"Aarrgghh!!" Erang Garrick untuk kesekian kali nya.
Urat di leher pria itu tercetak jelas, rahang nya mengeras dengan kelopak mata terpejam dan kepala yang mendongak. Pemandangan itu menjadi pemandangan favorit Jennifer sejak tiga jam yang lalu.
Kecupan hangat dan begitu lama Garrick berikan di kening berkeringat istri nya. Hal itu juga mampu menerbitkan senyum di bibir wanita cantik nya.
"Sudah?" Tanya Jennifer begitu kecil, bukan di sengaja tetapi wanita itu kehabisan suara nya akibat keganasan pria gagah di atas nya.
"Tentu belum" Jawab Garrick bersemangat yang langsung merubah posisi tanpa melepaskan di bawah sana.
"Ahh.. Garrick.." Ingin rasanya Jennifer berteriak, tetapi ia tidak mampu.
Sedangkan sang pelaku utama hanya tersenyum di balik punggung Jennifer dan mulai memompa nya lagi.
Tak hanya di bawah, namun bibir Garrick terus bergerak membuat tanda pada punggung wanita nya.
Memenuhi seluruh tubuh putih bersih itu dengan tanda merah keunguan yang tidak akan hilang dalam satu minggu.
"Emmhh.." Lenguh Jennifer saat tangan Garrick bermain di gunung kembar nya.
"Ahhk, siall!" Maki Garrick untuk diri nya sendiri yang ingin kembali memuntahkan lahar panas nya.
Baru beberapa menit berlalu sejak ronde baru itu di mulai, namun Garrick harus menahan lahar nya karena ia tidak ingin posisi ini cepat berakhir.
"Per-lahan sah-yang.." Ucap tersengal Jennifer.
"Tidak, aku tidak bisa" Sahut Garrick yang semakin menjadi.
Menggerakkan nya begitu cepat dan bruntal hingga suara-suara itu memenuhi kamar yang di dekor bak kamar pengantin baru itu.
*
*
"Huh.." Garrick menghela napas nya lega saat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.
Setelah menyelesaikan kegilaan nya yang ia tahan selama ini, Garrick tidak tertidur dan terus merasakan suhu tubuh Jennifer yang beruntung nya masih terasa normal.
Cup..
Setelah memberikan kecupan hangat nya pada kening Jennifer, Garrick langsung bangun. Berniat ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya.
Yang dimana gairah nya kembali memuncak sejak pukul lima tadi karena tubuh polos kedua nya saling menempel.
Tentu sangat sulit bagi Garrick menahan nya, namun karena sudah terbiasa akhirnya pria itu bisa melewati nya.
Mengguyur tubuh nya di bawah shower dengan suhu air yang dingin, kelopak mata Garrick terpejam mencoba menghilang bayangan erotis wajah istri nya semalam.
"Erghh brengsek!" Maki nya kembali kepada diri nya sendiri.
Keluar dari kamar mandi, tubuh Garrick hanya tertutup oleh handuk sebatas pinggang sampai lutut nya.
Pria itu berjalan menghampiri kasur dimana Jennifer masih terlelap di sana, memperhatikan wajah cantik itu sampai perhatian nya teralihkan pada dering handphone milik istri nya.
Panggilan masuk dari kontak bernama Maxi, melihat itu tatapan Garrick datar seketika.
Dengan cepat karena melihat Jennifer mulai terusik, pria itu mengambil handphone Jennifer dan menjawab panggilan tersebut.
"Astaga kemana saja kamu, Jen? Kenapa chat aku ga di balas? Kamu tau pihak brand Vegos sedang menunggu pendapat mu terhadap model-model pakaian nya!" Cerocos Maxi di sebrang sana.
Tanpa mengetahui bahwa yang menjawab panggilan tersebut adalah Garrick, suami jadi model nya.
Sedangkan Garrick hanya diam, menatap ke luar jendela kamar nya dengan handphone Jennifer yang menempel di telinga nya.
