Terikat

Pagi harinya Lena dengan semangat menenteng tas bekalnya sambil berangkat bekerja, acara pertunangannya akan diadakan bulan depan seperti yang diinginkan Bagas.

Semalam, lelaki itu langsung menemui bu Sri untuk membicarakan hal tersebut. Dengan tangan terbuka, Bagas berhasil meyakinkan bu Sri setelah dua tahun yang lalu sempat “Nanti dulu ya, nak Bagas. Lena kan baru lulus, kerjaan juga Lena masih kayak gini, tau sendiri kamu. Ibu gak melarang kok, cuma ya itu sabar dulu” ucap bu Sri ketika Bagas pertama kali datang untuk menyampaikan niat baiknya kepada Lena.

Dan tadi malam, akhirnya mereka bisa segera mempersiapkan acara pertunangan yang sederhana, “Aku suka sesuatu yang intimate, Len. Pengenku ya hanya keluarga inti aja yang datang. Orang tau tapi, tidak perlu sampai yang menggelar acara besar-besaran untuk lamaran”

“Setuju, aku juga pengennya gitu mas jadi, lebih terasa vibe-nya” Jawab Lena ke Bagas semalam.

Pagi ini ternyata ada mandor baru bernama Rangga, pria itu memperkenalkan diri di depan seluruh karyawan dan mengitari gedung untuk belajar bersama Edwyn. Sampai di tempat Lena, Edwyn terdiam sebentar, berpura-pura melihat kualitas rokok Lena sebelum akhirnya pergi melanjutkan pekerjaannya dengan Rangga.

“Lena?” Ucap Rangga ketika pasok rokok pertamanya.

“Iya mas” Jawab Lena.

“Marlena dicari pak Sakera” Ucap Rangga asal sambil menulis garapan di bon milik Lena.

Hal itu membuat bu Diah yang mendengarnya langsung tertawa, “Kamu ini baru masuk udah lawak aja, Ngga” Sahut bu Diah.

Lena pun hanya tersenyum karena dia sebenarnya juga tidak tau apa yang dimaksud Rangga.

Tapi, bisa dilihat Edwyn wajahnya berubah menjadi masam pagi itu. Apalagi ketika mendapati Rangga sering menggoda Lena dengan tingkahnya.

Entah itu alat giling Lena yang tiba-tiba ditahan sampai Lena dibuat frustasi dengan tingkah Rangga.

“Mas Rangga ya ampun” Ucap Lena ketika dirinya sudah mulai kehabisan kesabaran dengan perlakuan mandor barunya.

Oh, ada di lain waktu Rangga dengan jahil tiba-tiba memberi Lena ambri lebih karena merasa Lena mampu.

“Mas, gamau. Ini kebanyakan, aduh” Ucap Lena, tidak terima dengan Rangga yang tiba-tiba saja memberinya garapan tidak seperti biasanya.

“Dikerjain dulu, Len. Nanti kalau gak selesai, balikin ke sini, besok kurang garapan. Biar banyak gajinya, Len kan cepet nikah juga kalau gajinya banyak” Ucap Rangga santai bahkan dia tersenyum seperti tanpa dosa.

Tentu saja hal itu membuat Edwyn jadi lebih diam, entah kebakaran jenggot (padahal Edwyn tidak punya bulu jenggot) atau apa. Tapi, jelas bisa dirasakan oleh Lena jika sikap Edwyn padanya mulai dingin dan cuek.

Apa Lena sedih? Tentu tidak. Lena merasa bersyukur karena akhirnya Edwyn tidak lagi mengganggunya.

...***...

Satu bulan berlalu, Lena bolak-balik harus ijin kerja karena mengurus beberapa keperluan pertunangannya.

Hari ini adalah harinya, hari dimana akhirnya Lena dipinang oleh seorang lelaki pujaannya. Setelah dua tahun menunggu, mereka berhasil melewati semuanya sampai di titik ini.

