"Jenni.." Panggil lembut Victoria yang baru saja memasuki kamar.
Jennifer menoleh, menahan air mata nya yang terus keluar sebelum pada akhirnya kedua wanita itu berpelukan.
Tangis Jennifer kembali tumpah di pelukan wanita setengah baya itu, ia sudah tidak tahan lagi dengan semua nya.
Sedangkan di dekat kedua wanita itu, ada Wilson yang tengah memperhatikan dengan rahang mengeras nya.
Garrick tidak bisa di hubungi bahkan hingga saat ini dan itu tentu memancing amarah Wilson.
"Sebenarnya ada apa Jenni?" Tanya Wilson tidak sabar.
"Dad!" Peringat Victoria yang baru saja mengurai pelukan menantu nya.
"Garrick tidak bisa di hubungi mom" Seru Wilson. "Sebenarnya apa yang anak itu lakukan sampai membuat Jenni seperti ini?!"
"Sabar dad, tunggu Jenni tenang!"
Wilson dan Victoria tentu terus berdebat bahkan sejak Jennifer menelpon sambil menangis itu.
Jennifer belum menjelaskan apapun karena setelah mengucapkan bahwa ia ingin berpisah dengan Garrick, tangis nya semakin menjadi.
"Apa daddy tau, urusan bisnis apa yang Garrick miliki di kota Seattle?" Tanya terisak Jennifer.
Wilson dan Victoria terdiam sejenak. Pria setengah baya itu mencoba mengingat.
"Garrick memiliki wanita lain di kota itu hikss.." Lanjut nya saat melihat kepala Wilson menggeleng.
Tentu kedua orang tua pria itu terkejut bukan main mendengar penuturan Jennifer.
"Kamu yakin sayang? Kamu sudah menyelidiki nya?" Tanya Victoria.
Jennifer menggeleng samar. "Setiap dua minggu dalam sebulan, Garrick pasti akan ke sana. Dan tadi dia baru saja pergi" Jelas Jennifer terisak pelan.
Wajah nya sudah memerah, mata nya membengkak akibat tangis nya yang bahkan hingga saat ini tidak dapat di hentikan.
"Kamu ada bukti lain? Bagaimana jika Garrick sedang mengerjakan sebuah proyek di sana?"
Jennifer kembali menggeleng. "Aku sudah pernah membahas hal ini sama Garrick mom, tapi setiap aku bahas wanita lain di kota Seattle itu Garrick tidak pernah menyangkal atau pun bersuara" Jelas Jennifer sebisa mungkin menahan isak kan nya.
"Dimana kalian Fedro!" Seru Wilson menahan emosi nya.
Mendengar seruan tersebut dua wanita yang semula saling bertatapan itu langsung menatap Wilson yang tengah menempelkan handphone di sampai telinga nya.
"Cepat kembali, jika tidak katakan pada Garrick untuk tidak kembali selama nya bahkan saat saya meninggal!"
"Dad!" Seru Victoria.
Sungguh siapapun pasti akan tidak senang jika membahas kematian, terlebih lagi Wilson yang hidup nya memang tidak akan lama lagi.
Namun Wilson seakan mengabaikan seruan istri nya lalu mengakhiri panggilan sepihak tersebut dan beralih menatap Jennifer.
"Tenang kan diri mu, setelah Garrick kembali kita akan membahas nya" Ucap Wilson. "Jika memang pria itu bermain di belakang mu, maka daddy dengan senang hati membiarkan mu berpisah dengan dia" Lanjut nya.
Tes..
Air mata Jennifer menetes begitu wanita itu mengangguk. Namun lain hal nya dengan Victoria yang terlihat gelisah.
Tentu ia tidak ingin pernikahan putra nya dan putri nya hancur, karena mau bagaimana pun wanita di luar sana belum tentu sebaik Jennifer yang ia rawat sejak kecil.
"Tenang ya.." Ujar Victoria yang kini kembali memeluk Jennifer.
Mulut mya berkata tenang, tetapi tidak dengan hati nya. Berharap semua ini hanya kesalahpahaman dan lagi ia benar-benar tidak menyangka jika memang benar putra nya menjadi pengkhianat seperti itu.
*
Tak.. Takk.. Tak..
Suara langkah kaki yang berasal dari sepatu pantofel seharga tiga digit itu menggema, membuat Wilson langsung menoleh saat melihat kedatangan Garrick yang sangat ia tunggu-tunggu.
"Ada apa--"
"Duduk" Potong Wilson yang kembali meluruskan tatapan nya.
Kepala nya sudah sedikit dingin karena ocehan dari istri nya, jika tidak mungkin untuk pertama kali nya ia akan memukul wajah tampan putra nya itu.
