...Happy Reading...
......................
...[12. Kota Pembantaian]...
...----------------...
Bratislava. Pada akhirnya Helio bersama yang lainnya bergerak menjauh dari tujuan awal perjalanan ini, mereka seharusnya bergerak ke arah Utara dan tiba di kota Melk atau Linz. Akan tetapi karena suatu insiden mereka justru terdampar di Bratislava.
Loyd dan Helio mengemudi secara bergantian, mereka akan berhenti saat malam untuk tidur dan kembali bergerak saat pagi.
Untunglah mobil yang mereka gunakan adalah compervan, itu lebih nyaman di gunakan untuk hal seperti itu di banding mobil biasa.
James anggota baru dari mereka sudah seperti sosok ayah bagi ke empat anak muda itu, dan syukurlah James tidak merasa canggung saat bersama mereka karena perbedaan usianya. Justru ia begitu senang, khususnya untuk Adellia.
Sebelumnya James memiliki seorang putri kecil berusia 5 tahun, tapi tewas karena serangan tentara Ameurasia. Mungkin itulah kenapa ia begitu memperhatikan Adellia dan Richard yang menjadi anggota paling muda di sana.
Loyd maupun Helio tak mempermasalahkan hal itu, mereka malah sangat senang dengan perhatian James yang mengurus ke dua anak itu dengan baik.
"Anak-anak ayo makan !" Seru James.
Malam sudah tiba dan mereka memutuskan untuk membangun camp tak jauh dari sungai Donau, James sudah seperti ayah dengan empat orang anak.
"Ayo, cepat makan !" Seri Adellia dengan semangat.
"Ku pikir paman tak bisa memasak.." ucap Helio dengan ekspresi kagum melihat masakan yang di buat James.
"Ini hanya menu sederhana.." Ujar James dengan malu-malu.
"Wuah ini enak paham !" Ucap Loyd sambil mulai menyantap makanannya dengan lahap.
Helio menatap tak percaya hal itu, hal yang langka melihat Loyd makan dengan lahap karena biasanya ia akan memasukan makanan ke mulutnya dengan ogah-ogahan.
"Syukurlah paman ikut bersama kami. Aku tak tau bagaimana jika selama sisa hidupku memakan makanan instan dan kalengan." Celetuk Richard.
James tersenyum kecil, merasa terharu dengan anak-anak itu karena tindakan kecilnya begitu di hargai seperti ini, padahal ia hanya memasakkan anak-anak itu omurice.
"Makanlah yang banyak, mulai sekarang biar paman yang masak."
'Entah bagaimana anak-anak ini bertahan selama ini, melihat omurice saja sudah begitu bahagia. ' Gumam James dalam hatinya.
Sekarang sepertinya James mulai memiliki tujuan kembali, setelah sebelumnya ia begitu terguncang dan putus asa.
Melihat anak-anak itu makan dengan lahap di depannya, rasa rindunya pada putri kecilnya sedikit terobati.
Bahkan saat dia akhirnya memutuskan untuk merelakan putrinya, James menggali sebuah lubang tak jauh dari sungai Donau dan menguburkan sepotong lengan mungil yang kini sudah membusuk milik putrinya.
"Maaf ya nak, ternyata ayah belum bisa menyusul mu. Di sini ada anak-anak yang harus ayah rawat.. " Ucap James pada makam putrinya.
Sesudah mengucapkan selamat tinggal, ia meletakkan sebuah bunga liar yang tumbuh di pinggir sungai Donau di atas makam itu.
...----------------...
Pagi-pagi sekali James mencoba untuk berkeliling di sekitar, memastikan apakah masih ada manusia yang tertinggal di tempat itu.
Akan tetapi, tiba-tiba bau amis tercium tak jauh dari tempatnya berdiri.
James mencoba mencari sumber dari bau itu, ia kembali berjalan lebih jauh lagi. Namun sumber bau amis itu tak juga ia temukan, hingga pada akhirnya James memutuskan untuk kembali saja ke Camp.
"Kenapa baunya semakin menyengat.." Gumam James merasa kebingungan sendiri.
James saat ini sedang berjalan kembali ke Camp tapi menggunakan jalan memutar, ia sengaja tidak kembali dengan jalan yang sudah ia lewati tadi. Alasannya sederhana, siapa tau ada sesuatu yang ia temukan.
Dan benar saja..
"Astaga ?!" Pekik James. Saat di depannya puluhan entahlah bisa jadi ratusan.
Mayat bertumpuk dan mengeluarkan bau tak sedap, lalat dan burung pemakan bangkai terbang di atasnya juga anjing-anjing liar mengerubuti mayat-mayat itu.
Perasaan merinding merayap di punggung James, saking terkejutnya pria itu jatuh terduduk dengan mulut menganga.
Ini mengerikan !
"Aku harus segera kembali. Ini tidak baik.." Gumam James.
Dengan kaki gemetar dan jantung yang berdebar kencang, James berlari dengan sekuat tenaga ke Camp. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk ia sampai ke Camp.
Sedangkan di Camp, Loyd seperti biasa duduk di pinggir sungai dengan pancingannya. Sepertinya anak itu begitu menikmati waktunya untuk berkemah di pinggir sungai seperti ini.
Helio kembali tidur dengan Adellia di kamar yang tersedia di mobil. Sedang Richard, anak itu sedang membereskan peralatan berkemah mereka.
Semua memasang wajah bingung kecuali Helio dan Adellia tentunya karena sedang tidur, Loyd dan Richard menatap penuh tanya pada kedatangan James yang tiba dengan begitu panik.
"Loyd, kita harus segera berkemas.." Ucap James dengan susah payah.
Keringat bercucuran dan nafasnya memburu, Richard menarik tangan James untuk duduk di bangku kayu dan memberinya segelas air.
Baru setelah sedikit tenang, Loyd bertanya..
"Ada apa ? "
James menghela nafas lelah. "Kita harus cepat pergi dari sini ! Aku tidak yakin, tapi yang jelas saat aku sedang berkeliling aku menemukan setumpuk mayat yang letaknya sedikit jauh dari sini."
"Mayat ? "
"Iya, dan aku yakin mereka tidak mati karena infeksi lebih seperti luka dari benda tajam. Darah segar masih belum kering di sana, baunya sangat amis. Kondisi tubuh mereka juga belum mengalami pembusukan." Ucap James dengan wajah pucat.
"Dan yang lebih mengerikan, mayat itu kebanyakan anak-anak kecil.."
James mengucapkan kata terakhir dengan nada sangat menyayat, ia mengingat bagaimana putrinya tewas saat melihat mayat-mayat mengenaskan itu.
"Benar, kita tidak tau siapa yang sudah membuat mereka seperti itu. Kak Loyd, kemana tujuan selanjutnya ?" Tanya Richard.
"Tujuan utama kita Switzerland, tapi karena ada insiden kemarin kita malah bergerak ke arah yang berlawanan dari tujuan kita. Mungkin ini akan menjadi perjalanan lumayan panjang.. Kita mulai bergerak sekarang." Ucap Loyd.
Mereka pun membereskan semua barang-barang dan langsung tancap gas.
Sedangkan tak jauh dari tempat Loyd dan yang lainnya bermalam, di atas sebuah gedung tanpa mereka sadari mereka tengah di awasi.
"Mereka bergerak !" Seru seorang pria yang memakai masker dan menenteng senjata api.
"Biarkan saja dan ikuti dengan hati-hati jangan sampai ketahuan, seperti kata bos.."
"Lalu apa yang harus kita lakukan pada orang-orang ini ?"
Tunjuk pria itu pada sekumpulan orang-orang yang terikat dan di sumpal mulutnya.
"Bereskan."
Ketua Regu yang memimpin misi pengintaian dari organisasi MacGuffin, merasa tak perlu membiarkan manusia-manusia yang lebih buruk dari hewan itu untuk terus hidup.
"Meski diriku sendiri jauh dari kata tidak berdosa, setidaknya aku tidak akan membunuh anak-anak dan perempuan hanya untuk alasan tak jelas macam itu."
"Benar juga, kita ini organisasi kriminal bukan aliran sesat !" Timpal seorang pria yang duduk di sudut ruangan.
Agaknya pria itu sedikit kesal, saat MacGuffin di kenal dengan sebutan sekte sesat seperti selama ini orang bilang.
"Atur satu regu untuk tinggal di sini dan bereskan semua antek-antek Angellacth, sisanya ikut dengan ku melanjutkan misi."
Tak perlu membuang-buang waktu lagi dengan omong kosong, mereka pun bergerak sesuai perintah.
...----------------...
2 hari kemudian tak jauh dari tempat James menemukan tumpukan mayat, sebuah regu militer dengan senjata lengkap tiba dan di buat terkejut.
Pasalnya tempat itu sudah seperti tempat jagal..
"Apa yang sudah terjadi di sini ?!" seru kapten dari regu 374 dengan wajah tercengang.
Tumpukan mayat di pusat kota Bratislava terlihat seperti sebuah diorama panggung teather, begitu tidak nyata tapi mampu membuat bulu kuduk merinding.
Satu minggu yang lalu markas mereka menerima laporan dari tim pengintai, yang mengatakan bahwa salah satu sekte sesat terbesar saat ini bermarkas di Bratislava. Berbekal info itu mereka bergerak ketempat itu untuk melakukan penyergapan.
Akan tetapi, saat tiba mereka justru di suguhi pemandangan luar biasa. Puluhan anggota Angellacth di kota itu tergantung di atas tumpukan mayat-mayat tawanan yang sudah mereka bunuh.
"Lapor ! Tim Alpha sudah tiba di Bratislava. Orang-orang yang menjadi sandra dari sekte sesat Angellacth sebagain sudah tewas dan sisanya sudah dalam perlindungan dan akan segera di pindahkan ke shelter terdekat. Tapi Komandan.."
Prajurit militer yang menyampaikan laporan itu sedikit ragu.
"Ada apa ?"
"Itu, anggota Angellacth tewas tergantung di atas tumpukan mayat yang sebelumnya mereka bunuh. Dari luka di tubuh mereka itu bukan seperti bunuh diri, tapi lebih ke mendapat penyiksaan hingga mati sebelum akhirnya mereka di gantung."
"Terus cari tau. Ini sedikit janggal. Kita tidak bisa melepaskan adanya kemungkinan ada kelompok aneh lainnya yang muncul."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments