Jennifer langsung menoleh begitu mendengar suara bariton sang suami. Mata nya lagi-lagi di buat melotot saat tiba-tiba Garrick menarik nya dan memeluk posesif(?) pinggang nya.
"Kamu mau meninggalkan ku hm?" Ulang Garrick yang memegang dagu Jennifer dan mengunci tatapan wanita itu.
Jennifer terdiam tidak bisa berkata-kata, jantung nya berdebar tidak karuan dengan semua keanehan hari ini pada sikap Garrick.
"Maaf tuan Garrick, Jenni berkata dia--"
"Saya tau" Potong dingin Garrick menatap sejenak Ozzie dengan tatapan menusuk nya.
Kemudian pria itu kembali menatap wajah istri nya. "saya sudah bilang pada istri saya untuk menunggu sebentar lagi, tetapi dia tidak sabaran!"
Pada kalimat terakhir nya nada bicara Garrick terdengar begitu gemas dengan Jennifer, di tambah pria itu mencubit hidung istri nya seakan ia benar-benar gemas dengan ketidaksabaran Jennifer.
"Ah begitu" Respon Ozzie yang terdengar kecewa.
"Terima kasih sudah membantu saya menahan istri saya selama beberapa saat dan silahkan lanjutkan perjalanan anda, tuan Ozzie"
Mendengar penuturan itu Jennifer tersadar, lantas wanita itu langsung menatap Ozzie dengan tatapan tidak enak nya.
"Tenang saja kita akan pulang juga, tetapi tunggu. Para awak pesawat sedang mempersiapkan kelengkapan nya" Ujar Garrick pada Jennifer.
Menatap sejenak Garrick kemudian Jennifer kembali menatap Ozzie. "Emm maaf ya Zie, kita tidak jadi pulang bersama" Ujar nya tidak enak.
Ozzie tersenyum. "Tidak apa, kalau begitu aku duluan" Jawab nya seraya berpamitan.
Jennifer mengangguk. "Hati-hati"
"Tentu"
Ozzie pun memasuki mobil nya dan berlalu meninggalkan hotel tersebut, menyisakan Garrick dan Jennifer yang saat ini di landa keheningan selama beberapa saat.
Sebelum pada akhir nya Jennifer mendongak menatap kesal wajah tampan Garrick.
"Kita benar-benar akan pulang malam ini 'kan?" Tanya Jennifer memastikan.
"Tidak"
Bugh!
Dengan kesal nya Jennifer memukul perut keras milik Garrick dan melepaskan lengan pria itu dari pinggang nya.
"Kamu kenapa ngeselin banget sih hari ini?!" Teriak tertahan Jennifer dengan wajah memerah menahan kesal.
Sungguh hari ini Garrick benar-benar mengesalkan, dan seperti Jennifer tidak menyadari bahwa hari ini Garrick lebih banyak bicara dengan nya di bandingkan sebelum nya.
Masih dengan rasa kesal nya Jennifer mulai memainkan handphone nya dan hal itu pun mengundang pertanyaan dari Garrick.
"Mau apa?"
"Nelpon Ozzie, suruh dia balik lagi!" Jawab ketus Jennifer seraya hendak membawa handphone nya untuk mendekati telinga nya.
Namun belum sampai handphone itu sudah di rebut oleh Garrick dengan mudah nya lalu di nonaktifkan total.
"Garrick!"
Bersamaan dengan pekikan tertahan Jennifer, sebuah mobil berhenti tepat di belakang nya membuat wanita itu menoleh.
"Jangan banyak bicara" Ucap Garrick seraya menutupi bahu terbuka Jennifer dengan jas nya yang sebelum nya bertengger di lengan nya.
Jennifer membeku dengan perlakuan tersebut, lagi-lagi wanita itu menatap bingung ke arah Garrick bak orang bodoh.
"Terima kasih tuan" Ujar seorang petugas hotel yang baru saja memberikan kunci mobil dan di berikan uang tip oleh Garrick.
"Masih mau pulang?" Tanya Garrick membuat Jennifer tersadar.
"Tentu!" Jawab cepat Jennifer yang kemudian langsung memasuki mobil.
"Bocah" Gumam pelan Garrick.
*
*
"Eugh.."
Jennifer menerjabkan kelopak mata nya, begitu terbuka hal pertama yang ia lihat adalah langit-langit kamar nya yang membuat tubuh nya langsung terduduk.
