Pengkhianat

...Happy Reading...

...........

...[03. Pengkhianat]...

...----------------...

Sebuah kabar datang dari pusat penelitian sains di Callumfonia, penyebaran wabah yang melesat pesat itu bukan di karenakan radiasi dari ledakan laboratorium di Peris.

Akan tetapi, dalang yang sebenarnya adalah sebuah virus asing yang larut dalam air, dan itu semua adalah dampak dari es di Antartika yang mulai meleleh.

"Seperti yang semua orang tau Benua Antartika adalah daratan es abadi dan menjadi salah satu tempat yang memiliki misteri yang belum mampu manusia ungkapkan. Virus yang larut di air ternyata sama dengan virus yang terdapat dala bongkahan es Antartika. Maka tidak aneh jika pandemi kali ini adalah dampak dari es yang mencair di Antartika. " ujar salah satu profesor yang bekerja di pusat penelitian sains dalam wawancara.

"Mungkin beberapa orang masih ingat dengan peristiwa jatuhnya asteroid pada bulan September tahun lalu ? Menurut hasil penelitian kami, mencairnya Antartika memiliki keterkaitan yang erat dengan jatuhnya asteroid di Antartika. Tapi ini masih berupa hipotesis belaka, untuk kepastiannya kami akan terus berusaha mencari tau lebih jauh lagi."

"Kami pihak terkait dari institusi sains dunia, memberi nama virus itu sebagai virus Corenna... "

Helio belakangan ini menghabiskan waktunya untuk menonton siaran wawancara dan siaran berita ekslusif mengenai hal-hal terbaru, terkadang saat cafe tempat bekerjanya sepi ia akan kembali sibuk menonton siaran berita seakan takut ketinggalan sesuatu yang seru.

"Belakangan kau begitu lengket dengan layar handphone mu, apa yang kau tonton ?"

Helio menoleh saat seorang remaja laki-laki berdiri di sampingnya, dia rekan kerja part timenya di cafe gelato, namanya Jeremy.

"Bukan hal seru, hanya siaran terbaru tentang pandemi.."

"Ah, ya.. Itu cukup membuat penasaran sih. " ujar Jeremy. "Tapi ada yang aneh menurutku, kenapa saat wabah pertama kali muncul. Dugaan dari titik munculnya adalah ledakan lab di Peris ? Apalagi yang mengatakan hal itu adalah pihak militer.."

Helio seketika melotot. "Wuah ! Maksud mu sebuah konspirasi dan propaganda ?! Hei ini membuatku merinding ! Lihat ! Lihat bulu tanganku berdiri !" pekik Helio dengan wajah tak percaya.

"Mungkin saja. Aku punya firasat buruk tentang ini.." Gumam Jeremy sambil memicingkan matanya.

"Apa maksud mu ? Dulu juga pernah ada kasus pandemi seperti ini.. " Ucap Helio dengan sedikit ragu.

Jeremy menghela nafas begitu panjang. "Entahlah, seringkali firasatku tak pernah bohong. Anggap saja seperti insting hewan liar." Tukas Jeremy.

Helio mengangguk-angguk setuju, memang benar jika di banding pandemi yang pernah terjadi di masa lalu korban jiwa tak pernah sebanyak ini.

Diperkirakan korban saat ini tiga kali lipat dari korban pada pandemi flu Spanil, yang di gadang-gadang sebagai pandemi mematikan sepanjang sejarah.

.........

Dung

Dung

Dung

Suasana di luar begitu berisik, Helio menatap jam dindingnya dan merasa heran. Keributan macam apa di jam 1 dini hari seperti ini.

"Hel ! Helio ! Cepat buka pintu !"

Helio mengerang kesal, siapa orang yang memukul-mukul pintu rumah orang lain di jam seperti ini.

Ceklek

"Ayo cepat kemasi barangmu ! Kita harus segera evakuasi !" seru orang di depan pintu dengan suara hati hati.

"Heh ? Kenapa ?" Tanya Helio dengan kebingungan.

"Aish, cepat bodoh ! Wilayah ini akan di hancurkan !" pekiknya dengan panik.

Seketika kesadaran Helio seperti kembali dengan paksa, ia langsung melotot horor mendengar kabar mengerikan itu.

Plak !

Suara tamparan yang renyah membuat kedua pemuda itu saling bertatapan.

"Kau sedang apa bodoh ?!" teriak pemuda itu.

"Aku mencoba bangun dari mimpi ! Tapi sepertinya ini bukan mimpi, bagaimana ini Loy ?!" pekik Helio dengan nyaring.

Tanpa basa-basi Loyd langsung masuk dan mengemas barang-barang yang dir asa penting dan berharga milik Helio, sedangkan si tuan rumah masih mencoba mencerna keadaan.

Loyd menyeret Helio menuju mobil pick up yang di bawanya, dalam keadaan linglung itu Loyd menceritakan garis besar keadaan saat ini.

