"Jesselyn." Panggil Alexander.
"Iya, Tuan." jawab Jesselyn.
"Bisakah kamu mengambil laporan keuangan? aku harus melihat hasil audit bagian keuangan." ucap Alexander.
"Baik, Tuan." jawab Jesselyn yang kemudian pergi dari kantor pria itu.
Henry benar-benar tidak dihiraukan sama sekali, pria itu antara kesel juga benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. maksud hati pria itu ingin ngambek tapi dia sendiri yang mendapatkan hasil seperti itu.
"Jesselyn." Panggil Hendri.
Jesselyn menoleh dengan raut wajah yang sangat kesal, melihat wajah yang begitu kesal itu membuat Henry langsung kehilangan kata-katanya.
Ketika sore sudah menjelang waktu kerja pun sudah selesai, hari ini rencananya Jesselyn akan pergi bersama dengan ketiga saudaranya ke suatu tempat. Hendri yang baru keluar dari perusahaan, dia melihat Jesselyn keluar dari pintu perusahaan.
"Apa dia hari ini tidak membawa kendaraan?" ucap Henry saat melihat Jesselyn keluar dari perusahaan tanpa kendaraan.
"Jesselyn." panggil Henry.
"Entah disengaja atau tidak namun Jesselyn tidak menghiraukan panggilan dari pria itu, dia melangkah keluar dari area perusahaan berjalan menuju Jalan Raya untuk menunggu ketika saudaranya menjemput.
Hendri terdiam mematung, pria itu menatap Jesselyn yang berdiri di jalan depan perusahaan. Dengan segera pria itu berlari ke tempat parkir, dia bergegas mengambil mobilnya untuk menyusul Jesselyn, namun sayangnya ketika pria itu sudah berada di luar perusahaan ternyata Jesselyn sudah tidak ada di sana dia sudah pergi meninggalkan tempat itu. Raut wajah yang penuh kekecewaan nampak terlihat jelas di wajah Henry.
"Kenapa wajahmu kesel sekali? Apakah ada seseorang yang mengganggumu, Jesselyn?" tanya David.
"Kalau ada yang menggangguku apa kamu mau berkelahi dengannya?" tanya Jesselyn.
"Tentu saja, aku pasti akan menghajarnya. Jika sampai dia berani mengganggumu Aku tidak akan membiarkan saudariku yang cantik ini diganggu oleh orang-orang tidak tahu diri itu." jawab David dengan penuh keyakinan.
"Iya-iya aku yakin kalau kamu bisa mengalahkan mereka, tapi kalau jumlahnya banyak apa kamu berani? Yang aku tahu sih kamu itu tidak terlalu bisa berkelahi dengan baik kan?" Joshua malah mengkritik saudaranya.
"Iya, aku tahu kalau kamu pandai berkelahi. jangankan berkelahi, kamu kalau berkelahi dengan mereka pasti kamu akan langsung melempar bom. Jelas aja kamu menang, walaupun satu banding 100 kamu yang menang. Di tanganmu ada granat aktif pembuatanmu bahkan bisa-bisa kamu akan meledakkan otak mereka." cibir David.
"Mulutmu itu seperti mulut perempuan ya, Apa kamu mau kalau mulutmu itu aku pakaikan lipstik atau kamu sekarang ini memakai pakaian dalam wanita?" tanya Joshua dengan penuh keraguan. Matanya melirik David hingga membuat pemuda itu menutup dadanya, seperti seorang gadis yang hendak diintip.
"Kamu gila ya! Mana mungkin aku memakai pakaian wanita, Aku ini masih normal bahkan lebih dari kata normal." David yang tidak terima.
"Tapi kenapa kamu melarikan diri saat kamu mendapatkan surat cinta dari wanita itu?"
"Ya oke lah, masa nenek-nenek suka sama aku, Kamu mau ketika kami berciuman giginya copot satu persatu atau kamu mau ketika Kami bersama wajahnya yang dililit sama plester itu akan copot semua? bakalan kelihatan kendur semua dong." jawab David yang tidak mau kalah berdebat dengan Joshua.
"Tapi, dia belum tua banget loh.. usianya kan cuma 40 tahun."
"Kamu gila ya, matamu itu kamu taruh di mana? masa umurku 19 tahun mau jalan sama wanita berumur 40 tahun. Kamu ingin diledek sama mama, masak menantunya seusia dengan mamanya sih, kamu ini mau cari perkara atau mau berkelahi denganku?"
