...Happy Reading...
.........
...[04. Sekte Sesat]...
...----------------...
Asap hitam mengepul memenuhi udara, nyala api pada puing-puing bangunan yang hancur beradu dengan jingganya lembayung senja.
Suara tangis ketakutan, raungan penuh kesakitan dan rintihan pilu di ujung sekarat, adalah lagu penghantar tidur bagi orang-orang yang selamat.
10 bulan berlalu setelah wabah pertama kali menyebar, puluhan negara di benua Laurasia hancur lebur begitu pula Eurasia.
*Chiuni, Korau Utara, Russein, Araz Sauda dan Meesik selaku negara yang masih mampu bertahan dalam gempuran hujan rudal Ameurasia mengumumkan untuk membentuk sebuah Aliansi.
*Nama negara.
Meski pada awalnya negara-negara kuat itu saling mencurigai, setelah Perwakilan dari institusi penelitian sains di Callumfonia melakukan pengkhianatan.
Jangan tanya PDD. Saat ini organisasi raksasa dan adi kuasa itu lumpuh total.
Sejak rapat darurat dan penandatanganan surat perjanjian Aliansi, pihak militer dari setiap negara yang masih bertahan melakukan evakuasi setiap harinya.
Ada total 15 shelter darurat untuk saat ini, tersebar di benua Laurasia dan benua Eurasia. Menurut perjanjian Aliansi orang-orang yang di evakuasi akan di angkut menuju negara Meesik, karena di sana mereka akan membuat shelter besar di gurun Sajara.
Mungkin agak sedikit mencengangkan, kenapa lokasi shelter itu di gurun tandus bukannya di tempat yang subur dan dekat sumber daya.
Semua di dasarkan pada perkiraan, saat ini Ameurasia membombardir dengan mesiu dan rudal yang mana itu akan menghancurkan segalanya baik ekosistem atau kesuburan tanah. Jadi semua akan sama saja pada akhirnya.
...----------------...
"Bagaimana jalannya evakuasi hari ini?" tanya Mayor Dante pada ketua regu prajurit yang melakukan evakuasi.
"Hari ini evakuasi sedikit tersendat Mayor, ada sebuah kelompok yang tidak mau di evakuasi. Bahkan mereka tidak segan melakukan kekerasan pada tim evakuasi. Menurut laporan yang baru saja masuk, belakangan banyak kelompok aneh muncul yang membuat resah."
Mayor Dante memijat keningnya yang tiba-tiba berdenyut linu, rumor mengenai kelompok aliran sesat itu memang benar ternyata.
"Apa yang kelompok itu lakukan ? Apa mereka masih tetap tinggal di kawasan itu atau mengevakuasi sendiri ?"
Ketua regu Evakuasi menghela nafas frustasi. "Itulah masalahnya Mayor ! Kelompok itu melakukan kegiatan yang mencurigakan, mereka menghasut orang lain untuk ikut bergabung. Dan itu bukan hanya satu kelompok, menurut informasi dari regu lain mereka juga menemuinya, ada lebih dari 5 kelompok menurut perkiraan."
"Terus lakukan evakuasi, dan bekerja lebih keras lagi. Bukan untuk kita saja, tapi untuk semua orang. Demi kemanusiaan.." ucap Mayor Dante dengan helaan nafas lelah.
Namun berbeda dengan sorot mata beliau, ke dua bola mata itu justru berkilat tajam penuh ambisi.
...----------------...
Saat orang-orang sibuk menyelamatkan diri, ada seorang pria paruh baya yang justru duduk terpekur di tanah.
Seusai tanah bergetar di barengi ledakan yang memekakkan telinga, bangunan-bangunan yang pada awalnya kokoh telah hancur.
Salah satu negara dengan tingkat kehancuran yang parah, Wiella ibu kita dari Auztra.
Bapak tua itu hanya duduk dan menatap kosong pada bangunan yang kini sudah rata dengan tanah, di pangkuannya sepotong kain berlumur darah di dekapnya dengan erat.
Ah, ternyata itu adalah potongan tubuh dari anaknya yang baru berusia 6 tahun.
"Tak apa. Semua sudah takdir dari Tuhan. Aku juga kehilangan cucu perempuan dan anak laki-laki ku. Aku mengerti perasaan mu." ucap seorang pria tua dengan prihatin.
