Balikan

Edwyn terdiam di teras rumahnya, suasana rumah hari itu sedikit sepi, hanya ada dirinya dan kedua orang tuanya. Istri dan sang anak sedang berada di rumah mertuanya.

“Gimana Ekmal hari ini? Rewel gak?” Tanyanya pada Mei, mereka sedang melakukan panggilan video sejak lelaki itu selesai beres-beres sepulang kerja.

“Nggak kok mas, biasa baby newborn kalau sering nangis” Ucap Mei.

“Alhamdulillah, terus sekarang dia sedang apa?” Tanya Edwyn lagi, mencari keberadaan sang putra.

“Udah tidur, mas” Jawab Mei, mengarahkan kameranya ke arah sang anak yang sudah tertidur pulas.

“Ah, kalian kapan pulang? Ingin sekali bermain-main dengan adek” Ucap Edwyn, gemas sekali melihat putranya yang tertidur pulas.

“Sabar ya, mas. Kami pasti pulang. Kamu baru pulang mas?” Mei menenangkan suaminya.

“Hmm, sampai akhir taun nanti sepertinya memang akan lembur terus”

“Ya udah, ayo istirahat mas. Kamu pasti capek” Ucap Mei.

Edwyn tersenyum sekilas lalu mengangguk, “Iya, sayang. Kamu juga harus cepat tidur, mumpung si adek juga tidur”

Mereka mematikan panggilan, Mei segera istirahat seperti yang diminta suaminya sedangkan Edwyn sendiri malah menghidupkan koreknya dan membakar sebatang rokok sambil menonton video-video dakwah untuk menenangkan pikirannya.

Lelaki itu sebenarnya adalah salah satu yang taat agama, Edwyn bahkan bisa dibilang menjadi panutan di lingkungan rumahnya tapi, pesona Lena mengalahkan semuanya.

“Entah apa yang dia miliki sampai membuat aku begini” Gumamnya sambil terus menyesap rokoknya, sesekali juga menyeruput kopi yang tadi ia bawa dari dalam rumah.

“Edwyn, sudah malam. Belum tidur?” Tanya ibunda Edwyn.

“Belum, bu. Baru saja habis telfon Mei dan Ekmal” Jawab Edwyn.

...***...

“Len, kita masih sama-sama kan?” Tanya Bagas pada Lena setelah mereka selesai dengan makan malam.

“Memangnya kita ada kata putus sebelumnya, mas?” Sahut Lena.

“Tidak, aku khawatir kamu malah ternyata sudah ada lelaki lain. Tadinya aku takut menghubungi kamu, takut mengganggu kamu, takut kamu tidak lagi menerima aku”

“Gak ada mas. Terus kenapa mas Bagas tiba-tiba hilang? Tiba-tiba gak ngasih kabar?” Ucap Lena, nadanya sedikit merajuk, tapi matanya jelas sudah berkaca-kaca siap menjatuhkan air matanya.

“Kamu tau aku gak pernah pacaran kan, Len? Aku bingung ketika kita tiba-tiba sama sekali gak ada komunikasi, mau menghubungi dulu nanti mengganggu, tapi bingung juga pengen tau kabar kamu. Terasa seperti serba salah, tapi rindu”

“Mas, apa sih. Aku suka kalau kamu ganggu, aku suka kamu minta waktu aku, aku suka kamu kalau mau manja-manja juga” Ucap Lena, gadis itu bahkan sudah menangis di hadapan Bagas.

Saat itu, mereka adalah sepasang kekasih yang melepas rindu mungkin? Padahal hanya kesalah pahaman. Ego Lena yang tinggi, “Pokoknya aku gak bakal nyariin dia dulu kalau dia gak nyari aku, kan aku wanita yang kodratnya adalah dikejar, bukan mengejar”. Itu adalah prinsip yang salah, tidak seharusnya dia begitu dalam menjalani sebuah hubungan, apalagi jika sudah membicarakan perihal pernikahan.

Bagas pun begitu, pemikirannya kurang terbuka perihal komunikasinya dengan Lena. Akhirnya masalah tersebut diatasi dengan baik oleh keduanya di malam itu.

Bagas mengusap air mata Lena perlahan, “Jangan nangis ya, ayo kita mulai lagi semuanya” Ucap Bagas menenangkan Lena.

Jadi, malam itu Lena dan Bagas resmi kembali menjalin kasih.

“Aku gak mau kehilangan kamu lebih jauh, Len. Ayo percepat pertunangan kita” Ucap Bagas setelah mereka sama-sama sudah mencairkan suasana.

“Bilang dulu dong ke ibu, maunya kapan anak pertamanya ini diminta oleh mas Bagas” Sahut Lena.

“Kamu maunya kapan? Kalau aku maunya dua bulan lagi, setelah lebaran nanti kita akad. Aku baru punya gambaran kasar begitu, Len. Kamu gimana? Aku nanti ngomongnya ke ibu kamu juga biar punya pandangan dan planning dulu, urusan nanti mau diundur atau dipercepat nanti bisa diomongkan di kedua belah pihak keluarga waktu ketemu pas lamaran” Ucap Bagas.

Kira-kira begitu Lena menyukai sosok Bagas. Lelaki itu selalu punya planning yang bagus di kehidupannya, seolah tau kemana arah hidupnya setelah ini jadi, Lena percaya lelaki itu bisa menuntunnya dengan baik.

“Aku manut kamu sama keluarga aja, mas. Lebih cepat memang lebih baik” Jawab Lena dengan senyum sumringahnya.

“Lena, kamu benar-benar yakin kan? Karena nanti setelah menikah, pasti ada banyak perubahan di kehidupan kamu, entah itu kamu yang pasti jarang main atau waktu quality time dengan diri sendiri jadi berkurang dan pasti masih banyak hal lain” Ucap Bagas, kembali mencari keyakinan di diri Lena untuk dirinya.

“InsyaAllah aku siap, mas” Jawab Lena mantap.

Episodes
1 Mendapat Pekerjaan
2 Lingkungan Baru
3 Rumah
4 PDKT?
5 Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6 Panggilan Interview Lena
7 Interview Interaksi
8 Pesona Lena
9 Izin Kerja
10 Ternyata
11 Bagas Adiatma
12 Ketemu mantan
13 Balikan
14 Terikat
15 Fokus Kehidupan Sendiri
16 Satu Tahun Berlalu
17 Putus
18 Galau
19 Pingsan
20 Self Healing
21 Menemani Lena
22 Rumah Edwyn
23 Oh Baru Putus
24 Telur Naga
25 Senada
26 Bertemu Bagas
27 Resign
28 Kemarahan Edwyn
29 Babak Baru
30 Healing bikin Pusing
31 Setelah Bertemu
32 Masalah
33 Pengasuh, Dahlia
34 Dari Jauh
35 Takdir
36 Hukuman Ekmal
37 Bertemu
38 Bunda
39 Akrab
40 Deeptalk
41 Curhat
42 Bagaimana Bisa?
43 Sial, tapi Sempurna
44 Tidak Gratis
45 Rumah Lena
46 Makan Malam
47 Cerita Ekmal
48 Rahasia
49 Nenda
50 Mulut Tetangga
51 Memberi Pengertian
52 Gelandangan Pinggir Jalan
53 Kok gak sama?
54 Janjian
55 Mau Adik
56 Imam
57 Malang Night Paradise
58 Kapan-kapan Lagi
59 Tetangga Julid
60 Perhatian Edwyn
61 Godaan Lia
62 Makan Siang
63 Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64 Kita Bisa Mencobanya
65 Akrab
66 Pertemuan Pertama.
67 Godaan Edwyn
68 Lamaran di Bawah Senja
69 Persiapan
70 Semakin Dekat
71 Hari itu Tiba
72 Suami Istri
73 Keluarga Hangat
74 Sempurna
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Mendapat Pekerjaan
2
Lingkungan Baru
3
Rumah
4
PDKT?
5
Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6
Panggilan Interview Lena
7
Interview Interaksi
8
Pesona Lena
9
Izin Kerja
10
Ternyata
11
Bagas Adiatma
12
Ketemu mantan
13
Balikan
14
Terikat
15
Fokus Kehidupan Sendiri
16
Satu Tahun Berlalu
17
Putus
18
Galau
19
Pingsan
20
Self Healing
21
Menemani Lena
22
Rumah Edwyn
23
Oh Baru Putus
24
Telur Naga
25
Senada
26
Bertemu Bagas
27
Resign
28
Kemarahan Edwyn
29
Babak Baru
30
Healing bikin Pusing
31
Setelah Bertemu
32
Masalah
33
Pengasuh, Dahlia
34
Dari Jauh
35
Takdir
36
Hukuman Ekmal
37
Bertemu
38
Bunda
39
Akrab
40
Deeptalk
41
Curhat
42
Bagaimana Bisa?
43
Sial, tapi Sempurna
44
Tidak Gratis
45
Rumah Lena
46
Makan Malam
47
Cerita Ekmal
48
Rahasia
49
Nenda
50
Mulut Tetangga
51
Memberi Pengertian
52
Gelandangan Pinggir Jalan
53
Kok gak sama?
54
Janjian
55
Mau Adik
56
Imam
57
Malang Night Paradise
58
Kapan-kapan Lagi
59
Tetangga Julid
60
Perhatian Edwyn
61
Godaan Lia
62
Makan Siang
63
Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64
Kita Bisa Mencobanya
65
Akrab
66
Pertemuan Pertama.
67
Godaan Edwyn
68
Lamaran di Bawah Senja
69
Persiapan
70
Semakin Dekat
71
Hari itu Tiba
72
Suami Istri
73
Keluarga Hangat
74
Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!