Ken memilih pergi meninggalkan mansion Madison melalui pintu belakang. Baginya tidak ada lagi kewajiban untuknya tinggal. Ken juga tidak mau berurusan dengan Loko, bukannya tidak berani, dia hanya malas.
Melihat Fiona yang berusaha mendekatinya jelas akan memperkeruh suasana.
Brak!
Ken menutup pintu mobilnya sedikit lebih keras. Pria itu menghembuskan nafasnya kasar. Sepertinya ini terakhir kalinya ia mendatangi rumah 'mertua dan istrinya'. Ken akan kembali memfokuskan dirinya untuk kembali menyelidiki organisasi yang mengejarnya dan yang berusaha membunuhnya.
Brummmm
Ken menstater mobilnya dan mulai melaju membelah jalan raya malam itu untuk kembali ke rumahnya.
Drtzzzz
" Ya halo, siapa?"
" Ini aku Rose Bang, maaf kalau tidak sopan karena meminta nomor Abang dari dr. Narya."
" Aaah Rose, tidak masalah. Ada apa?"
" Aku akan mengirim email, jaringan yang kita pakai tidak lah aman. Jadi lebih baik memberi tahu Abang melalui email saja."
Ken langsung mematikan panggilan teleponnya. Ia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Rose, ia pun menginjak pedal gas nya lebih dalam agar bisa secepatnya sampai rumah agar bisa memeriksa email kiriman dari Rose.
Ckiiiiit
Brak!
Cekleeek
Ken langsung berlari masuk ke rumah setelah memarkirkan mobilnya dengan sembarangan di halaman. Dan benar saja, sebuah email dari Rose ia dapatkan.
" Bang, aku rasa ada yang curiga dengan Abang. Tadi ada beberapa orang yang datang ke Eldoria dan bertanya bagaimana kami bisa meringankan penyakit para Warga. Aku dan dr. Narya sudah berusaha semaksimal mungkin menutupinya, tapi dari yang aku lihat mereka tidak percaya. Dan mereka mengundang kami, relawan medis dari tanah air ke rumah Perdana Mentri. Sekitar 3 hari lagi mereka akan mengundang kami."
Ken tidak heran dengan pesan pertama yang Rose katakan, dia lebih heran dengan pesan Rose yang terakhir. Bukankah Perdana Mentri memberikan wacana bahwa orang yang ada di dalam kota tidak bisa keluar dari Eldoria? Ini sungguh ada sesuatu yang tidak beres.
" Aku rasa ada maksud tersembunyi dari PM Osbert," gumam Ken pelan.
Ken mencoba menyelami apa yang terjadi. mengapa si Perdana Mentri tiba-tiba melakukan hal itu, hingga dia teringat temannya.
" Gareth, coba kau selidiki mengenai PM Osbert Gilmar. Aku ingin tahu semuanya tentang orang itu."
" Oke, tunggu. Beri aku waktu 15 menit, aku akan mendapatkan apa yang kamu butuhkan."
Ken kembali ke lab mini nya. Sepertinya ia harus bisa menyelesaikan formulanya lebih cepat dari rencana. Ken memilki firasat tidak bagus soal undangan PM Osbert untuk Rose dan rekan-rekannya. Tidak mungkin kan hanya karena berhasil meringankan penyakit pasien terus memilki privilege untuk menemui seorang perdana mentri, dan jika ingin mengapresiasi mengapa bukan presiden yang turun tangan langsung. Bukankah itu akan mempererat hubungan diplomatik antara Negara I dan Negara Carvolan?
Ken menggelengkan kepala nya cepat. Saat ini bukan itu yang harus dia pikirkan, ia harus segera menyelesaikan formulanya baru bisa melakukan tindakan selanjutnya.
Sepertinya firasat Ken sama dengan Rose. Saat ini Rose yang berada di kamarnya karena kebetulan dia tidak jatah melakukan jaga malam, merasa ada yang tidak beres dengan pandangan Osbert terhadap dirinya. Saat mereka berjabat tangan tadi, Rose merasa bahwa Osbert ini sedang memperhatikannya.
Bukan hanya itu, Osbert juga tidak fokus dengan keadaan pasien dan lebih sibuk bertanya mengenai hal pribadi dengan Rose.
" Bukannya aku gede rasa, tapi aku merasa orang itu tertarik kepadaku. Aku punya feeling tidak enak dengan acara kunjungan ke rumah PM nanti. Aku jelas harus berhati-hati."
Rose mengeratkan kepalan tangannya pada selimut yang ia pakai. Ia juga teringat dengan beberapa tabung pemberian Ryder. Sepetinya ia harus membawanya untuk berjaga-jaga.
" Baiklah sepertinya aku memang harus berhati-hati. Aku di sini hanya sendiri, oh iya sebaiknya aku tidur lebih cepat agar besok pagi bisa berkeliling untuk mencari sesuatu yang mengganjal dalam bencana ini."
Kembali lagi ke rumah Ken, sebuah email masuk ke komputernya. Itu adalah pesan dari Gareth. Seperti yang ia janjikan, 15 menit Gareth memberikan informasi yang diinginkan oleh Ken diana semua berhubungan dengan PM negera ini.
Ken membaca secara seksama. Ia tidak boleh melewatkan sekecil pun informasi tersebut
" Penggila wanita dan juga penggila sains? Ini tidak bisa dibiarkan. Apa yang terjadi di Eldoria jelas menarik perhatiannya. Dan sepertinya dia menganggap Rose sebagai penemunya, dan lagi Rose adalah seorang gadis cantik yang cerdas. Aku khawatir ini bukan hanya sekedar undangan biasa semata."
Ken langung beranjak dari duduknya, lalu kembali mengerjakan formulanya. Ia harus cepat melakukan ini sebelum hari undangan tiba. Ken tidak akan membiarkan Perdana Mentri mesum itu berlaku kurang ajar terhadap Rose.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
komalia komalia
aku tegang banget baca nya
2024-09-25
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑹𝒐𝒔𝒆 𝒉𝒓𝒔 𝒉𝒂𝒕𝒊"
2024-08-20
1
GiZaNy
semoga Rose baik2 saja.. Pak Osbert jan ngadi2 yaa... bapaknya Rose klo udah keluar taringnya bisa terampun2 kamu nanti 😁😁
2023-12-06
0