"Aku mau pisah!" Lantang Jennifer dengan air mata yang kembali menetes.
Mendengar suara lantang itu rahang Garrick terlihat semakin mengeras, tatapan nya yang semula terlihat tenang kini berubah menajam.
"Kembali lagi setelah kalian mendapatkan bukti" Lanjut Garrick pada orang tua nya, yang setelah nya pria itu langsung mengangkat tubuh Jennifer.
"Gak! Turunin hikss mommy!!" Isak Jennifer seraya mengamuk.
Mencoba agar terlepas dari gendongan Garrick, tidak peduli jika tubuh nya terjatuh asalkan terlepas dari gendongan pria itu.
"Garrick!" Pekik Wilson, hendak mengejar Garrick.
"Sudah dad.." Ucap lirih Victoria yang menahan lengan suami nya. "Kamu tau sendiri 'kan, kalau anak kamu itu keras kepala?" Lanjut nya bertanya.
Napas Wilson tidak beraturan, raungan Jennifer masih terdengar di telinga kedua nya.
"Lebih baik kita cari bukti terlebih dahulu, selain untuk mengetahui kebenaran nya. Kita juga bisa menyelesaikan kesalahpahaman ini jika memang semua yang Jennifer ucapkan itu tidak benar"
"Huh.." Wilson menghela napas nya panjang mendengar itu. Kepala nya mengangguk pelan.
"Kita pulang atau tetap di sini?" Tanya Victoria yang sejujurnya ingin menginap untuk memastikan keributan putra dan putri nya tidak terus berlangsung.
"Pulang saja, biarkan mereka menyelesaikan nya tanpa kita" Putus Wilson.
Memang mereka kedua orang tua Garrick atau pun Jennifer. Tetapi kedua orang itu sudah bukan anak kecil lagi dan juga benar apa yang di katakan Garrick.
Ini masalah rumah tangga nya, baik Wilson atau pun Victoria tidak bisa terlalu ikut campur.
"Daddy akan menyuruh orang untuk menyelidiki nya" Lanjut Wilson.
Dengan berat hati dan mata yang mengarah ke kamar sepasang pasutri itu, pada akhirnya Victoria mulai melangkah untuk kembali ke rumah nya bersama Wilson.
Sedangkan di dalam kamar sana, kamar yang kedap suara itu sungguh terdengar tenang dari luar. Tetapi tidak untuk di dalam nya dimana Jennifer tengah meraung seraya memukuli tubuh Garrick.
"Buka pintu nya hikss!" Isak menggebu Jennifer yang sungguh merasa tidak beruntung.
Ia lupa bahwa beberapa hari lalu Garrick mengganti semua handle pintu dengan sistem sensor.
Dimana saat ini pintu kamar nya tidak bisa terbuka tanpa sidik jari Garrick.
Dan bodoh nya beberapa hari lalu itu ia tidak bertanya tentang sidik jari nya yang tidak di daftarkan oleh Garrick karena diri nya terlalu di mabuk kepayang dengan perubahan pria itu.
Jennifer menarik lengan Garrick sekuat tenaga agar pria itu berdiri dari posisi nya yang duduk di tepi kasur.
Berniat menarik nya untuk menuju pintu dan menempelkan jari pria itu ke sensor pintu kamar nya.
Namun sayang nya Garrick tidak bergerak sedikit pun membuat Jennifer semakin kesal dan mengigit lengan itu.
Tidak menjerit kesakitan atau pun meringis, Garrick hanya diam menatap segala pergerakan Jennifer.
Sampai akhirnya wanita itu menjauh dan duduk di sofa, menaikkan kali nya lalu memeluk kedua lutut nya di sana.
"Sudah?" Tanya Garrick.
Melepas jas nya lalu pria itu menggulung lengan kemeja nya, melihat bekas gigitan Jennifer yang begitu dalam dengan cukup lama kemudian kembali menatap Jennifer.
Jennifer menatap Garrick dengan mata memerah nya, menatap pria itu seakan memiliki dendam.
"Lepaskan aku" Ujar Jennifer.
"Tidak akan"
"Kamu lebih mencintai wanita itu 'bukan?" Tanya Jennifer. "Jadi lepaskan aku!" Lanjut nya menggebu.
Garrick melangkah begitu cepat menghampiri Jennifer, kemudian sedikit mencengkram dagu wanita itu.
Ingat, hanya sedikit karena itu tidak akan menyakiti atau pun meninggalkan bekas di kulit Jennifer dan Garrick melakukan itu agar dapat mengunci tatapan Jennifer.