"Benar juga ya, kenapa sih wanita tua itu suka padamu? kamu kan tidak terlalu tampan bahkan jika di dunia ini ada level ketampanan, Pasti kamu masuk level 7." ucap Joshua yang membuat David langsung melotot tidak terima.
"Kurang ajar, kamu bilang aku level 7. Kalau kamu level berapa? pasti level 11." dua pemuda itu berdebat seperti seorang gadis yang memperebutkan kekasih.
"Mulut kalian bisa diam, tidak?! kepalaku ini pusing, jika kalian tidak mau diam aku pasti akan menyumpal mulut kalian itu dengan tisu." kesal Jesselyn.
"Jangan pakai tisu buatan manusia, Jesselyn. pakai aja tisu toilet, itu kan satu gulung muat satu mulut mereka." Daniel malah memprovokasi.
"Dasar nenek-nenek rempong, biasanya cuma memanas-manasi, seharusnya kamulah yang memakai pakaian wanita." ucap Daniel.
"Tuh, kalau kamu pakai dalaman wanita pasti kamu cocok sekali." kesal David.
"Aku bilang apa sih! kalau mulutmu tidak bisa berhenti akan kusumpal dengan tisu atau kamu mau aku sumpah mulutmu itu dengan pantat kerbau!" Jesselyn menatap dengan penuh kekesalan.
"Masa dia mau menyumpal mulut kita berdua dengan pantat kerbau? Memangnya mulut kita itu sebesar lubang sumur? yang benar aja." David dan Joshua mendumel panjang lebar.
"Jangan keras-keras, kalau kamu berbicara dengan keras kamu mau tiba-tiba seluruh rahasia kita dibongkar oleh dia? kamu mau kalau malam kita akan dihantui makhluk menakutkan?" bisik Joshua.
"Benar juga ya, Kenapa mulutku ini tidak bisa diajak kompromi." David yang kemudian memelankan suaranya.
Empat orang di dalam satu mobil, empat orang yang berdebat seperti satu stadion yang sedang bermain sepak bola. Setelah dari tempat itu Daniel dan yang lain pergi ke salah satu tempat yang sudah dikatakan oleh Ruhan. Salah satu pabrik yang sedikit terpencil.
"Ini tempat apa?" Jesselyn bertanya ketika dia melihat sebuah pabrik yang berada jauh dari peradaban manusia.
"Di sini itu adalah pabrik yang membuat senjata juga melakukan perdagangan organ manusia." jawab Daniel.
"Ngapain kamu mengajak kami ke sini? kamu kira kami ini kanibal? kamu kira kami ini drakula?" tanya David.
"Pasti Dia mengira kalau kita itu zombie, memakan tubuh manusia seperti para makhluk yang tidak pernah makan." tambah Joshua.
"Kalian bisa tidak, tidak bercanda. Aku ini bicara serius, di sini aku mendapatkan informasi dari Kakek McQueen. Kalau tempat ini adalah tempat yang digunakan oleh beberapa organisasi untuk melakukan perdagangan organ manusia." jawab Daniel.
"Kamu mengajakku ke sini, apa kamu punya peralatan lengkap? kalau kita tidak mempunyai peralatan lengkap bisa-bisa kita mati mengenaskan." ucap Jesselyn.
"Ogah banget aku mati muda, aku itu belum punya pandangan untuk menikah, aku juga belum punya tabungan banyak. Kalau mati sekarang Lalu aku pasti akan jadi hantu gentayangan, aku pasti akan menjadi makhluk menakutkan untuk menakuti para pasangan biar mereka sama-sama jomblo seperti aku." Daniel malah berkata yang tidak tidak hingga membuat Jesselyn dan Daniel menundukkan kepala mereka.
"Aku berharap aku bisa menjadikanmu zombie, setelah itu aku akan menjual organ dalam milikmu itu mungkin saldo rekening ku akan bertambah jumlahnya." Daniel yang kemudian mengambil laptop yang ada di dalam mobilnya.
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
itanungcik
benar benar titisan Caroline, lanjut bestie
2023-11-25
0
Mila Jamilah
selalu d tunggu thorr update nya ..
2023-11-25
1
mama_im
si david mah mulutnya bener bener kayak emaknya 🤣🤣
2023-11-25
0