Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?

“Pengumuman, hari ini kita akan lembur jadi, untuk orang-orang bison yang biasanya pulang jam 16.00, minta tolong hari ini kita pulang produksi bersih jam 18.00” Ucap Bu Diah pagi itu.

Tidak ada yang protes dengan keputusan itu, malah mereka dengan senang hati menerima jam lembur, dimana artinya garapan target serta gaji mereka juga akan ikut naik, tidak terkecuali dengan Lena.

Gadis itu nampak bersemangat di meja kerjanya, mengerjakan setiap batang rokok dengan telaten dan sempurna seperti biasanya.

“Len, hari ini lembur ya. Jaga kesehatan” Begitulah ucapan mas Edwyn ketika Lena menyetorkan rokoknya.

Sebagai jawaban, Lena tersenyum dan mengangguk, “Iya, sampean juga mas” sahutnya sebelum Lena pergi ke mejanya.

“Lena gak istirahat?” Tanya bu Nur yang saat itu sudah berdiri, bersiap untuk istirahat padahal saat itu jam masih menunjukkan pukul 09.00 pagi.

“Lena nanti dulu, bu Nur duluan aja” Jawab Lena.

Batang demi batang dijatuhkan oleh Lena dari tangan kreatifnya. Banyak yang menyayangkan keputusan Lena untuk kembali berkecimpung di pabrik rokok. Tidak urung juga, teman-teman Lena di perusahaan sebelumnya, mereka cukup sayang ketika Lena tidak mau dipindah perusahaan untuk menjadi karyawan tetap.

“Jauh mbak, lagipula nanti disini juga pasti ada pengangkatan karyawan magang kan”

Begitu jawaban Lena pada masa itu.

Ternyata itu salah. Seandainya Lena tau jika Pasuruan hanya tempat magang, mungkin Lena akan dengan senang hati pindah ke perusahaan pusat meskipun terbilang jauh. Nyatanya, tempat kerjanya sekarang malah lebih jauh lagi.

Sambil menggiling rokoknya, Lena sibuk dengan pikirannya sendiri. Entah harus kemana dia setelah ini, disana memang nyaman tapi, apakah disana menjamin dirinya tidak lagi diliburkan seperti perusahaan sebelumnya?

Pikiran Lena melanglang buana hingga tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12.00 tepat. Gadis itu segera beranjak, menyetorkan rokoknya dulu sebelum bersiap untuk istirahat.

“Istirahat Len, saya ada mau ngomong sama kamu” Ucap Edwyn ketika Lena menyetorkan rokoknya. Kondisinya memang saat itu sedang tidak ada yang setor selain Lena dan beberapa mandor juga ada yang keluar untuk istirahat.

“Ngomong apa mas? Perihal kerjaan ya?” Tanya Lena. Ada rasa khawatir di benaknya mengingat absen kehadirannya tidak begitu baik. Takut-takut nanti malah hal itu yang jadi permasalahan sekarang.

Edwyn hanya tersenyum. Seperti biasa, senyum menawannya jelas membuat jantung Lena berdetak lebih cepat.

...***...

Aku melihat seseorang yang baru kutemui selama satu tahun bekerja disini.

“Anak baru ya?” Tanyaku ketika melihatnya. Manis, satu kata yang dapat aku simpulkan dari senyumnya.

“Iya, mas” Jawabnya.

Baru aku tahu dari perkenalan itu, namanya Lena umurnya 21 tahun. Masih cukup muda, bukankah seharusnya dia berada di bangku kuliah sekarang?

Di umur begitu, dulu aku sibuk menyiapkan skripsi agar lulus tepat waktu tapi, siapa yang tahu dengan proses setiap orang bukan?

Beberapa minggu setelah kedatangannya di pabrik, rasanya aku ingin terus setidaknya satu dua kali berinteraksi dengan gadis itu setiap hari.

Aku selalu menunggunya untuk istirahat, kadang juga sekedar melihatnya dari kejauhan.

Laki-laki macam apa aku yang mendekati seorang gadis dengan cara begini? Memangnya dia akan peka?

Tentu tidak, menurutku.

Ini juga salah, untukku secara pribadi.

Aku diam di tempat Lena biasa istirahat, menunggunya keluar dari ruang produksi. Melamun dan merenungi hal-hal yang mungkin saja membuat kami merenggang pada akhirnya.

“Mas” Sapa Lena, dia meletakakan bekalnya di meja lalu duduk, sedikit menjaga jarak denganku.

“Jauh banget Len duduknya” Ucapku.

“Ya biar yang lain tidak ada salah paham” Sahutnya.

“Hahaha, jam segini tidak ada yang istirahat Lena. Cuma kamu yang istirahat di jam-jam rawan kepor begini” Aku mencoba meyakinkan dia bahwa tidak akan ada yang tau jika kami sekedar hanya berbincang santai.

“Kenapa mas? Sampean mau ngomong apa?” Tanya Lena. Rupanya gadis ini begitu to the point.

“Tidak ada, Cuma mau nemenin kamu makan aja” Jawabku.

Seketika itu, aku melihat matanya membulat, seolah dia sangat terkejut dengan penuturanku.

“Sampean tidak makan juga mas? Mau makan bekalku?” Dia bertanya, menyodorkan kotak bekalnya yang hari itu membawa nasi goreng disertai sosis dan telur dadar, tidak lupa sebagai pelengkapnya ada timun juga kerupuk.

“Kamu masak sendiri?” Tanyaku.

Setiap hari aku akan bertanya, “bekal apa hari ini, Len?”

