Binatang yang Terinfeksi

...Happy Reading...

......................

...[07. Binatang yang Terinfeksi]...

...----------------...

"Hei bukankah ini sangat luar biasa ? Impianku saat kecil adalah melakukan tour dengan mobil compervan seperti ini !" pekik Helio dengan heboh.

Untuk beberapa alasan mereka mendapatkan sebuah mobil campervan yang lumayan besar, Helio menjadi yang paling antusias dengan hal itu. Ia bahkan terus berputar-putar mengelilingi mobil impiannya itu.

"Terima kasih sudah menolong kami." Ucap seorang remaja laki-laki sambil membungkukkan badannya.

Loyd mengusap kepalanya. "Sudah sepatutnya begitu kan. Lagi pula kami mendapatkan mobil ini karena mu juga. Terima kasih."

Jadi begitulah, dua anak yang di tolong oleh mereka telah menjadi anggota baru. Mereka terpisah dari kelompok para pengungsi setelah sebelumnya terjadi keributan dengan sebuah kelompok, kakak beradik itu melarikan diri saat terjadi baku tembak antara kelompok yang di sinyalir adalah aliran sesat dengan tim evakuasi.

Mereka adalah penduduk asli kota Wiella, karena itulah dengan sedikit informasi dari remaja laki-laki itu mereka bisa mendapatkan mobil campervan ini.

Mobil jep sebelumnya terlalu sempit untuk di isi 4 orang, setelah Loyd bertemu dengan dua anak itu ia menjadi berpikir bagaimana jika di lain hari ada lagi orang yang hendak bergabung, itu akan menjadi sulit dengan hanya mobil jep kecil itu.

"Memang pilihan yang tepat datang ke sini, ide mu benar-benar brilian." Ucap Helio pada Loyd.

"Ini bukan ide ku, bocah ini yang memberitahu ku tempat ini.."

Helio beralih ke arah anak laki-laki itu dan memegang pundaknya. "Kau memang brilian Richard !"

"Sudah, ayo kita pindahkan barang-barang dulu. " ujar Loyd sambil menyeret Helio menuju mobil jepnya.

Richard menatap dua punggung pemuda itu dai kejauhan, bibirnya tersenyum tipis dengan mata yang berkaca-kaca.

'Ternyata masih ada orang baik di dunia ini..'

"Kakak ?" panggil suara feminim di belakangnya.

Richard langsung menoleh dan melihat adik perempuannya, Adellia membawa kotak lumayan besar yang di penuhi coklat batangan dan permen.

"Di depan showroom ini ada toko coklat yang sangat terkenal itu loh, ku pikir sudah hancur tapi untungnya wilayah ini tidak terkena serangan yang parah.." Ucap Adellia dengan wajah yang berseri.

Richard tertawa kecil mendengar ucapan adiknya itu, usia mereka tidak terpaut jauh. Richard berusia 15 tahun dan Adellia 13 tahun.

"Tapi kenapa mata kakak merah ? Kamu menangis lagi ?!" Seru Adellia dengan wajah yang menunjukan raut tak percaya.

Wajah remaja laki-laki itu langsung berubah merah, rasa malu merayap di kedua pipinya. "Mana ada ! Aku hanya merasa kedinginan tau.."

Adellia tertawa geli, jauh di lubuk hatinya ia tau Richard seperti apa. Apalagi semenjak mereka bertahan hidup hanya berdua, setelah ayah dan ibunya tiada.

"Untunglah kita bertemu mereka." Ucap Adellia.

Richard setuju dengan ucapan adiknya itu, tapi..

"Ku pikir aku tidak akan melihat mu menangis lagi.." sambung Adellia yang di sambut tatapan menyedihkan kakaknya itu.

...----------------...

Dalam waktu 1 tahun ini populasi manusia di pastikan merosot dalam jumlah drastis, hampir setengah dari manusia di Eurasia tewas dalam serangan dahsyat beberapa bulan lalu.

Ameurasia meledakan semuanya, tak peduli rumah sakit, gedung pemerintahan atau bahkan tempat ibadah.

Karena hal itu pula lah, obat-obatan menjadi cukup langka.

Helio sekarang bahkan sudah mampu beradaptasi dengan bau busuk dari bangkai manusia ataupun hewan yang mati.

"Semakin lama rasanya aku semakin bingung, sebenarnya aku hidup di mana ? Hampir semua tempat yang kita lewati kosong dan hancur." Ucap Helio saat mereka akhirnya keluar dari pusat kota Wiella.

Jauh dari perkiraan mereka menghabiskan waktu dua bulan dari Praha ke Wiella.

"Omong-omong, Loy. Bagaimana jika kita mengunjungi beberapa tempat terkenal dalam perjalanan kita, pada akhirnya kita juga tidak tau sampai kapan akan bertahan di dunia yang tak karuan ini. Setidaknya aku ingin meninggalkan sedikit kenangan baru." Ujar Helio dengan raut wajah yang sendu.

