu 64
65
Tangan Es Menantu 65
66
Tangan Es Menantu 66
67
Tangan Es Menantu 67
68
Tangan Es Menantu 68
69
Tangan Es Menantu 69
70
Tangan Es Menantu 70

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!