Terasa Jesselyn merasakan kesakitan yang teramat dalam air matanya dia usap, dia akan melakukan sesuatu yang tidak akan bisa dilakukan oleh wanita lain. Dia tidak akan membiarkan anak-anak yang ada di dalam sel ini terbujur kaku seperti teman-temannya.
Jesslyn mengambil pistolnya kembali, dia membuka pintu sel tersebut.
"Hiks.. hiks.., tolong lepaskan kami tangis salah satu bocah kecil.
"Husttt..," Jesselyn memberi isyarat kepada bocah-bocah untuk diam. "Tenanglah, kalian jangan banyak bergerak, kalian jangan menangis. kakak akan menolong kalian." ucap Jesselyn yang kemudian membuka penutup mata anak-anak itu.
"Dengarkan kakak baik-baik, Kalian diam di sini dan jangan melakukan apapun. Kakak akan mengeluarkan kalian, mengerti."
"Tolong kami, kakak. tolong kami." ucap mereka secara bersamaan.
"Dengar kakak, Kalian diam jika kalian berteriak dan berisik bisa-bisa mereka akan ke sini, dengarkan kakak. Kalian diam Jangan bersuara dan Jangan bergerak, kalian tidur di sini, oke. kakak akan membantu kalian keluar dari sini." ucap Jesselyn.
Anak-anak itu langsung menganggukkan kepala mereka, setelah mengatakan itu jesselin kembali mengunci tempat itu kemudian membawa kunci borgol mereka.
Di salah satu ruangan Daniel juga sudah melakukan pelumpuhan sistem, di tempat itu tiba-tiba saja ruangan itu menjadi gelap. Hal itu membuat orang-orang yang ada di dalam markas mereka sangat terkejut.
"Bagaimana mungkin listrik tiba-tiba mati?" tanya salah satu pria.
"Kami tidak tahu Bos." jawab anak buah musuh.
"Cepat kalian cari tahu kenapa tiba-tiba listrik mati hidupkan kembali." perintah si Bos.
Beberapa anak buah pria itu hendak menghidupkan saklar listrik, namun sayangnya ketika mereka melakukan hal itu David dan Joshua langsung menembak kepala mereka.
DOR!!
Dua orang sudah terkapar tidak berdaya
"Untung saja kita membawa alat ini, jika tidak kondisi lampu mati seperti ini bakalan menyusahkan kita." ucap David.
"Lebih baik kita masuk, kita habisi mereka semuanya." Joshua yang kemudian melempar bom asap di dalam salah satu ruangan.
"Kamu siap?" tanya David.
"Tentu." jawab Joshua.
Mereka berdua menggunakan senjata mereka masing-masing, pistol dengan alat peredam seperti Jesselyn.
ZEPP
ZEPP..
ZEPP..
Beberapa tembakan terus diarahkan oleh David dan Joshua, beberapa anak buah musuh sudah kehilangan nyawa, mereka tidak bisa melihat di gelapnya malam juga asap yang ada di ruangan itu. sekitar 8 orang kehilangan nyawa mereka.
"Ini ruang apa?" tanya Joshua.
"Mana aku tahu." jawab David.
Sesaat kemudian mereka memasuki sebuah ruangan, di sana penuh dengan toples. David menatap beberapa toples yang ada di ruangan yang bersuhu dingin itu. Tatapan matanya menatap benda-benda itu, seketika David perutnya terasa mual saat dia melihat bola mata yang sudah bermunculan di salah satu toples.
"Hoekkk..,"
"Ada apa, David?" tanya Joshua.
David tidak menjawab, Dia hanya menunjuk ke beberapa toples yang sudah berjajar rapi, Joshua berjalan ke arah tempat yang ditunjuk oleh saudaranya. Betapa terkejutnya Joshua ketika melihat jantung juga bola mata yang ada di toples itu. dua pria itu terasa mual mereka seperti berada di neraka yang barusan mereka datangi.
"Mereka benar-benar iblis, mereka benar-benar mengambil organ tubuh para manusia." ucap Joshua.
"Apa kamu mau satu?" tanya David yang malah mengajak bercanda saudaranya.
"Kamu gila ya, tuh pakai salah satu mata yang ada di sana biar matamu itu bisa melihat jelas." kesal Joshua yang menutup mulutnya.
