Panggilan Interview Lena

Ting

Satu notifikasi muncul di layar ponsel Lena, menunjukkan ada e-mail masuk.

Tersebut pengirimnya adalah salah satu perusahaan yang sempat ia datangi untuk melamar pekerjaan beberapa bulan lalu.

Dengan semangat, gadis itu langsung membukanya.

Selamat malam, kami dari PT,-

Ya, ternyata itu adalah undangan interview untuk Lena.

Ada rasa senang di dalam hatinya. Itu adalah cabang dari perusahaan makanan dan minuman yang cukup besar. Berlayar di perusahaan yang baru dibuka jelas adalah suatu batu loncatan untuk Lena bisa meniti karirnya. Bukan tanpa alasan, pasalnya Lena dipanggil untuk mengisi bagian Marketing Communication disana.

“Mamaaa” Lena segera keluar kamar, menunjukkan kepada sang mama kabar baik itu, meskipun hanya interview, dimana dirinya jelas belum tentu masuk dan bisa bekerja di perusahaan tersebut.

Ah, Lena memang selalu begitu. Ada kalanya dia akan memanggil ibunya dengan ibu, kadang juga mama atau yang lebih sering malah mommy. Itu mungkin terjadi karena dia sebenarnya memang orang yang supel dengan orang-orang terdekatnya.

“Ada apa, Len?” Tanya bu Sri.

“Lena dapet panggilan interview di PT,-” Ucap Lena dengan semangat.

Bu Sri mendengar cerita anaknya dengan seksama.

“Bagus dong, terus kamu di Malang besok gimana? Jangan langsung resign ya, ijin aja dulu kan ini baru panggilan interview” Ucap bu Sri.

Lena mengangguk, setuju dengan ucapan sang ibu. Dia jelas tidak mau menganggur lagi, harus puya strategi dulu agar dirinya tidak menjadi beban keluarga.

Ingat dengan Lena yang menjadi reseller?

Bisnis itu berjalan dengan lancar, Lena memasrahkannya kepada adiknya yang paling kecil, Lita. Tentu saja di bawah pengawasannya, mengingat Lita masih duduk di bangku SMP kelas tiga. Bisa dibilang adiknya itu cukup mau belajar, Lita memang dikenal suka penasaran dengan hal-hal baru.

“Laporan hari ini mana, Lit?” Tanya Lena, menagih laporan pesanan, barang masuk dan barang yang sudah berada di tangan customer hari ini.

Lita segera masuk ke kamarnya, mengambil buku lalu menyerahkannya pada Lena.

“Itu hari ini ada paket datang, isinya ….” Lita menjelaskan dengan rinci apa saja yang sudah dia dapatkan selama menjadi admin online shop kakaknya dari sepulang sekolah tadi.

Lena mulai bingung, nyatanya memang tidak semua hal berjalan sesuai dengan kemauan kita. Online shop sudah mulai minim peminat karena orang-orang mungkin sudah bisa melakukan transaksi sendiri.

“Huuh” Lena menghembukan napasnya pelan.

“Tidak apa-apa, namanya juga jualan pasti ada aja naik turunnya” Ucap Lena, memberikan bukunya kembali kepada Lita.

Lena tidur dengan nyenyak malam ini, setelah dirinya ijin kepada bu Diah selaku supervisor mengabarkan bahwa dirinya besok berhalangan hadir karena urusan keluarga katanya.

For your information, nyatanya perusahaan tempat Lena bekerja sekerang tidak memiliki aturan yang begitu ketat. Mau ijin? Cukup ijin saja melalui chating, bahkan tidak apa-apa jika tidak mengirim surat keterangan.

Itu adalah salah satu alasan kenapa Lena sangat menyukai pekerjaan disana. Orang-orangnya tidak cerewet, semuanya ramah dan kerjanya pun sama sekali tanpa tekanan.

Tapi, Lena tentu sadar jika dirinya bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Dia masih cukup muda dan masih cukup mampu masuk ke dunia kerja yang layak.

Tok

Tok

Tok

Pagi itu, pintu kamar Lena diketuk dengan sedikit keras oleh bu Sri, “Lena bangun!!!! Subuhan!!!”

Eungh

Lena melenguh pelan, membiarkan matanya terbuka meskipun sedikit berat.

“Iya mom, Lena bangun” Sahutnya dari dalam kamar, agar ibunya tidak terus menggedor pintunya.

Gadis itu segera beranjak untuk menunaikan ibadah subuh lalu keluar kamar untuk membantu ibunya memasak.

“Nanti interview jam berapa?” Tanya bu Sri.

Lena yang sedang mengupas bawang putih menjawab, “jam 08.00, nanti Lena berangkat jam 07.00”

“Hati-hati loh ya, berdoa dulu, semoga dikasih lancar semuanya” Ucap bu Sri, memberi wejangan kepada Lena.

Lena hormat, “Siap ibu negara” ucapnya diiringi dengan kekehan kecil.

...***...

Sementara di pabrik, Edwyn terlihat celingak celinguk.

