Di tolak

Setalah Zuhur. Rumah pak kades di datangkan oleh rombongan. dengan menggunakan rebana ciri khas orang meminang.

Tentu saja Pak Kades terkejut. karena ia tidak punya janji dengan orang lain. kau anaknya akan di pinang. tapi saat rombongan itu mendekat. baru ia sadar, kalau rombongan yang tak di undang tersebut dari keluarga Jaja. Keluarga Pak Danu yang cukup di segani selain pak kades.

"Assalamualaikum pak kades.." Ucap Pak Danu menyalami pak Kades yang berdiri mematung di teras rumahnya.

"Waalaikumsalam. Oh ya maaf Pak Danu. Ada apa? kok pakai rombongan segala." Canda Pak Kades. membuat semua orang tertawa.

"Ah Pak Kades pandai sekali bercanda. kan kita mau besana.. makanya saya bawa rombongan untuk meminang anak Pak Kades." Ucap Pak Danu.

"Oh....APak Danu silahkan masuk. Sebelum nya saya bicara dulu dengan putra pak Danu sebentar ya." Pak Bagas melihat ke arah Jaja yang tertunduk.

"Oh. silahkan..Nak kamu temui calon mertuamu. bapak sama ibuk masuk ya." Pak Danu dengan santai masuk rumah kan Kades yang yakin anaknya akan menikah dengan anak pak kades yang cantik.

"Ja. apa maksud mu. tadi kita janji akan datang ke sini. akan membicarakan siapa yang akan di pilih Anak saya. dan belum di putuskan siapa yang akan di pilih. tapi kamu sudah membuat saya malu... jangan salahkan saya jika Raisya menolaknya dengan sikapmu yang bodoh ini." Ancam kak Kades

Ia yang memang tidak suka. malah makin ilfil dengan sikap anak muda yang di depannya. bersikap sembrono dan ke kanan-kanakan.

"Saya tadi hanya cerita sama papa saya. tapi mendengar itu. papa sama mama saya malah menyiapkan ini. tentu saja tidak bisa mencegahnya." Jawab Jaja membela diri.

"Ah. saya tidak peduli. saya sendiri yang menolak mu. karena sikap kamu yang gegabah inilah membuat saya tidak suka." Jawab Pak Kades jujur.

Jaja terduduk di tanah. saat pak kades meninggalkannya. ia ingin menangis sekencang-kencangnya. karena pinangannya di tolak. sebelum sempat meminang.

Raja dan kedua temannya. turn dari paviliun menyaksikan rebana yang tidak henti-hentinya bermain. sampai Pak Danu yang menghentikan. itu kebiasaan kampung tersebut saat meminang.

Jika pinangan di terima atau di tolak. jika sudah jelas maka baru musik tradisional tersebut berhenti.

Adi merekam acara tersebut. ia sudah di ceritakan Raja. saat rombongan tersebut datang. padahal rencananya mereka akan kembali ke basecamp setelah Zuhur. Tapi mereka harus menunggu kebenaran jadi harus jelas dulu semuanya.

"Maaf pak Danu. sepertinya Jaja salah memberi kabar pada bapak. sebenarnya kejadian sebenarnya begini.." Pak Kades pun menceritakan semuanya. Bai info yang ia dapat dari Jaja awal dia menjelekkan anaknya dengan Raja. sampai Jaja terungkap mengganggu Raisya. dan ia juga dengar langsung dari anaknya dan juga Raja.

Pak Danu yang tadinya semangat malah terkulai. ia malu punya anak yang selalu membuat ulah. tadinya ia sempat bangga dengan anaknya mendapati Raisya. dia berharap gadis tersebut mampu merubah anaknya yang Badung. Tapi mendengar cerita Pak Kades ia sangat malu dengan ulah anaknya.

"Kalau begitu saya minta maaf pak Kades. saya tidak tahu ceritanya kalau seperti ini. saya harap. kejadian ini jangan sampai hubungan kita yang lain." Ucap pak Danu sungkan. Karena Pak Danu merupakan Agen di desa tersebut. Masyarakat lebih percaya menjual hasil panen pada pak Kades. dan pak kades baru menjual pada pak Danu yang di jual langsung ke kota. yang dan sering anaknya Jaja yang jadi sopir jika ke kota.

"Oh tidak. kalau begitu sebaiknya kita makan siang dulu di sini. kebetulan kami ada tamu." Tunjuk pa Kades pada ke tiga pemuda yang dari tadi hanya berdiri menonton mereka.

"Yok nak.. masuk dan kenalkan diri kalian. sebelum kita makan bersama. Oh ya Pak Danu apa pak Danu nggak kasihan tuh pada pengiring bapak. suruh istirahat dulu." Usul Pak Kades yang baru di sadari Lak Danu.

Akhirnya pinangan pak Danu di tolak dengan halus. Jaja yang tadi di luar pergi menjauh. ia tidak mau melihat gadis pujaannya di pinang laki-laki lain. Tanpa di ketahui kak Danu.

