Tim medis dari Tanah Air turun dari pesawat langsung menuju ke kota dengan menggunakan mobil jip yang dikirim pemerintah kota Eldoria. Wali Kota Mark Edison lah yang bertanggung jawab sepenuhnya atas para relawan.
Mark Edison adalah seorang pria berusia 45 tahun, dia sangat baik. Bahkan saat beberapa orang memintanya meninggalkan Eldoria, Mark menolak. Ia berkata bahwa tidak mungkin meninggalkan warganya dalma kondisi seperti itu.
Bruk!
Tap! Tap! Tap!
Semua tenaga medis dari tanah air yang berjumlah 20 orang itu turun di depan sebuah rumah sakit. Rumah sakit umum wilayah Eldoria terlihat penuh oleh para warga yang memiliki keluhan yang sama.
" Semua ini benar-benar tidak pandang bulu," gumam Rose.
" Selamat datang para tim relawan medis dari Negara I, kami sungguh berterimakasih untuk bantuan kalian semua. Tapi maaf tidak membuat sambutan yang layak. Dan sepertinya teman-tan semua harus langsung dihadapkan dengan ini semua," sesal Mark Edison.
" Sudah jadi tugas dan kewajiban kami Pak Wali Kota, bisakah Anda menjelaskan kejadian di sini," tanya Tose. Rupanya Rose menjadi ketua tim relawan yang berangkat kali ini."
" Mari kita lihat pasien, kami akan menjelaskan secara perlahan. Awalnya~"
Wali Kota Mark menjelaskan secara detail bagaimana awal mula wabah ini dimulai. Sua sebenarnya berakar dari guguran awan panas dari Gunung Magnus Fortis. Semua orang langsung merasa tubuh mereka panas adan terdapat ruam pada kulit. Nafas menjadi sesak dan membutuhkan bantuan udara. Suhu ruangan pun harus lebih dingin. Jika tidak, maka ruam itu akan lebih cepat menyebar dan juga rasa panas semakin tidak tertahankan.
" Apakah itu yang membuat Anda menabahkan pendingin udara di dalam rumah sakit, dan jika tam[ak dari luar seperti rumah sakit ini terisolasi?" tanya Rose mematikan.
" Ya, Anda benar dr. Rose. Sepeti itulah. Karena kebanyakan yang datang adalah warga biasa, dalam artian warga yang memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah. Di rumah mereka tidak memiliki pendingin udara, jadi saat guguran awan panas itu terjadi, mereka langsung terkena efek yang seperti ini," jelas Wali Kota Mark.
Rose dan semua tim medis dari Tanah Air mulai memahami hal tersebut. Kota Eldoria memiliki warga yang paling banyak ketimbang kota lain di negara Corvalon. Tentu saja hal ini menjadi pekerjaan rumah tersendiri
" Apakah semua warga bisa ditampung disini Walikota Mark?" Kini giliran Narya yang bertanya dan jawaban Mark langsung menggeleng cepat.
" Sebagian aku letakkan di rumah dinas Walikota. Di sana pendingin udara jelas ada, dan aku membagi tenaga medis yang ada di rumah sakit untuk di sana juga. Haaah, mau bagaimana, rumah sakit daerah sudah tidak bisa menampung. Dan wabah ini hampir mengenai semua warga Eldoria. Kami terisolasi di dalam karena Perdana Mentri mengeluarkan status bahaya untuk kota kami. Yang ada di dalam tidak boleh keluar dan yang ada di luar jika sudah masuk ke dalam pun tidak boleh keluar juga."
Mereka merasa ini seperti tidak adil, tapi meskipun begitu ada sisi positif yang diambil juga, yakni agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.
Rose lalu melakukan briefing sejenak untuk membagi tugas. Jumlah total mereka adalah 20 orang, 15 akan berada di rumah sakit dan 5 lainnya akan menuju ke rumah dinas walikota. Tentu Rose akan ada di rumah sakit karena di sini lebih banyak korban.
" Baiklah mari kita lakukan tugas ini dnegan sebaik-baiknya. Ingat tetap jaga tubuh, kita tonggak penting dalam bencana alam ini. Dari pada wabah, saya lebih merasa ini adalah bencana alam karena penyebabnya guguran awan panas gunung Magnus Fortis. Mari mulai bekerja!"
