Bab 13.

Seorang gadis kecil memasuki kamar seorang remaja tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu.

Memasuki kamar itu dengan boneka hello kitty di pelukan nya, gadis kec itu terlihat menyedihkan saat akan di tinggal oleh tunangan kecil nya yang ia panggil dengan sebutan 'kakak'.

"Bisa tidak, mengetuk terlebih dahulu?" Tanya Garrick remaja, yang saat itu baru berusia dua belas tahun.

Jennifer kecil menggeleng dengan mata berbinar menahan air mata nya. "Kakak beneran mau pergi?" Tanya nya yang berdiri di ambang pintu sana.

Garrick tidak menyahut, pemuda itu terdiam sesaat menatap wajah Jennifer sebelum tangan nya bergerak mengode Jennifer agar menghampiri nya.

Jennifer pun menurut, menghampiri Garrick yang saat itu tengah duduk di kasur nya dengan beberapa koper yang sudah di isi barang-barang nya.

"Kakak mau tinggalin aku sendirian di sini?" Tanya Jennifer lagi, air mata nya semakin berkumpul di pelupuk mata nya.

"Jangan cengeng, ada mommy dan daddy di rumah ini" Sahut Garrick, mencubit hidung Jennifer sebelum mengangkat gadis kecil itu ke pangkuan nya.

"Hikss.."

Bukan nya menahan tangis, Jennifer malah terisak. Membuang boneka kesayangan nya begitu saja dan memeluk Garrick bak seorang adik yang tidak ingin di tinggal kakak nya.

"Hei.. Kakak pergi untuk melanjutkan sekolah, bukan untuk bermain tanpa mu" Jelas Garrick begitu lembut. Mengusap surai panjang yang terurai itu.

Aroma strawberry menguar dari rambut keemasan itu, Garrick tiada henti nya memberikan kecupan pada kepala gadis kecil itu.

Berharap Jennifer menjadi tenang, namun tangis nya semakin menjadi dan pelukan nya pada tubuh Garrick semakin mengerat membuat kedua orang tua Garrick memasuki kamar nya.

"Jenni kenapa, Rick?" Tanya panik Victoria.

"Kamu jahilin Jenni lagi?!" Tuduh Wilson.

Garrick menggeleng cepat. "Daddy jangan tuduh aku 'ya!" Kesal Garrick.

"Hikss huaaaa" Raung Jennifer.

Victoria yang kaget pun langsung mendekat dan hendak mengangkat tubuh mungil itu ke dalam gendongan nya.

Tetapi sayang nya pelukan Jennifer pada Garrick begitu kuat hingga membuat Victoria tersadar.

"Jenni gak mau di tinggal kakak hikss.." Isak nya.

Wilson dan Victoria pun saling bertatapan, kemudian beralih menatap putra nya.

"Please mom, dad. Jangan tahan aku lagi" Ujar Garrick mengerti akan tatapan kedua orang tua yang yang sebelum nya menahan diri nya untuk keluar dari rumah.

"Tapi, apa kamu ga kasihan sama Jenni?" Ucap Victoria menatap iba pada Jennifer yang terus terisak.

"Jenni akan terbiasa tanpa aku dan--"

"Huaaa gak mau hikss.. Aku mau ikut kakak, aku mau main sama kakak hikss.."

Bukan nya semakin tenang, Jennifer malah semakin meraung dan hal itu mampu membuat orang-orang di sekitar nya ikut berkaca-kaca.

"Jen, dengar kakak--"

"GAK MAU HIKSS.. JENNI GAK MAU DI TINGGAL HUAAA!!.."

Garrick memejamkan mata nya saat suara cempreng itu tak kunjung hilang bahkan di saat gadis kecil nya itu menangis.

"Kamu urus deh sendiri, mommy sama daddy mau tidur duluan" Putus Victoria menyerah.

Karena ia tau betul Jennifer tidak akan diam jika orang lain yang menenangkan nya, kecuali sang akar masalah nya yaitu Garrick.

Kini Wilson dan Victoria pun pergi meninggalkan kamar putra nya, menyerahkan tugas untuk menenangkan Jennifer kepada pembuat gadis kecil itu menangis.

"Stthh.. Jen, dengerin kakak 'ya?" Bujuk pelan Garrick, sepelan mungkin agar gadis kecil nya tidak kembali meraung.

Jennifer menggeleng, bahkan saat ini Garrick sudah merasakan basah pada piyama tidur nya.

