"Lihatlah, hari ini Henry datang bersama seorang wanita."
Salah satu kerabat Henry terlihat menatap pria itu, pria yang usianya sudah hampir menginjak 30 tahun itu masih senang hidup sendiri.
"Senang melihatmu, Henry. Tidak kusangka kamu akan datang ke pesta." seorang pria mendatangi Henry dengan wajah yang sedikit senang.
"Terima kasih, Paman. Tapi karena hari ini aku tidak terlalu banyak pekerjaan jadi aku bisa kemari." jawab Henry.
"Kelihatannya kamu tidak datang sendiri, Henry?" tanya pria tua yang tak lain adalah pamannya.
"Henry." panggil Alexander yang datang bersama dengan Melania.
Henry menoleh menatap ke arah Alexander.
"Senang kamu ada di sini juga, Henry." Alexander memukul pundak Henry.
"Selamat malam, tuan Alexander." sapa Jesselyn.
Alexander menatap Jesselyn yang terlihat begitu menawan, begitu cantik bahkan dia benar-benar begitu menawan.
DEG..
Alexander terpukau dengan sekertaris barunya itu.
"Aku pikir kamu tidak akan datang ke acara pesta seperti ini, Henry. yang aku tahu kan kamu itu pria penyendiri yang tidak suka keramaian." Melania menatap Henry dari atas sampai ke bawah. Pria itu memang sangat tampan bahkan jika Melania tahu kalau Henry adalah pria kaya seperti Alexander Mungkin dia akan menggodanya juga.
"Ayo, Jesselyn. Baiklah Tuan Alexander saya harus menyapa beberapa teman-teman Paman saya." Henry membawa Jesselyn. Gadis itu terlihat benar-benar begitu menawan, begitu cantik hingga membuat begitu banyak mata para pria terus menatapnya.
"Aku tidak pernah mengira Kalau pria itu akan datang kemari, Alexander. Aku kira dia pria menyendiri, dia kan pria keras yang tidak bisa diajak berbicara baik." ucap Melania yang terlihat menatap Henry yang datang bersama dengan sekretaris kekasihnya itu.
"Sudahlah, tidak usah menghiraukan Mereka. lagi pula kita ke sini karena bisnis, bukan?" walaupun mengatakan itu namun tatapan mata yang ditunjukkan oleh Alexander tidak bisa bohong sama sekali, pria itu dari tadi menatap Jesselyn, menatap Gadis itu dengan beribu rasa takjub yang luar biasa.
di acara pesta hari itu Jesselyn menjadi pusat perhatian begitu banyak pria, gadis muda itu membuat mata para pria tidak berkedip sama sekali. tubuh seksi dan menggoda itu membuat mereka semua seperti berada di dalam air, menahan nafas untuk melihat keindahan.
"Mereka Semua keluargamu, Tuan Henry?" tanya Jesselyn saat melihat beberapa orang menyapa Henry.
"Iya, mereka adalah keluargaku. Tadi yang menyapaku adalah pamanku dan satu wanita tadi adalah bibiku." jawab Henry.
"Lalu, seorang wanita yang tadi menyapamu waktu kita mau masuk, Apakah dia mantan kekasihmu?" tanya Jesselyn dengan sorot mata yang penuh pertanyaan.
Henry nampak tersenyum, pria itu sedikit memainkan bibir dan kepalanya. "Iya, dulu dia adalah mantan kekasihku. Aku dan dia berpacaran selama beberapa tahun, aku berniat melamarnya tapi dia malah selingkuh di belakangku." jawab Henry.
Jesselyn tersenyum mendengar jawaban itu, wanita seperti itu bisa dilihat dari luarnya, wanita yang tidak akan pernah setia kepada pasangannya, seorang wanita yang tidak akan pernah menganggap pasangannya sebagai orang yang berarti.
"Aku bisa melihat Seperti apa wanita itu, Tuan Henry. Seperti yang Anda bicarakan, dari cara dia berbicara dan cara dia bergerak, kelihatan sekali kalau dia wanita murahan, mungkin di belakang Anda dia sudah berselingkuh dengan begitu banyak pria, walaupun bisa dibilang dia ada wanita matre, tapi dia penggila kenikmatan di atas ranjang." jawaban yang dilontarkan oleh Jesselyn membuat Henry benar-benar terkejut luar biasa. Gadis muda dia sudah mengenal betul Bagaimana kehidupan.
"Apa kamu pernah patah Hati, Jesselyn?"
