Fiona menatap sinis kepada Ken. Ia sangat membenci pria yang berada did alam kamarnya itu. Apapun alasannya, Ken sudah menghancurkan cita-citanya untuk bersama Max. Fiona semakin kesal kepada Ken saat mendengar kata-kata marah dari Max.
" Jangan pernah menghubungiku lagi Fiona. kau sudah menikah! Kau mengkhianati ku! dan sungguh menjijikan, ternyata selera mu adalah pria sampah. Cih! Seroang bartender, seleramu sangat rendahan!"
Itulah yang Max Cristian kepada Fiona. Wajah Fiona merah padam saat melihat Ken masuk ke kamar membawa nampan berisi sarapan.
" Nona, ini sarapan Anda."
Klontang
Pyaaaar
Nampan yang berisi piring berisikan sandwich dan gelas jus itu tercerai berai di lantai. Piring dan gelasnya tentu saja pecah. Fiona menampik nampan pemberian Ken.
" Kau sungguh pria sampah! Kau tidak pantas mendapatkan diriku! Lihat saja, akan ku buat kau menyesal sudah masuk ke dalam kehidupanku."
Ken acuh, dia memilih berjongkok dan membereskan kekacauan yang baru saja dilakukan oleh Fiona. Wanita itu acuh, dia menyambar tas nya lalu keluar dari kamar. Tapi tiba-tiba Fiona kembali, dan apa yang dilakukan membuat Ken murka.
" Auuch!" desis Ken kesakitan. Tangan nya diinjak oleh Fiona yang mengenakan sepatu berhak tinggi.
" Rasakan! Itu baru sedikit rasa sakit yang ku berikan padamu. Kau akan mendapatkannya lebih banyak lagi nanti, dasar pria sampah!"
Dengan seringai yang menghiasi bibirnya, Fiona pergi meninggalkan Ken di kamar itu. Ken hanya bisa membuang nafasnya kasar. Dia harus bertahan untuk sementara waktu. Ken mengaktifkan kemampuannya. Tangannya berubah dingin dan pucat lalu luka itu berangsur sembuh dengan sendirinya.
" Sepertinya aku harus pulang."
Ken merapikan makanan yang berantakan itu, mengganti bajunya lalu menyandang tas ransel miliknya. Ketika dia melewati taman depan mansion, Tuan Felix Madison ternyata sedang melakukan pertemuan oleh beberapa orang.
Ken menundukkan kepala sejenak lalu segera keluar dari rumah. Ia harus berjalan sedikit ke depan untuk memanggil taksi. tak lam dia mendapatkan kendaraan itu untuk menuju ke rumah. Sekitar 30menit perjalanan, Ken sampai juga dirumahnya. Ia langsung melemparkan tubuhnya dai atas ranjang.
" Uuugh, rasanya sungguh sangat nyaman. Baiklah, apa yang akan kita lakukan di sini?"
Drtzzzz
Ponsel Ken berbunyi. Nama Gareth tampak di layar ponselnya.
" Holaaa ma friend, ada kabar baru?"
" Ya, ini sebuah penemuan yang mungkin bisa membantu mu. Aku akan mengirimkan via email. bacalah secara perlahan dan seksama."
" Ya, segera kirimkan."
Ken melompat dari atas ranjang lalu duduk di sebuah kursi. Ia menyalakan komputernya. sebuah pesan di email miliknya sudah masuk. Ken mengklik nama Gareth di sana. Sebuah laporan yang tampaknya Gareth sudah susun sedemikan rupa sehingga Ken mudah untuk menganalisa.
" Organisasi hitam, Corvus Ruber, Aku sepertinya baru mendengar ini. Darti laporan yang Gareth katakan, organisasi dibalik ledakan laboratorium itu adalah Corvus Ruber, tapi mengapa saat kita di rekrut dalam surat perjanjian adalah semua didanai pemerintah negara Carvalon. Sepertinya ada konspirasi di dalamnya. Aku harus bisa menyelidiki ini."
Kenneth mulai melakukan penyelidikan tapi ini sungguh bukan bidangnya. Tampaknya ia harus meminta tolong kepada seseorang agar lebih cepat dalam mengetahui apa yang terjadi.
