Bab 6.

"Sekali lagi saya ingin meminta maaf kepada anda atas keterlambatan saya" Ujar Jennifer yang saat ini tengah berjabat tangan dengan pemilik brand Vegos.

"Tidak masalah, lagi pula ada asisten anda yang begitu asik saat di ajak mengobrol" Jawab ramah Martin.

Jennifer pun sontak menatap asisten nya, Maxi yang saat ini tersenyum dan berjabat tangan dengan Martin.

"Terima kasih atas pujian anda tuan Martin" Ucap Maxi.

Mengangguk pelan kemudian Martin mengancingi jas nya lalu menatap bergantian Jennifer dan Maxi.

"Konsep pakaian nya akan kami kirimkan nanti malam, terima kasih karena anda memberikan kesempatan pada brand kami" Ujar Martin.

Jennifer menggeleng pelan dengan senyum nya. "Saya juga sangat berterima kasih atas tawaran ini" Jawab nya.

"Baiklah tidak perlu sungkan" Sela Martin membuat Jennifer dan Maxi terkekeh pelan. "Kalau begitu saya pamit terlebih dahulu" Lanjut nya.

"Mari saya antar" Tawar Jennifer.

"Terima kasih"

Ketiga orang yang berada dalam ruang privat sebuah restoran ternama itu pun melangkah keluar.

Hingga akhirnya Martin masuk ke dalam mobil nya, menyisakan Jennifer dan Maxi di parkiran sana.

"Hah.." Hela Jennifer menyandarkan punggung nya pada mobil milik nya.

"Beruntung tuan Martin masih mau menunggu model pemalas ini" Cibir Maxi yang juga menyandarkan punggung nya di mobil, tepat di sebelah Jennifer.

Puk!.

Jennifer menepuk cukup keras lengan Maxi dengan raut kesal nya.

"Apa kamu tidak tau betapa kesusahan nya aku semalam hingga tadi pagi huh?!" Dengus nya.

Maxi terdiam sesaat menatap Jennifer dengan wajah serius nya. "Memang nya kenapa?"

Bukan nya langsung menjawab Jennifer malah kembali menghela napas dan menegakkan tubuh nya.

"Aku akan ceritakan di dalam mobil, kamu yang mengemudi" Ujar Jennifer seraya melemparkan kunci mobil nya kepada Maxi.

Tidak banyak bicara Maxi langsung masuk ke dalam mobil Jennifer dan mulai mengemudikan nya keluar dari parkiran restoran tersebut.

Meninggalkan mobil nya yang berada tepat di sebelah mobil wanita itu.

"Jadi?.." Maxi menoleh sesaat menatap Jennifer yang tengah memejamkan mata nya.

"Entah lah, intinya Garrick benar-benar menyebalkan" Seru nya yang sudah lelah menjelaskan kepada Maxi.

Benar, tidak ada yang Jennifer tutupi. Wanita itu menceritakan kejadian semalam hingga tadi pagi pada sahabat nya itu.

"Aneh" Gumam Maxi.

Jennifer langsung menegakkan tubuh nya dan menatap Maxi dengan penuh semangat saat mendengar gumaman pria itu.

"Benar, Garrick sangat-sangat aneh!" Sahut menggebu Jennifer.

"Dia banyak bicara pada mu"

Jennifer terbungkam mendengar itu, seketika ia menyadari bahwa memang Garrick lebih banyak bicara pada nya.

"Biasa nya saja jangankan mengingatkan, menjawab pertanyaan mu saja dia tidak sudi" Lanjut Maxi.

Jennifer melotot. "Kata itu terlalu kasar Max" Protes nya.

Maxi hanya mengangkat kedua bahu nya sebagai respon, setelah melihat itu Jennifer kembali menghempaskan punggung nya.

"Bangun kan aku setelah sampai" Pesan Jennifer yang kembali memejamkan mata nya.

Maxi tidak menjawab, pria itu hanya melirik Jennifer lewat ekor mata nya lalu kembali terfokus pada jalanan di depan nya.

*

"Tuan" Fedro menunduk hormat saat baru saja berdiri di hadapan Garrick.

"Katakan" Ujar Garrick yang masih terfokus pada berkas-berkas nya.

"Nyonya sudah menandatangani kontrak kerja sama dengan brand Vegos selama enam bulan ke depan"

Gerakan tangan Garrick terhenti, namun pria itu tak mengangkat pandangan nya yang arti nya kepala nya masih menunduk menatap berkas nya.

"Saat ini nyonya dan Maxi sedang dalam perjalanan menuju lokasi pemotretan nyonya yang berada di Ruby Beach"

Mendengar itu Maxi langsung mengangkat pandangan nya, menatap asisten nya dengan mata elang milik nya.

"Tema pemotretan hari ini adalah pakaian musim panas yang baru saja di rilis oleh brand Chago"

Garrick menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi kebesaran yang saat ini ia duduki dengan kelopak mata terpejam.

"Pergi lah" Titah Garrick tak ingin di ganggu.

"Baik tuan, saya permisi"

Fedro pun menunduk sopan sebelum keluar dari ruangan sang bos, meninggalkan pria sibuk itu.

*

*

Suara jepretan kamera yang tertutup dengan deburan ombak dan angin laut itu membuat Jennifer kesusahan dalam berpose jika tidak di berikan instruksi.

Bukan hanya itu, pria yang saat ini berdiri di samping nya dan juga berpose dengan diri nya untuk di ambil gambar nya melalui kamera itu membuat diri nya sedikit risih.

Pasal nya Varrel, pasangan nya dalam pemotretan saat ini seperti nya sedang memanfaatkan kesempatan karena beberapa kali Jennifer merasakan pria itu mengusap pinggang atau punggung nya.

"Oke good!" Puji sang fotografer. "Beberapa pose lagi, tunjukkan kinerja kalian" Lanjut nya menggebu.

Jennifer dalam diam menghela napas kemudian mengangkat tangan nya. "Istirahat sebentar" Pinta nya.

Beberapa anggota crew itu terdiam heran, pasal nya baru kali ini Jennifer meminta istirahat.

"Istirahat lima belas menit" Putus Maxi yang baru saya menutupi tubuh Jennifer dengan mantel nya.

"Ada apa?" Tanya Maxi yang juga merasa heran atas permintaan Jennifer.

"Aku haus Max" Jawab Jennifer yang tentu adalah sebuah kebohongan.

Namun Max tetap memberikan sebotol jus untuk wanita itu yang langsung di teguk nya.

"Katakan jika ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman" Pesan Maxi yang langsung mendapat anggukan dari Jennifer.

Sedangkan di sisi lain, saat ini Varrel juga tengah meneguk minuman nya. Namun mata nya tak lepas dari pasangan nya dalam pemotretan saat ini.

"Istri pewaris Livingstone 'ya?"

"Kenapa Rel?" Tanya asisten pria itu yang mendengar sekilas gumaman Varrel.

Kepala pria itu menggeleng samar, senyum tipis menghias wajah nya.

"Ingat nona Jennifer sudah memiliki suami" Peringat sang asisten.

"Apa salah nya?" Jawab pria itu seakan menantang.

Asisten pria itu hanya menggeleng samat menanggapi kegilaan model nya.

"Aku akan membawa Jennifer keranjang ku"

"Jangan gila Varrel"

Pria itu hanya terkekeh samar. Hingga akhirnya waktu istirahat pun telah habis dan pemotretan kembali di lanjutkan.

Dengan posisi saling berhadapan dan kedua tangan Varrel bertengger di pinggang Jennifer, pose itu mampu membuat Jennifer membatin.

"Sialan, model pria profesional apa nya?!" Batin nya memaki.

Karena dari yang ia dengar Varrel adalah salah satu model pria terbaik dengan beberapa penghargaan yang pria itu dapatkan.

"Anda jauh lebih cantik dari pada di foto, nona Jennifer" Bisik Varrel.

"Terima kasih" Jawab Jennifer dengan bisikan nya juga.

"Ini project pertama kita 'bukan?" Tanya Varrel lagi di sela pergantian pose nya.

Jennifer mengangguk samar dan hal itu tentu di sadari oleh Varrel.

"Bagaimana sebagai bentuk perkenalan, saya traktir nona makan malam?"

"Maaf saya sudah memiliki janji dengan suami saya" Sahur Jennifer menekan kata 'suami' seraya menjauh dari tubuh pria itu.

"Satu pakaian lagi" Instruksi salah satu crew dimana Jennifer dan Varrel akan berganti pakaian lagi.

"Menarik"

...****************...

Terpopuler

Comments

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

verrel cari kesempatan terus ihh...

2024-03-16

0

Nenk Vi

Nenk Vi

lagiiiiiiiii...... kak Boleh gk aku mintak foto vidual peran utama laki dan cewek nya dong plis

2023-11-25

6

Am

Am

double kak update nya🥺😭

2023-11-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!