"Jen.."

"Gak hikss.. Jenni gak mau dengar apa-apa hikss.. Ka-kalau ujung-ujung nya kakak ninggalin Jenni" Isak nya.

Garrick semakin bingung ingin berbicara seperti apa lagi. Jennifer nya memang sangat keras kepala sejak gadis kecil itu datang ke rumah nya.

Sampai akhirnya Garrick hanya diam tidak berkata apapun lagi, membiarkan gadis kecil nya menangis sepuasnya.

Hingga isakan itu pun perlahan menghilang dan napas Jennifer pun terdengar teratur.

"Kamu tidur, sayang?" Tanya pelan Garrick.

Memundurkan sedikit tubuh nya dan menahan kepala Jennifer, kini terlihat dengan jelas kelopak mata gadis kecil itu terpejam rapat.

"Tidur ternyata" Gumam pelan Garrick yang terkekeh samar. "Menggemaskan kan!"

Cup!

Garrick mengecup sudut bibir gadis itu dengan cukup lama sebelum akhirnya bergerak pelan memindahkan gadis nya ke atas kasur nya.

"Kak.." Kelopak mata Jennifer kembali terbuka saat Garrick baru saja menyelimuti tubuh gadis itu.

"Hmm, kenapa sayang?" Tanya lembut Garrick.

"Jangan tinggalin aku" Sendu nya memeluk lengan Garrick.

Senyum menghias di wajah tampan itu, tidak mengatakan apapun Garrick ikut berbaring di sebelah gadis nya dan memeluk nya erat.

"Iya, kakak ga akan tinggalin kamu" Jawab Garrick.

Jennifer mendongak. "Janji?"

"Iya sayang"

Setelah mengucapkan dua kata tersebut Garrick menahan dagu Jennifer dan mel*mat bibir mungil yang menjadi candu nya satu tahun belakangan ini.

Sedangkan Jennifer yang hanya tau itu adalah tanda kasih sayang dari kakak-nya, hanya diam tanpa bisa membalas karena itu tidak mengerti.

...----------------...

"Apa maksud mu?" Celos Jennifer begitu mendengar penuturan jujur dari Garrick.

"Hasrat ku terlalu besar saat melihat tubuh mu, bahkan hingga saat ini" Jelas Garrick, menatap netra milik istri nya yang selama ini ia hindari.

Jennifer melohok tidak percaya. "Bagaimana... Lalu sebelum nya? Saat aku--"

"Aku menahan mati-matian karena kelakuan nakal mu itu, aku hanya takut kamu belum siap" Potong Garrick.

"Kamu ingat bukan, saat pertama kali kita melakukan nya dan aku hilang kendali. Sejak saat itu aku takut terlebih lagi takut kamu meninggalkan ku" Lanjut nya.

Jennifer ingat dengan jelas perkataan Garrick, dimana saat itu Garrick baru beberapa hari kembali ke rumah setelah menyelesaikan kuliah nya.

Dan saat itu Garrick pulang malam, kebetulan diri nya sedang berada di dapur karena haus.

Entah setan apa yang merasuki pria yang berubah menjadi acuh pada nya hingga tiba-tiba Garrick menc*mbu nya di dapur lalu berlanjut di kamar.

Jennifer mengingat dengan jelas kegilaan pria itu hingga membuat diri nya sakit selama satu minggu, dan malam ini seperti ia akan mengalami nya lagi.

"Tapi untuk malam ini, aku tidak akan menahan nya lagi karena kamu yang berniat meninggalkan ku" Bisik Garrick, yang entah sejak kapan sudah membuka pakaian nya.

"Tu-tunggu aku harus memeriksa email dari--"

"Stthh.." Desis Garrick menghentikan perkataan Jennifer.

"Masih ada lima hari sebelum kamu kembali ke profesi mu, jadi jangan mencari alasan terlebih lagi aku harus menghukum istri yang tertawa bahagia bersama pria lain" Lanjut nya yang terdengar seperti ancaman mematikan bagi Jennifer.

...****************...

Terpopuler

Comments

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

ternyata jenny pernah sakit seminggu krn keganasan garrick/Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-03-16

0

YuWie

YuWie

ahhhh ternyata..memang umur mereka berapa sih sekarang

2023-12-11

3

Jeon Melly💫

Jeon Melly💫

Wahh Garrick Mode Menyeramkan🙀

2023-12-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!