Galau

Tok

Tok

Tok

Lena mengetuk pintu kos Bagas beberapa kali, entah sudah berapa lama dia berada di depan pintu sambil terus menghubungi Bagas tapi, lelaki itu sama sekali tidak ada respon.

“Mbak, nyari Bagas ya?” Tanya salah seorang yang mungkin tetangga kos (mantan) kekasihnya.

“Iya, mas. Ada kan orangnya?” Sahut Lena.

“Disuruh pulang, mbak. Bagas sudah pergi ke toko dari tadi” Ucap seseorang itu.

Deg

Rasanya jantung Lena merosot. Cincin? Dititipkan? Bahkan sekedar bertemu untuk terakhir kali saja tidak mau?

“Serius mas?” Ucap Lena lagi, memastikan bahwa dia tidak lagi salah dengar.

“Iya, ini pesannya” Lelaki itu menunjukkan pesan dari Bagas.

Kalau Lena datang, minta dia pulang

Begitu isi pesan Bagas ke seseorang yang sama sekali tidak dikenali Lena itu.

“Okey, makasih ya mas” Jawab Lena.

“Iya, mbak. Hati-hati di jalan ya, mbak” Sahut masnya.

Lena patah, dia sudah berharap banyak pada lelaki itu. Hari pernikahan sudah disiapkan, tapi hubungan mereka malah berakhir seperti ini?

Lena pulang dengan wajah merah dan mata sembab. Beruntung tidak ada tetangga yang melihatnya. Gadis itu pulang ke rumahnya sendiri, menyendiri sambil menangis meratapi kisah asmaranya yang baru saja kandas.

Dia ketiduran dan terbangun karena suara gedoran pintu dari sang ibu.

“Len”

“Lenaaaa”

“Udah pulang ya?”

Teriak bu Sri dari luar pintu sana. Lena yang saat itu berada di ruang tamu langsung membuka pintu.

“Ibu mencari-cari sejak tadi. Kenapa tidak ngabari kalau pulang lebih awal?” Ucap bu Sri.

Wanita paruh baya itu sepertinya masih tidak menyadari ekspresi Lena, mungkin karena kondisi Lena yang masih acak-acakan setelah bangun tidur.

Lena melepas cincin pertunangannya lalu memberikannya pada sang ibu, “Lena putus dengan mas Bagas” ucapnya sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh di depan sang ibu.

“Ha? Kenapa?” Tanya bu Sri. Wanita itu membawa Lena masuk ke ruang tamu lalu menutup pintunya.

“Ya putus saja” Jawab Lena.

...***...

Setelah empat hari tidak masuk kerja karena sakit, Lena akhirnya menunjukkan batang hidungnya di ruang produksi.

“Lenaaaaa” Bu Diah menyapa Lena dengan semangat.

“Sudah sehat, nak?” Tanya bu Diah sambil membolak-balikkan tubuh Lena.

“Alhamdulillah sehat, bu” Jawab Lena.

Kali ini Lena memang masih belum se-ceria biasanya tapi, rupanya kehadirannya masih dirindukan oleh orang-orang disana.

Lena tidak banyak omong hari itu. Bahkan ketika Rangga memberinya garapan yang begitu banyak, Lena hanya diam.

“Kalau sakit, diem aja ya anaknya” Ucap Rangga pada Devi tapi, tentu bisa didengar oleh Rangga.

“Syut, jangan merusak suasana hatinya mas” Sahut Devi. Wanita itu mengerti dengan apa yang dirasakan Lena. Dia sudah menganggap Lena seperti adiknya sendiri.

“Lupain aja, Len. Masih banyak yang lain” Ucap bu Nur.

“Yang lain banyak, tapi yang kayak dia gak ada” Sahut Lena.

Jika biasanya, ketika ada lagu-lagu galau Lena akan konser dan menyanyi dengan riang kali ini gadis itu malah menangis mendengar lagu-lagu sedih yang mungkin seperti kisahnya diputar.

Hari itu, ada libur untuk separuh karyawan. Jadi, kondisi ruang produksi tidak begitu ramai seperti biasanya.

Edwyn siang-siang sedang berkeliling untuk melihat kualitas rokok tapi, terus terdiam di samping meja kerja Lena, dia menyandarkan diri di meja sebelah menghadap gadis itu.

“Kenapa, Len?” Tanya Edwyn.

Lena menggeleng pelan. Apa hanya Lena saja atau kalian juga sama? Gadis itu jika sedang bersedih lalu ditanya, ‘kenapa?’ pasti malah ingin menangis, apa kalian begitu?

Edwyn seolah mengerti jika Lena tidak ingin ditanyai, lelaki itu hanya mengangguk pelan. Dia tiba-tiba mengambil gunting yang berada di sebelah kanan Lena.

Saat itu, posisi Edwyn berada di sebelah kiri Lena. Ketika Edwyn mengambil gunting itu dari arah depan, tentu tangannya harus melewati tubuh Lena, membuat gadis itu segera menghentikan aktivitasnya lalu mundur sedikit.

