Perubahan Misi

...Happy Reading...

...----------------...

...[10. MacGuffin Vs Militer ]...

...----------------...

Dor !

Dor !

Dor !

Duarr !

Duarr !

Tanah seketika bergetar, bunyi ledakan dan baku tembak terdengar dari kejauhan.

"Cepat pergi !" Seru James dengan panik sambil mendorong tubuh Loyd dan Helio untuk segera menjauh.

Api menyala di kejauhan, dengan asap hitam yang membumbung tinggi. Namun, bukanya segera berlari menuju campervan ia justru menarik Helio untuk memapah pria itu dan membawanya ke mobil.

"Apa yang kalian lakukan, cepat pergi.." Ucap bapak itu dengan menahan tangis saat ke dua tangannya di papah oleh kedua pemuda itu.

"Kami tidak bisa meninggalkan anda begitu saja." Ujar Loyd.

"Kak cepat !" Seru Adellia dari kejauhan, gadis itu dengan sigap membuka pintu campervan.

Richard berlari ke arah mereka bertiga dan menggantikan posisi Loyd untuk memapah James, sedang Loyd masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mesin.

"Tak ada untungnya kalian membawaku, seharusnya kalian pergi saja dan biarkan aku di sini.." Ucap James dengan sedih.

"Sayangnya kami masih memiliki hati nurani." celetuk Helio.

James menangis tergugu di bangku belakang, ia tak menyangka dirinya masih memiliki harapan untuk hidup.

"Syukurlah kita memiliki P3K.. " Ucap Richard dengan lega.

Richard langsung melakukan pertolongan pertama pada James, membersihkan lukanya dan mulai membalutnya dengan perban.

"Sepertinya bapak terkena peluru ? Tapi untungnya ini tidak sampai mengenai tulang, ini sakit jadi tolong di tahan ya."

Richard dengan telaten mengurus luka tembak di paha James, tangannya begitu cekatan mengorek peluru yang bersarang di sana.

"Wah, kau jago mengobati luka ternyata." Ucap Helio.

"Aku hanya sempat belajar dasar-dasar nya saat sekolah dulu.."

"Tapi tadi itu apa ? Apakah kita di serang lagi.." Tanya Adellia.

Loyd mengangguk. "Sepertinya itu tentara musuh yang melakukan pencarian, Amerika sepertinya ingin memusnahkan seluruh manusia selain bangsanya sendiri."

"Jika tak salah di sana ada base dari kelompok sesat MacGuffin, mereka sama kejinya dengan Angellacth.. Bahkan mungkin lebih.." Ucap James.

"Astaga kenapa manusia itu serakah sekali, bahkan sepertinya iblis pun kalah dengannya." Gumam Helio.

"Raja iblis pasti malu karena nyatanya Elgar lebih iblis dari bangsa mereka." Celetuk Adellia menimpali ucapan Helio.

"Untunglah kita memiliki kesempatan kabur tanpa takut di kejar. Sepertinya mereka terlibat baku tembak." Ucapan Loyd sepertinya benar.

Karena jauh di belakang mereka, tentara Ameurasia yang mendapat tugas untuk melakukan perburuan manusia bertemu dengan MacGuffin. Kedua kelompok itu memiliki misi yang sama, yaitu membunuh.

Jika Angellacth berisi orang-orang dengan keyakinan membunuh akan membawa mereka ke EDEN, maka MacGuffin adalah kelompok yang berisi orang-orang yang membunuh sesama manusia untuk kesenangan hasrat mereka.

Loyd membawa mobil sesuai arahan James, mereka bergerak menjauhi suara keributan tadi ke arah selatan.

Di saat mobil compervan semakin menjauh dari tempat keributan itu, tak lama sebuah mobil truk yang mengangkut puluhan tentara tiba.

Tapi bukannya membantu anggota tentara yang terlibat baku tembak dengan MacGuffin, mereka justru berseru untuk mundur.

"MUNDUR ! ADA PERUBAHAN PERINTAH DARI ATAS !"

Sontak seruan itu membuat kedua kubu merasa kaget, namun pasukan tentara itu pun dengan hati-hati bergerak mundur dan pergi.

...----------------...

"Kita mendapat perintah dari menteri pertahanan dan militer. Operasi perburuan bangsa barat resmi di tutup, mulai hari ini regu yang tersebar di perintahkan untuk mundur."

"Apa yang terjadi ?"

"Entahlah.. "

"Ini perintah tiba-tiba langsung dari pak menteri."

Barak militer langsung berisik, para prajurit itu menduga-duga apa yang terjadi dengan perintah baru itu, apalagi itu langsung dari menteri pertahanan.

...----------------...

"Sial, nasib kita sedang buruk. Bisa-bisanya bertemu dengan para tentara gila.."

"Berapa orang anggota kita yang mati ?"

"Hampir setengahnya.."

MacGuffin. Daripada di kenal sebagai sekte sesat, kelompok ini justru lebih cocok di sebut organisasi kriminal.

Berbeda dengan sekte sesat yang melakukan tindakan keji dengan kedok agama, MacGuffin justru melakukannya hanya karena keinginan sesaat aja.

Mereka tidak melakukan cuci otak atau menyebarkan ajaran yang aneh, tidak juga mencoba untuk merekrut anggota.

Itu semua karena pada dasarnya orang-orang yang berkumpul di MacGuffin adalah para pelaku kriminal, entah itu pembunuh, perampok, preman pasar atau bahkan mafia.

Mereka berkumpul hanya karena merasa memiliki latar belakang yang sama.

Itu juga alasan lain mengapa MacGuffin bisa terlibat adu tembak dengan tentara, mereka mempunyai seorang anggota yang dulunya adalah seorang pemasok senjata ilegal. Ia memiliki basecamp di gunung yang di gunakan untuk menyimpan senjata-senjata ilegal itu, sebelum akhirnya di kirim kepala klien.

"Kita bakal kena hajar ketua nih.."

"Target kita hilang, padahal kita sudah susah payah mencarinya."

"Sebagai ketua kau yang harus melapor.."

"Hah.. mampus.. "

Dari sekitar 20 orang anggota, hanya 2 orang yang kembali. Kini dua orang itu sedang berjalan dengan santai menuju ke base mereka, tempat yang tidak akan disangka siapapun. Gorong-gorong kota Wiella.

Wiella adalah ibu kota besar dan terkenal dengan kotanya yang cantik, namun dulu sekali pernah ada satu kasus mengerikan yang terjadi di Wiella yang membuatnya memiliki gorong-gorong super besar di bawah kota.

Kejadian ini begitu terkenal di seluruh dunia, terjadi saat musim dingin dan sungai Vlatava membeku dan saat musim semi tiba seperti bom yang meledak. Bawah yang di kenal sebagai Kolera menyebar dan menewaskan lebih dari setengah warga Wiella.

Itu semua bermula karena pada zaman itu, orang-orang di Wiella lebih memilih membuang kotorannya di sungai Vlatava dari pada membangun sebuah toilet umum.

Akibatnya kotoran dari orang-orang itu mengendap di dasar sungai dan ikut membeku pada musim dingin, lalu pada musim semi kotoran itu kembali memuai dan bakteri dan feses yang harusnya sudah hanyut ke hilir malah menjadi bencana.

Kembali lagi pada dua bawahan yang gagal dengan misinya itu, mereka sudah bersiap-siap membenturkan kepalanya ke lantai gorong-gorong. Namun..

"Melapor apa?"

Ke dua orang itu langsung terperanjat kaget, baru kali ini bosnya itu bertanya dengan nada yang sedikit ramah.

"Bos ?!" pekik keduanya bersamaan.

"Ampun bos ! Kami kehilangan buruan, ini bukan salah kami. Kami di hadang tentara.."

"Sudahlah, aku tau.."

Orang yang panggil bos itu melenggang begitu saja meninggalkan ke dua orang bawahannya yang terkejut dengan respon tenang bosnya, karena biasanya bosnya itu tidak akan pandang bulu jika misinya gagal.

Pada awal bosnya memberi perintah pun, mereka bertanya-tanya tentang siapa orang yang di cari bosnya ini.

Tapi bosnya hanya mengatakan untuk mencarinya dan saat sudah ketemu, awasi dan jangan sampai mereka tau jika sedang di awasi.

"Mereka bergerak ke selatan, kirim regu baru dan awasi. Jangan melakukan tindakan di luar perintah."

...----------------...

"Sepertinya rubah licik itu menyadari kesalahannya. Ini sama seperti saat itu.."

....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!