Bab 10.

Berkali-kali Jennifer menghubungi Garrick namun tak kunjung mendapat jawaban dan hal itupun mampu membuat Jennifer meraung kesal di tengah malam ini.

"Menyebalkan! Pria egois!" Raung nya melempar handphone nya ke atas kasur.

Mencari kunci cadangan kamar itu di setiap laci, namun Jennifer tak menemukan apapun. Pada akhirnya wanita itu memilih untuk menyerah dan membaringkan tubuh nya yang terasa lelah di atas kasur.

"Apa ini sifat asli mu?" Tanya Jennifer menatap langit kamar nya.

Kembali memegang handphone nya, Jennifer sudah bersiap menelpon sang mommy. Ingin menceritakan semua nya termasuk dirinya yang ingin menyerah.

Namun jari nya terasa kaku hingga berakhir kembali menaruh handphone nya di samping tubuh nya.

"Tidak, ini sudah terlalu malam. Mommy dan Daddy butuh istirahat" Ucap nya mencoba menenangkan diri nya sendiri.

Terlalu lelah dengan pikiran nya sendiri Jennifer pun tertidur dengan posisi tidak beraturan nya. Andai wanita itu tidur diatas lantai tanpa alas apapun, mungkin ketika bangun nanti tubuh nya akan terasa sakit.

*

*

Sinar matahari menyorot namun hal itu bukan lah menjadi penyebab utama Jennifer terbangun dari tidur nya.

Melainkan karena usapan tangan besar seseorang pada pipi nya di iringi bisikan berat yang sangat Jennifer kenali.

"Happy one year anniversary, baby"

Bisikan itu mampu membuat kelopak mata Jennifer langsung terbuka lebar. Debaran jantung nya semakin tidak menentu saat ketika ia membuka mata nya ada cake besar dengan tulisan 'Happy Anniversary' serta beberapa foto nya di saat ia tertidur.

Jangan lupakan hiasan yang begitu romantis di belakang cake itu serta penampakkan kamar yang benar-benar berubah dalam semalam.

Cup

Kecupan hangat pada pipi nya menyadarkan Jennifer dari keterkejutan nya, wanita itu langsung duduk dan menatap tidak percaya pada Garrick yang saat ini tengah berbaring menyamping menatap diri nya.

Jennifer hanya diam hingga akhirnya nya Garrick ikut duduk dan memegang bahu wanita itu.

Ralat bukan memegang nya melainkan Garrick menggeser tubuh istri nya lalu menghadapkan nya ke arah cake besar yang dimana ada lilin yang sudah menyala.

"Make a wish, setelah itu kita tiup bersama" Ujar Garrick begitu lembut, sangat berbeda seperti biasa nya.

Jennifer tidak mengatakan apapun pun, jangan kan untuk berkata. Pikiran nya saja begitu kosong dengan semua kejutan ini dan lagi dengan kelakuan Garrick yang mirip bunglon.

"Honey" Panggil lembut Garrick.

Jennifer menerjab pelan kemudian wanita itu di tuntun untuk menyatukan kedua tangan nya bersamaan dengan tangan Garrick yang menggenggam kedua tangan nya yang menyatu itu.

"Kita tidak akan pernah berpisah walau pun maut menjemput" Ucap Garrick.

Tentu perkataan itu semakin membuat Jennifer dirundung rasa yang tidak menentu.

"Aku atau pun kamu, kita tidak akan saling meninggalkan" Lanjut pria itu.

Sebelum akhirnya Garrick menuntun Jennifer untuk meniup lilin berangka satu itu yang bodoh nya Jennifer hanya menurut dengan segala kebingungan nya saat baru saja bangun tidur.

"Gar--"

"Sthh,," Garrick memotong ucapan Jennifer dengan tangan nya yang bergerak mengusap bibir wanita itu.

Setelah nya Jennifer pun hanya terdiam dan menatap mata biru yang begitu memabukkan nya.

Tidak ada yang berucap hingga tiba-tiba Garrick menyatukan bibir nya dengan bibir Jennifer lalu mel*mat nya secara bergantian.

Jennifer tertegun, tangan nya mencengkram erat kemeja yang pria itu pakai. Sampai akhirnya ciuman itu terus berlangsung dan tubuh Jennifer pun sudah kembali direbahkan diatas kasur sama.

