Hari H pernikahan. Sebuah pesta meriah diadakan oleh Felix untuk pernikahan putri tunggalnya itu. Semua orang yang hadir kini percaya bahwa Fiona dan pria yang sata ini berdiri di pelaminan itu adalah sepasang kekasih.
Setelah mengucapkan janji pernikahan, kedua nya tampak kompak melempar buket bunga yang di pegang oleh pengantin wanita. Namun tidka ada yang tahu di balik senyum keduanya itu ada rasa marah dari si mempelai wanita.
" Jangan harap aku menerimamu. Cih! aku tidak sudi menjadi istrimu jika bukan karena ayah. Kau harus memanggilku nona, karena selamanya kamu tidak pernah selevel dengan ku," ucap Fiona dengan penuh penekanan.
" Ba-baik nona," jawab Ken tergagap. Ia sebenarnya merasa bodo amat. Dia juga tidak berharap apapun dari pernikahan ini. Tapi dia tetap harus berakting sedemikian cantik.
Huh, sombong kali wanita itu. Buset deh, aku udah nikah aja. Ini kalau ketahuan mommy bisa habis aku. Mom, maafkan anakmu yang ganteng ini ya.
Ken berbicara dalam hati. Ia sungguh merasa amat bersalah dengan sang ibu. Tapi tidak banyak yang ia lakukan saat ini.
Acara selesai dan keduanya masuk ke sebuah kamar besar. Kamar itu tampaknya sudah dipersiapkan dengan baik oleh pengurus rumah. Kamar yang akan jadi kamar pengantin baru itu di design sangat manis. Tapi bukannya senang, Fiona meledakkan marahnya. Wanita itu terus-terusan mengumpat.
" Kau hanya boleh tidur di sofa itu. Jangan harap kau bisa naik ke ranjangku! Aku tidak sudi tidur satu ranjang bersama pria miskin sepertimu!"
" Terserah nona saja. Saya ikut pengaturan nona. Oh iya, apakah saya tetap beh bekerja!"
" Terserah! Bukan urusanku!"
Fiona masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Dan sialnya, wanita itu mengenakan baju tidur yang tipis dan transparan sehingga pakaian dalam nya yang berwarna merah terlihat sangat nyata.
Sial, dia benar-benar memiliki tubuh yang bagus. Andai saja malam itu aku tidak diberi obat tidur sudah ku sikat habis tuh perempuan.
Tampaknya hari-hari ke depan akan sulit bagi Kenneth. Ia harus kuat melihat tampilan 'istrinya' itu yang lumayan mengundang hasrat. Tapi pada dasarnya Kenneth bukan lah pria yang gemar bermain wanita. Usianya yang sudah 28 tahun itu sama sekali belum pernah menyentuh wanita. Padahal dia lumayan lama hidup di luar negri dengan budaya sekss bebas. Tapi Kenneth selalu teringat akan ibu dan adik perempuannya.
🧊🧊🧊
" Stupid! Menemukan satu orang saja kalian tidak becus. Ini sudah 3 bulan lebih, dan dia juga belum kalian dapatkan! Benar-benar tidak bisa diharapkan!"
Dor!
Dor!
Dor!
Seorang pria berperawakan tinggi mengenakan jas hitam dan sepatu pantofel itu menyimpan kembali pistolnya. Tapi agaknya dia belum puas setelah menembak 2 orang yang menurutnya gagal melakukan tugas.
" Tuan Perdana Mentri, sebaiknya kita segera kembali ke Big House. Rapat parlemen akan segera di mulai. Pak Presiden sudah menuju ke sana. Kita jangan sampai telat." Seseorang langsung berusaha untuk menahan orang yang dipanggil Perdana Mentri itu. Jika tidak, orang itu pasti akan lebih banyak lagi yang akan kena tembak.
" Hendrik, kau urus masalah ini. Cari orang itu sampai dapat. Dia satu-satunya yang tahu tentang organisasi kita," teriak sang Perdana Mentri dengan nada marah.
" Siap laksanakan!" Jawab Hendrik patuh
Osbert Gilmar, adalah perdana mentri Negara Corvalon. Negera tersebut berbentuk parlementer sehingga memiliki perdana mentri yang mengepalai para mentri di kabinet. Di negara dengan sistem parlementer, perdana menteri bertugas menetapkan agenda nasional dan menunjuk pejabat dalam kabinet.
" Cih, sungguh merepotkan," gumam Osbert. Dia selalu malas setiap menghadiri rapat parlemen seperti ini. Tapi jika dia tidak tampil sebagai seorang PM yang baik, maka semua yang dia lakukan akan sia-sia.
Big House sebuah istana negara yang di duduki oleh presiden negara tersebut terlihat mulia ramai. Sepertinya memang ada sesuatu yang penting akan di bahasa. Presiden Graham, yang baru saja pulang dari kunjungan luar negeri itu langsung memulai rapat.
" Sebuah kabar yang membuatku geram. Saat aku berada di negeri tetangga, sebuah sumber mengatakan bahwa ada sebuah organisasi yang membiayai penelitian ilegal. Penelitian itu diatasnamakan negara Carvalon, dan tidak menyangka seluruh ilmuwan di sana terbunuh. Beberapa orang mulai menanyakan keberadaan anggota keluarga mereka. Aku harap ini segera diselidiki. Tuan Perdana Mentri aku harap Anda beserta beberapa mentri lainnya segera menyelesaikan ini. Sekian."
Kasak-kusuk langsung terdengar saat Presiden Graham berjalan keluar ruangan. Semua tentu terkejut akan berita ini. Sedangkan Osbert, dia berdecak kesal. Bagaimana hal ini bisa tersebar sampai ke telinga presiden.
" Tuan Osbert, apa yang akan kita lakukan!" Salah satu mentri di sana mulai berbicara.
" Tenang, kalian tidak perlu panik. Aku akan menyelesaikan masalah ini. Kalian kembali lah dulu ke kediaman. Aku bersama orang ku akan melakukan penyelidikan, tentunya bersama dengan badan intelijen yang kita miliki."
Mendengar ucapan Osbert, semuanya terlihat lega. Mereka mengikuti saran dari sang PM untuk kembali ke rumah. Semua yakin jika Osbert bergerak maka semua akan terkendali. Karena selama 2 tahun menjabat Osbert melakukan dengan baik tugasnya. Dia menunjukkan sosok Perdana Mentri yang sangat berdedikasi. Tanpa mereka tahu bahwa semuanya memang dibawah kendali Osbert.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒐𝒌 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒔𝒓𝒆𝒈 𝒚𝒂 𝒌𝒍 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝑲𝒆𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒋𝒐𝒅𝒐𝒉 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝑭𝒊𝒐𝒏𝒂
2024-08-20
1
axelio
hayoloh Ken pulang2 dimarahin sama mamah mu Lo nanti soalnya ankny hilang pulng2 jdi duda🗿👍
2024-05-15
0
Sugiharti Rusli
nih si PM bergerak atas nama siapa yah, bisa dibilang dia kan si penghianat negara itu
2023-12-04
1