Bab 9.

Bulan bersinar menerangi gelap nya malam ini, Jennifer yang saat ini tengah duduk di balkon kamar nya di temani secangkir kopi kesukaan nya.

Mata wanita itu tak lepas menatap bulan di atas sana, pikiran nya berkelana saat sudah hari ke dua Garrick tidak pulang.

"Sibuk dengan urusan kantor 'ya?" Gumam Jennifer terkekeh miris.

Pasalnya jawaban seperti itu lah yang ia dapatkan saat tadi pagi menelpon suami nya itu.

"Apa kamu lupa? Besok anniversary kita yang ke satu tahun lho" Tanya nya pada bayangan Garrick.

Sungguh menyedihkan nya seorang Jennifer yang dimana di luar sana banyak wanita menginginkan menjadi diri nya yang begitu di cintai oleh Garrick.

Namun nyata nya, ia sendiri tidak ingin jadi diri nya yang begitu menyedihkan dan harus terus berpura-pura di depan banyak orang.

"Max.." Panggil lirih Jennifer saat panggilan dengan Maxi sudah terhubung.

"Ada apa?"

"Apa memang sudah waktu nya aku menyerah?" Tanya Jennifer lirih.

"Bertanya sekali lagi, kepala mu lepas dari tubuh mu!" Sahut galak Maxi

"Max.." Rengek Jennifer frustasi.

"Aku lelah memberi masukan pada mu, Jen. Sekarang lebih baik ikuti kata hati mu" Jawab Maxi cukup tegas.

"Ya ya, aku memang harus mengikuti kata hati ku. Tapi hati ku jelas mencintai Garrick dan tidak ingin meninggalkan nya"

Terdengar helaan napas berat Maxi di sebrang sana. Mendengar itu Jennifer pun menegakkan tubuh nya.

Mendongak menatap satu bintang yang berdampingan dengan bulan, dan hal itu pertama kali ia lihat seumur hidup nya.

"Baiklah aku akan menyerah" Putus Jennifer cukup lantang dengan semangat membara.

"Aku tidak akan bertanya 'apa kamu sudah yakin' tapi aku akan bertanya. Apa kamu benar-benar yakin?"

Jennifer terdiam sesaat, kembali memikirkan segala nya dimana dalam rumah tangga nya bukan hanya Garrick.

Tetapi ada kedua orang tua pria itu yang mengurus nya sejak kecil, bahkan lebih menyayangi nya dari pada Garrick sendiri.

"Aku akan bicara dengan daddy dan mommy terlebih dahulu" Lesu nya.

"Ck, aku sudah bisa menebak nya"

Bibir Jennifer mengerucut kesal, sabahat nya ini benar-benar menyebalkan. Sama menyebalkan nya dengan suami nya.

"Sudah lah aku mau tidur!" Ketus Jennifer yang langsung mengakhiri panggilan tersebut secara sepihak.

Meneguk habis kopi nya kemudian wanita itu berdiri dan berbalik ke kamar nya yang tiba-tiba saja menjadi begitu gelap.

"Lho?" Celos nya bingung. "Apa aku lupa menghidupkan lampu?" Gumam nya

Bahkan lampu hias di balkon itu hanya mampu menerangi sebagian kamar nya yang dekat dengan balkon. Sisa nya begitu gelap.

"Haishh menyebalkan!" Gerutu nya yang langsung menghidupkan flash di handphone nya.

Melangkah lebar menuju sakral lampu, namun Jennifer di kagetkan dengan sosok yang duduk di tepi kasur nya hingga membuat diri nya terlonjak dan melempar begitu saja handphone nya.

"Siapa di sana?" Tanya Jennifer bergetar ketakutan.

Namun tidak ada sahutan membuat Jennifer buru-buru merangkak mengambil handphone nya.

"Garrick?" Panggil Jennifer yang masih merangkak menuju handphone nya.

Tetapi lagi-lagi tidak ada sahutan sehingga diri nya yang sudah mendapatkan kembali handphone nya langsung menyorot ke arah kasur.

Kosong.

Tidak ada siapa-siapa di sana dan hal itu mampu membuat Jennifer semakin ketakutan.

Dengan langkah setengah berlari Jennifer pun sampai di bawah sakral lampu dan langsung menghidupkan lampu nya dengan keringat yang sudah membasahi kening nya.

Dengan tangan terkepal yang masih bertumpu pada dinding, Jennifer pun mengatur napas nya sebelum berbalik.

