"Hai, Jesselyn." panggil Ruhan yang juga bersama dengan yang lain.
"Kalian? apa yang kalian lakukan di sini?!" seru Jesselyn yang terkejut sekaligus marah.
"Buka pintu apartemennya, Daniel." perintah Ruhan.
"Ok." jawab Daniel.
"Kalian jangan berani mengotak-atik tempatku!!" teriak Jesselyn. tatapan mata yang sangat menakutkan itu membuat Daniel dan yang lain langsung menghentikan pergerakan mereka. "Kalian lagi ngapain di sini?" tanya Jesselyn.
"Kalau aku ada pekerjaan di sini, sayang." jawab Ruhan.
"Kalau aku, Aku kan bekerja sama dengan salah satu perusahaan tempat Papa yang ada di sini." ucap Daniel.
"Kalau aku? aku dikirim sama kakek McQueen untuk menjalankan pekerjaannya di sini." ucap Joshua.
"Lalu, apa yang kamu lakukan di sini, David?" tanya jesselin dengan raut wajah yang sangat menakutkan.
David nampak tersenyum, sesaat kemudian dia menunjukkan ponselnya.
"Kenapa kamu memberikan aku ponsel itu?" tanya Jesselyn binggung.
"Jawab saja, nanti kamu akan tahu."
Lah.., makin tidak enak kan perasaan Jesselyn ketika menerima ponsel itu. Suara seseorang yang berada di seberang tempat sudah berteriak dengan begitu kencang. "Dengarkan aku, Jesselyn. Jika kamu berani melakukan sesuatu yang tidak Mama tahu! lihat saja apa yang akan Mama lakukan!!!" teriak Caroline dengan sangat keras.
Jesselyn langsung menjauhkan ponselnya dari telinga, Gadis itu mendengus kesal, dia menatap David dengan tatapan mata yang begitu kesal dengan tiga saudaranya.
"Memangnya apa yang Paman lakukan di sini? Apakah Paman juga diutus oleh papa?" tanya Jesselyn yang membuat Ruhan sedikit tersenyum.
"Kamu lupa ya, Paman kan mempunyai istri orang Meksiko, ya Paman juga mau liburan di sini. istri dan anak paman kan sudah ada di sini duluan." jawab Ruhan yang sedikit mencari penyelamatan sendiri.
Jesselyn tidak bisa mengatakan apapun, jika mamanya sudah mengatakan itu apa yang bisa dia lakukan. Wanita wonder woman itu akan membuatnya tidak bisa berkutik sama sekali Jika dia berani melawannya.
"Aku tidak mau satu apartemen dengan kalian, menjauh dariku jika tidak aku akan langsung menghilang." ancam Jesselyn.
"Kalau Paman sih pulang ke tempat paman sendiri, Paman kan di sini punya apartemen kalau tiga saudaramu ini mamamu sudah menyiapkan apartemen di sebelahmu." jawab Ruhan yang kemudian langsung kabur agar tidak kena amarah dari Jesselyn.
Walaupun jesselin dan Ruhan sering berkolaborasi untuk membobol perusahaan, namun pekerjaan yang diberikan oleh Francisco jesslyn malah berjalan sendiri.
"Heh.., dasar kalian brengsek." kesal Jesselyn yang kemudian masuk ke dalam apartemennya.
Daniel David juga Joshua ikut masuk ke apartemen saudarinya itu, mereka menatap tempat yang tidak terlalu mewah namun bisa dibilang sangat nyaman.
"David, cepat masak kami lapar." perintah Daniel.
"Kenapa aku harus memasak? kita kan tadi sudah makan, Lalu kenapa kamu menyuruhku masak lagi?" David yang tidak terima Karena diperintah oleh Daniel.
"Kalian bisa diam tidak sih, kalau kalian terus berteriak dan bertengkar seperti ini nanti aku kasih kalian bom buatanku." jawab Joshua yang kemudian membaringkan tubuhnya di sofa.
"Jesselyn." Panggil Daniel.
Jesselyn tidak menjawab, Gadis itu langsung masuk ke kamarnya, seharusnya pekerjaannya ini sudah selesai. gara-gara dua tiga empat orang itu dia harus kembali tanpa menyelesaikan pekerjaannya.
"Kelihatannya dia sangat marah." ucap David.
"Dia bukan hanya marah, dia super duper marah, kalian tahu kan kalau dia marah itu seperti papa? mulutnya terkunci seperti brankas yang ada di bank." jawab Joshua sembari memejamkan matanya.