"Ya, aku tau kamu sedang dilema dengan rumah tangga mu. Tapi jangan lupakan pekerjaan mu, jangan terlalu memikirkan pria ya h terus memikirkan pria yang hanya menyakiti mu saja!"
Rahang Garrick mengetat mendengar itu, kepala nya menggeleng pelan menahan emosi nya.
"Sudah lah, sekarang cek dulu email yang di kirim oleh brand Vegos. Setelah itu bersiap-siap aku akan mengajak kamu melihat festival"
Tanpa mengatakan apapun lagi Garrick langsung mengakhiri panggilan tersebut.
Memejamkan mata nya sejenak dengan hembusan napas berat nya, sebelum akhirnya pria itu kembali mendekati kasur.
Menaruh handphone Jennifer kembali pada tempat nya, kemudian langsung berjalan menuju lemari pakaian nya.
*
*
Pukul sembilan, kelopak mata Jennifer baru bergerak terbuka dengan malas karena rasa lelah dan sakit di tubuh nya.
Ah, bukan hanya sakit tetapi terasa begitu remuk dan itu semua ulah suami dingin nya.
Mengingat itu, senyum langsung menghias di wajah bantal Jennifer. Tangan nya bergerak pelan mencari sosok yang semalam menggilai tubuh nya.
Namun mata nya langsung membola saat tidak menemukan siapa pun, terlebih lagi sisi kasur di sebelah nya terasa dingin yang artinya Garrick sudah lama bangun dan meninggalkan nya.
"Dasar menyebalkan, sudah dapat enak nya aku di tinggal!" Gerutu Jennifer kesal.
Dengan kesal nya berniat bangun namun yang terjadi wanita itu malah memekik cukup keras.
"Arrgh!!" Pekik nya saat merasakan sakit. Ya sakit pada tubuh nya apa lagi kaki nya yang terasa begitu pegal.
Bersamaan dengan itu pintu kamar terbuka dan Garrick pun masuk dengan wajah yang terlihat sedikit cemas(?)
"Mau kemana?" Tanya Garrick mendekat seraya menarik kemeja nya yang berada di tepi kasur.
Setelah nya pria itu memakaikan kemeja tersebut di tubuh Jennifer, membuat wanita itu hanya diam.
Masih belum percaya akan perubahan pria bunglon di hadapan nya, ia takut jika beberapa waktu ke depan Garrick akan kembali mengabaikan nya.
"Kamar mandi, aku ingin mandi" Jawab Jennifer.
Garrick langsung menempelkan punggung tangan nya pada kening Jennifer, memegang pipi wanita itu guna mengecek suhu tubuh nya.
Mendapat perlakuan itu membuat Jennifer melonggo, terlebih lagi saat sebelah tangan Garrick pun memegang kening nya sendiri.
Seakan sedang membandingkan lebih hangat mana, kening nya atau kening pria itu.
"Tubuh mu sedikit hangat, mandi nya jangan terlalu lama"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut Garrick menyingkirkan selimut yang masih menutupi setengah tubuh istri nya yang sudah terduduk itu.
Lalu mengangkat nya ala bridal, membawa nya ke kamar mandi lalu di turunkan di pinggir bathtub.
"Sebentar" Ujar nya seraya mulai mengisi bathtub itu dengan air.
Jennifer hanya diam, benar wanita itu tidak mengatakan apapun saking kaget nya dengan semua perlakuan Garrick yang sangat ia rindukan sejak beberapa tahun lalu.
...****************...
-Haii author mau crazy up tiga bab, dan ini bab kedua. Semoga para pembaca yang baik hati ini selalu memberikan like, komentar dan gift di setiap bab nya🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
lagian kenapa ditahan sih??? kan bisa ngomong langsung sama jenny
2024-03-16
0
YuWie
blm paham kenapa selama itu nyuekin istrinya klo hanya dg alasan tdk tahan nafsu
2023-12-11
4
🦋ꪖꪗꪖ𝕫 •*ᥫ᭡
Aku menghargai usaha mu authorku sayang 💜
2023-12-03
2