Maxim dalam Bahaya

"Kunci kamar nomor 133 ya? Bentar dulu ya, dek." ucap petugas bidang pelayanan sambil mencari-cari kunci di dalam loker lemari yang tersusun rapi di belakang meja lobby. Petugas ini seorang wanita, mungkin lebih muda dua atau tiga tahun dari ibu.

Aku terdiam, mengingat apa yang di katakan gadis tadi pada Maxim. Kenapa dia bisa seyakin itu?? Dan setelahnya, terjadi sesuatu pada gadis itu. Dia mimisan.

Kun tak mau menemaniku mengambil kunci Maxim, ia bilang tak ada untungnya membantu Maxim, malahan rugi. Tapi tak apa sih, aku tau Kun memang perhitungan pada sesuatu. Makannya ku beri nama Kun.

"Kok bisa ilang sih dek kuncinya?? Emangnya kamu taruh dimana?" tanya petugas berbasa-basi, sambil sibuk mencari kunci.

Aku diam sesaat, memikirkan alasan yang masuk akal. "Dikantong, tapi gak sadar kalau bolong." ujarku berdusta, menambah catatan keburukan ku saja.

"Oalaaah, begitu toh?" Ia akhirnya menutup laci loker setelah mendapati kunci yang ia cari. "Kayaknya kamu emang bukan orang yang ceroboh deh, emang murni ketidaksengajaan." ucapnya sambil meletakkan kunci di atas meja. "Tapi, sebenarnya ini cukup bahaya sih. Kehilangan kunci dengan nomor seri kamar, kalau di temuin orang lain, takutnya sih, nanti ada barang-barang berharga yang ilang kalau sampai orang yang menemukan masuk ke kamar." lanjutnya, membuatku mengernyit.

Aku mengambil kunci sembari berpikir, lalu tersenyum ketika mendapatkannya. Ada orang yang masuk ke dalam?? "Terimakasih, Bu." ujarku sambil berbalik.

"Eh dek, tunggu dulu!!" sentaknya, membuatku membalikkan seluruh tubuhku ke arahnya. "Boleh minta foto bareng gak?" Aku melongo sambil mengernyit heran, berfoto denganku?? Terdengar aneh. "Buat di pamerin ke anak gadis. Pasti dia kaget! Ibu mau buktiin, kalau ada cowok Indonesia yang lebih ganteng dari oppa koreanya." jelasnya sambil terkekeh.

Aku tersipu mendengarnya. Masa' aku dibilang lebih ganteng dari orang Korea?? Apa tidak berlebihan? "Oke, boleh." sahutku sembari menghampirinya.

.........

Maxim POV

"Yeaaah!!" pekik ku penuh ambisi, ketika berhasil menyelesaikan misi game yang ada di ponsel.

Maxim Alexander, memang seorang lelaki yang di ciptakan sebagai pemenang sejak lahir. Aku adalah lelaki hebat, yang kelak akan memegang alih perusahaan papi. Aku tak akan mengecewakan papi.

Usai membatin, aku melihat jam yang ada di tanganku. Sudah pukul setengah delapan malam, tapi si Agam belum juga muncul. Dasar banci lelet, apa dia harus pergi ke bagian pelayanan selama ini??? Meskipun dia sudah berniat baik untuk membantuku, tapi ayolaah.. Dia tak tepat waktu! Membuatku menunggu di kamar Ciko selama ini.

"Oi, Cik.. Kok bulan sabit lama, ya? Dia niat nolongin gak sih?" keluhku, membuat Ciko yang sedang sibuk menonton tv sambil tengkurap melirik ke arahku.

"Kayaknya beneran nolongin deh. Tunggu aja lah Max, baru juga jam setengah delapan." sahutnya remeh.

Aku mendecakkan lidah. Apa dia sengaja membuat lama karena kesal dengan sikapku padanya?? Tapi aku kan tak salah, dia saja yang sok jagoan dan ingin terlihat lebih dominan dariku. Aku masih kesal sekali saat dia menangkap tanganku ketika hendak menyentuh jasad yang terbunuh. Mana di depan banyak orang lagi.

Tok tok tok..

Suara pintu terketuk, bersamaan dengan munculnya suara sapaan merdu. "Assalamualaikum.."

Buru-buru aku beranjak, karena tau siapa pemilik suara ini. Aku melongos dan membuka pintu, menampakkan lelaki berwajah teduh yang rambutnya masih basah. Wajahnya tenang dan bercahaya, jujur sih, sebenarnya dia kelihatan baik. Terpancar nyata dari wajahnya. Pantas saja di panggil pangeran bulan sabit. Pembawaannya seperti bangsawan, wajahnya lembut seperti bulan, dan matanya tajam seperti sabit. Jadi julukan yang di berikan para gadis, bukan isapan jempol semata.

"Brengs*k!! Lama amat lu! Ngapain aja sih?! Gue harus nunggu lu seharian cuma buat ambil kunci ke bidang pelayanan? Apa mereka baru ngukir kuncinya?" sambarku, meledak dengan tiba-tiba.

Ia tak bergeming, wajahnya tanpa ekspresi dan kelihatannya tidak marah. "Tadi gue shalat dulu. Udah masuk waktu ashar, mandi bentar udah masuk waktu Maghrib, baru mau berangkat, udah isya. Jadi tanggung, nunggu selesai shalat aja." terangnya, membuatku terkesiap. Aku terenyak lalu mengerjap.

Anak ini... Shalat?? Lima waktu kah?? Pantas saja rambutnya masih basah di bagian depan. Tapi, apa benar lima waktu?? Jangan-jangan berniat pamer saja.

"Y.. Yaudah sini kuncinya! Gue mau mandi dan ganti baju!!" ujarku sambil merebut kunci dari tangannya, dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih.

"Oi, Max." panggilnya, membuatku terhenti dan menoleh. "Nama elu Maxim, kan?" tanyanya.

Aku mendengkus senyum sinis. "Kenapa emangnya? Ada masalah?!" sahutku ketus.

"Masalah perkataan cewek yang namanya Dara itu, apa gak lu pikirin lagi baik-baik?" tanyanya, membuatku mengernyit.

"Oh my God! Gue kira mau ngomong apaan! Udahlah, Dara emang orangnya begitu. Dia marah-marah gak jelas biasanya lagi datang bulan." sahutku remeh, sambil kembali berbalik memunggunginya.

"Bukan ke marah-marahnya sih, tapi.." aku kembali terhenti. "Peringatan kalau elu jangan tidur di kamar malam ini." ujar si bulan sabit, membuatku tersentak.

Sebenarnya, aku juga bingung kenapa Dara berkata seperti itu. Tapi sudahlah, ku rasa dia cuma asal bicara saja. Siapa tau dia bermaksud meledekku, jangan tidur di kamar, tapi di teras saja. Dia biasanya kan begitu.

"Halah?! Palingan juga dia nakut-nakutin. Gak penting!" ujarku sambil melongos kembali, meninggalkan bulan sabit yang masih mematung di tempat.

Aku membuka kunci kamarku, mendengar suara celtekkannya membuatku merasa lega. Akhirnya aku bisa masuk dan istirahat di kamarku sendiri. Aku menarik kuncinya, dan meletakkannya di dekat meja supaya tidak lupa lagi.

Aku langsung berbaring di atas tempat tidur, melepaskan penatku. Meski Ciko adalah teman dekatku, tapi aku rasa sedikit aneh kalau ikut tidur-tiduran di kasurnya. Jadi aku seharian terus duduk di kursinya tanpa berbaring. Rasanya penat juga.

Aku menarik napas panjang sambil menatap ke atas. Membiarkan alam bawah sadar mencuri kesadaran ku. Perlahan namun pasti, plafon dan lampu yang berada tepat di atas kepalaku semakin buram, bukan karena kehilangan cahayanya, tapi karena aku mulai menutup mata.

Kesadaran ku hilang seluruhnya. Aku terlelap beberapa saat setelah berbaring di tempat tidur.

Tubuhku melayang di alam mimpi, namun aku tak bisa mengingatnya dengan jelas. Dalam ketidaksadaran ku, indra pendengaran ku ternyata masih berfungsi.

Celtek!!

Suara kunci yang terbuka, pintu kamarku kah? Apa aku belum menguncinya ketika masuk?? Ku rasa sudah. Lalu sekarang, siapa yang masuk ke dalam??

Dengan sekuat tenaga, aku menahan kantuk. Aku mencoba membuka mata, melawan diriku sendiri yang kelelahan. Ketika mataku terbuka setengah, aku melihat sayup-sayup bayangan seseorang yang masuk dan mendekat ke arahku.

Siapa?? Siapa dia?? Kenapa tubuh ini tak bisa bergerak, seperti ketindihan!!

Aku berusaha berontak, ketika sosok asing itu telah berada di hadapanku. Ayolah Max!! Bangun Max!! Bangun!!!

Aku memekik diriku sendiri, berusaha membuatku melawan mimpi. Ketika aku berhasil membuka mata dan menggerakkan tubuhku, aku terbelalak saat melihat seorang lelaki yang berwajah ketakutan dan pucat, mulai mengangkat sebilah gunting yang berkilauan ke arahku.

I.. Ini bukan mimpi, kan? Aku sudah terbangun!

"O.. Oi!! Mau ngapain lu?!" bentakku, dan dengan cepat lelaki tersebut melayangkan guntingnya dan....

Jleb!!!

Gunting tersebut menembus perutku, membuat darah berceceran keluar dari tubuhku. Aku terpaku, ketika rasa sakit membungkam mulutku hingga aku...

Tak dapat berteriak sama sekali.

*Maxim POV End

Bersambung....

Terpopuler

Comments

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

lanjut

2024-06-01

0

Ali B.U

Ali B.U

penasaran
lanjut

2024-03-03

1

Kj Ky

Kj Ky

perasaan dulu novel ini udh tamat tapi kok blm ya??

2024-02-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!