Tangan Es Menantu 02

Tidak selalu yang Ken pegang berubah menjadi es atau sesuatu yang dingin. Dia mulai bisa mengontrol kemampuannya tersebut. Sebulan pertama dia memang masih kesusahan. Namun, sebagai seorang ilmuan dia pun mencari cara agar setiap benda yang pegang tidak selalu berubah menjadi es.

Dalam kurun waktu dua bulan semuanya berhasil. Ken bisa beraktivitas norma. Dia menggunakan kekuatan pikirannya untuk mengendalikan tangan es nya.

Ken masih terengah- engah ketika sampai di rumah. Ia masih tidak habis pikir, siapa yang melakukan hal tersebut kepadanya. Ini pasti tidak akan berakhir bagus. Mengingat wanita yang tadi berada di ranjang yang sama dengannya itu Adalah seorang putri dari orang terkaya di daerah itu.

" Sebaiknya aku istirahat dulu. Mungkin aku harus pergi dari kota ini untuk kembali bersembunyi."

Ken merebahkan tubuhnya di sebuah sofa panjang. Baru saja dia ingin memejamkan mata, pintu rumahnya digedor dengan keras.

Dagh! Dagh! Dagh!

" Ken! Kenneth Benjamin! Keluar kau!"

Ken diam, dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun bahkan dia juga tidak membuat sebuah pergerakan.

" Ken! Jangan pura-pura, aku tahu kamu di dalam. Jika dalam hitungan ke tiga kau tidak keluar, jangan salahkan aku jika rumahmu ini rata dengan tanah."

Ken segera bangun dan berlari menuju ke pintu lalu membukanya. Mata Ken membulat sempurna saat melihat beberapa orang di depan rumahnya dengan masing-masing membawa senjata.

" Siapa? Siapa kalian, kalian mau apa membawa banyak orang dan senjata ke rumahku!" Ken tergagap saat berbicara. Terlihat raut wajah ketakutan di sana.

" Cepat bawa pria itu. Jangan sampai Tuan Madison menunggu terlalu lama!"

" Baik!

Ken langsung di cekal oleh dua orang yang berbadan besar. Dia jelas tidka bisa melawan. Bukan tidak bisa lebih tepatnya tidak mau. Dia harus berpura-pura lemah. Jika tidak identitasnya akan ketauan.

Semua orang di kota Salvalon ( nama kota dan negara adalah fiftif) ini mengenal Kenneth hanyalah sebagai seorang bartender. Pria miskin dan lemah yang punya sedikit kemampuan meracik minuman. Maka dari itu Kenneth harus terus berusaha untuk terlihat lemah.

Aku akan membiarkan mereka melakukan ini dulu padaku. Aku jelas tidak bisa melawan. Kecuali jika mereka menginginkan nyawaku, mau tidak mau baru aku akan melakukan perlawanan.

Dengan sedikit memberontak Kenneth berusaha untuk melepaskan diri dari dua orang berbadan besar yang mencengkram kedua tangannya. Ya, tentu saja itu hanya akting. Sepertinya Kenneth layak mendapatkan pila oscar untuk kemampuan aktingnya itu.

Sial, jika Brisia tahu aku begini pasti dia akan mentertawakan. Huh, kangen juga sama anak itu. Adikku dia sedang melakukan apa sekarang?

Sungguh aneh, bukannya mengkhawatirkan diri sendiri, Kenneth justru memikirkan sang adik. Sudah sangat lama dia terdampar di negeri orang dan tidak kunjung kembali ke tanah air. Ia merasa sangat bersalah kepada Mom dan Dad nya.

Tapi itu memang harus dia lakukan. Kepergiannya ke luar negeri adalah sebagai salah satu ilmuan. Tapi siapa sangka bahwa semuanya tidak berjalan mulus dan ia hampir saja pulang hanya dengan nama.

Ken dinaikan pada sebuah mobil jip. Melewati jalanan berdebu yang panas itu akhirnya mereka sampai juga di sebuah pekarangan rumah megah nan mewah milik orang terkaya di distrik tersebut.

Sial, tampaknya aku benar-benar masuk ke sarang harimau.

Ken mengumpat dalam hati. Ia tidak juga dilepaskan bahkan saat sudah turun dari mobil. Malah badanya terasa diseret. Dan apa yang jadi praduga Ken benar adanya, tubuhnya langsung dilemparkan ke depan pria paruh baya berwajah sangar. Kumis tebal menghiasi bawah hidungnya. Semua rambutnya sudah berubah putih namun cara menatap orang seperti ingin menguliti hidup-hidup.

" Tuam Madison, ini pria itu," ucap salah seorang pria yang Ken analisa adalah tangan kanan Si Tuan Besar.

" Tck, wajahnya cukup tampan. Aish, bukan itu sekarang yang penting. Kamu, apa yang kamu lakukan dengan putriku? Lihatlah!"

Bruuk!

Foto-foto dirinya bersama wanita itu dilemparkan oleh Felix Madison tepat di wajah Kenneth. Ia sedikit terkejut, pasalnya dirinya telah lari sebelum para paparazi itu datang. Tapi sepertinya ini tidak sesederhana yang ia pikirkan. Ken merasa ini adalah sebuah rekayasa untuk seseorang tapi sialnya dia yang kena sasaran.

" Maaf Tuan, saya sungguh tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Yamg saya ingat, saat pulang bekerja saya tiba-tiba pingsan dan terbangun di kamar tersebut," ucap Ken jujur karena memang itulah kenyataanya.

" Heh, jangan mengarang cerita. Aku tidak mau tahu. Kau harus menikah dengan putriku. Gambar-gambar itu sudah diketahui oleh paparazi, aku tidak akan mengorbankan nama baikku. Jadi bersiaplah, dalam waktu 3 hari kau harus menikahi Fiona. Loko, amankan pria ini, jangan sampai dia kabur."

" Baik Tuan."

Pria yang bernama Loko itu langsung memerintahkan kembali 2 pria berbadan besar untuk membawa Ken ke suatu tempat. Tepatnya dia dikurung di sebuah kamar. Ken tentu hanya pasrah, mungkin ini ada baiknya juga. Bersembunyi di tempat orang terkaya merupakan salah satu cara agar aman.

Bruk!

" Diam di sini dan tunggu harimu nanti."

Tubuh Ken di dorong masuk ke dalam kamar. Sebuah kamar yang lumayan bagus dari pada yang ada di rumahnya. Ken melemparkan tubuhnya ke atas ranjang dan mencoba berpikir tentang sesuatu.

" Aku yakin wanita itu sedang menyasar sesuatu. Ketika dia terbangun dia begitu senang dan memanggilku sayang. Tapi dia terkejut saat melihat rupaku. Aaah aku sedikit paham akan hal ini. Sepertinya tidak buruk menjadi menantu keluarga kaya, ini akan membuatku semakin tidak terlihat. Aku masih belum tahu apa rencana organisasi tersebut, mengapa mereka ingin membunuh kami semua saat itu."

Tangan Ken mencengkeram erat sebuah vas bunga yang ada di atas nakas. Menjadikan vas itu sebuah es yang sangat keras. Ini salah satu hal yang ia lakukan untuk menyalurkan emosinya.

" Aku harus mencari orang di luar sana untuk mencari informasi mengenai organisasi itu. Semenjak aku bersembunyi di kota ini aku tidak bisa mendapatkan apapun. Mungkin dengan berada di keluarga Madison ini akan lebih mudah mencari tahu nya."

Ken dengan tenang tidur. Ia merasa dirinya begitu lelah dan tidak ada salahnya untuk beristirahat.

Berbeda dengan apa yang terjadi di luar kamar. Seorang wanita berusia 25 tahun itu sedang mengajukan protes. Ia jelas tidak mau menikahi pria yang tidak ia kenal sama sekali itu.

" Ayah aku tidak ingin menikahinya. Bukan pria itu yang aku cintai!" terak Fiona Madison--putri dari Felix Madison.

" Berhentilah membangkang, semua sudah jelas. Kalian tidur satu ranjang tanpa pakaian, lihat foto-foto itu. Ada beberapa yang sudah menyebar di masyarakat. Ayah tidak ingin nama ayah hancur dnegan apa yang kamu lakukan. Sehingga ayah menyebarkan berita bahwa kalian memanglah sepasang kekasih. Jadi, kau tetap akan menikahi pria itu. Banyak orang akan datang untuk melihat kebenaran, maka lakukan peranmu dengan baik Fiona."

Tanpa menjawab apa yang dikatakan Felix, Fiona memilih untuk pergi kembali ke kamar. Dia mengeram marah atas keputusan sepihak yang dibuat sang ayah.

" Sial mengapa bisa salah. Sudah jelas orang yang aku perintahkan itu memberinya ada dia, mengapa malah jadi si bartender itu yang kena. Argh! Brengsek!"

TBC

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒆𝒓𝒂𝒓𝒕𝒊 𝒊𝒏𝒊 𝒂𝒏𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑱𝒂𝒔𝒐𝒏 𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒓 𝒂𝒍𝒊𝒂𝒔 𝑲𝒊𝒏𝒈 𝒕𝒓𝒖𝒔 𝒌𝒂𝒌𝒂𝒌 𝒅𝒓 𝑩𝒓𝒊𝒔𝒊𝒂 𝒚𝒈 𝒔𝒂𝒉𝒂𝒃𝒂𝒕𝒂𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑲𝒂𝒍𝒖𝒏𝒂

2024-08-20

2

Anna

Anna

ini novel bagus tidak muter muter

2024-07-06

0

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

salah target nih nmpaknya , jebakan Fiona mleset...hhhh

2024-06-23

0

lihat semua
Episodes
1 Tangan Es Menantu 01
2 Tangan Es Menantu 02
3 Tangan Es Menantu 03
4 Tangan Es Menantu 04
5 Tangan Es Menantu 05
6 Tangan Es Menantu 06
7 Tangan Es Menantu 07
8 Tangan Es Menantu 08
9 Tangan Es Menantu 09
10 Tangan Es Menantu 10
11 Tangan Es Menantu 11
12 Tangan Es Si Menantu 12
13 Tangan Es Si Menantu 13
14 Tangan Es Menantu 14
15 Tangan Es Menantu 15
16 Tangan Es Menantu 16
17 Tangan Es Menantu 17
18 Tangan Es menantu 18
19 Tangan Es Menantu 19
20 Tangan Es Menantu 20
21 Tangan Es Menantu 21
22 Tangan Es Menantu 22
23 Tangan Es Menantu 23
24 Tangan Es Menantu 24
25 Tangan Es Menantu 25
26 Tangan Es Menantu 26
27 Tangan Es Menantu 27
28 Tangan Es Menantu 28
29 Tangan Es Menantu 29
30 Tangan Es Menantu 30
31 Tangan Es Menantu 31
32 Tangan Es Menantu 32
33 Tangan Es Menantu 33
34 Tangan Es Menantu 34
35 Tangan Es Menantu 35
36 Tangan Es Menantu 36
37 Tangan Es Menantu 37
38 Tangan Es Menantu 38
39 Tangan Es Menantu 39
40 Tangan Es Menantu 40
41 Tangan Es Menantu 41
42 Tangan Es Menantu 42
43 Tangan Es Menantu 43
44 Tangan Es Menantu 44
45 Tangan Es Menantu 45
46 Tangan Es Menantu 46
47 Tangan Es Menantu 47
48 Tangan Es Menantu 48
49 Tangan Es Menantu 49
50 Tangan Es Menantu 50
51 Tangan Es Menantu 51
52 Tangan Es Menantu 52
53 Tangan Es Menantu 53
54 Tangan Es Menantu 54
55 Tangan Es Menantu 55
56 Tangan Es Menantu 56
57 Tangan Es Menantu 57
58 Tangan Es Menantu 58
59 Tangan Es Menantu 59
60 Tangan Es Menantu 60
61 Tangan Es Menantu 61
62 Tangan Es Menantu 62
63 Tangan Es Menantu 63
64 Tangan Es Menantu 64
65 Tangan Es Menantu 65
66 Tangan Es Menantu 66
67 Tangan Es Menantu 67
68 Tangan Es Menantu 68
69 Tangan Es Menantu 69
70 Tangan Es Menantu 70
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Tangan Es Menantu 01
2
Tangan Es Menantu 02
3
Tangan Es Menantu 03
4
Tangan Es Menantu 04
5
Tangan Es Menantu 05
6
Tangan Es Menantu 06
7
Tangan Es Menantu 07
8
Tangan Es Menantu 08
9
Tangan Es Menantu 09
10
Tangan Es Menantu 10
11
Tangan Es Menantu 11
12
Tangan Es Si Menantu 12
13
Tangan Es Si Menantu 13
14
Tangan Es Menantu 14
15
Tangan Es Menantu 15
16
Tangan Es Menantu 16
17
Tangan Es Menantu 17
18
Tangan Es menantu 18
19
Tangan Es Menantu 19
20
Tangan Es Menantu 20
21
Tangan Es Menantu 21
22
Tangan Es Menantu 22
23
Tangan Es Menantu 23
24
Tangan Es Menantu 24
25
Tangan Es Menantu 25
26
Tangan Es Menantu 26
27
Tangan Es Menantu 27
28
Tangan Es Menantu 28
29
Tangan Es Menantu 29
30
Tangan Es Menantu 30
31
Tangan Es Menantu 31
32
Tangan Es Menantu 32
33
Tangan Es Menantu 33
34
Tangan Es Menantu 34
35
Tangan Es Menantu 35
36
Tangan Es Menantu 36
37
Tangan Es Menantu 37
38
Tangan Es Menantu 38
39
Tangan Es Menantu 39
40
Tangan Es Menantu 40
41
Tangan Es Menantu 41
42
Tangan Es Menantu 42
43
Tangan Es Menantu 43
44
Tangan Es Menantu 44
45
Tangan Es Menantu 45
46
Tangan Es Menantu 46
47
Tangan Es Menantu 47
48
Tangan Es Menantu 48
49
Tangan Es Menantu 49
50
Tangan Es Menantu 50
51
Tangan Es Menantu 51
52
Tangan Es Menantu 52
53
Tangan Es Menantu 53
54
Tangan Es Menantu 54
55
Tangan Es Menantu 55
56
Tangan Es Menantu 56
57
Tangan Es Menantu 57
58
Tangan Es Menantu 58
59
Tangan Es Menantu 59
60
Tangan Es Menantu 60
61
Tangan Es Menantu 61
62
Tangan Es Menantu 62
63
Tangan Es Menantu 63
64
Tangan Es Menantu 64
65
Tangan Es Menantu 65
66
Tangan Es Menantu 66
67
Tangan Es Menantu 67
68
Tangan Es Menantu 68
69
Tangan Es Menantu 69
70
Tangan Es Menantu 70

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!