Episodes
1 Bertemu Bidadari
2 Kenangan
3 Menyangkalnya
4 Kejujuran
5 Di tolak
6 Sengit
7 Godaan temannya
8 Kejutan
9 Pinangan
10 Hampir saja gagal nikah
11 Bingung
12 Kekaguman
13 Saling Terbuka
14 Kurang fokus
15 Permulaan
16 Jalan-jalan Pagi
17 Rasa syukur
18 Menerima
19 Janji
20 Kenakalan remaja
21 Awal
22 Hasilnya
23 Keputusan
24 Dua Pasang Pengantin
25 Dua pasangan pengantin
26 Sinta dan Gilang
27 Di sela kesibukan
28 Ulah Gita
29 Permintaan Viona
30 Posesif
31 Posesif banget
32 Pecicilan
33 Gilang
34 Pagi-pagi
35 Pilihan
36 Di Cuekin Saja
37 Perhatian
38 Mulai Berencana
39 Ratu dan Seina
40 Pagi Yang....
41 Ratu dan seina yang buat ulah
42 Kating Yang Aneh
43 Udang di balik bakwan
44 Julit
45 Godaan Seina
46 Bagaikan Tom dan Jeri
47 Mencoba Mendekati
48 Seina yang bertingkah
49 Kejengkelan Ratu
50 Sambutan Warga
51 Salah sasaran
52 Gangguan
53 Serunya
54 Akhirnya
55 Wisuda
56 Selamatan
57 Pertunangan
58 Gadis Masa Lalu
59 Dobrak
60 Ungkapan Cinta Abe
61 Malu-malu
62 Diamnya Ratu
63 Raisya dan Gista
64 Suasana Pabrik
65 Privasi
66 Privasi
67 Seina yang sedih
68 Gamang
69 Aldi yang Usil
70 Kayak jelangkung
71 Manjanya Abe
72 kelahiran Bayi Raira
73 Candaan yang Tak wajar
74 Ketakutan Abl
75 Kegelisahan Abe
76 Tembakan Gilang pada Seina
77 Penedekatan
78 Cantika
79 Memahami
80 lapuk
81 Nyaman
82 Ratu kaget kedatangan Abe
83 Gilang Vs Kania
84 Jadi Pusat perhatian
85 Suasana Haru
86 Khawatir
87 Aku Salah
88 Berita bahagia
89 Saling Membuka Diri
90 Diratukan
91 Permintaan Mis Ana
92 Baby Raira
93 Insting Seorang Ibu
94 Kebingungan Viona
95 Ancam Viona
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Bertemu Bidadari
2
Kenangan
3
Menyangkalnya
4
Kejujuran
5
Di tolak
6
Sengit
7
Godaan temannya
8
Kejutan
9
Pinangan
10
Hampir saja gagal nikah
11
Bingung
12
Kekaguman
13
Saling Terbuka
14
Kurang fokus
15
Permulaan
16
Jalan-jalan Pagi
17
Rasa syukur
18
Menerima
19
Janji
20
Kenakalan remaja
21
Awal
22
Hasilnya
23
Keputusan
24
Dua Pasang Pengantin
25
Dua pasangan pengantin
26
Sinta dan Gilang
27
Di sela kesibukan
28
Ulah Gita
29
Permintaan Viona
30
Posesif
31
Posesif banget
32
Pecicilan
33
Gilang
34
Pagi-pagi
35
Pilihan
36
Di Cuekin Saja
37
Perhatian
38
Mulai Berencana
39
Ratu dan Seina
40
Pagi Yang....
41
Ratu dan seina yang buat ulah
42
Kating Yang Aneh
43
Udang di balik bakwan
44
Julit
45
Godaan Seina
46
Bagaikan Tom dan Jeri
47
Mencoba Mendekati
48
Seina yang bertingkah
49
Kejengkelan Ratu
50
Sambutan Warga
51
Salah sasaran
52
Gangguan
53
Serunya
54
Akhirnya
55
Wisuda
56
Selamatan
57
Pertunangan
58
Gadis Masa Lalu
59
Dobrak
60
Ungkapan Cinta Abe
61
Malu-malu
62
Diamnya Ratu
63
Raisya dan Gista
64
Suasana Pabrik
65
Privasi
66
Privasi
67
Seina yang sedih
68
Gamang
69
Aldi yang Usil
70
Kayak jelangkung
71
Manjanya Abe
72
kelahiran Bayi Raira
73
Candaan yang Tak wajar
74
Ketakutan Abl
75
Kegelisahan Abe
76
Tembakan Gilang pada Seina
77
Penedekatan
78
Cantika
79
Memahami
80
lapuk
81
Nyaman
82
Ratu kaget kedatangan Abe
83
Gilang Vs Kania
84
Jadi Pusat perhatian
85
Suasana Haru
86
Khawatir
87
Aku Salah
88
Berita bahagia
89
Saling Membuka Diri
90
Diratukan
91
Permintaan Mis Ana
92
Baby Raira
93
Insting Seorang Ibu
94
Kebingungan Viona
95
Ancam Viona

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!