"Kita tidak pulang?"
Tiga kata itu terus Jennifer tanyakan pada Garrick yang sedari tadi sibuk dengan laptop nya.
Pasalnya saat ini mereka berada di dalam kamar hotel yang menjadi tempat rekan Garrick melangsungkan pernikahan.
"Garrick" Jennifer setengah merengek, terus menggoyangkan lengan suami nya yang tidak merespon apapun.
"Diam lah" Seru dingin Garrick dengan mata yang terfokus pada layar laptop nya.
"Jawab pertanyaan ku apa susah nya?!" Kesal Jennifer. Melepaskan pelukan nya pada lengan Garrick.
"Kamu tidak lihat sekarang jam berapa?" Tanya dingin Garrick.
"Jam dua belas" Monolog Jennifer begitu melihat jam digital yang menempel di dinding hotel tersebut.
"Sudah terlalu malam, kita pulang besok pagi" Jelas Garrick.
Mata Jennifer membola mendengar itu, bukan nya tidak mau bersama dengan Garrick untuk malam ini di kamar yang sama tentu hal ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk diri nya.
Tetapi ia ingat bahwa besok pagi diri nya masih mempunyai pertemuan dengan salah satu brand ternama yang mampu membuat nama nya semakin melambung dalam dunia permodelan.
"Kita pulang malam ini ya?" Bujuk Jennifer seraya kembali memeluk lengan Garrick. "Besok pagi aku ada pertemuan dengan pemilik brand Vegos"
Jemari Garrick yang semula tengah sibuk menekan satu persatu huruf di keyboard laptop nya langsung terhenti.
Namun mata nya tak juga menatap wajah Jennifer membuat wanita itu memegang rahang Garrick lalu mengarahkan nya agar menatap diri nya.
Tatapan datar nan dingin itu sempat membuat Jennifer mengigit pipi bagian dalam nya, merasa gugup.
"Pulang malam ini ya?" Ulang Jennifer memasang wajah penuh bujuk rayu nya.
Garrick hanya diam tak berekspresi apapun membuat Jennifer kembali memberanikan diri nya dengan mendekatkan wajah nya.
"Pertemuan itu sangat penting untuk karir ku ke depan nya sayang" Jelas Jennifer, mengusap sudut bibir Garrick.
Mata Jennifer terfokus pada bibir berwarna merah darah yang sedikit terbuka itu, kemudian kembali naik menatap netra biru milik suami nya.
Selama beberapa menit kamar itu hanya di isi oleh keheningan, ibu jari Jennifer tak henti memberi usapan pada sudut bibir suami nya dengan tatapan yang saling mengunci.
Untuk pertama kali nya sepasang suami-istri itu bertatapan begitu lama nya, bahkan pada saat pernikahan satu tahun lalu pun Garrick hanya menatap nya selama beberapa detik kemudian langsung mengalihkan tatapan nya.
Cup..
Jennifer mengecup lama bibir Garrick, bahkan menekan nya hingga ketika wanita itu memundurkan kepala nya, bibir kedua nya menempel sedetik kemudian.
"Tidak" Satu kata itu Garrick lontarkan seraya melepas tangan Jennifer dari wajah nya dan langsung berdiri.
"Para awak pesawat membutuhkan istirahat yang cukup, jadi besok pagi kita baru kembali" Putus nya seraya berjalan menuju kasur.
"Oh ayolah sayang, aku--"
"Pulang saja sendiri!" Potong Garrick setengah membentak dengan tatapan dingin nya.
Jennifer membeku di tempat nya, kaki nya yang semula melangkah mendekati kasur kini langsung terhenti.
Tanpa rasa bersalah pria itu langsung merebahkan tubuh nya di kasur, membiarkan Jennifer yang terdiam menatap nya tidak percaya.
"Serius? Kamu mengusir ku?" Tanya Jennifer.
"Aku tidak mengusir, kamu yang ingin pulang maka pulang lah sendiri" Jawan Garrick yang terdiam beberapa saat.
Jennifer terkekeh samar, wanita itu cukup kecewa dengan sikap Garrick kali ini.
Tanpa mengatakan apapun Jennifer mengambil handphone serta tas kecil nya yang memang hanya itu yang ia bawa.
Wanita itu pun berjalan menuju pintu, membuka pintu lalu keluar dan menutup nya dengan kasar hingga menimbulkan suara yang cukup nyaring.
Garrick diam di posisi nya dengan kelopak mata terpejam, tidak ada respon apapun atau bahkan mengejar istri nya yang mungkin marah dengan nya.
*
"Menyebalkan!" Gerutu Jennifer menghentakkan kaki nya di lobi hotel tersebut.