"Ini sudah 1 bulan dia cuma memberi kabar beberapa kali saja, pantas kan kalau mama sama papa marah, dia itu perempuan kalau dia laki-laki seperti kita sih it's oke." ucap David.
"It's oke matamu, kalau kita tidak memberikan kabar sama papa dan mama, aku mau tahu apa kamu bisa melarikan diri dari malaikat kematian itu? kamu tahu kan mama kalau berbicara jarak 100 km kita masih bisa dengar teriakannya. Kamu ini mau cari mati apa mau berangkat bunuh diri." cibir Daniel yang benar-benar sangat kesal dengan perkataan David yang begitu memudahkan Situasi.
"Sudah-sudah, kalian ini berteriak terus. lihat bagaimana kondisi Jesselyn, kalau dia marah bisa-bisa kita dibuatkan makanan beracun, kalian masih ingat kan apa yang dia lakukan karena kesal sama kita?" tanya Joshua yang membuat Daniel dan David mengingat kejadian waktu itu. Kedua pemuda itu langsung merinding disko.
"Sudah jangan diingatkan masa lalu, kalau kita mengingatnya perutku jadi mulas." ucap David yang kemudian membuka pintu kamar sebelah kamar jesselyn.
Apartemen itu mempunyai 3 kamar, Tentu saja aku apartemen yang diberikan oleh Tuan Francisco itu apartemen besar, 3 kamar, 1 ruang tamu dapur serta kamar mandi ada di dalam kamar.
Sekitar 5 menit kemudian Jesselyn sudah keluar, gadis itu melihat tiga saudaranya tidak ada di ruang tamu, dia membuka pintu kamar yang ada di sampingnya. Dia menatap 3 saudaranya yang sudah tertidur dengan pulas.
"Mereka ini tidak tahu diri banget ya, datang-datang membawa masalah." Jesselyn menatap 3 saudaranya yang tidur dengan posisi saling berhimpitan.
Jesselyn menatap foto dirinya dan keluarga, papa, mama dan mereka berempat. sebenarnya si kembar mempunyai adik yang mungkin sekarang berusia sekitar 13 tahun, namun sayangnya kejadian itu membuat Caroline harus merasakan kepahitan yang sangat luar biasa, penculikan dilakukan oleh salah satu musuh Erik. mereka menculik anak bungsu Caroline dan Erik.
Dari kejadian itu Putra mereka harus merenggang nyawa, setelah kejadian itu Caroline menjadi wanita yang sangat kejam dan menakutkan. Bahkan dia lebih kejam dari sang suami. untuk melupakan kejadian itu Caroline membuat patung anak terkecilnya, dia akan memastikan anak-anaknya yang lain tidak mendapatkan masalah seperti anak terkecil mereka.
Erik sangat tahu betul bagaimana kesedihan sang istri kesedihan yang membuat Caroline bahkan puluhan kali lebih kejam.
"Kamu sedang masak apa, Jesselyn?" tanya Daniel yang sudah berada di dapur. dia melihat saudarinya sedang memasak.
"Katanya kalian lapar." jawab Jesselyn.
Daniel tersenyum menatap saudarinya, dia duduk dengan begitu manis di salah satu kursi yang ada di dapur Jesselyn.
"Apa kamu tahu, musuh yang sekarang kamu hadapi itu dan apa kamu tahu mengenai Tuan Francisco?" tanya Daniel.
"Memangnya ada apa, Daniel?" Jesselyn mematikan kompor, dia menatap saudara kembarnya itu.
"Aku dan papa menyelidiki mengenai Tuan Francisco, kata Papa pria itu adalah orang yang sangat berbahaya, dia adalah mafia bawah tanah, dia gangster yang sangat ditakuti. Dia juga adalah penyelundup obat-obatan terlarang." jawab Daniel.
Jesselyn langsung terdiam, dia menatap saudaranya dengan tatapan mata yang penuh pertanyaan. "Jadi kalian kemari untuk memastikan aku baik-baik saja?" tanya Jesselyn.
"Kami tidak ingin Mama menderita lagi, Kamu tahu kan setelah kehilangan adik kita Mama sudah berubah total. Dia benar-benar sangat kejam, dia tidak akan membiarkan musuh-musuhnya lepas begitu saja. Aku tidak ingin kita semua kehilangan salah satu diantara kita, Aku ingin melindungimu dan yang lain." jawab Daniel.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Oi Min
ternyata ada kejadian yg menyakitkan......
2024-05-11
0
mama_im
uuuccchhh gemes banget sihh..
2023-11-24
0
Endangdaman
bijaknya bang danil
2023-11-24
0