Tangan Es Menantu 06

Ken pulang ku rumah, bukan ke rumah pribadinya melainkan rumah sang istri. Kediaman Madison menjadi rumahnya saat ini. Tepat pukul 03.00 pagi dia kembali ke kamarnya. Terlihat Fiona tidur dengan sembarangan. Sepertinya tadi dia pulang dengan keadaan mabuk.

Ken jelas tidak tega melihat Fiona yang tidur masih mengunakan sepatunya. Ia melepas sepatu wanita itu lalu mengangkatnya dna menempatkannya kepala Fiona di bantal. ken juga menarik selimut untuk menutupi tubuh Fiona.

" Astag Wanita ini, bajunya benar-benar membuat diriku kepanasan."

Ia tahu tampilan Fiona sungguh sangat seksi. Dress ketat sepaha itu benar-benar membentuk tubuh Fiona yang menonjol depan dan belakang. Tapi tidak ada keinginan dari dalam diri Ken untuk menyentuh 'istrinya' itu,

" Max ... aku sungguh mencintaimu. Pria bajingan itu, dia hanya alat ayahku agar tidak merusak nama biaknya. Max, mengapa kamu tidak minta penjelasan ku. Max ... Max ... "

Fiona berbicara dalam tidurnya. Ken hanya bisa menggelengkan kepala. Jujur dia tidak peduli dengan apa yang terjadi antara Fiona dan pria bernama Max itu. Tapi sebuah kesimpulan dia ambil bahwa mungkin Max ini adalah pria yang akan dijadikan sasaran oleh Fiona hari itu.

" Terserah kamu mau apa dan bagaimana. Yang penting tidak menggangguku."

Ken segera masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai, dirinya merebahkan tubuhnya di sofa. Sebelum berangkat tidur, Ken membuka ponsel dan melihat berita terkini. Alisnya mengerut saat melihat berita di kota Eldoria. Kota yang berjarak 4 jam dari kota Salvalon-- kota dimana saat ini Ken tinggal. Kota Eldoria ternyata sedang mengalami krisis wabah.

" Mengapa aku tidak tahu soal ini? Wabah? Apa penyebabnya. Aku sepertinya harus mencari tahu juga."

Alhasil Ken tidak jadi tidur, dia terus mencari tahu mengenai peristiwa yang terjadi di kota Eldoria. Gejala yang mengenai para warga seperti sebuah radiasi. Tapi setelah dilihat lagi, itu seperti terkena gas beracun atau mungkin magma dari gunung Magnus Fortis.

" Sepertinya aku harus masuk ke kota itu untuk mengetahui lebih lanjut kondisi di sana," gumam ken.

Ia melanjutkan meng-scroll berita yang berkenaan dengan kondisi kota Eldoria. Dan matanya menangkap sesuatu yang menarik.

TENAGA MEDIS DARI TANAH AIR AKAN TERBANG KE KOTA ELDORIA.

PEMERINTAH TANAH AIR MENGIRIMKAN SEJUMLAH TENAGA MEDIS UNTUK BANTUAN KEMANUSIAAN KE NEGARA CARVALON

Tagline kedua berita itu sedikit ramai diperbincangkan di portal berita tanah air. Tuhan tampaknya sedang baik dengan dirinya. Ini merupakan sebuah jalan keluar untuk mengetahui kondisi di kota itu tanpa ia meninggalkan Kota Salvalon.

" Narya Kusumo, temanku dulu coba aku hubungi dia apakah dia ikut penerbangan ke negara ini?"

Kenneth langsung menghubungi sang teman. Percobaan pertama gagal.

Saat ini di Negara Carvalon pukul 04.00 pagi jadi di tanah air sekitar pukul 16.00. Mungkin Narya masih sibuk, tapi Ken tidak menyerah.

" Hallo, maaf siapa ya?"

" Narya, ini aku Ken."

" Ken? Kenneth Barry Winkler? Astaga Ken, bagaimana kabarmu. Koe nandi ( kamu dimana)?"

" Aku di Negara Carvalon. Aku mau tanya, apakah kamu akan ikut dalam pengiriman tenaga medis di kota Eldoria?"

" Aah iya Ken, aku termasuk dalam tim."

Ken bersorak. Selanjutnya dia langsung membicarakan banyak hal. Narya sebenarnya adalah adik tingkatnya dulu saat di fakultas kedokteran. Sebelum memutuskan mengambil ilmu sains, lebih dulu Ken belajar di kedokteran sesuai apa yang daddy nya mau. Tapi ternyata Ken lebih tertarik dengan sains, kimia dan saudara-saudaranya itu.