"Astaga jam berapa ini?!" Panik nya, menoleh menatap jam yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi.
"Mati aku!" Seru nya, langsung turun dari kasur dan berlari ke arah kamar mandi.
Kurang lebih selama lima belas menit Jennifer berada di dalam kamar mandi, kini wanita itu keluar dengan tubuh yang di balut bathrobe.
Berjalan terburu-buru mencari pakaian nya di lemari kemudian bergegas memakai nya, memoles sedikit wajah nya dengan make up simpel.
Jennifer pun telah siap dalam kurung waktu setengah jam, dan ini adalah pertama kali nya ia menyelesaikan semua nya dalam waktu sesingkat ini.
"Sarapan dulu"
Langkah terburu-buru Jennifer langsung terhenti begitu mendengar suara penuh perintah dan penekanan yang sangat ia kenali.
"Garrick?" Monolog nya kaget saat melihat Garrick duduk di sofa ruang tengah dengan laptop di pangkuan pria itu.
Garrick tidak berkata apapun, namun Jennifer yang lagi-lagi teringat bahwa diri nya sudah sangat terlambat langsung mendekat dan mengecup pipi Garrick.
Cup.
"Tidak sempat, aku berangkat sekarang" Ujar nya seraya berbalik hendak melanjutkan langkah nya.
"Sarapan terlebih dahulu" Ulang Garrick begitu jelas dan penuh penekanan dengan nada dingin nya.
"Iya, aku akan sarapan nanti" Jawab Jennifer yang mengabaikan perkataan Garrick dan kembali melangkah.
"Jennifer Priscilla Livingston!"
Tk!
Langkah Jennifer terhenti mendengar panggilan penuh peringatan itu.
Perlahan kepala nya menoleh dan menatap Garrick yang sudah berdiri menatap ke arah nya.
"Sarapan terlebih dahulu!" Ulang Garrick untuk ke tiga kali nya.
"Kenapa kamu jadi ngeselin gini sih?" Tanya Jennifer merenggut kesal.
"Sarapan" Sahut Garrick tidak ingin di bantah lagi.
Tidak punya pilihan lain, Jennifer pun kembali mundur dan melangkah menuju ruang makan dengan perasaan dongkol.
"Please Max, hanya sebentar aku akan--"
"Fokus pada makanan mu" Potong Garrick yang sudah berada di belakang Jennifer dan merebut handphone wanita itu.
Bukan hanya merebut nya, Garrick juga mengakhiri panggilan istri nya dengan pria bernama Maxi itu.
Jennifer menarik nafas nya begitu dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan menahan rasa kesal.
Tidak berkata apa pun Jennifer kembali menyuap kasar sarapan nya ke dalam mulut nya dengan mata yang menatap kesal pada Garrick yang sudah duduk di kursi utama meja makan itu.
Tidak ada percakapan di meja makan itu, Jennifer fokus pada makanan nya hingga benar-benar habis
Setelah meneguk segelas susu strawberry kesukaan nya, wanita itu merebut kembali handphone nya yang berada di genggaman Garrick.
"Apa?!" Ketus Jennifer saat melihat Garrick menatap nya dengan tatapan kramat nya.
"Hanya mengingat kan, nanti malam mommy menyuruh kita pulang"
Jennifer menghela napas nya sebelum mendekati suami dan kembali mengecup nya.
Kali ini bukan di pipi melainkan di bibir berwarna merah darah milik pria itu yang menjadi favorit nya.
"Iya sayang ku, aku akan pulang lebih cepat" Ucap Jennifer lembut dengan senyum manis nya.
Garrick tak berekspresi apapun, pria itu hanya diam dengan tatapan lurus tak menatap istri nya.
"Ck, menyebalkan!" Setelah mencubit perut keras milik Garrick, Jennifer pun berbalik dan pergi meninggalkan ruang makan.
Menyisakan Garrick yang diam menatap kepergian wanita itu masih dengan tatapan yang sama.
"Tiga hari lagi.." Gumam Garrick dengan tangan terkepal.
...****************...
Double up nih, jangan lupa saweran nya🤭🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
kenapa dgn 3 hari lagi??? pisah kah?? ato mau ngasih kejutan istimewa??
2024-03-16
0
Kymclalu Cintanya Adijeq
3 hari lagi.. apa??? pisah gitu???
2023-11-24
5
Am
mau cerai ya
2023-11-23
0