Elang Berbulu Baja

...Happy Reading...

......................

...[17. Elang berbulu Baja]...

...----------------...

Ada tiga jenis monster yang muncul setelah dunia jatuh, yang pertama monster darat. Monster darat meskipun buas dan kejam, manusia masih mampu melawan karena pada dasarnya mereka pernah hidup saling berdampingan dan banyaknya pengetahuan tentang mereka. Monster darat juga sering kali menjadi bahan utama eksperimen untuk menciptakan anti virus dari Corenna.

Lalu yang ke dua adalah monster air. Di antara semua jenis monster, jenis yang ke dua inilah yang paling misterius. Seperti yang kita tau, setengah dari dunia ini adalah lautan. Para ilmuan sekali pun belum mampu untuk menjelajahi seperempat dari perairan di dunia ini, jadi bukan hal yang mustahil monster yang hidup di air begitu menyeramkan dan tak bisa di tebak.

Dan terakhir adalah monster terbang, monster bersayap yang spesies awalnya adalah para unggas. Meskipun sedikit merepotkan jika di banding monster darat, monster unggas yang terbang ini tidak terlalu menakutkan seperti monster air.

Sekarang manusia yang pada awalnya saling berperang satu sama lain, tanpa menghiraukan apapun itu. Kini mulai memperhatikan sekitar, Ameurasia yang pada awalnya merasa paling berkuasa atas monopoli anti virus, kini mulai kehilangan kendalinya.

Hari demi hari hewan-hewan mulai terinfeksi, lalu berubah menjadi monster yang haus darah dan daging.

Secara bertahap manusia terus mengalami kemunduran..

......................

Dor !

Dor !

Dor !

Suara tembakan dari senjata api terdengar begitu memekakkan telinga, Loyd memberikan isyarat untuk berhenti sejenak. Beberapa meter di depan sana sepertinya terjadi bentrokan, suara jeritan dan auman monster buas beradu dengan letusan senjata api.

"Sekarang peluru semakin langka, jika bukan dari pihak militer berarti dari kelompok yang berkecibung di dunia bawah.." Ucap Loyd dengan serius.

"Kita tidak membantu mereka ?" Tanya Helio dengan cemas.

Loyd mendecakkan lidahnya, "Tidak perlu, di saat seperti ini kita tidak tau apa bisa mereka lakukan. Kita tunggu saja."

"Ayo kita harus sembunyi, suara berisik dari senjata api bisa menarik monster lain ke sini." Sahut Jeremy.

Loyd dan yang lainnya pun memasuki sebuah bangunan yang sebagian gedungnya sudah hancur, meski begitu itu cukup untuk tempat bersembunyi sementara ini.

Kwakk !

Kwakk !

Sebuah suara memekakkan telinga bergema dari kejauhan, di susul oleh suara dari derap langkah kaki yang semakin mendekat.

"Untunglah kita cepat sembunyi.." Ujar Helio sambil mengintip seekor monster yang berlari ke arah suara pekikan monster tadi.

"Astaga, monster itu terbang ?!" Pekik Adellia dengan ngeri menunjuk ke arah monster yang terbang melesat di langit.

"Itu pasti hewan yang terinfeksi dan bermutasi. Selain tubuhnya yang membesar, nafsu makannya pun pasti meningkat. " Ucap Serena.

"Kak Loyd, apakah manusia yang terinfeksi juga bisa bermutasi seperti itu.." Tanya Adellia.

Loyd mengangguk. "Tentu, bukan hanya hewan yang bisa bermutasi. Manusia pun pasti akan bermutasi.. "

Loyd memandang lekat ke arah monster buas itu dengan pikiran rumit.

......................

Aku masih ingat dengan jelas, kapan saat hewan-hewan yang mulai terinfeksi dan bermutasi terjadi. Saat ini baru tahun ke dua setelah wabah bencana di mulai, yang artinya fenomena ini masih jauh. Dan harusnya yang terjadi pada tentang waktu ini adalah, manusia yang mati karena infeksi berubah menjadi mayat hidup.

Ini jauh melenceng dari sebelumnya, bahkan lebih parah dari pada saat terakhir kali aku melakukan regresi. Apakah ini artinya setiap kali mengulang, strategi apapun yang ku buat akan terbuang sia-sia.

"Loy... Loyd ?" Panggil Helio.

Loyd seketika menoleh ke arah Helio dengan wajah bingung, Helio balik menatap wajah Loyd dengan kening berkerut.

"Dari tadi aku terus memanggil mu, sepertinya suara baku tembak sudah berhenti. Apa kita akan melihat ke sana ?" Tanya Helio.

"Kamu kenapa ? Ku lihat dari tadi kamu melamun, apa ada sesuatu ?" Tanya Serena sambil berjalan di samping Loyd.

Loyd menggelengkan kepalanya dan berucap santai, "Tidak. Bukan apa-apa.."

Rombongan kecil itu pun berjalan semakin mendekat ke arah sumber keributan tadi. Namun, tinggal beberapa puluh meter dari tempat yang di tuju, Adellia memekik ketakutan.

"Berhenti !" Ucap Adellia cukup keras. "Lihat di sana, monster itu yang tadi kita lihat bukan ! Dia sedang... Makan ?"

Semua orang sontak saja melotot terkejut, monster elang bulu baja tadi ada di depan sana. Perlahan Loyd mulai menyadari, alasan mengapa baku tembak berhenti. Monster buas itu menjadi pemenang dari pertempuran.

Elang bulu baja itu kini bukan hanya menelan mayat-mayat manusia di sana saja, tapi juga monster yang sedari awal menjadi lawan baku tembak pun tak lepas dari pandangannya. Elang bulu baja benar-benar makan besar.

"Hei, dengarkan aku... Kita akan menjauh dari sini sepelan mungkin." Ucap Loyd pelan.

Mereka pun perlahan mundur, menjauh dari tempat itu yang kini menjadi wilayah kekuasaan elang bulu baja. Tak perlu memastikan tentang apakah masih ada yang selamat, karena tentu saja mustahil. Meskipun ada pun mustahil juga mereka menyelamatkannya.

Solusi terbaik saat ini adalah, pergi sejauh mungkin dari radar monster itu.

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!