Jason-- ayah Ken hanya bisa pasrah. Dia memang tidak mau memaksakan kehendak terhadap putra putrinya. Mana setelah itu adik Ken yang bernama Brisia juga ikut jejak Ken. Jason semakin tidak bisa berbuat apa-apa.

" Lalu, siapa nanti yang akan menjalankan Rumah Sakit Van Winkler ini?" keluh Jason. Tapi dibalik perkataannya itu Jason tentu senang, putra putrinya menemukan minatnya di ilmu pengetahuan. Dimana itu juga akan berguna bagi masyarakat banyak.

" Baiklah kalau begitu Nar, aku harap kita akan selalu bisa berkomunikasi setelah kamu sampai di Kota Eldoria. Aku akan minta bantuanmu untuk menceritakan kondisi detailnya di sana. Ada satu dua hal dimana aku tidak bisa pergi kesana."

" Tenang saja Ken, aku akan memberikan informasi kepadamu. Siapa tahu kamu bisa menemukan penyebab dan obat nya juga."

Ken mengakhiri panggilannya. Ia harus segera menyelesaikan pembicaraannya dengan Narya sebelum Fiona bangun.

Matahari mulai menyingsing dan benar, pukul 07.00 Fiona bangun. Padahal semalam wanita itu mabuk tapi jam segini sudah bangun.

Ken pura-pura tertidur. Namun ternyata dia tidak bisa menikmati tidurnya. Fiona menarik selimut Ken sehingga ia pun juga ikut jatuh dari sofa.

" Heh, pemalas! Bangun. Kamu di sini itu bukan majikan. Kamu hanya seorang pria sampah yang menumpang. Untuk membayar fasilitas bagus ini, maka kamu juga harus bekerja. Ambilkan aku sarapan!" teriak Fiona angkuh.

" Baik, akan aku ambilkan Fiona."

" Panggil aku Nona!"

Ken mengusap wajahnya kasar. Wanita itu jika sudah bangun benar-benar berubah menjadi seekor singa betina. Sungguh membuat dirinya kesal, tapi ya sudah saat ini dia memang hanya bisa berperan seperti itu.

" Selamat pagi bibi. Bibi apakah sarapan sudah siap?"

" Tuan Ken, sebentar lagi siap."

" Bibi An, jangan panggil aku Tuan. Di sini aku bukan Tuan, Aku tak ubahnya seperti bibi An dan yang lainnya. Aku hanya seroang pembantu."

Bibi An, wanita berusia 45 tahun yang sudah lama bekerja untuk keluarga Madison itu merasa iba dengan ken. wajah Ken yang tampan itu terlihat kusut. Bibi An juga melihat kalau Ken juga kurang tidur. Padahal Ken saat ini sengaja menampilkan wajah memelas dan kasian. Itu semua demi menyempurnakan akting sebagai suami dan menantu malang yang tertindas.

" Ini sarapan untuk Nona Fiona, Ken. Harap bawa hati-hati. Dia suka marah tanpa sebab."

" Terimakasih Bibi An."

Ken berlalu dari dapur kembali ke kamar. Tiba-tiba dia punya sebuah ide cemerlang.

" Sepertinya aku harus memberi hadiah kepada 'istiku' itu. tapi nanti, aku membutuhkan rumahku untuk menyiapkannya,"ucap ken dengan seringai yang mengerikan.

TBC

Terpopuler

Comments

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒔𝒆𝒎𝒐𝒈𝒂 𝑲𝒆𝒏 𝒄𝒆𝒑𝒂𝒕" 𝒄𝒆𝒓𝒂𝒊 𝒅𝒓 𝑭𝒊𝒐𝒏𝒂

2024-08-20

0

Edy Sulaiman

Edy Sulaiman

ini namanya suami teraniaya..

2024-06-24

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

ndak suka ceritanya skip aja..mmng yng komen bisa bikin cerita tnp ngehalu?