" Hallo Kak, bisakah membantu ku!"
" Kenneth Barry Winkler, kemana saja kau hah! Sudah beberapa bulan tidak ada kabarnya."
Kenneth menjauhkan ponsel dari telinganya. Ia tahu pasti kakak sepupunya itu akan berteriak seperti ini.
" Kak, please jangan ngamuk dulu. Tolong tanyakan kepada Paman Dean, apakah mengenal nama Organisasi hitam Corvus Ruber?"
Di seberang sana, dua orang tengah terdiam saat Ken menyebutkan nama salah satu organisasi yang sangat rahasia. Tidak banyak yang tahu mengenai Corvus Ruber, ketua nya pun juga seseorang yang misterius. lantas bagaimana Ken bisa mengetahui nama itu.
" Dari mana kamu dapat nama itu?" tanya sang sepupu.
" Ceritanya panjang, suatu saat nanti akan ku ceritakan. Tapi aku butuh info Corvus Ruber secepatnya."
" Baik, nanti akan kutanyakan pada Daddy, setelah mendapat jawaban kami akan mengabarkan kepada mu."
Ken menghela nafasnya, ternyata dia tidak bisa langsung mendapatkan jawaban dari sang sepupu. Jadi Ken memutuskan untuk mencoba mengumpulkan informasi itu sendiri. Seharian ini Dia berkutat di depan komputernya. Ken bahkan sampai lupa tujuan utamanya unyuk pulang, yakni ingin memberikan 'hadiah' untuk Fiona.
" Aishh, sial ... Udah jam 17.00. Sebaiknya aku tidur sebentar sebelum berangkat ke bar."
Ken akhirnya memilih merebahkan tubuhnya. Dia harus bekerja nanti malam, dan seharian ini dia belum tidur sama sekali.
Di Tanah Air
Rombongan relawan tim medis diberangkatkan. Rose di antar oleh ayah, ibu dan juga adik lelakinya. Beberapa petuah di dapat Rose dari sang Ayah.
" Hati-hati, jaga kesehatan. Jangan lupa minum vitamin yang ayah berikan," ucap Erlan. Dia sangat khawatir mengenai putri kecilnya yang hendak pergi jauh dari pandangan matanya.
" Yah, ayah sudah mengatakan itu lebih dari 10 kali. Aku akan menjaga diri dengan baik. Di sana mungkin aku akan sedikit sibuk, jadi tidak bisa menghubungi ayah dan ibu sering-sering."
" Tidak masalah sayang, yang penting jaga dirimu. Kalau ada waktu kabari ibu oke," imbuh Yasmin.
Rose bergantian memeluk ibu, ayah dan adik lelakinya. Waktu penerbangan pun sudah ditentukan. Rose melenggang menjauh dari keluarganya. Rasanya dia pun berat berpisah, tapi ini adalah salah satu dari cita-citanya. Rose sudah menekatkan dirinya untuk melakukan tugas relawan ini.
" Mas, apa Rose akan baik-baik saja?"rupanya ketenangan Yasmin hanya dia perlihatkan di depan sang putri. Kenyataannya dia lah yang paling khawatir diantara suami dan putranya.
" Percayalah, dia anak yang berani dan cerdas. Semua akan baik-baik saja. Dan entahlah, aku merasa dia akan dapat perlindungan di sana nanti," jawab Erlan. Feeling nya mengatakan bahwa Rose sepenuhnya akan baik-baik saja di negara tersebut. Meskipun Erlan tahu bahwa wabah yang ada di kota Eldoria itu tidaklah perkara mudah.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒘𝒂𝒉 𝒂𝒅𝒂 𝑫𝒆𝒂𝒏 𝒋𝒈 𝒏𝒊𝒉 𝒋𝒅 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝒓𝒆𝒖𝒏𝒊 𝒚𝒂 𝒕𝒉𝒐𝒓 🤭🤭
2024-08-20
0
Siti Nurjanah
perlindungan dari kenn mungkin
2024-06-07
0
Sugiharti Rusli
eh nama Erlan juga masih berhubungan erat kan yah sama circle mereka,,,
2023-12-05
0