"Jesselyn." panggil Henry.
Jesselyn yang berada di salah satu restoran, dia nampak menoleh menatap sosok yang sudah memanggilnya. Tatapan mata itu nampak menatap Henry, terlihat pria itu datang dengan terburu-buru.
"Henry, Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Alexander ketika pria itu melihat Henry datang ke restoran tempatnya sedang melakukan pembicaraan dengan salah satu rekan bisnisnya.
"Hehhh..," Henry sedikit mengatur nafasnya setelah itu dia duduk sembari tersenyum kepada salah satu pembisnis pria itu. "Maaf aku tidak tahu kalau ada acara pertemuan seperti ini, harusnya aku yang datang menemui kalian." jawab Henry.
"Sebenarnya Iya sih, tapi aku sudah mengajak Jesselyn untuk membicarakan mengenai perjanjian bisnis kami. Aku tahu karena kamu sibuk jadi aku mengajaknya." terlihat sekali kalau Alexander berusaha untuk mencari celah agar dia bisa bersama dengan Jesselyn.
"Baiklah kalau begitu, karena aku sudah datang.., Oh ya Jesselyn. Tolong kamu kembali ke perusahaan ya, Ada beberapa pekerjaan yang menunggumu, aku tadi baru datang dari salah satu penjamuan perusahaan."
"Kenapa dia harus kembali, Henry? dia kan sedang menemaniku, jadi biar dia menyelesaikan tugasnya." ucap Alexander.
"Tidak apa-apa, karena aku sudah kembali biar dia menyelesaikan tugas yang lain. dia Mungkin tidak terlalu bisa berbicara dengan teman bisnis kita, Karena kan dia pekerja baru di perusahaan." jawab Henry. padahal dalam hati Hendri terlihat begitu tidak menyukai ketika Jesselyn berada dekat dengan pria itu.
"Ya sudah kalau begitu saya kembali dulu, tuan." Jesselyn berdiri hendak pergi dari tempat itu.
'Kamu tidak usah pergi, Jesselyn. Kamu tetap di sini saja." perintah Alexander.
Mau apa lagi, Alexander adalah pemilik perusahaan jadi dia bebas melakukan apapun termasuk mengajak Jesselyn bertemu dengan salah satu klien bisnisnya. Maksud hati sih kalau Jesselyn kembali dia akan mencari tahu kembali mengenai gudang yang kemarin tidak dia tidak bisa dia dapatkan itu. namun untuk memasuki tempat itu dia harus mendapatkan sidik jari Alexander atau Melania.
Sekitar beberapa menit kemudian seorang wanita datang ke tempat itu, dia adalah Melania. Di perusahaan dia tidak mendapatkan keberadaan Alexander, Tentu saja dia akan langsung menemui kekasihnya itu. informasi dari salah satu karyawan menyebut kalau dia sedang ada pertemuan jadi dengan segera dia pergi ke restoran yang dikatakan oleh karyawannya.
"Selamat pagi, tuan." sapa Melania.
"Nona Melania, senang bertemu denganmu." pengusaha pria menatap Melania yang datang ke tempat itu juga.
Henry yang melihat hal itu dia nampak tersenyum, dia tidak mengira Melania akan menemukan keberadaan Alexander.
'Ya sudah kalau begitu, Kamu pergi saja Alexander. kamu ajak wanita ini juga, aku dan Alexander yang akan membicarakan mengenai kerjasama ini."
Hendri tersenyum ketika Melania mengatakan itu, dia langsung mengajak Jesselyn pergi dari tempat itu, memang tak ada satu wanita pun yang akan berani mendekati Alexander karena siapapun yang mendekati Alexander Melania akan memberi dia hukuman. Bahkan wanita itu akan membuat siapapun yang mendekati kekasihnya tiba-tiba menghilang.
"Kenapa kamu ada di sini, sayang?" tanya Alexander kepada Melania.
"Kelihatannya kamu tidak suka aku di sini, sayang?" tanya Melania.
Alexander nampak tersenyum. "Bukan seperti itu, sayang. tumben sekali kamu tiba-tiba ada di sini." jawab Alexander. Dalam hati pria itu sedikit mendengus kesal karena Melania berada di tempat itu dan membuat moodnya hancur.
