Markas Sementara

...Happy Reading...

...----------------...

...[18. Markas Sementara]...

...----------------...

Sebuah rombongan kecil berjumlah 9 orang yang di pimpin oleh Loyd, akhirnya tiba di sebuah desa kecil perbatasan antara kota Loidi dan Weffe.

Dulunya desa kecil itu hanya di gunakan sebagai tempat peristirahatan, kebanyakan orang yang membangun rumah di sana hanya di gunakan sewaktu-waktu. Seperti saat liburan di musim panas atau pun musim dingin dan selebihnya di biarkan kosong.

"Tinggal separuh perjalanan lagi sampai kita tiba di tujuan. Terima kasih karena sudah berusaha keras untuk sampai di sini, ku pikir tempat ini cukup aman. Kerusakan di sini pun terbilang ringan." Ucap Loyd.

"Apa kamu masih bisa bertahan sebentar Daisy ?" Tanya Helio sambil menatap ke arah gadis kecil yang berjalan tertatih-tatih.

Daisy tersenyum kecil, "Tak apa kak, aku masih bisa berjalan beberapa meter lagi..."

Serena menatap cemas ke arah gadis itu, meski Daisy pulih cukup cepat setelah terluka parah waktu itu, tapi itu belum pulih sepenuhnya.

"Kalian tunggulah disini, biar aku dan Helio yang memeriksa tempat itu." Ucap Loyd dan pergi bersama Helio.

......................

Suasana di desa itu begitu sepi, selain cukup jauh dari perkotaan letaknya pun cukup tinggi. Loyd mengamati sekitar, matanya dengan teliti memeriksa setiap rumah yang cukup layak di tinggali dan yang penting memiliki posisi yang strategis.

"Loy, bagaimana dengan yang itu ? Sepertinya cukup bagus..." Ujar Helio sambil menunjuk ke arah sebuah rumah.

Loyd mengangguk dan mereka pun berjalan mendekati rumah itu, memeriksa apakah aman untuk di tinggali oleh mereka.

"Kau benar, ini lumayan bagus. Selain cukup besar, memiliki halaman luas dan juga berbenteng. Cocok untuk situasi bertahan, dan jalur kabur pun sepertinya oke." Ucap Loyd.

Setelah sepakat untuk menjadikan rumah itu sebagai markas sementara, Helio berlari menuju ke tempat di mana yang lain menunggu.

Lalu Loyd kembali mengamati rumah itu, pagar batu yang mengelilingi rumah itu sudah seperti benteng. Belum lagi ada lebih dari 2 kamar, dan halaman yang bisa di manfaatkan untuk menanam sayur.

"Ini bagus, karena periode bencana tak bisa aku prediksi lagi, pilihan terbaik saat ini membangun markas untuk bertahan dulu. Harusnya tak akan lama sampai periode ke tiga di mulai." Ucap Loyd bergumam sendiri.

"Wahhh, jadi ini markas kita ? Keren !" Seru Adellia.

Seruan penuh semangat dan antusiasme itu membuyarkan lamunan Loyd, dengan cepat Loyd menghampiri rombongan itu dan mengajaknya masuk.

"Sedikit kotor, tapi tak masalah..." Ujar Serena sambil berkeliling. "Merida, ayo kita bereskan sebelum malam. Setidaknya ada satu tempat untuk kita tidur."

Tanpa membuang waktu lagi, mereka membagi tugas dan melakukan pekerjaan masing-masing. Serena membawa para perempuan untuk membereskan dan membersihkan rumah itu, sedangkan Loyd membawa sisanya untuk menjelajah sekitar desa. Loyd berencana untuk memperkuat pagar batu yang kini mengelilingi rumah.

Waktu terasa begitu cepat berlalu, saat menjelang sore semua orang kembali berkumpul. Saat Loyd memasuki rumah itu, keadaan dan suasana di sana terasa lebih baik dari pertama kali mereka tiba.

"Rasanya cukup menyenangkan bukan, seperti hal buruk di luar tidak pernah terjadi." Ucap Richard berdiri di samping Loyd.

Loyd mengangguk sambil tersenyum, "Ya setidaknya kita bisa merasa lega untuk sesaat. Untuk malam ini nikmatilah, karena mulai besok kita harus kembali bersiap..."

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

MAMMON

MAMMON

merida nama mantan ku/Smile/

2024-01-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!