Setelah selama ini Helio selalu bertingkah konyol dan ceroboh, ternyata ia juga bisa menjadi orang yang sentimental seperti itu.

"Itu juga tak buruk.." Jawab Loyd.

"Orang-orang penting sibuk berperang dan beradu strategi. Lalu orang-orang pintar juga sibuk untuk mengatasi wabah, jadi ku pikir kita sebagai warga negara yang tak tau apa-apa dan bersalah tak perlu untuk ikut pusing.."

Loyd mengangguk setuju, pada akhirnya melarikan diri dan melakukan perjalanan bertahan hidup mandiri seperti ini adalah pilihan tepat.

Karena nyatanya tanpa sepengetahuan semua orang, diam-diam pihak militer mengatur strategi dengan menempatkan warganegara yang selamat menjadi sukarelawan untuk mengangkat senjata.

Sepertinya dewi fortuna ada bersama anak-anak ini.

...----------------...

"Baiklah anak-anak malam ini kita akan bermalam disini !" Ucap Helio dengan semangat.

Mereka telah tiba di Sweeney..

Hari sudah cukup gelap, Loyd membelokan mobilnya menuju tempat terbuka di tepi sungai Donau yang membentang melewati 10 negara di Eurasia.

"Hari ini kita akan camping di sini untuk waktu yang lumayan lama, bagaimana ?" Tanya Helio dengan antusias.

"Sepertinya bukan ide yang buruk.." ujar Adellia. "Kita bisa sedikit istirahat setelah sekian lama, lagi pula saat menuju ke sini ada beberapa minimarket yang utuh, kita bisa menjarahnya."

Loyd merasa alisnya berkedut, setelah selalu mendengar kata merampok dari Helio sekarang muncul kata menjarah dari Adellia. Loyd bertanya-tanya apa mungkin seharusnya Helio dan Adellia adalah kakak beradik.

"Jangan gunakan kata itu, kita terdengar seperti seorang penjahat.." Ucap Richard sambil menggeplak kepala Adellia, sangat berbanding terbalik dengan nada suaranya yang lemah lembut.

"Oke, oke terserah mu lah.." Ucap Loyd pasrah. "Kita bagi tugas, aku akan membuat api unggun, Helio siapkan bahan makanan, Richard dan Adellia siapkan tenda dan tempat tidur.. "

Tanpa membuang waktu mereka pun segera mengerjakan tugas masing-masing, mereka makan, mengobrol dan bermain game sederhana.

Sejenak kekacauan yang sudah mereka lewati seakan hanya mimpi buruk, dan saat terbangun hanya hari cerah yang menanti.

...----------------...

"Ambil, ambil yang banyak !" Gumam Adellia sambil tangannya dengan cekatan memasukan semua jenis makanan dari rak minimarket.

Mereka sudah empat hari camping di pinggir sungai Donau, bahkan Loyd menyempatkan diri memancing di sungai itu.

'Ada gunanya juga aku membawa pancingan ini..'

Begitu kata Loyd, dan ia pun menghabiskan duduk di pinggir sungai menunggu kailnya di gigit ikan sambil menghisap rokok.

Jika dulu tugas menjarah dan merampok pasokan di lakukan oleh Loyd, sekarang tugas itu di ambil oleh kakak beradik, Richard dan Adellia.

Jangan tanya Helio, pemuda itu buta arah akan sangat merepotkan jika dia yang berkeliaran untuk mengambil jarahan.

"Adel, ayo. Karung punya ku sudah penuh." Ucap Richard dari balik rak berisi camilan Snack ringan yang sudah bersih di jarah.

"Sebentar, aku tas ku belum di isi !"

Selama dua hari ini mereka dua tiga kali bolak-balik ke sana, hampir semua bahan makanan sudah pindah ke dalam mobil campervan mereka. Kecuali sayur dan makanan beku, itu akan mudah basi dan menimbulkan bau tak sedap.

"Ayo.." Seru Adellia. "Sepertinya besok kita harus mencari lokasi baru.."

Butuh sekitar 25 menit dari tempat camping ke minimarket itu.

Ggrr..

Kaing..

Adellia berhenti saat telinganya mendengar suara yang tak asing, seekor anak anjing yang terbujur di bawah tiang lampu jalanan dengan kondisi sekarat.

"Astaga kasihan sekali.." Gumam Adellia. "Kak tunggu sebentar di sini."

Richard belum sempat menjawab saat adiknya sudah kembali melesat menuju minimarket tadi, dan kembali sambil membawa sebungkus makanan anjing.

Adellia meletakan makanan anjing itu depannya, tapi tak ada reaksi apapun.

"Sepertinya anjing itu bukan kelaparan.." Gumam Richard sambil berjongkok di samping Adellia.

Perlahan kenangan buruk berputar di kepala Richard, ia merasa tak asing dengan kondisi anjing itu. Nafas yang memburu, pupil mata yang memutih juga air liur yang menetes.

"Ini seperti gelaja yang terinfeksi.."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!