"Dengarkan aku baik-baik, sayang. Jangan coba-coba berani bermain-main denganku, Aku tidak suka diajak main-main dan aku tidak suka dipermainkan." ancam Melania.
pengusaha yang sedang berbicara dengan Alexander nampak tersenyum, ternyata pria seperti Alexander takut dengan kekasihnya. Hal itu membuat pria itu hanya menahan senyum ketika melihat Alexander dimarahi oleh kekasihnya.
"Sudahlah Melania, Kalau kamu tidak ada pekerjaan lain sebaiknya kamu pergi dari sini, aku sedang berbicara dengan teman bisnisku. Jadi kalau kamu tidak ada pekerjaan lain kembalilah ke perusahaan atau kembalilah ke rumah." tiba-tiba Alexander mengatakan hal itu yang membuat Melania sangat kesal.
Pria itu berani memarahinya bahkan menyuruhnya untuk kembali.
"Kelihatannya kamu sangat kesal denganku, sayang? apa yang ingin kamu katakan padaku? Apakah kamu marah melihatku ada di sini?"
Mendengar perkataan itu tentu saja Alexander kembali kesel, di depan teman pengusahanya Melania mengatakan hal itu, seolah Alexander benar-benar takut kepadanya bahkan tunduk kepada wanita itu.
"Lebih baik kamu kembali ke perusahaan, Melania. Aku masih sibuk, Jika kamu tidak mau kembali ke perusahaan Apa perlu aku menyuruh salah satu anak buahku untuk membawamu Kembali." beberapa kata yang dikatakan oleh Alexander penuh dengan penekanan dan ancaman. Baru kali ini Alexander mengancam Melania, baru kali ini dia merasa kesel seperti itu.
Akhirnya Melania pergi dengan kekesalan yang sangat besar, dia dipermalukan oleh kekasihnya sendiri di depan teman bisnisnya. Mau tidak mau Akhirnya Melania kembali ke perusahaan, padahal dia hanya ingin membantunya berbicara mengenai bisnis. Tapi hasilnya dia malah dimarahi seperti itu.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. aku kembali dulu." Melania pergi dengan kekesalan yang dia tahan. Dia pasti akan memberikan hukuman kepada kekasihnya, berani dia mempermalukannya seperti itu.
"Kelihatannya kekasihmu itu sangat posesif, Tuan Alexander." ucap si pengusaha.
Alexander menghela nafasnya berulang kali. "Heh..., seperti itulah dia. Terkadang aku sangat kesal dengan sifat yang seperti itu." jawab Alexander.
"Tapi kelihatannya sekretarisme itu gadis muda yang sangat pandai, dia berbicara dengan begitu baik bahkan dia juga mampu menjelaskan beberapa informasi mengenai usaha kita." si pengusaha malah memuji Jesselyn.
Alexander nampak tersenyum, seketika amarahnya meluap hilang tertelan angin ketika pengusaha itu membicarakan mengenai jesselin. "Dia memang masih muda Tuan Dia mempunyai banyak bakat. Dia mempunyai banyak kepandaian yang harus diasah." jawab Alexander yang mulai tersenyum kembali.
Di perusahaan sendiri nampak Melania mencari keberadaan Jesselyn, wanita itu ingin meluapkan amarahnya kepada Gadis itu. gara-gara dia Melania harus dimarahi oleh Alexander, ketika berada di perusahaan malah melaninya tidak mendapatkan keberadaan Jesselyn karena Henry sudah mengajaknya untuk melihat beberapa pekerjaan lain.
"Di mana wanita itu?" tanya Melania kepada salah satu karyawan.
"Anda mencari siapa nona Melania?" tanya salah satu karyawan.
"Di mana sekretaris Tuan Alexander?" tanya Melania. ketika memasuki Kantor Alexander dia tidak melihat Jesselyn.
"Jesselyn belum kembali, nona." jawab karyawan wanita.
Melania nampak kesal karena dia tidak bisa mendapatkan keberadaan Jesselyn, wanita itu memasuki kantor Alexander dengan kekesalan yang sangat besar.
"Kamu buatkan aku orange juice atau apapun, Cepat bawa kemari!" teriak Melania dengan sangat keras.
karyawan wanita itu langsung bergegas pergi, melihat kemarahan kekasih Bosnya itu tentu saja mereka akan lari terbirit-birit, mereka tidak ingin mencari masalah dengan wanita itu. Karena jika mereka melakukannya mereka akan langsung hangout dari perusahaan tanpa pesangon sama sekali.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
❤️🔥ℝ❤️🔥
sombong sekali melania
2023-11-23
1