DOR!!
DOR!!
DOR!!
Suara tembakan terus menggelegar.
Caroline, David juga Elios menyerang salah satu gudang milik musuh mereka. orang-orang itu menggunakan nama perusahaan Erik untuk melakukan penyelundupan barang bahkan dua mobil perusahaan pengemasan diambil oleh kelompok itu.
"Elios." Panggil Caroline.
"Ya, nyonya." jawab Elios.
"Apa kamu tidak menelpon Paman McQueen?"
"Maaf, Nyonya. Saya lupa." jawab Elios.
"Cih.., kamu ini sudah tua tetap saja pelupa." Caroline yang kemudian meminta David untuk menelpon McQueen.
"Mama, Papa telepon." David menetap ponselnya. Pemuda itu melihat panggilan telepon masuk ke ponselnya dan panggilan itu dari sang Papa.
"Kenapa sih papamu harus menelpon disaat seperti ini, papamu tidak tahu ya kalau mama ini sedang sibuk. matikan ponselnya, telepon Kakek McQueen, cepat!!" perintah Caroline.
Mana berani David melakukan hal itu, jika sampai papanya marah bisa-bisa dia tidak akan bisa melakukan hobinya. Secara diam-diam David menjawab panggilan dari sang papa.
"Kamu ada di mana, David? di mana mamamu ?!!" teriak Erik.
"Kami ada di salah satu gudang, tutup ponselnya, David!" teriak Caroline yang kemudian menembak beberapa pria.
Mendengar suara tembakan Erik yang ada di rumahnya dia langsung berdiri, dia yang dari tadi duduk sembari memijat kepalanya. Tentu saja dia langsung syok.
"Kalian ada di mana?" tanya Erik.
"Kami ada di salah satu gudang rival perusahaan Papa, mereka menggunakan mobil perusahaan untuk menyelundupkan barang." jawab David.
Erik membulatkan matanya, dia benar-benar dibuat pusing oleh istrinya. Bisa tidak sih dalam satu hari dia duduk manis di rumah, dia akan mempunyai butik yang bisa dia urus. Kenapa sih dia harus keliling untuk membasmi penjahat.
"Di mana paman Elios?"
"Paman sedang menyerang musuh-musuh." jawab David yang kemudian mematikan ponselnya secara sepihak.
Erik yang ada di tempatnya dia benar-benar dibuat frustasi, dia melakukan panggilan telepon ke istrinya malah ponselnya dimatikan.
"Ya Tuhan! Ya Tuhan! ya Tuhan! bisa tidak istriku diam sehari di rumah, Kenapa dia tidak ke butik atau berbelanja saja? kenapa dia sukanya memegang pistol." Erik menggerutu panjang lebar.
"Tuan." Panggil Kelvin.
"Ada apa, Kelvin?"
"Tuan, Nyonya berada di kawasan Timur. Nyonya sedang menyerang beberapa musuh perusahaan, mereka melakukan pemboikotan beberapa mobil perusahaan. Mereka akan menyelundupkan obat-obatan terlarang dengan menggunakan mobil perusahaan." jawab Kelvin.
"Siapkan seluruh anak buah kita, Kelvin. Aku ingin menjemput istriku, jangan lupa.. lengkapi senjata dengan lengkap." perintah Erik.
Kelvin menganggukkan kepalanya, padahal mereka barusan pulang dari beberapa negara. malah sekarang ada kejadian seperti ini.
"Heh..," Erik menghela nafasnya berulang kali. dia menatap foto dia dan keluarganya, sebuah senyum tersirat begitu tampan. Kadang Erik berpikir memang istrinya itu selalu ceroboh, tapi dia adalah wanita yang membuatnya bangga, Dia adalah wanita yang membuatnya jatuh cinta.
"Nyonya, kemungkinan Tuan akan marah jika kita pulang nanti." ucap Elios.
"Sudah, jangan banyak bicara. Lumpuhkan mereka dulu Setelah itu kita bahas yang lain." padahal dalam hati Caroline juga yakin sang suami akan marah besar. Dia sudah membayangkan kemarahan suaminya itu, pasti akan seperti bom meledak yang tidak terkendali.
"Habisi mereka!" perintah beberapa pria yang ada di tempat itu.
Mereka berusaha untuk menyerang Caroline dan yang lain, Mereka mengepung wanita itu. sayangnya Caroline yang sudah bersiap-siap itu tentu saja dia tidak akan mau pulang tanpa nyawa.