“Cari apa Wyn?” Tanya bu Diah.

Edwyn langsung menggeleng, “Tidak ada, hari ini banyak yang ijin ya, mbak?” tanyanya.

“Iya, Sabtu dan Senin memang bandarnya orang ijin apalagi kalau Senin begini” Sahut bu Diah, mungkin karena ekspresif jadi, terlihat tegas saja jika sedang serius begitu.

“Ya mau gimana lagi, mbak Diah. Memang kita tidak bisa menghambat keperluan orang-orang” Sahut Edwyn yang sebenarnya itu hanya basa-basi untuk menanggapi ucapan bu Diah selaku atasannya.

“Oh iya, semalem anak buahmu si Lena nomor giling 339 ijin, katanya ada keperluan keluarga mendadak” Jawab bu Diah.

Edwyn langsung mengangguk tenang, apa yang dicari sudah terjawab jadi, lelaki itu segera melanjutkan pekerjaannya lagi, “okey mbak, biar aku absen sebentar lagi” Ucap Edwyn diikuti dengan bu Diah yang keliling melihat kinerja orang-orang produksi handroll/giling pagi itu.

Episodes
1 Mendapat Pekerjaan
2 Lingkungan Baru
3 Rumah
4 PDKT?
5 Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6 Panggilan Interview Lena
7 Interview Interaksi
8 Pesona Lena
9 Izin Kerja
10 Ternyata
11 Bagas Adiatma
12 Ketemu mantan
13 Balikan
14 Terikat
15 Fokus Kehidupan Sendiri
16 Satu Tahun Berlalu
17 Putus
18 Galau
19 Pingsan
20 Self Healing
21 Menemani Lena
22 Rumah Edwyn
23 Oh Baru Putus
24 Telur Naga
25 Senada
26 Bertemu Bagas
27 Resign
28 Kemarahan Edwyn
29 Babak Baru
30 Healing bikin Pusing
31 Setelah Bertemu
32 Masalah
33 Pengasuh, Dahlia
34 Dari Jauh
35 Takdir
36 Hukuman Ekmal
37 Bertemu
38 Bunda
39 Akrab
40 Deeptalk
41 Curhat
42 Bagaimana Bisa?
43 Sial, tapi Sempurna
44 Tidak Gratis
45 Rumah Lena
46 Makan Malam
47 Cerita Ekmal
48 Rahasia
49 Nenda
50 Mulut Tetangga
51 Memberi Pengertian
52 Gelandangan Pinggir Jalan
53 Kok gak sama?
54 Janjian
55 Mau Adik
56 Imam
57 Malang Night Paradise
58 Kapan-kapan Lagi
59 Tetangga Julid
60 Perhatian Edwyn
61 Godaan Lia
62 Makan Siang
63 Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64 Kita Bisa Mencobanya
65 Akrab
66 Pertemuan Pertama.
67 Godaan Edwyn
68 Lamaran di Bawah Senja
69 Persiapan
70 Semakin Dekat
71 Hari itu Tiba
72 Suami Istri
73 Keluarga Hangat
74 Sempurna
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Mendapat Pekerjaan
2
Lingkungan Baru
3
Rumah
4
PDKT?
5
Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6
Panggilan Interview Lena
7
Interview Interaksi
8
Pesona Lena
9
Izin Kerja
10
Ternyata
11
Bagas Adiatma
12
Ketemu mantan
13
Balikan
14
Terikat
15
Fokus Kehidupan Sendiri
16
Satu Tahun Berlalu
17
Putus
18
Galau
19
Pingsan
20
Self Healing
21
Menemani Lena
22
Rumah Edwyn
23
Oh Baru Putus
24
Telur Naga
25
Senada
26
Bertemu Bagas
27
Resign
28
Kemarahan Edwyn
29
Babak Baru
30
Healing bikin Pusing
31
Setelah Bertemu
32
Masalah
33
Pengasuh, Dahlia
34
Dari Jauh
35
Takdir
36
Hukuman Ekmal
37
Bertemu
38
Bunda
39
Akrab
40
Deeptalk
41
Curhat
42
Bagaimana Bisa?
43
Sial, tapi Sempurna
44
Tidak Gratis
45
Rumah Lena
46
Makan Malam
47
Cerita Ekmal
48
Rahasia
49
Nenda
50
Mulut Tetangga
51
Memberi Pengertian
52
Gelandangan Pinggir Jalan
53
Kok gak sama?
54
Janjian
55
Mau Adik
56
Imam
57
Malang Night Paradise
58
Kapan-kapan Lagi
59
Tetangga Julid
60
Perhatian Edwyn
61
Godaan Lia
62
Makan Siang
63
Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64
Kita Bisa Mencobanya
65
Akrab
66
Pertemuan Pertama.
67
Godaan Edwyn
68
Lamaran di Bawah Senja
69
Persiapan
70
Semakin Dekat
71
Hari itu Tiba
72
Suami Istri
73
Keluarga Hangat
74
Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!