Semua membubarkan diri dan langsung memeriksa setiap pasien. Semua yang dikatakan oleh Walikota Mark adalah benat, banyak sekali ruam merah di tubuh para pasien. Ruam itu seperti efek terkena siraman air panas. tapi ada juga yang seperti terkena cipratan minya. Pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah membuat kulit selalu lembab dan suhu ruangan dingin.
Di dalam rumah sakit wilayah tersebut, suhu bahkan sudah dibawah 5 derajat, tapi para pasien seperti tidak merasa kedinginan. Namun, berbeda dengan orang normal atau yang tidak terkena, mereka jelas merasa lebih dingin.
" Sungguh aneh, masa hanya karena guguran awan panas sebuah gunung berapi bisa begini? aku yakin ada hal lain yang mengikuti atau memicunya. Untuk saat ini aku jelas tidak bisa menyelidikinya. Pasien adalah prioritas utama," gumam Rose lirih. Gadis itu merasa dad yang tidak beres dengan kondisi ini. Tap ya itu tadi, saat ini dia tidak bisa berbuat banyak.
Kondisi Kota Eldoria tidak serta merta membuat Perdana Menteri Osbert tergerak hatinya. Lagi, ia memilih bersikap acuh. Bahkan ia menginginkan kota Eldoria secepatnya menjadi kota mati. Tentu saja hal itu memiliki tujuan khusus. Apalagi kalau bukan untuk keuntungannya sendiri.
" Tuan Perdana Mentri, apakah Anda benar-benar akan diam saja dengan apa yang terjadi kepada Kota Eldoria. Banyak nyawa yang sedang bertaruh di sana," ucap Hendrik--asisten sekaligus tangan kanan Osbert.
" Heh, apakah kau mulai merasa lemah dan lunak sekarang Hen. Tck! jika kau kasihan kepada mereka, maka pergilah kesana. AKu akan mencari penggantimu," sahut Osbert.
" maaf Tuan Pedana Mentri, saya salah bicara." Hendrik memilih diam, tampaknya kekejaman Osberth baru dilihatnya sekarang. Setelah kejadian pemusnahan Laboratorium waktu itu, ini kali kedua Osbert tidak peduli oleh nyawa manusia.
Ya, Osbert lah yang memerintahkan Laboratorium itu di luluh lantahkan. Saat dia sudah mendapatkan apa yang dia mau, maka baginya orang-orang yang sudah tidak di perlukan hanya akan menjadi penghambat dan batu sandungan. Maka dari itu dia langsung mengubur orang-orang itu di sana.
Padahal di dalamnya terdapat ilmuan-ilmuwan hebat nan cerdas dari seluruh penjuru dunia.
" Hen, apa yang sekarang dikerjakan oleh Presiden?"
" Tuan Presiden masih terus menyelidiki mengenai hancurnya laboratorium itu. Dan juga mencari pemecahan dari persoalan Kota Eldoria. Saya mendengar ada tenaga medis dari Negara I yang datang, datu diantaranya adlah seorang dokter jenius. Satu lagi Tuan, sepertinya Presiden Graham mempunyai rencana untuk membawa keluar seluruh warga Kota Eldoria."
Brak!!
Osbert menggebrak meja yang ada di depannya dengan sangat keras. rupanya dia salah. Dia pikir Graham hanya akan diam dan menunggu apa yang ia kerjakan. Tapi ternyata Sang Presiden tidak begitu, rupanya dibalik menugaskan Osbert, Graham juga bergerak sendiri.
" Sial, apakah dia mulai mencurigai ku?"
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒚𝒈 𝒋𝒂𝒉𝒂𝒕 𝒊𝒕𝒖 𝒅𝒓 𝒃𝒂𝒈𝒊𝒂𝒏 𝒑𝒆𝒎𝒆𝒓𝒊𝒏𝒕𝒂𝒉 𝒊𝒕𝒖 𝒔𝒆𝒏𝒅𝒊𝒓𝒊 😤😤😤
2024-08-20
0
Sugiharti Rusli
semoga si Presiden cepat bertindak yah jangan sampai kalah sama si PM
2023-12-05
1
Aprisya
perdana mentri apaan tuh,hanya mementingkan kepentingannya sendiri,, jangan maruk deh pak mentri,liat tuh warganya penyakitan semua
2023-12-03
1