Yang aku suka, menunnya selalu ganti setiap hari. Wajar jika aku penasaran siapakah yang memasak untuknya?

“Tidak mas. Ini mama yang masakin. By the way, aku gak bisa masak” Ucapnya.

Aku manggut-manggut mengerti, “Ya udah, makan dulu gih. Aku mau ke ruang mandor” celetukku.

Aku pergi, memberikan ruang untuknya. Pasti rasanya tidak nyaman jika aku benar-benar menungguinya untuk makan.

Perihal sesuatu yang ingin aku ucapkan?

Lupakan saja, lagipula itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak cukup punya keberanian untuk itu dan memang seharusnya tidak begitu.

Setelah sholat dzuhur dan makan, aku melihat Lena masih asik dengan ponselnya di tempat tadi.

“Len? Belum masuk?” Sapaku.

“Eh, belum mas. Masih mau nyantai sebentar” Jawabnya.

Aku mengangguk lalu melangkahkan kaki tapi, baru duang langkah aku sudah kembali mundur.

“Len, bagaimana jika ternyata aku tidak seperti yang kamu pikirkan?” Tanyaku.

Haha, entah apa yang ada di pikiranku saat itu tapi, aku yakin dia sadar akan ketertarikanku dengannya.

Wajahnya sedikit bingung awalnya, sampai sepersekian detik selanjutnya gadis itu menetralkan air muka lalu menjawab, “Tidak apa-apa, memang semua hal tidak harus selalu berjalan sesuai dengan ekspektasi”

Noted :

Sampean : Kamu (Dalam Bahasa Jawa)

Episodes
1 Mendapat Pekerjaan
2 Lingkungan Baru
3 Rumah
4 PDKT?
5 Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6 Panggilan Interview Lena
7 Interview Interaksi
8 Pesona Lena
9 Izin Kerja
10 Ternyata
11 Bagas Adiatma
12 Ketemu mantan
13 Balikan
14 Terikat
15 Fokus Kehidupan Sendiri
16 Satu Tahun Berlalu
17 Putus
18 Galau
19 Pingsan
20 Self Healing
21 Menemani Lena
22 Rumah Edwyn
23 Oh Baru Putus
24 Telur Naga
25 Senada
26 Bertemu Bagas
27 Resign
28 Kemarahan Edwyn
29 Babak Baru
30 Healing bikin Pusing
31 Setelah Bertemu
32 Masalah
33 Pengasuh, Dahlia
34 Dari Jauh
35 Takdir
36 Hukuman Ekmal
37 Bertemu
38 Bunda
39 Akrab
40 Deeptalk
41 Curhat
42 Bagaimana Bisa?
43 Sial, tapi Sempurna
44 Tidak Gratis
45 Rumah Lena
46 Makan Malam
47 Cerita Ekmal
48 Rahasia
49 Nenda
50 Mulut Tetangga
51 Memberi Pengertian
52 Gelandangan Pinggir Jalan
53 Kok gak sama?
54 Janjian
55 Mau Adik
56 Imam
57 Malang Night Paradise
58 Kapan-kapan Lagi
59 Tetangga Julid
60 Perhatian Edwyn
61 Godaan Lia
62 Makan Siang
63 Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64 Kita Bisa Mencobanya
65 Akrab
66 Pertemuan Pertama.
67 Godaan Edwyn
68 Lamaran di Bawah Senja
69 Persiapan
70 Semakin Dekat
71 Hari itu Tiba
72 Suami Istri
73 Keluarga Hangat
74 Sempurna
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Mendapat Pekerjaan
2
Lingkungan Baru
3
Rumah
4
PDKT?
5
Bagaimana Jika Tidak Seperti yang Kamu Pikirkan?
6
Panggilan Interview Lena
7
Interview Interaksi
8
Pesona Lena
9
Izin Kerja
10
Ternyata
11
Bagas Adiatma
12
Ketemu mantan
13
Balikan
14
Terikat
15
Fokus Kehidupan Sendiri
16
Satu Tahun Berlalu
17
Putus
18
Galau
19
Pingsan
20
Self Healing
21
Menemani Lena
22
Rumah Edwyn
23
Oh Baru Putus
24
Telur Naga
25
Senada
26
Bertemu Bagas
27
Resign
28
Kemarahan Edwyn
29
Babak Baru
30
Healing bikin Pusing
31
Setelah Bertemu
32
Masalah
33
Pengasuh, Dahlia
34
Dari Jauh
35
Takdir
36
Hukuman Ekmal
37
Bertemu
38
Bunda
39
Akrab
40
Deeptalk
41
Curhat
42
Bagaimana Bisa?
43
Sial, tapi Sempurna
44
Tidak Gratis
45
Rumah Lena
46
Makan Malam
47
Cerita Ekmal
48
Rahasia
49
Nenda
50
Mulut Tetangga
51
Memberi Pengertian
52
Gelandangan Pinggir Jalan
53
Kok gak sama?
54
Janjian
55
Mau Adik
56
Imam
57
Malang Night Paradise
58
Kapan-kapan Lagi
59
Tetangga Julid
60
Perhatian Edwyn
61
Godaan Lia
62
Makan Siang
63
Apakah Kita Bisa Mencobanya Lagi?
64
Kita Bisa Mencobanya
65
Akrab
66
Pertemuan Pertama.
67
Godaan Edwyn
68
Lamaran di Bawah Senja
69
Persiapan
70
Semakin Dekat
71
Hari itu Tiba
72
Suami Istri
73
Keluarga Hangat
74
Sempurna

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!