Hari selanjutnya, Ken kembali pulang ke rumahnya. Selama dirinya tidak dicari oleh ayah mertua nya maka dia bisa bebas melakukan sesuatu termasuk kembali pulang.
Hari ini dia harus bisa membuat 'hadiah' untuk Fiona. Tapi sepertinya pun dia tidak boleh berlama-lama juga ada di rumahnya itu. Bagaimanapun Felix Madison juga tidak mudah untuk ditangani. Ken harus berhati-hati.
" Baiklah saatnya mulai," ucap Ken. Dia masuk ke sebuah kamar yang disulapnya menjadi laboratorium mini. Ken menyentuh dinding dan merubah suhu kamar itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Meskipun di dalam sudah ada pendingin udara, tapi ken perlu menurunkan suhu saat dia meracik formula.
Ken mulai larut di sana, setiap meracik formula, pria yang memiliki kemampuan lebih sebagai seorang ilmuwan itu sangat fokus, dan pastinya senang. Berada di laboratorium adalah salah satu kesenangannya setelah berkumpul dengan keluarga.
Maka dari itu, meskipun usia nya sudah 28 tahun, Ken belum pernah merasakan indahnya cinta. Dari masa sekolah hingga kuliah, Ken tidak tertarik dengan yang namanya wanita. Baginya Laboratorium adalah tempat yang ia cintai, dan semua formula yang ada di dalamnya lah kekasihnya.
" Bang, jangan melulu pacaran dengan tuh cairan-cairan, nanti jadi bujang lapuk baru tau rasa!"
Setiap mengingat kata-kata Brisia--adik Ken membuat pria itu terkekeh geli. Agaknya Brisia lupa, bahwa dirinya juga pernah menolak 2 pria yang datang ke rumah untuk menyatakan perasaan. Ken tahu cerita itu dari sang mommy.
Sekitar 3 jam berada di dalam laboratorium mini miliknya akhirnya Ken berhasil membuat 'hadiah' untuk Fiona. Ia menggenggam tabung kecil itu lebih lama sehingga tabung itu membeku. Ia harus menjaga tabung itu agar tetap dingin. Jika suhunya turun maka khasiatnya akan berbeda.
" Baiklah saatnya pulang ke rumah."
Ken menanggalkan perlengkapannya saat meracik formula. Ia memasukkan tabung formula yang baru saja ia buat ke dalam sebuah wadah terlebih dulu baru ke dalam tas. Ken sangat senang karena bisa membuat itu.
Drtzzzz
Ponsel Ken berbunyi. Sebuah pesan dari teman yang kemarin dia hubungi rupanya.
" Ken, aku sudah sampai di kota Eldoria. Nanti aku akan mengabari kamu secara berkala soal keadaan di sini."
" Baik Narya, aku akan menunggu setiap kabar dari mu."
Ken seperti mendapatkan angin segar. Tapi masih ada yang mengganjal dalam dirinya yakni mengenai Organisasi Corvus Ruber. Sampai detik ini dia belum bisa mendapatkan informasi apapun soal organisasi tersebut.
" Lebih baik aku segera pulang ke kediaman Madison sebelum mereka mencari ku."
Ken segera keluar dari rumah dan menghadang taksi. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Biasanya jam-jam begini Fiona tidak ada di rumah. Entah apa yang dilakukan wanita itu, Ken tidak peduli.
Sesampainya di Mansion milik Felix Madison, lagi-lagi Ken melihat beberapa orang yang tengah mengadakan pertemuan. Ia melintas dengan acuh, baginya apapun yang dilakukan oleh ayah mertuanya itu bukanlah urusannya.
" Kau berhenti!" panggil Felix. Ken yang hendak masuk ke dalam rumah langsung menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekati Tuan Madison.
" Apa Tuan memanggilku?" tanya Ken dengan sopan. Ia benar-benar berlagak seperti pria yang takut dnegan jabatan Felix Madison sebagai Wali Kota Salvalon.
" Mengapa kamu baru pulang jam segini? Kamu bebas bekerja tapi jangan lupakan identitasmu sebagai menantu keluarga Madison," ucap Felix memperingatkan.
" Maaf tadi saya harus pulang ke rumah saya untuk mengambil beberapa barang. Saya akan sellau ingat dengan status saya saat ini,"
" Huh, bagus. Pergilah!"
Felix mengibaskan tangannya sebagi tanda ia mengusir Ken. Beberapa orang yang ada di sana menatap hina ke arah Ken. Tapi dia lagi-lagi tidak peduli. Keberadaannya menjadi menantu keluarga Madison hanyalah sebagi kamuflase yang sempura. Jadi bodoh amat akan tatapan orang-orang itu.
Ken masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Hal yang tidak bisa ia lakukan saat Fiona ada di rumah.
" Uuugh, nyamannya. Memang paling bagus itu tidur di kasur dan bukannya di sofa."
Baru saja Ken ingin memejamkan matanya tiba-tiba tubuhnya di guyur oleh air. Ken jelas sangat terkejut, ia langsung berdiri.
" Kau! Apa yang kau lakukan!" Ken tidak bisa menahan amarahnya.
" Heh, beraninya kau marah denganku. Cih, sampah sepertimu tidak layak untuk memarahiku. Cepat bersihkan tempat tidur ku. Aku tidak ingin kuman di tubuhmu menempel di sana! Aku khawatir kamu membawa kuman yang bisa membuatku sakit. Dasar Pria tak berguna!"
Fiona langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci tangannya. Ia benar-benar menganggap Ken sebagai benda kotor.
" Wohooo, Nona kau sungguh sangat pandai membuat diriku ini naik darah. Tidak masalah, setelah ini kamu pasti akan menikmati 'hadiah' yang aku persiapkan untukmu."
Ken menyeringai. Sambil mengganti seprai yang basah dia mengeluarkan tabung kecil yang berisi formula buatannya tadi. Ken juga mengambil sarung tangan dan pipit, lalu menuangkan sedikit demi sedikit cairan itu ke beberapa sisi tempat tidur.
" Done, semoga kamu suka dengan hadiah ku Nona Fiona Madison."
Ken segera keluar dari kamar. Tentu dia tidak ingin melihat pertunjukan yang tidak lulus sensor nanti. Ken memilih berangkat ke Pioneer Bar lebih Awal untuk mencari aman.
" Selamat menikmati kamar panas. Anda pasti akan membutuhkan banyak pendingin udara Nona ha ha ha."
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
komalia komalia
apa yang di kasih sama kamu ken
2024-09-25
0
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒘𝒂𝒔 𝒂𝒋𝒂 𝒌𝒍 𝑲𝒆𝒏 𝒔𝒂𝒎𝒑𝒆 𝒏𝒚𝒆𝒏𝒕𝒖𝒉 𝑭𝒊𝒐𝒏𝒂 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒂𝒏𝒕𝒆𝒕 𝒐𝒏𝒍𝒊𝒏𝒆 𝒍𝒉𝒐 😅😅
2024-08-20
0
Edy Sulaiman
kasih zat afrodisiak ken biar nyaho tuh istri mu...hhhhh
2024-06-24
0