"Hehehe..," Caroline tersenyum ketika dia mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya.
"Kalian mau mendengar suara yang indah?" tanya Caroline kepada Putra dan orang kepercayaannya.
"Maksud nyonya?" tanya Elios kembali.
Sebuah bom rakitan sudah dikeluarkan oleh Caroline, seketika kedua bola mata elios membulat sempurna. pria itu langsung menarik tubuh David untuk menghindar dari tempat itu.
"Mamamu sudah gila, David." ucap Elios yang menarik mundur tubuh David.
Caroline melempar bom aktif itu, seketika...
DOMMMMM.....
satu granat kecil dilemparkan, sesaat kemudian Caroline memberikan isyarat kepada Elios untuk membawa putranya keluar dari tempat itu.
"Kita akan ke mana, Paman?" tanya David.
"Menghindar dari amukan mamamu." jawab Elios yang kemudian menyembunyikan dirinya di suatu tempat.
Caroline sudah memegang beberapa bom rakitan yang dibuat oleh putranya, walaupun Joshua terlihat pendiam namun dia adalah ahli bom perakit bom muda yang mempunyai tempramen santai.
DOMM..
DOMM..
beberapa bom sudah dilempar oleh Caroline, setelah melempar bom itu dia bergegas kabur secepat mungkin. Wanita itu nampak tersenyum begitu puas setelah Dia melempar beberapa bom yang dibuat oleh putranya.
"Nyonya, kalau membawa bom lebih baik nyonya beritahu saya terlebih dahulu. Nyonya benar-benar sangat mengerikan." Elios menghela nafasnya berulang kali.
Kamu itu sudah tua bau tanah, makanya cara larimu itu tidak sekencang dulu." Caroline malah mengejek Elios.
"Memangnya Nyonya tidak mau tua? apa Nyonya masih muda?' ucap Elios yang kelolosan.
Mendengar perkataan seperti itu seketika dua bola mata Caroline langsung membuat sempurna.
"Paman cari masalah di saat genting seperti ini." cibir David.
"Ups..," Elios langsung menutup mulutnya. dia benar-benar lupa siapa wanita yang dia sindir itu.
"Kamu tahu, Elios. Bagaimana jika salah satu bom yang ada di tasku ini aku masukkan ke mulutmu? mulut embermu itu biar tambah besar, biar tambah lebar." kesal Caroline.
"Maaf Nyonya, habis kelepasan sih." jawab Elios yang tidak mau disalahkan.
"Kita segera pergi dari sini, jika tidak musuh akan menemukan kita." ucap David.
"Tunggu sebentar, kita lihat berapa sisa orang-orang itu. Aku ingin mereka membusuk di tempat ini." ucap Caroline.
"Aku sudah menelpon kakek McQueen, Mereka bilang dia akan mengutus anak buahnya kemari." jawab David.
"Tentu saja Tuan McQueen kan Sudah pensiun dari kepolisian, dia tidak bisa menangkap orang-orang itu." ucap Elios.
"Aku lupa." jawab Caroline yang malah membuat Putra dan anak buahnya itu mendengus kesal.
Sekitar beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan beruntun dari arah yang lain.
"Siapa yang menyerang?" tanya Caroline.
"Saya tidak tahu, nyonya.' jawab Elios.
"Apa musuh-musuh mereka?" tanya Caroline kembali.
"Saya tidak tahu, nyonya." jawab kekeh Elios.
"Pasti Papa, pasti Papa yang kemari." ucap David yang membuat Caroline dan Elios saling menatap satu sama lain.
"Mendingan kita kabur, Elios. Jika aku tertangkap aku bisa jadi barbeque." Caroline yang kemudian menarik tangan Elios dan Daniel.
Ketika mereka hendak melarikan diri, malah di depan mereka sudah ada Erik. Percuma saja kan melarikan diri, Erik kan sudah memasang alat pelacak di beberapa barang sang istri. Tentu saja Erik akan memakai semua keahliannya untuk mengetahui di mana keberadaan sang istri.
BUGG..
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
erinatan
seruuuuu
2024-07-09
1
Umiie'ne Naza
apa ini kelanjutan yg di sebelah apA gimana sih tor, soalnya sama, dn judul nya kaya nyA sama, udh 2 x ini, tp yg di sebelah
2023-11-22
0
Nenk Vi
Aaaaa aku suka
2023-11-19
0