“Apa mas?” Tanya Lena.

Tanpa menjawab, Edwyn malah membantu Lena menggunting beberapa batang rokok.

“Ini, sudah” Ucap Edwyn melihatkan hasil guntingan rokoknya pada Lena.

“Itu gak sekalian semuanya, mas?” Tanya Lena.

Benar-benar definisi dikasih hati mintanya ampela.

“Itu saja sudah cukup” Jawab Edwyn lalu tersenyum dan pergi ke meja kerjanya.

Wow

Lena hampir saja memuja ketampanan lelaki itu, jika dia tidak ingat bahwa Edwyn sudah memiliki istri.

“Apa itu tadi, Len? Sedekat apa hubungan kalian?” Tanya Devi melihat kedekatan Lena dan Edwyn.

Edwyn memang banyak berkeliling dan mengajak beberapa karyawan lain berbincang tapi, lelaki itu tidak biasanya memberikan bantuan meskipun sekedar menggunting beberapa batang rokok seperti yang dilakukan pada Lena.

Lena hanya mengedikkan bahunya, “Tidak tau juga kenapa mas Edwyn begitu” Jawab Lena. Sama sekali tidak ingin menimbulkan spekulasi apapun.

Episodes
1 Mendapat Pekerjaan
2 Lingkungan Baru
3 Rumah
4 PDKT?
5 Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6 Panggilan Interview Lena
7 Interview Interaksi
8 Pesona Lena
9 Izin Kerja
10 Ternyata
11 Bagas Adiatma
12 Ketemu mantan
13 Balikan
14 Terikat
15 Fokus Kehidupan Sendiri
16 Satu Tahun Berlalu
17 Putus
18 Galau
19 Pingsan
20 Self Healing
21 Menemani Lena
22 Rumah Edwyn
23 Oh Baru Putus
24 Telur Naga
25 Senada
26 Bertemu Bagas
27 Resign
28 Kemarahan Edwyn
29 Babak Baru
30 Healing bikin Pusing
31 Setelah Bertemu
32 Masalah
33 Pengasuh, Dahlia
34 Dari Jauh
35 Takdir
36 Hukuman Ekmal
37 Bertemu
38 Bunda
39 Akrab
40 Deeptalk
41 Curhat
42 Bagaimana Bisa?
43 Sial, tapi Sempurna
44 Tidak Gratis
45 Rumah Lena
46 Makan Malam
47 Cerita Ekmal
48 Rahasia
49 Nenda
50 Mulut Tetangga
51 Memberi Pengertian
52 Gelandangan Pinggir Jalan
53 Kok gak sama?
54 Janjian
55 Mau Adik
56 Imam
57 Malang Night Paradise
58 Kapan-kapan Lagi
59 Tetangga Julid
60 Perhatian Edwyn
61 Godaan Lia
62 Makan Siang
63 Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64 Kita Bisa Mencobanya
65 Akrab
66 Pertemuan Pertama.
67 Godaan Edwyn
68 Lamaran di Bawah Senja
69 Persiapan
70 Semakin Dekat
71 Hari itu Tiba
72 Suami Istri
73 Keluarga Hangat
74 Sempurna
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Mendapat Pekerjaan
2
Lingkungan Baru
3
Rumah
4
PDKT?
5
Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6
Panggilan Interview Lena
7
Interview Interaksi
8
Pesona Lena
9
Izin Kerja
10
Ternyata
11
Bagas Adiatma
12
Ketemu mantan
13
Balikan
14
Terikat
15
Fokus Kehidupan Sendiri
16
Satu Tahun Berlalu
17
Putus
18
Galau
19
Pingsan
20
Self Healing
21
Menemani Lena
22
Rumah Edwyn
23
Oh Baru Putus
24
Telur Naga
25
Senada
26
Bertemu Bagas
27
Resign
28
Kemarahan Edwyn
29
Babak Baru
30
Healing bikin Pusing
31
Setelah Bertemu
32
Masalah
33
Pengasuh, Dahlia
34
Dari Jauh
35
Takdir
36
Hukuman Ekmal
37
Bertemu
38
Bunda
39
Akrab
40
Deeptalk
41
Curhat
42
Bagaimana Bisa?
43
Sial, tapi Sempurna
44
Tidak Gratis
45
Rumah Lena
46
Makan Malam
47
Cerita Ekmal
48
Rahasia
49
Nenda
50
Mulut Tetangga
51
Memberi Pengertian
52
Gelandangan Pinggir Jalan
53
Kok gak sama?
54
Janjian
55
Mau Adik
56
Imam
57
Malang Night Paradise
58
Kapan-kapan Lagi
59
Tetangga Julid
60
Perhatian Edwyn
61
Godaan Lia
62
Makan Siang
63
Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64
Kita Bisa Mencobanya
65
Akrab
66
Pertemuan Pertama.
67
Godaan Edwyn
68
Lamaran di Bawah Senja
69
Persiapan
70
Semakin Dekat
71
Hari itu Tiba
72
Suami Istri
73
Keluarga Hangat
74
Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!