"Jangan pernah membawa mommy dan daddy dalam urusan rumah tangga kita" Ucap Garrick penuh penekanan.
"Aku sudah tidak kuat!" Sentak Jennifer. Menyentak tangan Garrick. "Sehabis membahagiakan ku, kamu juga tidak lupa untuk membahagiakan wanita itu!" Lanjut nya.
Garrick terkekeh sinis kemudian kembali mencengkram dagu Jennifer, kali ini sedikit kuat hingga wanita itu meringis pelan.
"Atau jangan-jangan kamu yang sudah memiliki pria lain 'bukan?" Tuduh balik Garrick.
Plak!
Untuk pertama kali nya Jennifer menampar wajah tampan itu, wajah yang membuat diri nya begitu jatuh hati pada pemilik wajah tersebut.
"Tutup mulut mu, aku tidak serendah itu!" Teriak Jennifer, langsung menghempaskan tangan Garrick dan berdiri.
Jennifer berniat berjalan, tentu tujuan nya adalah kamar mandi karena hanya ruang itu lah yang bisa membuat diri nya tidak berada di ruang yang sama dengan Garrick.
Namun lengan nya langsung di tarik dan tubuh nya di hempaskan begitu saja di kasur membuat bunyi yang sedikit gaduh.
"Aku tau Jennifer, hubungan kamu dengan pria bernama Maxi bukan hanya sebatas asisten dan model"
"Jangan membawa-bawa Maxi, sialan!"
Jennifer sungguh tidak terima jika sahabat nya di bawa-bawa dalam pertengkaran ini. Terlebih lagi Garrick menuduh nya berselingkuh dengan sahabat nya sendiri hingga membuat Jennifer untuk pertama kali nya juga berkata kasar di depan Garrick.
"Shiitt! Mulut mu!" Geram Garrick hingga gigi nya bergemeletuk menahan amarah.
Jennifer memalingkan wajah nya melihat itu, pertahan nya mulai runtuh dengan ketakutan nya melawan Garrick.
"Pergi" Usir Jennifer yang memilih menarik selimut dan tidak ingin melanjutkan pertengkaran nya.
Di saat deru napas berat Garrick terdengar begitu jelas dan menyeramkan, dering handphone Jennifer yang berada di sofa sana membuat suasana semakin horor.
Dengan cepat Jennifer bangun, namun gerakan nya kalah cepat dengan Garrick yang sudah memegang handphone nya.
"Berikan Garrick!" Seru Jennifer.
Garrick tidak menjawab, pria itu terfokus menatap rentetan nomor-nomor yang tidak terdaftar di kontak handphone istri nya.
"Garr--Emm!!" Ucapan Jennifer tertahan saat Garrick menarik dan membekap mulut nya.
Kemudian pria itu menjawab panggilan tersebut yang tentu nya di loudspeaker oleh nya agar Jennifer dapat mendengar juga.
"Hai.. Selamat malam.." Sapa seseorang di sebrang sana.
Suara seorang pria, dan pria itu menyapa dengan nada yang tentu Garrick mengerti sebagai seorang pria.
Garrick langsung menatap Jennifer dimana wanita itu juga menatap nya. Tanpa berkata lagi Garrick langsung mengakhiri panggilan tersebut dan melepaskan bekapan nya dari mulut Jennifer.
"Siapa ini?" Tanya Garrick.
"Tidak tau!" Jawab Jennifer yang memang ia sendiri tidak tau siapa pria itu.
"Jangan berbohong Jennifer Priscilla Livingston!" Seru Garrick dengan nada tinggi.
Kemarahan Garrick sudah di ambang batas jika pria itu sudah menyebutkan nama lengkap wanita di hadapan nya.
"Aku benar-benar tidak tahu Garrick Filbert Livingston!" Sahut Jennifer tak kalah tinggi.
Kelopak mata Garrick terpejam erat guna mengontrol emosi nya, namun sayang nya pria itu tidak dapat mengontrol nya saat mengingat nada sapaan seorang pria di handphone Jennifer.
"Sekarang buk--Emmm!!" Mata Jennifer melotot sempurna saat Garrick menarik tengkuk nya dan meraup rakus bibir nya.
Bahkan mengigit nya saat Jennifer dengan sengaja membungkam nya karena ia tidak akan terbuai lagi oleh semua ini.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
apa itu si perel itu ya?? yg model katanya profesional tpi nyatanya bengek??
2024-03-16
0
Nenk Vi
up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up up
2023-12-08
2
SenjaKala
Serah lu ae ger chocolatos
2023-12-08
0