"Aku menginginkan nya sekarang" Bisik berat Garrick yang saat ini tengah mengh*sap cuping Jennifer.

Hal itu pun mampu menghadirkan rasa salah pada tubuh Jennifer, ditambah bibit panas pria itu terus bermain di kulit leher nya membuat lenguhan samar terdengar dari mulut nya.

"Eugh.."

"Aku sudah tidak bisa menahan nya"

Jennifer tidak mengatakan apapun pun wanita itu sibuk menikmati rasa hangat yang diberikan oleh suami nya, hingga..

"Nyonya, bangun nyonya"

Panggil seorang pelayan yang mulai mengusik nya.

"Nyonya.." Panggil pelayan itu lagi seraya menggoyangkan lengan sang nyonya yang tak kunjung bangun.

Sampai entah pada panggilan keberadaan kali nya, kelopak mata Jennifer pun mulai bergerak dan wanita itu terbangun dari tidur nyenyak nya.

"Akhirnya nyonya bangun, saya takut nyonya kenapa-napa" Ujar lega pelayan tersebut.

Sedangkan Jennifer yang baru saja terbangun langsung menoleh kesana-kemari, memperhatikan sekitar nya yang tidak ada perubahan sedikit pun.

"Garrick?" Gumam Jennifer mencari sosok pria yang baru saja membuat nya menangis bahagia, namun sayang nya itu hanya di mimpi.

Benar, semua sikap hangat Garrick dan kejutan itu hanyalah mimpi nya semata. Nyata nya kini kamar nya terlihat sama seperti sebelumnya dan sosok pria itu tidak sama di kamar nya.

"Tadi tuan menelpon untuk membuka kan pintu kamar nyonya, tuan ada perjalan bisnis selama satu minggu nyonya" Jelas sang pelayan yang mampu membuat air mata Jennifer berkumpul di pelupuk mata nya.

"Garrick tidak pulang bi?" Tanya Jennifer memastikan.

"Tidak nyonya"

Mendengar itu Jennifer langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuh nya, menumpahkan air mata nya di sana.

"Nyonya?"

"Pergi bi" Usir Jennifer menahan isak tangis nya.

"Baik nyonya, kalau ada apa-apa panggil bibi" Jawab pelayan tersebut sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jennifer di kamar nya.

Tangis wanita itu pun langsung pecah begitu sudah terdengar suara pintu yang tertutup. Jika tau sebelumnya hanya lah mimpi, Jennifer lebih memilih untuk tidak bangun dari tidurnya.

"Di hari anniversary kita, kamu malah pergi?"

Jennifer menggeleng samar, air matanya masih menetes. "Sebenarnya status kita, kamu anggap apa Ric hikks.."

Lama Jennifer kembali menumpahkan air matanya diatas kasur itu untuk kesekian kali nya, saat ini wanita itu sudah terduduk. Mengusap kasar air mata nya kemudian menatap foto pernikahan nya dengan Garrick yang terpajang begitu besar dengan penuh tekad.

"Aku ingin menghabiskan sisa umur ku dengan orang yang menyayangi dan mencintai ku, bukan malah membuat ku terus menangis seperti ini" Monolog Jennifer merasa muak.

Kemudian mata nya terfokus pada wajah Garrick. "Bukan bisnis, tapi kamu pasti pergi menemui wanita itu 'kan?" Lanjut nya terkekeh sinis.

"Jika aku tidak boleh meninggalkan mu, bagaimana jika aku juga bermain di belakang mu?" Tanya Jennifer pada foto Garrick masih dengan kekehan nya.

"Ah, tapi kalau gitu aku sama rendah nya dengan wanita murahan di luar sana. Lebih baik kita berpisah saja 'bukan?"

Seperti nya tekad seorang Jennifer Priscilla Livingston wanita yang sudah memakai marga Livingstone sejak berumur tujuh belas tahun itu sudah bulat untuk menyerah dengan pernikahan nya.

...****************...

Terpopuler

Comments

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

manisnya ternyata hanya mimpi... huft

2024-03-16

0

☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀

☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀

aduhh ngeselin banget kok, mikir nyata ternyata cuma mimpi😭

2023-12-05

6

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝚀𝚞𝚎𝚎𝚗 𝚁 ʀᴜʙʏ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝚀𝚞𝚎𝚎𝚗 𝚁 ʀᴜʙʏ

Astagfirullah mimpi ternyata

2023-12-02

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!