"Tentu tidak, aku tidak pernah patah hati karena aku harus menemukan seseorang yang bisa mencintaiku dengan tulus, bukan hanya memandang fisikku tapi dia harus melihat kekuranganku."
Perbincangan antara Jesselyn dan Henry terus di perhatikan oleh Alexander. Pria itu menatap Jesselyn tanpa berkedip sama sekali. Dia pernah berpikir kalau Melania adalah wanita yang benar-benar membuat hatinya luluh, seorang wanita yang membuatnya tunduk tanpa bisa melihat satu wanita pun. Namun ketika melihat Jesselyn malah hatinya mulai goyah, pria itu seolah melihat sesuatu yang tidak bisa dia hindari.
"Oh ya Jesselyn aku mau pergi sebentar Apakah kamu tidak keberatan aku tinggal sebentar?" tanya Henry.
"Tentu saja, Tuan. Silakan." jawab Jesselyn.
Mantan kekasih Henry terlihat menatap Jesselyn dari tadi, wanita itu mulai berpikir licik untuk melakukan sesuatu kepada Jesselyn.
"Aku tidak suka dengan gadis itu." guman si wanita. Langkah kaki wanita yang bernama Zalfa itu mendekati Jesselyn, tatapan matanya menatap Gadis itu tanpa berkedip sama sekali.
Berpacaran dengan Henry selama beberapa tahun namun tidak pernah sekalipun dia memberikan pandangan yang begitu teduh, tatapan mata yang begitu membuatnya tenang. "Aku tidak pernah mengira Henry akan membawamu ketempat ini." ucapnya. Zalfa menatap Jesselyn yang hendak mengambil minuman.
"Apakah kamu berbicara denganku, nona Jesselyn?" tanya Jesselyn seolah bukan dia yang diajak berbicara.
"Kalau aku tidak berbicara denganmu, Apakah aku berbicara dengan angin atau Aku berbicara dengan hidangan yang ada di meja itu." jawab Zalfa dengan nada yang benar-benar tidak suka.
"Maafkan aku, Nona. Aku kira kamu berbicara dengan siapa, habis kamu berbicara seperti itu sih.. kalau kamu berbicara dengan seseorang lebih baik gunakan kata-kata yang tepat, kalau kamu berbicara seperti itu denganku aku anggap kamu berbicara dengan gelas yang ada di meja ini. Lagi pula kamu berbicara benar-benar tidak sopan."
Zalfa tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh Jesselyn, wanita itu menatap Jesselyn dengan tatapan mata yang begitu tidak suka. "Kamu kira kamu wanita spesial bagi Henry? dengar baik-baik, nona. Kamu itu hanyalah wanita yang bertugas untuk menjadi pengganti diriku, Apa kamu sudah bertanya kepada Henry siapa aku?" tanya Zalfa.
Jesselyn mengangguk kepalanya, Gadis itu terlihat tersenyum dengan kata-kata yang ditunjukkan oleh Zalfa. "Tentu saja aku sudah mendengar Siapa kamu, Nona. Kamu adalah mantan dari tuan Henry, bukan? lagi pulang Kenapa juga aku harus mengenal kamu, aku tidak mempunyai urusan denganmu, jadi buat apa aku harus berpura-pura mengenalmu." jawab Jesselyn dengan begitu santai. kata-kata yang dikeluarkan oleh gadis itu begitu melukai harga diri Zalfa.
"Dengarkan aku baik-baik, jika aku boleh mengatakan sesuatu padamu, Kamu itu hanyalah wanita yang akan disakiti oleh Henry, kamu tidak tahu seperti apa pria itu dan kamu tidak tahu seperti apa tabiatnya. mungkin sekarang Dia berbicara begitu manis padamu, namun kamu tidak akan tahu siapa sebenarnya Henry."
"Dengarkan aku, Nona. Aku tidak peduli Seperti apa Tuan Henry, lagi pula tugasku hanyalah menjadi pendampingnya, bekerja dengannya tanpa harus mengenal siapa dia kan."
*Bersambung*
Mohon dukungannya untuk karyaku.
*Isteri bar-bar bos mafia
*My jodoh duren(duda keren)
*Mr. Dracula (Gadis bermata biru)
*Isteri bar-bar bos mafia(the legend)
Baca novelku yang lain, terima kasih 🥰👍❤️😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments
Endangdaman
lagi
2023-11-21
1
nanae
lanjut othor
2023-11-21
0
Lembenk Doank
keren
2023-11-21
0