Pihak institusi sains dan NAYA berkhianat, mereka melakukan transaksi rahasia berupa vaksin Anti virus dari Corenna.

Ameurasia memonopoli Anti virus itu dan hanya menjualnya pada bangsanya sendiri, bahkan orang-orang asia dan kulit hitam yang tinggal di sana di bunuh secara terang-terangan.

Ameurasia sebagai negara super power dan Elgar Jonh sebagai kepala negaranya, mereka begitu tamak dan menginginkan kekuasaan absolut atas benua-benua lain. Jika dalam kondisi normal, Elgar tak memiliki keberanian untuk menginvasi benua Eurasia dan Laurasia yang entah bagaimana menjadi negara dengan zona merah terbanyak.

Saat ini negara-negara kuat di Eurasia dan Laurasia tidak memiliki cukup waktu untuk mengkoordinir militer, mereka terlalu kelimpungan dengan masalah wabah yang tak kunjung mereda.

Apalagi kabar bahwa institusi yang berjanji mengembangkan anti virus justru membelot dan mendukung tindakan penyelewengan yang dilakukan Ameurasia. Bahkan Russein dan Korau Utara yang terkenal dengan angkatan militernya pun tak bisa sembarangan melakukan tindakan, mereka mengambil jalan yang salah untuk saling percaya, sedari awal sifat manusia bisa berubah dengan mudah.

Elgar meluncurkan rudal-rudalnya dan mencoba mengambil alih, dalam invasi Ameurasia ini lebih dari 500 juta orang tewas di Laurasia dan Eurasia.

Dalam perjalanan menuju tempat evakuasi pun, Helio bisa melihat rudal-rudal yang di luncurkan di langit.

"Apakah ini yang namanya hujan rudal ? Tak ku sangka di umur segini aku bisa melihatnya.." celetuk Helio.

...----------------...

*Russein : Rusia

*Korau Utara : Korea Utara

...----------------...

Matahari sudah tinggi saat Loyd dan Helio tiba di sebuah tempat luas yang di sebut barak evakuasi, tempat itu sudah penuh dengan orang-orang dan di jaga oleh para prajurit militer bersenjata.

"Loy, aku masih belum mengerti. Kenapa kita tiba-tiba ada di tempat seperti ini ?" ucap Helio dengan lesu.

Loyd memindai keadaan sekitar sambil menyesap kopi hitam. "Aku juga tidak tau. Tapi yang jelas kita sedang tidak baik-baik saja. Jika wabah tidak segera reda dan anti virus tidak juga di distribusikan, maka persentase kita hidup tidak lebih dari 50 persen."

Helio menghela nafas dengan begitu frustasi, rasanya ia benar-benar ingin menangis saja.

"Dasar manusia sampah ! Memangnya untuk apa sih menguasai dunia, apa untungnya sialan ! Mati sana dasar brengsek !" pekik Helio sambil menjambak rambutnya.

"Hah, kau ini. Orang seperti mu yang tak memiliki hasrat tidak akan mengerti. " celetuk Loyd dengan mata memicing sinis.

"Tapi apa yang di lakukan PDD ? Bukankah tindakan Ameurasia terlalu anarkis ?! Harusnya dia mendapat peringatan keras, kita harus buat petisi ?" seru Helio dengan serius.

Loyd mendecih sinis mendengar ucapan Helio. "Tak ada gunanya.. "

Helio terdiam seketika mendengar ucapan Loyd, perlahan otaknya memutar dengan keras. Menggabungkan satu informasi ke informasi lainnya, menarik kesimpulan yang paling masuk akal.

"Kondisi saat ini sudah jauh lebih buruk dari sekedar perang, tidak seperti info yang di siarkan di berita. Skala wabah Corenna ini benar-benar tak masuk akal, kau sudah mengecek jumlah korban mati dari infeksinya hari ini ? " tanya Loyd saat melihat Helio hanya duduk dengan kening berkerut.

"Korban jiwa sudah mencapai 840 juta orang, dan itu terus bertambah setiap jamnya. "

Helio terhenyak dengan fakta yang di berikan Loyd, ini bahkan belum 1 tahun semenjak wabah menyebar. Tapi sudah ada banyak peristiwa mengerikan yang terjadi, dari jatuhnya asteroid, lab ilegal yang meledak di Peris, benua Antartika yang mulai meleleh juga invasi yang tiba-tiba di lakukan Ameurasia.

"Untuk saat ini kita harus berusaha untuk bertahan hidup, tanah air kita telah menjadi medan perang.."

.........

PS.

Picture by Pinterest

Cast : Loyd

Cast : Jeremy

Terpopuler

Comments

worcrets

worcrets

plak😂

2024-01-07

0

worcrets

worcrets

renyah betul/Scare/

2024-01-07

0

worcrets

worcrets

kirain Corona😂

2024-01-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!