2024-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 Tangan Es Menantu 01
2 Tangan Es Menantu 02
3 Tangan Es Menantu 03
4 Tangan Es Menantu 04
5 Tangan Es Menantu 05
6 Tangan Es Menantu 06
7 Tangan Es Menantu 07
8 Tangan Es Menantu 08
9 Tangan Es Menantu 09
10 Tangan Es Menantu 10
11 Tangan Es Menantu 11
12 Tangan Es Si Menantu 12
13 Tangan Es Si Menantu 13
14 Tangan Es Menantu 14
15 Tangan Es Menantu 15
16 Tangan Es Menantu 16
17 Tangan Es Menantu 17
18 Tangan Es menantu 18
19 Tangan Es Menantu 19
20 Tangan Es Menantu 20
21 Tangan Es Menantu 21
22 Tangan Es Menantu 22
23 Tangan Es Menantu 23
24 Tangan Es Menantu 24
25 Tangan Es Menantu 25
26 Tangan Es Menantu 26
27 Tangan Es Menantu 27
28 Tangan Es Menantu 28
29 Tangan Es Menantu 29
30 Tangan Es Menantu 30
31 Tangan Es Menantu 31
32 Tangan Es Menantu 32
33 Tangan Es Menantu 33
34 Tangan Es Menantu 34
35 Tangan Es Menantu 35
36 Tangan Es Menantu 36
37 Tangan Es Menantu 37
38 Tangan Es Menantu 38
39 Tangan Es Menantu 39
40 Tangan Es Menantu 40
41 Tangan Es Menantu 41
42 Tangan Es Menantu 42
43 Tangan Es Menantu 43
44 Tangan Es Menantu 44
45 Tangan Es Menantu 45
46 Tangan Es Menantu 46
47 Tangan Es Menantu 47
48 Tangan Es Menantu 48
49 Tangan Es Menantu 49
50 Tangan Es Menantu 50
51 Tangan Es Menantu 51
52 Tangan Es Menantu 52
53 Tangan Es Menantu 53
54 Tangan Es Menantu 54
55 Tangan Es Menantu 55
56 Tangan Es Menantu 56
57 Tangan Es Menantu 57
58 Tangan Es Menantu 58
59 Tangan Es Menantu 59
60 Tangan Es Menantu 60
61 Tangan Es Menantu 61
62 Tangan Es Menantu 62
63 Tangan Es Menantu 63
64 Tangan Es Menantu 64
65 Tangan Es Menantu 65
66 Tangan Es Menantu 66
67 Tangan Es Menantu 67
68 Tangan Es Menantu 68
69 Tangan Es Menantu 69
70 Tangan Es Menantu 70
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Tangan Es Menantu 01
2
Tangan Es Menantu 02
3
Tangan Es Menantu 03
4
Tangan Es Menantu 04
5
Tangan Es Menantu 05
6
Tangan Es Menantu 06
7
Tangan Es Menantu 07
8
Tangan Es Menantu 08
9
Tangan Es Menantu 09
10
Tangan Es Menantu 10
11
Tangan Es Menantu 11
12
Tangan Es Si Menantu 12
13
Tangan Es Si Menantu 13
14
Tangan Es Menantu 14
15
Tangan Es Menantu 15
16
Tangan Es Menantu 16
17
Tangan Es Menantu 17
18
Tangan Es menantu 18
19
Tangan Es Menantu 19
20
Tangan Es Menantu 20
21
Tangan Es Menantu 21
22
Tangan Es Menantu 22
23
Tangan Es Menantu 23
24
Tangan Es Menantu 24
25
Tangan Es Menantu 25
26
Tangan Es Menantu 26
27
Tangan Es Menantu 27
28
Tangan Es Menantu 28
29
Tangan Es Menantu 29
30
Tangan Es Menantu 30
31
Tangan Es Menantu 31
32
Tangan Es Menantu 32
33
Tangan Es Menantu 33
34
Tangan Es Menantu 34
35
Tangan Es Menantu 35
36
Tangan Es Menantu 36
37
Tangan Es Menantu 37
38
Tangan Es Menantu 38
39
Tangan Es Menantu 39
40
Tangan Es Menantu 40
41
Tangan Es Menantu 41
42
Tangan Es Menantu 42
43
Tangan Es Menantu 43
44
Tangan Es Menantu 44
45
Tangan Es Menantu 45
46
Tangan Es Menantu 46
47
Tangan Es Menantu 47
48
Tangan Es Menantu 48
49
Tangan Es Menantu 49
50
Tangan Es Menantu 50
51
Tangan Es Menantu 51
52
Tangan Es Menantu 52
53
Tangan Es Menantu 53
54
Tangan Es Menantu 54
55
Tangan Es Menantu 55
56
Tangan Es Menantu 56
57
Tangan Es Menantu 57
58
Tangan Es Menantu 58
59
Tangan Es Menantu 59
60
Tangan Es Menantu 60
61
Tangan Es Menantu 61
62
Tangan Es Menantu 62
63
Tangan Es Menantu 63
64
Tangan Es Menantu 64
65
Tangan Es Menantu 65
66
Tangan Es Menantu 66
67
Tangan Es Menantu 67
68
Tangan Es Menantu 68
69
Tangan Es Menantu 69
70
Tangan Es Menantu 70

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!