Garrick terdiam sesaat memperhatikan sekitar nya, dimana saat ini Jennifer terlihat menundukkan kepala nya dengan kedua tangan yang saling meremat.
Dengan wajah tenang pada akhirnya Garrick duduk menghadap sang daddy. Membiarkan Jennifer dan mommy nya duduk berdekatan.
"Mau kemana kamu malam-malam begini?" Tanya Wilson dengan wajah tak kalah tenang nya.
"Dinas" Jawab singkat Garrick, melirik Jennifer yang belum menatap nya sedari datang.
"Dinas kemana? Kenapa berangkat nya harus malam? Apa tidak bisa besok pagi?" Tanya beruntun Victoria.
"Kenapa kalian ada di sini?" Tanya balik Garrick.
"Tidak sopan!" Sentak Wilson.
Garrick terdiam, menatap bergantian kedua orang tua nya lalu kembali menatap Jennifer.
"Aku akan ke Seattle dan 'ya. Memang harus malam ini" Jawab Garrick pada akhir nya.
Dan jawaban itu kembali memancing emosi Wilson, ternyata ucapan Jennifer benar namun belum sepenuhnya benar.
"Punya urusan apa kamu di kota Seattle. Seingat daddy kamu tidak pernah membangun cabang perusahaan ataupun bisnis di sana"
"Seingat daddy, sekarang aku sudah memperluas segala nya ke setiap kota bahkan negara. Daddy tidak lupa akan hal itu 'bukan?" Jawab Garrick begitu tenang.
"Lalu bisnis apa yang sedang kamu kembangkan di sana? Sampai harus pergi ke sana dua minggu lama nya setiap bulan!"
Mendapat pertanyaan itu sontak mata Garrick semakin terfokus pada Jennifer, namun tetap ekspresi terlihat begitu tenang.
Lama Garrick terdiam hingga akhirnya pria itu kembali menatap Wilson.
"Sebenarnya apa yang ingin daddy bicarakan?" Tanya nya to the point.
"Jennifer ingin berpisah dengan mu"
Tk!
Denting jam terdengar begitu nyari begitu Wilson mengutarakan keinginan Jennifer.
Mata Garrick sontak langsung menatap tajam Jennifer dan pria itu langsung berdiri dimana kaki nya langsung melangkah mendekati wanita itu.
"Coba bicara pada ku?" Ujar Garrick yang sudah berdiri tepat di hadapan Jennifer yang masih menunduk.
"Kamu berselingkuh, Garrick?" Tanya Victoria menatap kecewa anak nya.
"Apa mommy punya bukti kalau aku selingkuh?" Tanya balik Garrick.
Victoria terdiam, memang ia tidak memiliki bukti dan semua yang Jennifer katakan juga masih belum begitu jelas.
"Jangan menyangkal nya, jika kamu memang memiliki wanita lain selain Jennifer ada baik nya juga kalian berpisah!" Hardik Wilson.
"Aku tanya sekali lagi, apa kalian memiliki bukti?"
Kini Wilson pun ikut terdiam, memang harusnya ia menyelidiki terlebih dahulu sebelum memanggil Garrick untuk kembali.
"Tidak ada 'bukan?"
"Ada!" Sahut lantang Jennifer yang kini berdiri menatap wajah Garrick.
Hidung memerah dan mata yang membengkak akibat tangis nya itu mampu membuat tangan Garrick seketika terkepal.
"Beberapa bulan lalu aku menemukan sehelai rambut panjang di atas kemeja mu di dalam koper, dan koper itu yang kamu bawa ke Seattle!" Ujar menggebu Jennifer, menahan tangis.
Mengingat dua bulan lalu dimana Jennifer berniat menaruh kembali pakaian Garrick dari koper ke lemari, namun yang ia temukan sehelai rambut berwarna blonde.
Tentu itu bukan rambut nya, atau pun rambut Fedro. Yang jelas itu rambut seorang wanita yang cukup panjang.
Lama kedua nya terdiam saling bertatapan, pada akhirnya kini Garrick mengalihkan tatapan nya kepada kedua orang tua nya.
"Maaf ini urusan rumah tangga ku, bisa daddy dan mommy untuk tidak ikut campur?"
"Aku mau pisah!" Lantang Jennifer dengan air mata yang kembali menetes.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
YuWie
napa sih masih aja misterius 2 an rick2
2023-12-11
4
SenjaKala
buruan pisah nggak usah kelaman gatel ni tangan mau ngumpat kasar
2023-12-06
13
🦋ꪖꪗꪖ𝕫 •*ᥫ᭡
Vote ku sudah meluncur next kak semangat up nya ❣️❤️🩹😚❤️🤍
2023-12-06
0