"Mereka itu bukan hanya iblis, mereka itu raja iblis, mereka mengambil organ tubuh manusia untuk diperjualbelikan. mereka itu punya keluarga tidak sih?" tanya David.
"Aku kurang paham, apa kamu mau aku telepon mereka dan cari tahu?" tanya Joshua yang membuat David menginjak kaki saudaranya itu.
"Ayo cepat keluar dari sini, perutku mual bisa-bisa makanan yang tadi aku makan keluar semuanya." dengan terburu-buru David menarik tangan Joshua.
Ketika mereka baru keluar beberapa anak buah musuh sudah melihat mereka. "Siapa Kalian!" teriak beberapa musuh.
karena terkejut secara respon Joshua langsung mengambil salah satu bom yang ada di pinggangnya.
DOMM..
sebuah bom kecil yang tidak terlalu mempunyai kekuatan tinggi, tapi untuk meledakkan beberapa orang saja tentu mereka akan terluka parah bahkan kehilangan nyawa.
"Kenapa kamu membuat suara gaduh seperti ini?!" bentak David.
"Habis terkejut sih." jawab Joshua.
"Dasar pakai otakmu!" bentak David kembali.
"Aku kan bilang tadi terkejut, jadi aku responnya gitu." jawab Joshua yang kemudian menarik pelatuk pistolnya,.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
Joshua langsung menembak beberapa anak buah musuh, pistol yang dia gunakan pistol tanpa alat peredam. tentu saja suara tembakan itu langsung memancing beberapa anak buah musuh yang lainnya. David hanya bisa menggelengkan kepalanya, saudaranya itu benar-benar tidak bisa diberitahu.
Karena suara dari pistol itu tentu saja anak buah musuh yang ada di sekitar tempat itu langsung berhamburan untuk mencari tahu asal suara tembakan tersebut.
"Kamu benar-benar cari masalah."
"Sudah terlanjur." jawab Joshua yang kemudian mengambil pistol laras panjang kemudian menembak para musuh-musuhnya
"DOR! dor! dor! dor! dor! dor! dor!" pemuda itu menembak tanpa henti para musuh yang berlarian itu. mereka tidak sempat untuk memberi balasan, Joshua tersenyum melihat beberapa musuhnya sudah tidak berdaya.
Walaupun terlihat begitu santai Namun ternyata Joshua sangat pandai membidik sasaran dengan begitu tepat.
Daniel mulai bergerak. Setelah dia membobol sistem keamanan dari markas itu bahkan pemuda itu merusak Semua sistem itu hingga beberapa peralatan yang ada di tempat itu langsung mati.
"Dengarkan Aku baik-baik, kalian harus bersiap-siap sebentar lagi aku akan menggunakan senapan serbu(senapan Laras panjang)."
"Daripada kau berbicara terus-menerus, lebih baik langsung gunakan. cepat masuk kami sedikit terjebak." jawab David yang berada di suatu tempat dia menggunakan alat penghubung dengan dua saudara yang lainnya.
Jesselyn yang berada di salah satu ruangan dia mulai melihat setiap tempat yang ada di markas itu.
"Berhenti!" seru salah satu musuh. DOR!!
DOR!!
DOR!!
Tembakan dari salah satu anak buah musuh.
Jesselyn bersembunyi di suatu tempat. "Heh.., dasar brengsek." mendapat serangan dari anak buah musuh Jesselyn langsung mengambil dua pistol yang ada di balik jaketnya. Gadis itu langsung tersenyum, dia memastikan dahulu ada berapa orang di tempat itu setelah memastikan dia langsung melompat keluar.
DOR!!
DOR!!
DOR!!
DOR! DOR! DOR!
Beberapa tembakan dia arahkan ke dua orang yang ada di dekatnya, beberapa tembakan itu tepat mengenai tubuh musuh-musuhnya. seketika dua orang itu terhempas tak bernyawa dengan beberapa tembakan yang sudah bersarang di tubuh mereka.
nafas Jesselyn mulai memburu kembali, sesaat kemudian dia mengisi pistol yang sudah kehabisan peluru. David juga sudah keluar dari tempatnya bersama Joshua.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Oi Min
mereka bner2 anak2 Caroline..... ngomong nya ngalor ngidul
2024-05-11
0
tia
lanjut up 3x seperti minum obat
2023-11-26
2