Dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya serta langkah percaya diri, Jennifer pun memasuki rumah besar milik mertua nya. Ah ralat, bukan hanya mertua tetapi orang tua kedua nya.
"Selamat datang nona" Sapa kompak beberapa pelayan yang sedang membersihkan rumah itu.
Jennifer berhenti lalu menatap salah satu pelayan. "Mommy sama Daddy ada di rumah 'kan, bi?" Tanya nya.
"Maaf nona, tapi tadi pagi tuan dan nyonya pergi"
"Kemana?" Celos Jennifer sedikit kecewa.
"Seperti nya ke acara amal nona"
Jennifer langsung mengerti, memang setiap bulan nya kedua orang tua nya itu selalu datang ke acara amal. Dan seperti nya saat ini ia datang di waktu yang tidak tepat.
"Ya udah bi, aku pulang aja" Ujar Jennifer.
"Tidak mau menunggu nyonya dan tuan, nona? Bibi tadi membuat cookies" Tawar nya.
Jennifer menggeleng dan tersenyum. "Terima kasih bi" Setelah ia pun langsung berbalik keluar dari rumah itu.
"Sudah lah, lebih baik aku bermain sebentar" Gumam Jennifer yang baru saja mengalihkan tatapan nya dari pintu utama tersebut.
Wanita itu pun mulai mengemudikan mobil nya, meninggalkan rumah besar yang dimana menjadi tempat nya tumbuh seperti saat ini.
*
*
Duduk di tempat paling pojok sebuah Cafe yang sering ia datangi, atau lebih tepat nya Cafe favorit nya.
Saat ini Jennifer memandang ke luar jendela Cafe itu, dimana letak Cape tersebut berada di dekat pelabuhan.
Air mata sontak mengenang di pelupuk mata nya saat ia melihat dengan begitu jelas di pelabuhan sana seperti nya sepasang kekasih tengah merayakan anniversary mereka yang kedua.
"Lihat lah betapa menyedihkan nya diri mu, Jen" Gumam nya menyeka cepat air mata nya.
Sepasang kekasih yang masih memakai seragam sekolah nya terlihat saling memeluk di atas kapal pesiar yang sudah di dekor sedemikian rupa hingga menampilkan kesan begitu romantis.
Di sekitar nya juga ada beberapa teman mereka yang ikut merayakan dan memberikan sorak kehebohan hingga membuat gadis yang berada di pelukan kekasih nya menangis.
"Jenni?"
Mendengar nama nya di panggil Jennifer buru-buru menyeka air mata nya dan menoleh menatap siapa yang baru saja memanggil nya.
"Eh, Ozzie?" Jennifer langsung berdiri dan kembali menyeka air sisa air mata nya agar tidak terlihat oleh pria itu.
"Kamu di sini?" Tanya Jennifer gelagapan.
Ozzie tidak menyahut, sesaat pria itu menatap lamat wajah Jennifer. Wanita yang ia rindukan selama beberapa tahun ini.
Yang sayang nya wanita itu telah memiliki suami di saat diri nya berniat pulang dari jepang dan akan langsung melamar nya.
"Kamu nangis?" Tanya balik Ozzie.
Jennifer menggeleng cepat. "Ga kok, aku cuma terharu lihat mereka" Jawab Jennifer menatap ke arah sepasang kekasih di kapal pesiar yang terparkir itu.
Ozzie sontak mendekat dan melihat apa yang Jennifer tuju, kepala nya pun mengangguk mengerti dengan senyum di bibir nya.
"Aku kira kamu menangis" Ujar lega Ozzie.
Jennifer kembali menggeleng dengan kekehan samar nya.
"Boleh aku duduk di sini?" Tanya Ozzie
"Tentu" Jawab Jennifer, tidak mungkin ia tidak mengizinkan Ozzie duduk di kursi depan nya jika kursi itu saja kosong.
"Terima kasih"
Kedua nya pun duduk berhadapan, mulai berbincang di temani minuman dan makanan ringan nya hingga tak terasa matahari terbenam di sebelah barat sana.
"Haha kamu benar-benar menggemaskan saat itu, aku sampai tidak bisa berhenti mencubit pipi mu" Tawa Ozzie mengenang masa lalu.
