Chicago, kota terbesar di negara bagian Amerika Serikat memancarkan keindahan nya di malam hari, Dimana sinar lampu dari setiap gedung dan jalan menambah keindahan malam di kota tersebut.
Walaupun sudah sering ke kota ini, tetapi Jennifer tidak ada bosan nya untuk memperhatikan pemandangan malam di luar mobil sana.
Hingga lagi-lagi wanita itu tidak menggunakan kesempatan untuk mendekati suami nya saking sibuk nya mengagumi pemandangan tersebut.
Sampai tiba lah mobil yang di tumpangi nya bersama suami nya di kawasan perhotelan membuat Jennifer langsung menatap Garrick.
"Apa di sini?" Tanya Jennifer.
Garrick hanya mengangguk samar dengan tatapan lurus yang begitu dingin.
"Kita sudah sampai tuan, nyonya" Ujar Fedro yang mengemudikan mobil tersebut.
Pintu mobil di sebelah Garrick dan Jennifer di buka oleh petugas hotel tersebut yang dimana sepasang suami-istri itu langsung keluar.
Garrick berhenti tepat di samping Jennifer, merengkuh pinggang wanita itu dengan tatapan lurus nya.
Cekrek~
Cekrek~
Cekrek~
Suara kamera para wartawan berlomba-lomba untuk memotret para tamu undangan yang hadir, termasuk Garrick dan Jennifer.
"Acara apa ini?" Bisik Jennifer yang tidak mengetahui acara apa yang di datangi nya saat ini.
"Pernikahan" Jawab singkat Garrick sebelum menuntun Jennifer agar berjalan sejajar dengan nya.
Senyum tak luput dari wajah cantik sang model profesional itu dengan tangan melambai, begitu pun dengan Garrick yang sesekali tersenyum tipis melihat kamera.
"Selamat atas pernikahan anda, tuan Jerico" Ujar Garrick seraya menjabat tangan pengantin pria bernama Jerico itu yang tak lain rekan bisnis nya.
"Terima kasih tuan Garrick, saya tidak menyangka kalau anda akan datang ke acara pernikahan kami" Sahut Jerico yang dimana pria itu merengkuh pinggang pengantin wanita nya.
"Terima kasih tuan Garrick atas kedatangan anda dan istri anda" Ucap istri dari Jerico.
Garrick mengangguk pelan sebagai balasan, lain hal nya dengan Jennifer yang saat ini tengah berpelukan ala perempuan dengan pengantin wanita itu.
"Selamat ya" Seru bahagia Jennifer, mengingat bahwa satu tahun lalu diri nya pernah sebahagia itu dalam acara pernikahan nya.
"Terima kasih nyonya--"
"Jenni saja" Potong Jennifer saat pengantin wanita itu hendak memanggil nya dengan embel-embel Nyonya.
"Selamat juga atas pernikahan anda, tuan Jerico" Ujar Jennifer yang menatap pria gagah di depan nya.
"Terima kasih nyonya Livingston" Balas Jerico begitu ramah.
Jennifer terkekeh pelan kemudian wanita itu menatap suami nya, ingat suami nya masih berada di situ dan menatap interaksi nya.
"Kalau begitu silahkan nikmati pesta sederhana ini, saya dan istri saya pamit. Kami akan menyambut yang lain" Ujar Jerico yang tentu langsung mendapat anggukan dari Garrick.
"Duduk" Ujar singkat Garrick yang langsung menuntun Jennifer menuju salah satu meja.
Jennifer hanya mengikuti dan duduk di bangku yang telah di tarik oleh Garrick selayaknya pasangan romantis saat kencan.
"Terima kasih" Ucap Jennifer tersenyum bahagia.
Garrick mengangguk kemudian ikut duduk di samping istri nya.
Jennifer mengangkat tangan nya saat melihat pelayan membawa nampan berisi minuman, kemudian mengambil dua gelas untuk diri nya dan suami nya.
Mengangkat gelas berisi wine itu ke hadapan wajah Garrick membuat pria itu langsung menatap nya.
Jennifer tidak berkata apapun, wanita itu hanya mengangkat alis nya seraya tersenyum. Hingga akhirnya gelas di tangan Jennifer di ambil alih oleh Garrick.
Bukan hanya itu, Garrick juga mendekati hingga bibir nya hanya berjarak beberapa centi dengan daun telinga Jennifer.
"Jangan sampai mabuk" Peringat Garrick berbisik tajam.
