Beberapa hari setelah pernikahan antara Ken dan Fiona, Ken mulai kembali lagi bekerja. Baik Fiona ataupun Tuan Felix Madison tidak peduli dengan apa yang dikerjakan oleh Ken. Selama Ken adalah pria yang bodoh, tentu tidak akan bisa mengacaukan keluarga Madison.
" Ayah, mengapa aku harus menikahi pria bodoh itu sih. Tujuanku itu adalah Max Cristian. Aktor papan atas sekaligus putra pemilik perusahaan transportasi terbesar di kota ini Cris Transportation."
Fiona kembali protes dengan keputusan Felix yang memintanya menikah dengan Kenneth.
" Dasar anak bodoh, memangnya ayah tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan. Kamu berniat menjebak Max bukan? Kamu yang mengundang paparazi itu lalu kamu juga berencana untuk membuatnya seolah-olah kalian tidur bersama. Tapi kamu kurang cerdas Fiona, rencana itu sudah diketahui Max maka dari itu si bartender itulah yang menjadi korban dari ulah mu itu."
Fiona terkejut saat mengetahui hal tersebut. Padahal ia sangat yakin bahwa Max juga menyukai dirinya. Maka dari itu dia nekat menggunakan cara tersebut untuk membuat Max bisa jadi miliknya seutuhnya. Apa mungkin ada sesuatu yang lain yang tidak Fiona ketahui.
" Tapi, aku dan Max bersama Ayah," protes Fiona.
" Kamu mungkin bisa mengatakan itu tapi apakah kamu yakin keluarga Cristian mau menerima mu?"
Fiona langsung terdiam. Kata-kata Felix seketika membuatnya ingat sesuatu. max pernah mengatakan bahwa kedua orang tuanya menginginkan Max bisa bersanding dengan putri dari presiden negara Carvolan ini. Jika dibandingkan dengan dirinya yang hanya putri seorang wali kota, maka sungguh sangat jauh levelnya.
" Bagaimana, kamu sudah mengerti bukan? Jadi terimalah saja pernikahan mu ini. Si pria bartender itu cukup bagus walaupun dia seperti sampah tapi setidaknya tidak akan berbuat macam-macam."
Felix tentu punya pertimbangan sendiri soal menikahkan Fiona dengan Kenneth. Tapi agaknya Fiona tidak bisa menerima semudah itu. Dai mengepalkan tangannya, baginya pria yang dicintai hanyalah Max Cristian, dan munculnya Kenneth merupakan pengganggu serta batu sandungan buat cinta nya.
" Pria sampah seperti itu mana pantas menjadi suamiku. Aku akan membuatnya hidup seperti di neraka lihat saja nanti."
Hatchu!
Hatchu!
Kenneth yang berada di tempat kerjanya tiba-tiba mengalami bersin. Dia merasa sedang dikutuk oleh seseorang. Tapi Ken acuh, saat ini dia sedang duduk di balik meja. Setelah merapikan meja kerjanya, Ken membuka ponselnya menghubungi teman-temannya untuk menanyakan progres mengenai penyelidikan yang sedang dilakukan.
" Bagaimana, apakah ada titik temu?" tanya Ken.
" Belum ada Ken, tapi aku menemukan bahwa orang dibalik itu kemungkinan adalah orang dari pemerintahan negara Carvalon. Sepertinya ini tidak akan mudah," sahut seseorang di seberang sana.
" Lanjutkan Gareth, aku di sini sedikit terbatas gerakku. Apalagi sekarang aku menjadi seorang suami dadakan."
" Apa? Kamu sudah menikah? Waah gila kau Ken, apa mommy dan daddy mu tahu? Kamu menikah dengan siapa?"
Berondongan pertanyaan keluar dari mulut sang teman membuat Ken kebingungan mau jawab yang mana terlebih dulu. Tapi dia mengatakan akan menjelaskan nanti. Ken meminta untuk sementara ini agar merahasiakan hal tersebut dari kedua orang tuanya. Akan terjadi masalah selanjutnya yang lebih besar jika nanti kedua orang tuanya mengetahui.