Deg!

"Jangan pernah meninggalkan ku barang sejengkal pun!" Bisik dingin nan penuh ketajaman dari Garrick yang saat ini berada tepat di hadapan Jennifer.

Bukan hanya itu, bahkan wajah kedua nya begitu dekat karena Garrick mengangkat dagu Jennifer yang saat ini membeku dengan debaran jantung yang terdengar jelas dan begitu cepat.

"Dengar apa yang baru saja aku ucapkan?" Tanya Garrick mengusap bibir bawah Jennifer.

Sedangkan Jennifer yang tersadar pun menerjabkan mata nya beberapa kali seraya mendorong tubuh Garrick.

"Huh.." Hela nya saat sebelum nya merasa begitu sesak.

Garrick diam, menatap tajam wajah Jennifer yang saat ini tengah menatap diri nya juga.

"Kamu apa-apaan sih, muncul kayak hantu!" Omel Jennifer kesal.

Berjalan hendak meninggalkan Garrick namun lengan nya di tarik hingga tubuh nya membentur tubuh kekar pria itu.

"Kamu ingin meninggalkan ku?" Ulang Garrick yang kali ini terdengar seperti pertanyaan dari nada dingin penuh intimidasi nya.

"Kalau iya, kenapa?!" Tanya balik Jennifer.

Ini memang sudah waktu nya, selama satu tahun diri nya tidak di anggap sedangkan pria di hadapan nya ini seperti nya memiliki wanita lain di belakang diri nya.

"Awwshh.." Ringin Jennifer mencengkram lengan Garrick saat pria itu meremat pinggang nya.

"Sampai kapan pun kamu tidak akan bisa meninggalkan ku!" Desis Garrick tajam.

"Kenapa tidak bisa? Sedangkan kehadiran aku saja tidak kamu anggap!" Jawab menggebu Jennifer.

Menahan air mata nya yang sejujurnya hati nya terasa sesak saat mengucapkan kalimat tersebut di hadapan cinta kedua nya setelah sang ayah yang sudah tiada.

"Kamu milik ku selama nya!" Tegas Garrick.

Mendengar itu pertahan Jennifer mulai runtuh, namun wanita itu hanya terkekeh samar saat merasa diri nya sangat-sangat bodoh.

"Lalu bagaimana dengan wanita itu? Wanita yang kamu sembunyikan di belakang ku?!" Lantang nya, mendorong Garrick dengan sisa tenaga nya.

Namun sayang nya lengan pria itu begitu kuat hingga tubuh nya tidak berjarak sedikit pun dari tubuh Garrick.

"Sampai kapan pun kamu hanya milik ku, kamu tidak bisa meninggalkan ku atau pun pergi dari ku!"

Setelah mengucapkan kalimat penuh peringatan akan keegoisan nya, Garrick melayangkan kecupan nya pada kening Jennifer sebelum melepaskan tubuh wanita itu dan keluar dari kamar begitu saja.

Meninggalkan Jennifer yang mulai menjatuhkan air mata nya dengan tubuh yang meluruh ke lantai.

"Egois hikss.." Isak Jennifer begitu sesak.

Tangis wanita itu semakin menjadi mengingat kata-kata penuh keegoisan dari mulut Garrick.

Pria itu tidak membiarkan nya melepaskan nya, namun pria itu juga tidak memperjelas semua nya.

Terlebih lagi saat Jennifer membahas wanita lain yang mungkin memang kebenaran nya bahwa Garrick memiliki wanita lain di belakang nya.

"Papa, mama hikss.." Isak Jennifer.

Menangis begitu terisak, kemudian memeluk tubuh nya sendiri untuk menenangkan diri nya sendiri. Sungguh malang nasib seorang model papan atas yang di dambakan banyak orang.

Setelah sedikit tenang Jennifer kembali berdiri, tangan nya mengepal dan berjalan menuju pintu.

Ceklek..

Ceklek..

Tidak bisa terbuka!

"GARRICK!!"

...****************...

Terpopuler

Comments

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍

apa tujuan garrick?? ada apa dgn dia sebenarnya??

2024-03-16

0

SenjaKala

SenjaKala

sial suka sama yg model posesif begini rsanya ada yng menggrlitik gt di perut🤣

2023-11-30

3

SenjaKala

SenjaKala

jangan bilang si gery cocolatos bilang 3hr lagi kmu kasih kejotan🙄

2023-11-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!