Jantung Jennifer berdebar tidak karuan mendengar perkataan suami nya terlebih lagi napas hangat pria itu membuat nya semakin melayang.
"Jangan sampai membuat ku malu" Setelah mengucapkan kalimat tersebut Garrick kembali ke posisi nya.
Sedangkan Jennifer yang semula sedang terbang seketika kepala nya langsung menoleh menatap Garrick tidak percaya.
"Kapan aku membuat mu malu?" Tanya Jennifer lirih, tentu dapat di dengar oleh Garrick.
Tetapi pria itu tidak menyahut membuat Jennifer memegang lengan nya.
"Kapan sayang?" Ulang Jennifer.
"Anda ada di sini juga tuan Garrick?"
Suara seorang pria berhasil memecah suasana di antara sepasang suami-istri itu.
Garrick menoleh begitu pun dengan Jennifer yang dimana mata nya di buat melotot lirih saat melihat siapa yang baru saja memanggil suami nya.
"Jennifer?" Ujar pria itu saat melihat wajah Jennifer.
Garrick berdiri begitu pun dengan Jennifer yang mulai mengalihkan tatapan nya dari pria itu.
"Tuan Ozzie" Sapa balik Garrick membuat pria bernama Ozzie itu berpaling menatap nya.
Kedua pria itu berjabat tangan, lain hal nya dengan Jennifer yang hanya diam menatap kedua tangan yang saling menggenggam itu.
"Anda di sini juga?" Tanya Ozzie.
"Saya mendapatkan undangan, tidak sopan jika tidak datang 'bukan?" Jawab Garrick.
Ozzie mengangguk membenarkan, setelah nya pria itu beralih menatap Jennifer.
"Seperti nya nyonya Livingstone sudah melupakan saya" Ujar Ozzie dengan kekehan pelan nya.
Jennifer lantas menatap pria itu dan tersenyum. "Tentu tidak tuan Ozzie" Sahut nya.
"Benarkah?" Tanya Ozzie tidak percaya.
"Ten..tu" Jawab Jennifer yang terhenti sejenak saat merasakan tangan kekar Garrick merengkuh pinggang nya bahkan sedikit menarik nya hingga menempel.
Sontak Jennifer langsung menatap Garrick yang hanya diam menatap pria di depan nya.
"Sudah lama sekali kita tidak bertemu 'bukan?" Tanya Ozzie ya g terus menatap Jennifer tanpa memperhatikan tatapan Garrick pada nya.
"Ah, emm iya sudah lama. Terakhir saat anda berpamitan akan kuliah di Jepang" Jawab Jennifer sedikit gugup.
Entah lah hanya perasaan Jennifer saja atau memang saat ini Garrick terlihat tidak suka melihat interaksi nya dengan Ozzie teman semasa kuliah nya.
Ah ralat, bukan hanya sekedar teman bahkan kedua nya sangat dekat bak sepasang kekasih yang sayang nya tidak ada kejelasan hubungan di antara kedua nya.
Ozzie kembali terkekeh kecil kemudian melirik kursi di sebelah Jennifer. "Bukan kah sebaiknya kita mengobrol sambil duduk?"
Mendengar itu sontak Jennifer langsung menatap Garrick, begitu pun dengan Ozzie yang menatap pria itu.
"Boleh kah saya bergabung?" Tanya Ozzie sopan.
"Silahkan" Jawab Garrick.
Tanpa berlama-lama Ozzie langsung duduk di sebelah kursi yang sebelum nya Jennifer duduki.
Namun tiba-tiba saja Garrick menggeser posisi Jennifer membuat wanita itu terdiam bingung menatap Garrick yang saat ini sudah duduk di kursi yang sebelum nya ia duduki.
"Duduk lah honey" Ucap Garrick seraya menarik pelan Jennifer agar duduk di kursi yang sebelum nya ia duduki.
Jennifer hanya menurut, hingga kini diri nya duduk di samping Garrick sedangkan pria itu duduk di tengah antara diri nya dan Ozzie.
"Garrick sedang cemburu?" Batin Jennifer berteriak tidak karuan
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Andriyati
jangan percaya jen,mana ada itu
2024-07-20
1
𝕾𝖚𝖑𝖆𝖐𝖘𝖒𝖎 𝕬𝖎𝖘𝖞𝖆𝖍
semoga ini awal yg bagus untukmu jen..
2024-03-16
0
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝚀𝚞𝚎𝚎𝚗 𝚁 ʀᴜʙʏ
sepertinya jenni harus banyak banyak bersabar
2023-12-02
3