" Yang jelas pernikahan ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Jangan bicara apapun mengenai diriku. Mommy dan Daddy tahunya aku sedang melakukan penelitian. Mereka tidak tahu bahwa aku mengalami kejadian besar. Aku sungguh penasaran siapa yang ingin membunuh kami semua."
" Baik Ken, aku akan tutup mulut. Semoga kamu baik-baik saja."
Gareth menutup panggilannya, dia tidak banyak bisa membantu Ken saat ini. Bagaimanapun identitas Ken sebagai Kenneth Barry Winkler tidak boleh terbongkar. Saat ini yang orang tahu di kota Sarvalon ini adalah Kenneth Benjamin, seorang pria biasa yang berprofesi sebagai seorang bartender,
Tapi sebuah ide masuk ke kepala Gareth. Ia teringan sebuah nama, Benicio. Bukankah itu adalah nama pamannya Ken?
" Apa aku harus minta bantuan Tuan Benicio? Tapi jika Ken tahu pasti dia akan membunuhku. Dia menutup rapat kejadian yang menimpa dirinya dari keluarganya. Ken sungguh tidak ingin keluarganya tahu," gumam Gareth.
Akhirnya pria itu urung menghubungi keluarga Benicio. Tapi ia memantapkan dirinya, jika memang sudah tidak bisa mendapatkan informasi apapun, maka jalan satu-satunya adalah meminta bantuan keluarga Benicio.
" Sebaiknya aku kembali mencari. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk membantu Ken."
Pioneer Bar, tempat dimana Ken bekerja mulai rame pengunjung saat malam tiba.Tidak hanya ada bar di sana, tapi juga terdapat sebuah casino. Semakin malam maka semakin ramai tempat itu. Dan ken semakin sibuk.
" Roger, es habis. Aku akan mengambilnya dulu di gudang penyimpanan."
" Kamu tetap di sini saja Ken. Biar aku yang mengambilnya."
Ken menurut, Roger langung berlaku mengambil Es yang sudah habis. Sambil menunggu es datang, Ken menggunakan tangannya untuk mendinginkan minuman yang dipesan oleh pelanggan. Ken juga menuangkan air di wadah lalu menempelkan ujung jarinya di air itu dan woalaa, air yang berada di wadah itu berubah menjadi es.
" Tenang guys, tanganku asli, sumpah bersih dan steril kok," gumam Ken lirih. Apa yang ia lakukan jelas tidak ada yang mengetahuinya.
" Ohhh ini bukankah suamimu ya Fiona. Cukup tampan, tapi sayang sekali hanya pekerja rendahan ha ha ha," ejek seorang wanita yang datang bersama Fiona.
Malam itu Fiona datang bersama teman-temannya. Entah apa yang ingin wanita itu lakukan, Ken tidak tahu. Dia hanya akan berkerja sesuai pekerjaannya.
" Asal kalian tahu, aku tidak pernah benar-benar menganggap dia suamiku. Siapa yang mau mejadi istri pria sampah seperti itu," ujar Fiona.
Ken jelas mendengarnya tapi dia acuh. Menjadi menantu keluarga Madison adalah caranya menyamar dengan sempurna. Paling tidak kelurga itu bisa menjadikan dirinya berkamuflase. Jadi Ken tidak peduli dengan hinaan yang ia dengar dari Fiona atau dari siapapun.
" Minuman apa yang Anda inginkan nona-nona?" tawar Ken ramah.
" Cih, berlagak. Sampah ya sampah, sebagus apapun dirimu bekerja tidak akan membuat dirimu bisa menjadi kaya," cibir Fiona. Sungguh dia sangat muak melihat wajah Ken. Dan wajah itu akan dia lihat setiap hari.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
komalia komalia
alamak mulut mu
2024-09-25
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒔𝒂𝒃𝒂𝒓 𝑲𝒆𝒏
2024-08-20
1
Umi Chomsatur Rochmah
sabar ya Ken....
2024-01-01
1