“Hari ini saya bersama dengan keluarga saya kemari adalah dengan maksud meminta izin kepada ibu untuk melamar Lena, menjadikan dia sebagai istri saya, sebagai seseorang yang menemani saya untuk seumur hidup. Jika ibu mengizinkan, bolehkah saya mengikatnya malam ini?” Ucap Bagas di depan bu Sri.

Saat itu, ayah Lena tidak bisa hadir karena sedang berada di luar Jawa, perceraian membuat ayah Lena harus kembali ke tanah kelahiran. Tapi, beliau sudah mengetahui bahwa malam ini adalah hari dimana Lena diminta Bagas. Ayah Lena juga sudah beberapa kali melakukan panggilan video dengan Bagas dan Lena.

“Nak Bagas, sebelumnya saya berterimakasih atas kedatanganmu dan keluarga malam ini. Sebagai perwakilan dari Lena, saya selaku ibu Lena menerima lamaran kamu. Ibu titip Lena ya, le, jaga Lena baik-baik”

“Bagas siap buk” Ucap Bagas dengan tegas, suaranya yang kalem malam itu sedikit bergetar menahan tangis.

Dua tahun penantian yang cukup lama, banyak hal yang harus mereka lalui selama itu. Dimulai dari permasalahan keluarga Lena, pekerjaan baik Bagas maupun Lena tiba-tiba ada beberapa masalah, sampai tabungan mereka malah harus digunakan untuk beberapa hal mendesak membuat mereka akhirnya harus kembali menabung dari awal.

Bagas dan Lena saling bertukar cincin, menandakan bahwa keduanya mulai dari malam itu sudah terikat satu sama lain.

...***...

Memasuki ruang produksi dengan senyum sumringah tidak membuat orang-orang curiga dengan sikap Lena. Yang membuat orang-orang pabrik merasa berbeda adalah Lena yang hari itu wajahnya masih ada beberapa bekas makeup di wajahnya.

“Tumben dandan, Len?” Tanya bu Diah.

Lena menunjukkan cincin di jari manis tangan kirinya.

“Loh” Bu Diah seperti terkejut lalu mengangguk dengan senyuman sumringah.

Sampai setelah berdoa, Rangga terpantau keliling untuk menimbang rokok-rokok karyawan agar kualitas masih tetap terjaga.

Tas

Rangga menyentil pelan telinga Lena, hanya sekedar untuk bercanda, “Bolos teroos” Ucap Rangga.

Di kejauhan sana, Edwyn melihatnya dengan mata sayu. Sekilas Lena melihatnya sebelum melengos menghindari kontak mata dengan Edwyn.

“Aw, gak enak emang kalau gak jail sehari aja” Sahut Lena.

Sudah terbiasa dengan tingkah Rangga, Lena sampai tidak bisa kesal dengan apapun yang dilakukan lelaki itu ya karena dia memang seperti itu ke semua karyawan.

“Jangan sering bolos, Len. Nikah butuh dana banyak kan” Ucap Rangga.

“Mas, yang dibahas nikah-nikah terus. Mas Rangga mau nikah lagi apa gimana?” Balas Lena.

Ya, Rangga sudah menikah bahkan lelaki itu masih bisa dibilang Rangga dan istrinya adalah pengantin baru.

Mendengar hal itu, Rangga segera mengangkat sisi pojok kursi Lena yang tidak ditempati membuat Lena terkejut, “Mas Rangga aduuuuhhhhh” Lena menaikkan nada bicaranya tapi, tidak marah.

Jadi, Kursi yang diduduki karyawan produksi disana adalah kursi kayu panjang untuk satu meja dimana satu mejanya berisi tiga meja kerja. Jadi, karena bu Nur sekarang ada di meja depan Lena, otomatis Lena menggunakan kursi itu seorang diri.

“Mas Rangga kalau jail-jail ke aku, nanti anaknya mirip aku loh. Udah pendek, kecil, pecicilan lagi” Ucap Lena yang langsung membuat Rangga berhenti dengan aksi menjaili gadis itu dan pergi kembali ke meja kerjanya.

