"Happy one year anniversary, my wife.." Ujar Garrick yang saat ini berjalan menghampiri Jennifer yang membeku di tempat nya.
Tak lupa tangan pria itu membawa sebuah cake dengan lilin yang menyala di atas nya.
"Maafkan aku jika aku selalu membuat mu kesal, marah dan menangis.." Lanjut nya yang saat ini sudah berdiri di depan Jennifer.
"Kamu ada di sini hikss?" Tanya Jennifer terisak.
"Tentu, bagaimana mungkin aku bisa pergi jika aku harus mempersiapkan semua ini agar sempurna" Jawab Garrick, melirik sekitar nya.
Jennifer pun ikut memperhatikan sekeliling nya, dimana ini jauh lebih mewah dan romantis dari mimpi nya semalam.
"Garrick--"
"Stt.." Garrick menyeka air mata Jennifer dengan sebelah tangan nya. Kemudian mengecup kening wanita itu.
"Kita tiup bersama, oke" Putus Garrick.
Jennifer menggeleng.
"Kenapa?" Tanya Garrick.
"Aku takut ini mimpi lagi hikss.." Isak nya dengan kepala yang terus menggeleng.
Tangis nya semakin menjadi saat jari tengah dan telunjuk Garrick mengapit hidung nya dengan cukup kuat.
"Sakit 'kan?" Tanya Garrick, beralih mengusap hidung memerah itu.
"Galak banget hikss,, sakit"
Melihat itu Garrick tidak tahan untuk tidak tersenyum, lantas pria itu mengode salah satu pelayan untuk mengambil alih cake di tangan nya.
Kemudian beralih memeluk Jennifer, memeluk nya begitu erat hingga lilin yang sedari tadi terus menyala hampir padam.
"Maaf tuan, nyonya. Lilin nya.." Ujar ragu sang pelayan.
Garrick melonggarkan sedikit pelukan nya agar Jennifer nyaman di posisi nya yang akan meniup lilin berangka satu yang hampir habis itu.
Kedua nya saling bertatapan sejenak sebelum akhirnya meniup lilin tersebut hingga padam.
"Yah.. Cake nya ga bisa di makan" Gumam lirih Jennifer saat melihat lelehan lilin berhamburan di atas cake itu.
"Gapapa, nanti aku-- Jen!" Ucapan Garrick terganti menjadi seruan kaget saat dengan tangan nya sendiri Jennifer membelah cake tersebut dan memakan nya.
"Buang!" Panik nya mencengkram pelan dagu Jennifer agar tidak menelan cake itu.
Namun kepala Jennifer menggeleng dan malah menelan cake tersebut.
"Keras kelapa!" Ucap marah Garrick yang kemudian langsung mengangkat tubuh Jennifer.
"Eh,, eh?" Jennifer yang bingung langsung memeluk leher Garrick seraya menatap wajah datar yang terlihat mengeras itu.
"Mau kemana?" Tanya Jennifer.
"Rumah sakit!" Ketus Garrick.
Sesaat Jennifer tertegun, hingga akhirnya ia tersadar saat Garrick sudah mendudukkan nya di mobil.
"Astaga tidak Garrick, cake yang aku makan tidak terkena lelehan lilin nya" Jelas Jennifer.
Gerakan Garrick yang saat itu tengah memasang seatbelt pada tubuh Jennifer pun terhenti seketika. Berganti dengan kepala yang menoleh hingga saling bertatapan.
"Aku suka" Ucap Jennifer mengusap rahang Garrick.
Sungguh ini semua bukan mimpi dan benar-benar kenyataan dimana Garrick begitu memperlakukan nya sebagai seorang istri.
"Dan aku tidak suka dengan istri nakal" Sahut Garrick dengan tatapan yang menajam sesaat sebelum akhirnya menegakkan tubuh nya.
Jennifer terkekeh pelan. "Kamu yang terlalu berlebihan" Sahut nya seraya keluar dari mobil.
Brug!
Garrick menutup kasar pintu mobil nya dan mendesak tubuh Jennifer yang bersandar ke mobil itu.
"Satu tahun aku menunggu malam ini, tapi seharian kamu malah bersenang-senang dengan pria lain"
Jemari Jennifer yang semula bergerak mengelus rahang Garrick pun seketika terhenti.
