" Maaf kalau aku lancang Tuan. Aku pikir itu karena dokter dari Negara I. Ada sebuah kabar yang saya dengan, dokter tersebut dijuluki dokter jenius juga. Dulu ayahnya yang memiliki julukan itu, tapi sekarang sepertinya kemampuannya diturunkan kepada sanga anak."
Hendrik memberikan tablet dan memperlihatkan orang yang dimaksud. Osbert langsung tersenyum melihat foto itu.
" Cantik, dia sungguh tipe ku," gumam Osbert pelan.
Sepetinya dia punya rencana lain sekarang. Jika kemarin dia sama sekali tidak ingin masuk ke kota Eldoria maka sekarang dia ada alasan untuk masuk ke sana. Melihat foto Rose sepintas membuat Osbert langsung menyukai gadis itu.
" Jika memang dia sejenius itu, maka tentu dia lebih berguna berada di sisi ku. Sungguh kasian bukan, seorang gadis cantik harus pontang-panting mengurusi pasien. Gadis secantik itu lebih cocok untuk dijadikan ratu."
Hendrik tentu paham dnegan apa yang diucapkan oleh tuannya. Jelas sekali Osbert menginginkan dr. Rose untuk dijadikan wanitanya. Itu tentu bukan perkara yang sulit bagi Osbert. Menurutnya, tidaka akan ada wanita yang akan menolak pesonanya sebagai seorag Perdana Mentri.
Osbert menyerahkan kembali tablet milik Hendrik dan meminta asistennya itu untuk keluar dari kamarnya. Setelah hendrik keluar, Osbert mengerakkan sebuah patung kuda hingga pintu rahasia muncul di kamarnya itu. ia lalau masuk ke sana dena menutupnya kembali.
Sebuah ruangan yang tidak terlalu besar, luasnya sekitar 3x4 meter. di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa rak, ada satu set meja dan kursi yang mana di atasnya juga ada seperangkat komputer.
Di sisi lainnya, sebuah ranjang single bed mirip dengan brankar rumah sakit menjadi pelengkapnya. Di rak itu terdapat banyak sekali tabung yang memiliki cairan warna-warni. tempat itu lebih pas disebut sebagai sebuah laboratorium dibandingkan dengan kamar rahasia.
Osberth mulai duduk di depan sebuah meja yang terdapat berbagai macam tabung formula. Dia yang sudah mengenakan jas berwarna putih dan kaca mata tampak fokus dengan sebuah gelas kaca yang biasanya digunakan untuk mencampur cairan.
" Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan menjadi seseorang yang kuat. Setelah ini, tidak akan ada orang yang bisa mengalahkan ku. Osbert akan menjadi seorang pemimpin negara yang mutlak."
Osbert mengambil sebuah jarum suntik. Ia menyedot sedikit formula yang sudah ia campurkan, setelah itu dia menyuntikkan ke dalam tubuhnya. Pria tersebut langsung menuju ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.
" Arghhhh!"
Teriakan Osbert begitu membahana di ruangan kedap suara itu. Sepertinya campuran formula yang ia masukkan ke dalam tubuhnya mulai bereaksi. Osbert terlihat kesakitan, matanya membelalak dan ia menggertakkan giginya karena menahan rasa sakit itu.
" Sedikit lagi, kali ini pasti berhasil. Aaarggggghhhh!!"
🧊🧊🧊
Ken kembali menyelinap untuk bisa pulang ke rumah nya. Kali itu Rose membantu Ken agar bisa keluar tanpa diketahui oleh petugas perbatasan.
Rose memanggil salah seorang petugas untuk menanyakan kira-kira rumah mana yang di dalamnya ada korban. Dan cara itu sungguh berhasil, Ken bisa keluar dengan aman.
" Aku sudah sampai di mobil. Kamu segeralah pulang ke rumah singgah. Tidak baik bagi seorang wanita lama-lama berada di luar malam-malam begini." Ken menuliskan pesan kepada Rose. Mereka ternyata sudah saling bertukar nomor ponsel.
" Iya Bang, sudah. Aku sudah kembali ke rumah singgah. Hati-hati di jalan. Jika sudah mau kembali ke sini jangan lupa memberi kabar."
Ken tersenyum saat membaca balasan pesan dari Rose. Sudah lama tidak mendapatkan perhatian membuat Ken bahagia. Bertemu dengan Rose belum lama membuat Ken merasa sepeti sudah mengenal gadis itu dari dulu.
" Alangkah bagusnya jika aku bawa ke rumah dan mengenalkannya kepada Mom dan Dad. Terlebih Daddy pasti seneng, mengingat mereka memiliki profesi yang sama. Astaga, apa yang aku pikirkan."
Ken menepuk-nepuk keningnya sendiri saat punya pikiran seperti itu. Bagaimana bisa dia berpikir membawa Rose pulang.
Mengingat kata 'pulang', Ken jadi ingat pembicaraannya dengan gadis itu kemarin. Rose menanyakan apakah dirinya akan pulang? Jelas sekali dia ingin pulang. Namun, tidak mungkin bisa dalma waktu dekat ini. Ken harus mencari dan membalas perbuatan Corvus Ruber.
Organisasi hitam yang sudah membunuh dirinya dan rekan-rekannya. Satu tahun mereka habiskan untuk penelitian, tapi nyawa mereka malah direnggut.
" Aku harus menemukan siapa dibalik organisasi itu. Aku harus membalas semua yang mereka lakukan terhadap ku dan teman-temanku. Dan mungkin karena ini lah aku tidak akan bisa pulang ke Tanah Air lebih cepat. Mom, Dad maafkan aku. Tapi aku janji setelah menyelesaikan semua ini aku akan pulang. Dan mungkin aku akan menetap di Tanah Air sesuai keinginan Mommy."
Ken mengeratkan cengkraman tangannya di setir kemudi. Setiap mengingat keluarganya hati Ken seakan ditusuk jarum. Tapi saat ini ia memang harus menyelesaikan semuanya, ia tidak ingin keluarganya ikut masuk dalam masalah yang dia alami.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝒋𝒂𝒉𝒂𝒕
2024-08-20
0
Sugiharti Rusli
ternyata si PM jadi psikopat yah sama tindakannya, mengerikan
2023-12-05
0
Yurniati
terus semangat update nya thorr
2023-12-03
0