Mendengar itu Jennifer sedikit mengerucutkan bibir nya dan menatap kesal Ozzie. "Kamu tau, malam nya pipi ku jadi bengkak dan itu gara-gara kamu!" Seru nya kesal.
Ozzie masih tertawa, begitu lucu mengingat masa-masa sekolah nya bersama Jennifer. Dan lagi-lagi rasa penyesalan itu hadir di saat ia kalah cepat dalam menikahi wanita itu.
"Astaga" Kaget Jennifer yang tersadar saat melihat ke luar, langit sudah gelap dan seasik itu ia mengobrol dengan Ozzie.
"Ada apa Jen?" Tanya Ozzie ikut kaget.
"Aku harus pulang" Panik nya seraya memasukkan handphone nya ke dalam tas.
Ozzie kembali tersadar mendengar perkataan wanita di hadapan nya. "Ah iya, suami mu pasti menunggu mu 'bukan?"
Kini bergantian, Jennifer lah yang tersadar hingga gerakan nya langsung terhenti.
Jennifer lupa saking terbiasa nya pulang lebih cepat agar bisa menyambut Garrick saat pulang, tapi nyata nya hari ini pria itu tidak ada di rumah. Meninggalkan nya di hari anniversary pernikahan nya karena alasan bisnis.
"Jen?" Panggil Ozzie saat melihat Jennifer terdiam.
"Eh, iya?"
"Kamu sebenarnya kenapa?" Tanya Ozzie tidak tahan.
Sebelum nya pria itu hanya pura-pura percaya saat melihat sisa air mata Jennifer, karena tidak mungkin ia terus memaksa agar Jennifer bicara yang sebenarnya.
Namun lagi-lagi wanita itu kembali menggeleng membuat Ozzie menghela napas nya.
"Kamu bisa cerita pada ku jika kamu ada masalah, ingat dulu kamu selalu bercerita pada ku"
Jennifer tersenyum. "Itu dulu"
Jawaban itu mampu menampar Ozzie yang berada di posisi nya, semakin tersadar akan status wanita di hadapan nya.
"Sudah lah, aku pulang duluan ya" Putus Jennifer seraya berdiri.
Ozzie pun ikut berdiri. "Bawa mobil?"
Jennifer mengangguk.
"Baiklah hati-hati"
Jennifer kembali mengangguk dengan acungan kedua ibu jari nya. "Aku duluan" Setelah nya ia pun pergi.
Meninggalkan Ozzie yang saat ini menatap kepergian wanita itu dengan tatapan sulit di artikan nya.
*
*
Jennifer keluar dari mobil nya, tak langsung berjalan masuk tetapi wanita itu terlebih dahulu bersandar di mobil nya seraya menghela napas nya berkali-kali.
"Berhenti terlihat menyedihkan Jennifer! Malu pada para maid di dalam!" Peringat nya pada diri sendiri.
Menghapus kembali sisa air mata nya yang dimana wanita itu kembali menangis saat di perjalanan pulang.
Menegarkan diri nya sendiri, Jennifer pun mengeluarkan handphone nya dari tas nya kemudian mencari kontak suami nya.
Berniat menelpon pria yang selama satu hari ini tidak ia telepon untuk memastikan sesuatu.
Namun, panggilan nya tak kunjung di jawab membuat Jennifer semakin jengkel.
Pada akhir nya wanita itu memilih untuk melangkah seraya terus menelpon suami nya.
"Dasar pria menyebalkan, egois!" Maki Jennifer menatap handphone nya.
Sepuluh kali ia menelpon Garrick namun pria itu tak kunjung menjawab, sampai langkah nya terhenti saat hidung nya mencium aroma sesuatu yang tak asing.
Mengangkat pandangan nya, Jennifer pun membeku saat melihat pemandangan di depan nya.
Mata nya kembali berair, tangan nya menggenggam erat handphone nya dan air mata nya kembali menetes di sana.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
ada apa di depan sana???
2024-03-16
0
Helen Nirawan
jenni jgn lembek gt,hrs tegas
2024-01-29
5
Nenk Vi
gk enk jadi jenni 🥺🥺🥺🤧
2023-12-02
3