Netra biru yang menampakkan kecemburuan nya itu mampu membuat jantung Jennifer berdetak tidak karuan.
"Kamu tau" Garrick menarik pinggang Jennifer, lebih tepatnya menekan tubuh wanita itu ke tubuh nya.
"Apa?"
Garrick tidak bersuara lagi, pria itu langsung mel*mat lembut bibir Jennifer. Menekan tengkuk wanita itu sampai akhirnya Jennifer pun mengalungkan tangan nya di lehernya.
Selama beberapa saat bibir kedua nya saling beradu, hingga akhirnya Garrick sedikit menjauhkan kepala nya dan beralih ke samping telinga istri nya.
"I love you.."
Deg!
Walaupun detak jantung nya semakin tidak normal, namun Jennifer dengan begitu eratnya memeluk leher Garrick.
"I love you too" Balas nya.
Tidak berkata lagi Garrick kembali mengangkat tubuh Jennifer dengan gendongan ala bridal nya.
"Seterusnya jangan pernah memakai rok seperti ini lagi!" Peringat Garrick menatap sinis paha Jennifer yang terekspos jelas.
"Suka-suka aku dong" Jawab Jennifer.
Alhasil jawaban itu mampu membuat tatapan tajam Garrick terarah pada nya.
"Kamu bukan nya ga peduli ya sama apa yang aku pakai dan apa yang ada di diri aku?" Tanya Jennifer mulai memancing keributan.
Garrick tak bersuara. Pria itu terus berjalan melewati hiasan yang sebelumnya sudah di dekor sedemikian rupa, menuju kamar nya.
Mulut Jennifer sedikit menganga saat melihat kamar nya yang seperti kamar pengantin baru, dimana di atas kasur sana ada bunga dan selimut yang di bentuk menyerupai dua angsa.
Brugh..
"Ehh!" Seru kaget Jennifer saat Garrick menjatuhkan begitu saja tubuh nya di kasur.
"Sudah cukup selama ini aku menahan nya. Kamu hanya milik ku, ingat itu" Ucap nya yang sudah melepaskan sembarangan jas nya serta melepaskan beberapa kancing teratas kemeja nya.
"Tu-tunggu aku ingin bertanya" Ucap gugup Jennifer.
Entah kenapa melihat wajah Garrick dalam mode seperti ini membuat diri nya sedikit takut.
Pasalnya tatapan Garrick benar-benar berbeda dan baru pertama kali nya Jennifer melihat tatapan seperti ini.
"Katakan"
"Tu-tunggu" Gagap Jennifer menahan dada Garrick saat wajah pria itu sudah berhadapan dengan leher nya.
Lebih tepat nya bibir Garrick mulai bermain di kulit leher nya dan hal itu pun mampu mengantarkan rasa geli dan desiran aneh pada tubuh nya.
"Sebenarnya apa maksud dari perkataan mu barusan? Dan aku bing--emm.. bingung dengan perlakuan mu yang berubah-ubah" Tutur Jennifer, berusaha keras menahan rasa geli nya saat Garrick tak kunjung menjauhkan kepala nya.
"Pergi dari rumah, memutuskan untuk tinggal sendiri saat sekolah itu semata-mata hanya untuk menjauh dari mu" Jawab Garrick masih pada posisi nya.
Jennifer mencelos, air mata nya seketika kembali tertampung di pelupuk mata nya dan hal itu tentu Garrick sadari.
Hingga pada akhirnya pria itu mengangkat kepala nya, menatap wajah Jennifer lalu mengusap pipi wanita itu.
"Aku tidak tahan, selama ini aku selalu mencoba menahan untuk tidak menghamili mu di saat usia mu baru sepuluh tahun"
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
kenapa harus nunggu setelah setahun pernikahan?? apa usia jenny masih kurang?
2024-03-16
0
Kymclalu Cintanya Adijeq
fakta baru apa lagi ini garrick???? sia2 sudah aq mengumpat dari awal part, jk begini faktanya 😌😌😌
2023-12-02
6
+62 88
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! alter pikir beneran selingkuh!!! 😭
2023-12-02
1