Kakek tua itu mengusap-usap punggung pria itu yang kini tergugu memeluk sepotong lengan mungil sang anak, raungan kehilangannya yang menggema begitu pilu.
Setelah ia kehilangan istrinya yang terinfeksi virus, sekarang ia pun harus kehilangan buah hatinya dengan cara yang keji.
"Ayo, kau harus kuat."
Kakek tua itu membantu pria itu untuk berdiri, dengan langkah yang terseok-seok kedua laki-laki beda usia itu berjalan beriringan. Membantu satu sama lain..
"Di saat sedang dalam kesulitan seperti ini kita harus bersatu. Dari pada mengandalkan pemerintah yang justru jelas-jelas tak peduli pada kita, maka dari itu kita harus saling menopang !" ujar kakek itu dengan menggebu-gebu.
Pria tua itu tak menjawab, pandangan matanya begitu linglung. Ia hanya mengangguk dan sesekali mengusap kedua pipinya yang basah.
"Aku tau tempat yang bisa menolong kita, orang-orang yang sudah kehilangan seperti kita berkumpul di sana."
Kakek tua itu terus bercerita di sepanjang jalan kaki mereka melangkah, cukup jauh hingga mereka akhirnya tiba dengan susah payah di sebuah jalanan kota besar yang tela hancur.
Pada pukul 7 malam tepat, sebuah mobil jep hitam mendekat ke arah mereka berdua.
Si kakek yang melihat mobil itu mendekat dan terlihat seperti berbincang-bincang sebentar, sebelum akhirnya memanggil pria malang itu yang masih terus mendekap sepotong tangan anaknya.
Mobil jep itu kembali melaju dengan cepat, membawa ke dua orang tadi menuju ke suatu tempat yang aneh.
...----------------...
"Saat ini, detik ini kita adalah orang-orang terpilih yang lolos dalam seleksi Tuhan !" Teriak seorang pria dengan tangan yang menengadah ke atas.
Tepat di depannya ada puluhan orang yang duduk berlutut dengan tangan yang ikut menengadah ke atas, laki-laki, perempuan, tua maupun muda.
"Bersabarlah ! Saat waktu itu tiba kita akan menjadi hamba suci di atas neraka kotor ini ! Kita akan pergi menuju EDEN!"
"Eden !"
"Eden !"
Teriakan pria misterius itu di sambut penuh suka cita, sembari mensorakkan kata EDEN dengan lantang.
"Kita adalah Angellacth ! Utusan langsung dari Tuhan untuk menuntun manusia yang dzolim dan kikir !"
"Angellacth !"
"Angellacth !"
Tuk
Seorang pria menatap jemaat dari sekte aliran yang di yakini sesat itu dengan mata melotot horor, tangannya yang senantiasa memeluk potongan lengan anaknya semakin erat mendekapnya di dadanya.
Kakinya secara tak sadar melangkah mundur, hingga punggungnya menabrak tembok di belakangnya.
Matanya melirik sosok kakek yang tadi membawanya, terlihat kakek tua itu mengangkat tangannya dan ikut bersorak.
'Apa-apaan ini ! Meskipun aku berada pada keputusasaan tiada ujung, aku tidak pernah berpikir untuk menjadi anggota kelompok sesat seperti ini..'
Pria itu melihat sekeliling tempat itu, memperhatikan orang-orang di sana.
Dalam kondisi gelap gulita di sertai oleh sorakan yang menggema, pria itu menyelinap dari dari sarang sesat itu. Kakinya bergerak dengan cepat menuruni tangga, ini adalah gedung apartemen yang gagal di bangun dan di tinggalkan, tak sangka justru malah di buat sebagai markas dari aliran sesat.
Untuk beberapa saat pria itu memang sempat hilang kewarasan saat melihat tubuh anaknya hancur, dan terombang-ambing dalam kesedihan.
Namun saat mendengar teriakan dan sorakan tak masuk akal itu, kewarasannya kembali. Seperti di ingatkan bahwa itu bukanlah tempat yang bisa membuatnya tetap hidup, instingnya menyuruhnya untuk cepat menjauh.
Pria itu tau tak akan ada akhir yang menyenangkan jika terlibat dengan kelompok seperti itu, meski dunia hancur sekalipun.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments