...Happy Reading...
......................
...[11. 374]...
...----------------...
"Rubah licik itu harusnya mulai menyadari ke mana dia harus berpihak, tapi ini terlalu cepat dari perkiraan.." Gumam seorang pria yang bermonolog dalam ruangan sunyi dan hanya di temani cahaya remang-remang.
"Semoga kali ini akan berbeda.."
Pria itu berucap sambil menatap sebuah Poto lama dimana dirinya bersama temannya yang polos dan terlalu baik, jemarinya mengusap bingkai kaca yang melindungi Poto itu sambil bibirnya menyesap rokok dalam-dalam.
"Tapi sebelum itu ada banyak hal yang mesti ku lakukan, untuk para bajingan tak tau malu itu."
Siapakah pria misterius itu..
...----------------...
William Hottma selaku menteri pertahanan dan militer Ameurasia melakukan pembelotan, dan membentuk sebuah kelompok rahasia yang di beri nama 374.
kelompok ini di bentuk setelah ia menyaksikan bahwa selama ini ia berada pada sisi yang salah, tak seharusnya ia membuang hati nuraninya hanya untuk sekedar kekuasaan yang tak kekal.
Perintah tentang perburuan manusia yang di awasi sendiri oleh Elgar, tanpa pemberitahuan dulu sebelumnya membuat Hottma jelas terkejut.
Sejak awal dirinya pun merasa aneh, dengan tingkah Elgar yang terus mendesak untuk melakukan invasi. Terlepas pada fakta senjata biologis yang bocor dan menyebabkan bencana.
Elgar bahkan telah melanggar peraturan dengan menyerang warga sipil dan menghancurkan fasilitas kesehatan.
Saat ini atas perintah langsungnya, ia meminta seluruh pasukan yang tersebar di seluruh Eurasia untuk kembali. Misi perburuan bangsa Eurasia adalah misi yang invalid.
Lalu karena keputusannya itu, menteri pertahanan dan kepala negara Ameurasia terlibat perang dingin.
Sejak awal Hottma kurang setuju dengan Elgar tentang ide nya yang mengatakan hanya bangsa Ameurasia saja yang harusnya berkuasa di dunia, menurutnya pribadi Elgar juga tidak terlalu cocok menjabat sebagai kepala negara. Ia terlalu ambisius dan terobsesi untuk terus berkuasa. Dan saat dunia mulai kacau karena musibah asteroid yang jatuh, Elgar mengambil langkah untuk obsesinya.
Mengesampingkan inti dari perintahnya, ia benar-benar menjadi tiran di era modern ini.
...----------------...
Para Mayor yang menjadi ketua setiap regu pasukan menerima panggilan misi baru, mereka semua di tarik kembali ke pangkalan militer dan di beri perintah baru yang di sampaikan oleh Jenderal bintang enam sebagai wakil dari menteri Pertahanan dan Militer.
Namun di luar dugaan, perintah pemberhentian misi ini justru di sambut dengan gembira oleh para prajurit militer.
Bahkan saking bahagianya ada seorang pria yang sampai bersujud dan menangis sambil tertawa.
"Aku benar-benar ingin berhenti dari misi.."
"Sebenarnya apa tujuan dari invasi ini ?"
"Kau tau berapa banyak nyawa manusia yang tak bersalah mati di tanganku ?!"
"Terima kasih, aku hampir gila jika terus melakukan misi ini.."
"Aku tidak bisa tidur dengan tenang karena merasa bersalah.."
Begitulah ratapan para anggota tentara yang merasa muak dengan misi kali ini, tapi meski begitu tak sedikit tentara yang menyayangkan hal itu juga. Mereka beranggapan jika ini kesempatan yang baik untuk mencaplok dua benua sekaligus dalam satu gerakan.
Angkatan bersenjata Ameurasia pun terbelah menjadi dua kubu pada akhirnya, entah itu angkatan darat maupun udara. Meski tak terlalu mencolok sikap mereka jelas berbeda.
Hottma yang menyadari sebagian anggota militer memihak Elgar mencari solusi lain, ini masalah loyalitas. Ia tak bisa begitu saja mempercayai mereka meskipun semua berada di bawah otoritasnya, karena seringkali terjadi pembelotan. Seperti halnya dirinya.
Maka tanpa sepengetahuan Kepala negara dan dewan negara, Hottma membentuk kelompok ilegal tanpa prosedur yang resmi.
Regu militer itu berisi orang-orang yang ia percayai dan jelas lebih mementingkan nuraninya, dan yang paling penting semua orang yang sudah merasa muak dengan kediktatoran Elgar yang semena-mena.
Regu 374.
Misi pertama dari regu ini adalah untuk mengawasi jika ada pergerakan militer yang di bergerak atas perintah Elgar, karena Hottma jelas tau Elgar akan melakukan segala cara untuk obsesinya termasuk melakukan perintah tanpa meminta persetujuan dan pertimbangan dewan negara.
...----------------...
Setelah pembentuk regu ilegal yang di komandoi oleh Hottma, benar saja Elgar membuat pergerakan secara diam-diam.
Elgar melakukan kunjungan ke beberapa barak militer baik itu angkatan darat maupun angkatan udara, ia terlibat percakapan yang sepertinya lumayan rumit dengan beberapa petinggi militer.
Dan hasilnya serangan perburuan orang-orang barat macet total, karena saat mereka beraksi regu 374 membututi mereka dan menggagalkannya.
Sudah lebih dari 6 lokasi pangkalan militer Ameurasia di Eurasia yang di ambil alih, semua tawanan yang adalah orang-orang Eurasia di bebaskan dan di kirim ke shelter darurat di Russien dan Chinui.
Ketua regu 374 juga sempat mendatangi kepala negara Russien dan mengajukan kerjasama menguntungkan, ingat pepatah musuh dari musuhmu adalah sekutumu.
"Kami membawa sebuah perintah yang di berikan langsung oleh Williams Hottma selaku menteri pertahanan dan militer Ameurasia, kami sebagai pihak militer angkatan darat dan laut menentang tindakan Elgar yang sudah di luar batas. Jadi untuk itu kami ingin mengajukan kerjasama untuk melakukan perlawan balik pada anggota militer kami yang telah membelot dan kehilangan hati nurani mereka." Ucap Jenderal Welson dengan tegas dan penuh wibawa.
Pudhot selaku pemimpin negara Russien dan menjadi salah satu negara yang belum tergoyahkan, setelah terjadinya invasi besar-besar yang dilakukan Ameurasia mewakili seluruh negara yang telah hancur dan jutaan manusia yang telah gugur.
"Aku tidak bisa mengusir begitu saja orang yang sudah membantu mengantarkan saudara kami ke sini." Ucap Pudhot.
Pada awalnya ia menolak keras kedatangan regu 374 itu, namun saat melihat ada ratusan orang barat yang menjadi tawanan dari misi perburuan dan pemusnahan orang barat, Pudhot melunak dan mencoba mendengarkan apa yang hendak mereka sampaikan.
"Pada akhirnya mereka justru malah perang dengan bangsanya sendiri. Plot twist macam apa ini.." Gumam Phudot tak habis pikir.
Sebenarnya ada satu lagi alasan mengapa ia menerima ajakan kerjasama itu, selain mengantarkan para tawanan regu 374 juga memberikan sebuah sampel vaksin yang selama ini mereka kembangkan setelah inside pengkhianatan kapan hari itu.
"Kami minta maaf atas kejadian tragis itu, kami tidak akan mencari pembelaan apapun karena pada dasarnya kami maupun mereka sama-sama melakukan hal keji."
Pudhot yang melihat kesungguhan itu, mencoba menghargainya dengan menerima kerjasama yang menguntungkan ini.
Regu 374 yang beranggotakan 1000 orang akan bertanggung jawab untuk serangan yang dilancarkan Ameurasia, mereka bersedia menjadi tank saat tentara persatuan Eurasia dan Laurasia melakukan bertugas untuk mengamankan para tawanan dan evakuasi korban perang.
Dengan cara itu di harapkan dapat meminimalisir dampak jatuhnya korban jiwa.
Mulai saat ini pada tanggal 13 Februari 2020, Regu 734 sebagai wakil dari Hottma resmi menjalin kerjasama bersama aliansi Eurasia dan Laurasia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments