...Happy Reading...
...----------------...
...[13. Anggota Baru]...
...----------------...
Goarrrrh !
Woof !
Grrrrh..
Belakangan laporan mengenai tingkah hewan yang ganjil mulai sering berdatangan. Salah satunya laporan dari tim pengintai
Seekor anjing berjenis Doberman menggeram dan bertingkah agresif, anjing itu terus menggeram dan menggonggong dengan air liur yang menetes. Pada awalnya orang-orang mengira anjing itu terkena rabies, tapi pada saat di cek tak ada apapun yang berkaitan dengan virus anjing gila itu.
Bahkan tak sekali dua kali anjing itu menyalak dan mencoba menyerang orang yang mendekatinya.
Dalam kasus terbaru yang paling ekstrim, seekor anjing menyerang manusia tanpa alasan yang jelas, bahkan saat anjing itu di lukai dengan parah sekalipun ia tetap mencoba untuk menggigit.
Dan di atas semua itu bukan yang pertama kalinya dan bukan hanya anjing tapi kucing, burung bahkan tikus sekalipun.
...----------------...
"Hei, hei berhenti sebentar.." Ucap James pada Loyd.
"Coba perhatikan kumpulan rusa di sana." Ucapnya sambil menunjuk ke arah sekawanan rusa.
"Apa hanya aku yang merasa bahwa gerombolan rusa itu sedikit aneh ?"
Loyd menatap ke arah yang di tunjuk James sambil memicingkan matanya, berusaha melihat hal aneh apa yang ada di sana.
"Aku tak melihat ada yang aneh paman?" Sahut Adellia sambil melongokkan kepalanya ke luar jendela mobil.
"Tidak, tidak.." Gumam James dengan cemas.
"Ada yang aneh. Aku mungkin sudah tua tapi selama aku hidup, tak pernah sekalipun aku melihat rusa dengan tinggi semacam itu."
Loyd sontak tersadar dan berseru. "Benar ! Kaki rusa itu aneh. "
"Hei guys ! Ku pikir kita tidak sedang dalam waktu senggang untuk piknik melihat satwa liar. Di belakang ada gerombolan rusa aneh yang berlari.." Pekik Helio dengan panik.
'Tunggu ! ..'
'Tunggu sebentar, jangan pergi dulu !'
"Kak Loyd sepertinya ada suara orang yang berteriak.." Ucap Richard menghentikan Loyd yang hendak tancap gas.
Memang benar, sayup-sayup suara teriakan terdengar.
Richard bergerak ke belakang mobil dan membuka penutup jendela, melihat jalanan di belakang mereka yang beberapa saat lalu mereka lalui.
Memang benar ada dua sampai tiga rusa yang sangat aneh berlari, di depannya ada empat orang yang berteriak tadi.
"Adell buka pintu mobilnya, kak Loyd saat orang itu masuk langsung tancap gas !" Seru Richard.
"Tunggu sebentar ! Tolong kami ! Kami mohon.." Teriak orang yang berlari itu dengan putus asa.
Helio yang juga melihat hal itu langsung bergerak menuju pintu yang sudah terbuka dan loncat keluar mobil, tanpa berpikir apa-apa ia langsung berlari menyongsong ke empat orang itu yang ternyata perempuan.
"Helio !" Teriak Loyd marah saat Helio pergi begitu saja.
Kejadian itu begitu singkat, Loyd langsung menginjak gas sesaat ke lima orang itu berhasil masuk dan mobil pun melesat meninggalkan mahkluk abnormal itu yang semakin jauh dari pandangan.
Untuk beberapa saat suasana di dalam mobil begitu hening selain suara nafas yang memburu, tak ada yang memulai topik pembicaraan. Semua masih mencoba mencerna apa yang baru saja mereka lihat.
Hingga sebuah suara rintihan pilu terdengar memecah kesunyian.
Ternyata ada satu perempuan yang terluka cukup parah, bahkan darah yang keluar darinya sampai mengotori baju teman yang memapahnya tadi.
Richard ingat perempuan itu yang tadi di gendong oleh Helio, alasan Helio langsung berlari keluar tadi adalah karena salah satu dari mereka kesulitan untuk berlari. Saat melihat luka pada perut perempuan itu, Richard begitu terkejut, tak menunggu waktu lama ia mengecek kondisi perempuan itu.
"Astaga, bagaimana ini.." Gumam salah satu perempuan disana yang menatap kondisi temannya begitu memprihatinkan.
Di sisi lain Richard pun kebingungan, luka yang ada pada wanita itu jauh lebih parah dari perkiraan. Saat Richard membuka kain yang membalut perut perempuan itu, darah segar langsung merembes keluar.
"Kakak apa yang terjadi pada kakak itu ? Sepertinya lukanya benar-benar parah.." Ucap Adellia sambil bersembunyi di belakang punggung Helio.
"Itu karena tanduk rusa.."
"Anu, jika boleh tau nama kalian ? Aku bingung harus memanggil apa soalnya.." Celetuk Helio sambil menggaruk kepalanya yang sebenarnya tak gatal.
Salah satu dari 3 perempuan itu menjawab mewakili yang lainnya.
"Maaf, saya harusnya memperkenalkan diri saya dulu pada orang yang sudah menyelamatkan kami." Ucap perempuan itu sambil menundukkan kepalanya ke arah Helio.
"Nama saya, Selena." Ucap perempuan dengan rambut hitam panjang itu.
"Lalu yang duduk di sana, namanya Merida." Tunjuk Selena pada perempuan yang duduk di dekat jendela sambil memeluk pedang panjang dan penutup wajah.
"Lalu yang ini Lilia." Tunjuk Selena pada perempuan yang duduk di sampingnya.
"Dan dia Daisy, adik Lilia.." Ucap Selena sambil menatap Daisy yang berbaring di pahanya.
Helio dan Adellia yang duduk di lantai Compervan karena kursi yang tersedia di pakai untuk membaringkan Daisy yang terluka.
Setelah Selena mengenalkan mereka satu persatu, sekarang giliran Helio yang memperkenalkan rekan-rekannya. Meski hanya sebatas nama, karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perkenalan panjang lebar dengan si sertai sesi tanya jawab.
"Kak Loyd apakah kita masih memiliki persediaan obat-obatan ? Alkohol, perban dan pereda nyeri ?!" Seru Richard tiba-tiba.
"Aku tidak yakin, kita jarang melihat apotek atau rumah sakit yang masih layak." Ucap Loyd dari bangku kemudi.
Selama invasi dari Ameurasia, mereka hampir tidak melewatkan untuk menghujani rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya dengan rudal.
"Aku tidak yakin, lukanya benar-benar parah.." Gumam Richard dengan tangan bergetar.
Darah sudah memenuhi ke dua tangannya, meski pendarahan pada luka di perutnya sudah mulai berhenti tapi ada lebih dari 4 luka di bagian tubuh lain.
"Daisy kamu harus bertahan !" Seru Lilia dengan wajah sembab.
Daisy yang melihat wajah sedih kakaknya memberikan senyum terbaiknya, meski rasa sakit membuat senyum itu lebih terlihat seperti ringisan.
"Aku pasti akan cepat pulih.." Ucap Daisy dengan suara berbisik pelan nyaris tak terdengar.
"Loy, apa kita tidak bisa menemukan satu pun rumah sakit atau tempat apapun itu yang ada obatnya ?" Tanya Helio sambil mendekat ke arah kursi kemudi.
"Aku tak yakin, tapi kita bisa mulai mencarinya dari sekarang. Sepertinya hewan aneh tadi sudah tak mengejar juga." Ujar Loyd.
Seperti di ingatkan, Helio kembali mendekat ke arah para Selena.
"Anu, Selena. "Panggil Helio.
"Hewan tadi itu seperti rusa tapi sepertinya bukan. Apa kamu tau sesuatu karena sepertinya mereka tadi mengejar kalian.."
Raut wajah Selena spontan berubah, hanya dengan ingatan tentang mahkluk mengerikan itu saja tubuhnya langsung gemetaran.
"Aku tidak tau kenapa hewan-hewan itu mengejar kami, tapi yang jelas itu memang rusa. Aku juga tidak tau apa yang terjadi pada mereka.."
"Hei Loy, apakah ada spesies Rusa dengan kaki menjulang seperti itu ? Kamu kan genius.. " Celetuk Helio.
Loyd menghela nafas lelah dari bangku kemudi. "Itu hewan mutan.." Ucap Loyd dengan suara lelahnya.
Plak !
"Wah kau ini ! Mentang-mentang dunia sudah hancur lebur seperti ini, kamu jadi ikutan gila ya." Seru Helio dengan menggeplak kepala Loyd sambil tertawa terbahak-bahak.
"Tidak ! Itu memang benar-benar rusa mutan."
Helio meneguk air liurnya dengan spontan, tawanya seketika menghilang.
"Bagaimana kamu bisa seyakin itu ?" Tanya Merida.
Sejak mereka bergabung, Merida baru membuka suaranya sekarang. Dia dari tadi hanya duduk memeluk pedang dengan tatapan kosong.
"Hanya intuisi.."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 22 Episodes
Comments