Selama interaksi itu, Edwyn masih berada di tempat yang sama, memperhatikan mereka sesekali berbicara dan bercanda dengan karyawan di sekitarnya.

Episodes
1 Mendapat Pekerjaan
2 Lingkungan Baru
3 Rumah
4 PDKT?
5 Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6 Panggilan Interview Lena
7 Interview Interaksi
8 Pesona Lena
9 Izin Kerja
10 Ternyata
11 Bagas Adiatma
12 Ketemu mantan
13 Balikan
14 Terikat
15 Fokus Kehidupan Sendiri
16 Satu Tahun Berlalu
17 Putus
18 Galau
19 Pingsan
20 Self Healing
21 Menemani Lena
22 Rumah Edwyn
23 Oh Baru Putus
24 Telur Naga
25 Senada
26 Bertemu Bagas
27 Resign
28 Kemarahan Edwyn
29 Babak Baru
30 Healing bikin Pusing
31 Setelah Bertemu
32 Masalah
33 Pengasuh, Dahlia
34 Dari Jauh
35 Takdir
36 Hukuman Ekmal
37 Bertemu
38 Bunda
39 Akrab
40 Deeptalk
41 Curhat
42 Bagaimana Bisa?
43 Sial, tapi Sempurna
44 Tidak Gratis
45 Rumah Lena
46 Makan Malam
47 Cerita Ekmal
48 Rahasia
49 Nenda
50 Mulut Tetangga
51 Memberi Pengertian
52 Gelandangan Pinggir Jalan
53 Kok gak sama?
54 Janjian
55 Mau Adik
56 Imam
57 Malang Night Paradise
58 Kapan-kapan Lagi
59 Tetangga Julid
60 Perhatian Edwyn
61 Godaan Lia
62 Makan Siang
63 Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64 Kita Bisa Mencobanya
65 Akrab
66 Pertemuan Pertama.
67 Godaan Edwyn
68 Lamaran di Bawah Senja
69 Persiapan
70 Semakin Dekat
71 Hari itu Tiba
72 Suami Istri
73 Keluarga Hangat
74 Sempurna
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Mendapat Pekerjaan
2
Lingkungan Baru
3
Rumah
4
PDKT?
5
Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6
Panggilan Interview Lena
7
Interview Interaksi
8
Pesona Lena
9
Izin Kerja
10
Ternyata
11
Bagas Adiatma
12
Ketemu mantan
13
Balikan
14
Terikat
15
Fokus Kehidupan Sendiri
16
Satu Tahun Berlalu
17
Putus
18
Galau
19
Pingsan
20
Self Healing
21
Menemani Lena
22
Rumah Edwyn
23
Oh Baru Putus
24
Telur Naga
25
Senada
26
Bertemu Bagas
27
Resign
28
Kemarahan Edwyn
29
Babak Baru
30
Healing bikin Pusing
31
Setelah Bertemu
32
Masalah
33
Pengasuh, Dahlia
34
Dari Jauh
35
Takdir
36
Hukuman Ekmal
37
Bertemu
38
Bunda
39
Akrab
40
Deeptalk
41
Curhat
42
Bagaimana Bisa?
43
Sial, tapi Sempurna
44
Tidak Gratis
45
Rumah Lena
46
Makan Malam
47
Cerita Ekmal
48
Rahasia
49
Nenda
50
Mulut Tetangga
51
Memberi Pengertian
52
Gelandangan Pinggir Jalan
53
Kok gak sama?
54
Janjian
55
Mau Adik
56
Imam
57
Malang Night Paradise
58
Kapan-kapan Lagi
59
Tetangga Julid
60
Perhatian Edwyn
61
Godaan Lia
62
Makan Siang
63
Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64
Kita Bisa Mencobanya
65
Akrab
66
Pertemuan Pertama.
67
Godaan Edwyn
68
Lamaran di Bawah Senja
69
Persiapan
70
Semakin Dekat
71
Hari itu Tiba
72
Suami Istri
73
Keluarga Hangat
74
Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!