Berharap Garrick mengejar nya namun sayang, walaupun ia sudah memelankan langkah nya tetapi batang hidung pria itu tak kunjung terlihat.
"Awas saja, akan aku adukan ke mommy!" Dengus nya kesal.
Jennifer terus melangkah hingga diri nya sudah berada di luar hotel, menatap sekeliling yang masih terlihat beberapa orang.
"Astaga aku lupa, Fedro masih ada di sini 'kan?" Seru nya yang kemudian langsung mengutak-atik handphone nya.
Tujuan Jennifer adalah menelpon asisten suami nya itu untuk mengantar nya pulang, cukup lama hingga akhirnya Fedro menjawab telepon nya.
"Selamat malam nyonya"
"Hm, malam juga Fedro. Kamu dimana? Ada di hotel ini 'bukan?" Tanya langsung Jennifer.
"Maaf nyonya, sehabis mengantar tuan dan nyonya ke hotel saya langsung kembali ke Washington. Masih ada beberapa berkas yang harus saya siapkan untuk meeting tuan besok"
Lagi-lagi mata Jennifer di buat melotot, namun kali ini di iringi helaan napas nya.
"Baik--"
"Jenni?"
Jennifer langsung menoleh saat mendengar seseorang memanggil nama nya, dan ternyata orang itu adalah Ozzie.
Dengan cepat Jennifer mengakhiri panggilan nya dengan Fedro dan tersenyum kikuk saat melihat ekspresi Ozzie.
"Kamu ngapain di sini malam-malam? Suami kamu dimana?" Tanya Ozzie dengan bingung nya.
Mendapat pertanyaan itu Jennifer ikut bingung. Ia belum mempersiapkan jawaban tentang pertanyaan apapun karena ia pikir sudah tidak ada lagi wartawan yang berada di sekitar hotel itu.
Ternyata bukan wartawan yang bertanya, melainkan teman dekat nya yang sempat ia kagumi.
"Jen?" Ozzie menepuk pelan bahu Jennifer membuat wanita itu tersentak sesaat.
"Emm itu, aku mau kembali ke Washington" Jujur Jennifer.
"Kamu mau pulang?" Tanya Ozzie memastikan.
Jennifer lantas mengangguk.
"Kebetulan aku juga mau pulang, tapi di mana suami mu?"
Pertanyaan itu mampu membuat Jennifer terdiam dengan mata yang memperhatikan sekitar mencoba mencari jawaban yang tepat.
"Kalian bertengkar?" Tebak Ozzie.
"Ah tidak" Jennifer menggeleng dengan cepat. "Garrick masih ada urusan di sini, tapi aku tidak bisa di sini sampai besok pagi" Terang Jennifer berbohong.
Ozzie terdiam sesaat. Jennifer yang melihat tatapan itu pun semakin gugup.
"Em apa aku boleh pulang bersama mu?" Tanya Jennifer cengengesan. "Tadi aku menghubungi asisten suami ku ternyata tadi sore dia langsung pulang"
Ozzie mengangguk mengerti, kedua sudut bibir pria itu tertarik membentuk senyum. "Tentu boleh, lagi pula kita belum mengobrol sedari di pesta tadi 'bukan?"
Jennifer menggaruk tengkuk nya pelan, bagaimana mau mengobrol jika Garrick duduk di tengah diri nya dan Ozzie lalu ketika Ozzie hendak bersuara tiba-tiba saja Garrick mengajak nya mengobrol hingga kehadiran pria itu seperti angin.
Mobil berhenti tepat di hadapan kedua nya dan itu adalah mobil milik Ozzie.
"Terima kasih" Ujar Ozzie seraya memberikan uang tip pada petugas hotel yang baru saja memberikan kunci mobil nya.
"Terima kasih kembali tuan" Petugas hotel itu menunduk sopan sebelum berlalu meninggalkan kedua nya.
"Pulang sekarang?" Tanya Ozzie.
Jennifer mengangguk dengan senyuman nya, sedangkan Ozzie yang melihat itu lantas membuka kan pintu mobil untuk Jennifer.
"Silahkan" Ujar Ozzie.
Senyum Jennifer semakin melebar, kaki nya mulai melangkah tetapi.
"Kamu mau meninggalkan ku, honey?"
Deg!
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
abis diusir di susul?? helloww... makanya jadi orang itu gak usah cuek sama pasangan,, klo dia lelah lama2 juga akan mundur jadi pasanganmu..
2024-03-16
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝚀𝚞𝚎𝚎𝚗 𝚁 ʀᴜʙʏ
bukannya kamu yang mengusirnya wkwk
2023-12-02
5
Am
langsung banyak dong kak☹️
2023-11-23
0